
"tapi mas tidak ingin bercerai,mas masih sangat mencintai mu, walaupun mas sudah menikah lagi,tapi kamu lah satu-satunya istri yang mas cintai sampek sekarang "ucap erik mulai lembut.
Arumi pun tertawa sinis mendengar penuturan erik, sementara pak samsul dan rasti saling menatap dan menarik napas panjang.
"cinta....haa.....aku sudah tidak percaya lagi dengan cinta mu mas,yang ku inginkan hanya lah berpisah dari mu"ucap arumi muak
"satu lagi,biar kan aku hidup tenang mas,lebih baik kita jalani hidup kita masing-masing,aku sudah merelakan mu bersama Mayang, tolong jangan paksa aku membenci mu"timpal arumi kembali.
"tidak,Sampek kapan pun mas akan tetap mempertahankan rumah tangga kita,mas tidak akan rela melepas kan mu"ucap erik bersikeras dengan keputusan nya.
"sudahlah mening kamu pergi saja, kalau lama disini, bisa-bisa istri mu nyusul lagi kesini"ucap rasti kesal
"budhe betul, sebaiknya kamu pulang mas"timpal arumi setuju
akhirnya dengan berat hati,erik pun terpaksa harus pulang.
"mas tetap akan mencintai kamu,mas akan setia menunggu mu,kapanpun kamu ingin kembali mas akan selalu ada"ucap erik sebelum pergi
"dan satu lagi,kalau kamu butuh sesuatu katakan saja,jangan minta bantuan pada orang lain"timpal erik menatap tajam tama
tama yang merasa tersindir, menahan emosi dengan mengepalkan tangannya.
melihat erik pergi,arumi pun menarik napas lega.
"maaf budhe,semuanya,seperti nya saya juga harus pergi"ucap tama dengan suasana yang sudah canggung.
Arumi tidak tau lagi harus berkata apa,semua sudah tama dengar,bahkan arumi sangat malu menghadapi tama.
"maaf ya nak tama,nak tama harus mendengar semua ini"ucap rasti
"iya budhe,pakkk..."ucap tama terhenti melihat pak samsul.
"saya pak samsul,karna kamu sudah manggil istri saya budhe,maka panggil saja saya pak'de "ucap pak samsul memperkenalkan diri
setelah bermapitan,tama pun lansung meninggalkan rumah arumi, arumi hanya bisa menatap pergi mobil tama yang mulai menghilang.
*****
"kapan sidang ketiga kalian,budhe sudah tak tahan dengan sikap erik itu"ucap rasti setelah duduk diruang tamu.
"Blum tau budhe,ini masih mau nunggu sidang kedua "
"Rasanya budhe pengen mukulin dia pakek sapu tadi,biar babak belur"ucap rasti geram
__ADS_1
"Sabar buk"ucap pak samsul melihat istrinya nya masih kesal
"Tadi ibuk sudah tahan pak,biar tidak marah-marah di depan nak tama itu,tapi dia malah melunjak "
"Iya kita memang harus menahan emosi kita,apalagi ada tamu,dan bapak tidak ingin kita mempermalukan diri di depan tamu"sahut pak samsul tak kalah kesal
Arumi hanya mendengarkan ungkapan kekesalan pak'de dan budhe nya.
"Oyaa budhe, retno sudah pulang"tanya arumi
"Sudah,tapi dari tadi budhe lihat dia tidak keluar kamar"
Mendengar penuturan budhe nya,arumi pun lansung bangkit pergi ke kamar retno, begitu sampai di depan kamar retno, ternyata pintu kamar tidak dikunci dari dalam.
"Retno...."panggil arumi yang tak mau langsung masukan
"Sayang boleh mama masuk"timpal arumi kembali,karna tidak mendapat sahutan arumi pun membuka pintu dan lansung masuk
Arumi melihat ruangan kamar retno kosong, tapi ada suara keran air mandi hidup namun pintu nya terbuka,arumi pun mendekat ke kamar mandi dan melihat kedalam.
"Retno !!!! Teriaknya panikkk"
Alangkah kagetnya arumi mendapati retno yang berendam di bak mandi dengan wajah pucat dan tubuh yang sudah lemas.
"Ada apa arum, budhe dengar kamu tadi teriak"ucap rasti tiba dari arah pintu
"Retno!! kenapa ini?kok basah kuyup?"ucap pak samsul panik
"Ya Tuhan!! Retno kenapa arummm!"timpal rasti tak kalah panik.
"Ngk tau budhe"sahut arumi yang masih panik dengan wajah nya yang sangat khawatir.
"Retno!!! bangun sayang"ucap arumi dengan suara yang gemetar, sambil mengusap-usap kepala dan tangan retno.
"Maaa.....dingin..."ucap retno dengan suara pelan dan gemetar,tak lama retno pun langsung pingsan tak sadarkan diri.
Melihat retno pingsan semua nya menjadi panik.
Walaupun pak samsul sudah tua,namun pak samsul berusaha mengendong tubuh retno,untuk di larikan ke rumah sakit terdekat
Sangking khawatir nya,arumi hanya bisa menangis,arumi benar-benar panik,sampai dia lupa kalau dia sendiri adalah dokter.
Sampai dirumah sakit,retno lansung ditangani oleh dokter.
__ADS_1
"Mudah-mudahan retno tidak kenapa-kenapa pak"ucap rasti diruang tunggu.
"Iya buk,semoga baik-baik saja"sahut pak samsul
"Kamu yang sabar,kita do'a kan saja, semoga retno baik-baik saja"timpal rasti memeluk arumi, sementara arumi diam memandang keruangan retno dengan tatapan kosong.
"Aku terlalu sibuk budhe,sampai aku tidak memperhatikan anakku sendiri"ucap arumi lalu menangis
"Sabar nakk,ini pasti ada hikmahnya"ucap rasti sedih
"Pak'de masih binggung, bagaimana ceritanya retno sampai begitu"
"Arumi juga ngk tau pak'de,tiba Arumi masuk kamar,arumi sudah mendapati retno berendam di bak mandinya dengan wajah pucat hingga kepalanya mau tengelam"jelas arumi dengan tangisan nya.
Rasti dan pak samsul pun ikut sedih mendengar penjelasan arumi,rasti mencoba menenangkan arumi.
"Apa ngk sebaiknya kita beritahu erik pak?" Ucap rasti ketika suasana mulai tenang.
Pak samsul hanya diam,lalu menatap kearah arumi.
"Tapi budhe,arum malas ketemu mas erik"ucap arumi
"Tapi sayang, bagaimana pun dia ayahnya retno"
"Budhe mu benar, sebaiknya kamu kabari saja dia,urusan dia datang atau tidak ,ya terserah dia,lagi pula pertengkaran kalian biarlah menjadi urusan kalain berdua, sebaiknya jangan libatkan anak kalian,kasian retno"ucap pak samsul ikut menangapi.
dengan berat hati,arumi pun mengikuti saran pak'de dan budhe nya,arumi pun hanya mengirim pesan ke erik tanpa ingin menelfon nya.
setelah mengirimkan pesan,arumi pun lansung memasukkan ponselnya ke tas tanpa mau menunggu balasan dari erik.
tidak lama, dokter pun keluar dan menjelaskan penyebab retno sakit, dokter Rudi menjelaskan kalau retno awalnya terkena demam tinggi,karna merasa panas maka retno pun merendam tubuhnya dengan air dingin,karna tidak adanya riwayat sakit retno sebelumnya maka dokter rudi pun mengatakan kalau gejala Retno demam adalah Karna stress.
"saat mengalami tekanan mental cukup berat, seperti menerima kabar,maka tubuh akan mereduksi hormon stress (terutama cortisol)lebih banyak, hormon ini nantinya bisa memiliki banyak epek bagi tubuh" jelas dokter Rudi pada arumi,arumi pun mengangguk paham dengan penjelasan dokter rudi.
"baik terimakasih dok"ucap arumi.
setelah dokter rudi pergi,arumi duduk dengan rasa bersalah.
"ibu macam apa aku ini budhe, bisa-bisanya arum tidak tau kalau retno selama ini stress"ucap arumi sedih.
"ini bukan salah kamu juga,lagi pula kamu kan dokter kandungan bukan dokter anak"sahut rasti menenangkan
"tapi budhe, seharusnya Arum tau ini,ini arumi hanya sibuk dengan masalah arumi sendiri"ulang arumi dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"sudahlah, mening kita masuk keruangan retno"ucap pak samsul