
"puas kamu kan,sudah menghancurkan pernikahan kami"ucap mayang tajam,tak terima.
"sudahlah, jangan menyalakan Arumi trus,ini semua salah kita"ucap mas erik melihat kearah ku.
"jadi kamu menyalahkan aku,aku ini istri sah kamu, sementara dia sebentar lagi mantan istri "ucap mayang menatap ku sinis
aku pun menarik napas kasar, melihat mayang yang belum juga sadar.
"terimakasih atas jamuan nya, permisi"ucap ku kemudian pergi.
*POV ERIK.
"sungguh menyebalkan"ucap mayang membuang kerudung nya kesembarang tempat.
kerudung pashmina yang diberikan oleh buk maryam ketika akad nikah kami.
aku juga lansung merebahkan tubuhku di atas kasur yang hanya muat untuk dua orang.
"bukan pernikahan seperti ini yang kuharap,aku ingin pernikahan yang mewah"oceh mayang kesal.
"sudahlah,ini semua sudah terjadi,yang penting kita sudah menikah"sahut ku penat sambil memejamkan mata.
"tidak bisa,aku mau secepatnya kita harus mengadakan pesta"ucap mayang tak terima.
"pokoknya yang meriah"timpalnya menatap tajam diriku.
aku pun hanya diam mendengar kan semua keluhnya.
"erik kamu dengar aku kan"teriak mayang kesal
aku pun lansung bangkit lalu duduk,rasanya telinga ku tak nyaman ketika dia menyebut nama ku,tanpa sopan, padahal dulu Arumi tak pernah memanggil ku dengan sebutan nama.
"kita kan sudah menikah,bisa kan kamu panggil aku dengan sebutan mas"ucap ku serius
"hahah...mas,kamu pikir aku ini arumi"sahut mayang tertawa
aku hanya menarik napas kasar,merasa dongkol dalam hati.
"erik,jawab dongg...kapan kita buat pesta pernikahan kita"ulang mayang
"sabar sayanggg"sahut ku singkat
"aku ngk mau menunggu lagi, pokoknya aku mau secepatnya kita adakan"ucap mayang merengek.
"iya..iya... secepatnya"
"tapi gimana mau mengadakan pesta kalau rumah aja kita belum ada"timpal ku kembali.
__ADS_1
sejenak kami berdua terdiam, seperti nya mayang mulai memikirkan apa yang ku katakan.
"kita cari rumah aja sekarang, setelah dapat kita langsung buat pesta"
"sayang,mana bisa sekaligus,pilih salah satu dulu,kamu kan tau sendiri uang tabungan ku ngk banyak"
"tapi aku mau dua-duanya"ucap mayang kekeh
"begini saja,kita cari rumah dulu,baru pestanya menyusul"ucap ku memberi kan ide,namun mayang hanya terdiam dan wajah nya lansung murung.
"jadi gimana,aku ngk punya modal kalau sekaligus"timpal ku lagi
melihat reaksi mayang masih murung, membuat pikiran ku bertambah kacau.
"aku minta saja uang ibu dan bapak"ucap mayang manguk-manguk
"memangnya pak'de sama budhe punya uang sebanyak itu"ucap ku ragu.
"bapak sama ibu itu punya tabungan"ucap mayang tersenyum tipis.
"tapi apa alasan kita buat minjam"ucap ku ragu
"tenang aja,bapak Sama ibu itu sayang banget sama aku,pasti dikasih"sahut mayang percaya diri.
"bagaimana kalau pak'de sama budhe tau kita menikah"ucap ku cemas
"ya jangan dikasih tau dong,kita tetap rahasia kan"ucap Mayang dan aku pun menyetujui itu.
"sudah urusan ibu sama ayah biar aku yang handel,sekarang kamu cari saja rumah nya langsung "
Mayang pun langsung menghubungi nomor budhe, sementara aku lansung teringat dengan rumah kosong di depan rumah ku bersama arumi.
"ini kesempatan untuk ku,kalau aku tinggal disana,sudah pasti aku akan selalu bertemu dengan Arumi,perlahan aku akan membujuk dia untuk memaafkan ku dan menerima ku kembali"batin ku lalu tersenyum
"aku berhasil"ucap Mayang selesai menghubungi budhe
"Alhamdulillah"ucap ku bahagia.
"sudah ku katakan kalau mereka sangat menyayangi ku"ucap mayang tertawa
"kamu mau kemana"tanya mayang melihat ku ganti baju.
"aku mau pergi cari rumah"
"memang udah dapat"
"udah"
__ADS_1
"dimana,besar kan rumahnya"tanya mayang penasaran.
"kamu ingat kan rumah besar di depan rumah aku bersama Arumi,rumah itu kosong, penghuni yang lama sudah pergi"jelas ku.
"apa-apaan sih kamu,kok cari rumah dekat rumah Arumi,kamu sengaja biar selalu jumpa sama wanita tua itu"teriak mayang tak setuju.
"sayang mana mungkin aku gitu,aku lakukan ini buat kamu,katanya kamu pengen rumah besar dan pengen cepat mengadakan pesta"ucap ku membujuk mayang.
kulihat mayang diam seperti nya mayang memikirkan usul ku.
"baiklah,aku setuju,aku jadi bisa pamer sama istri tua kamu itu,pasti dia makin sakit hati melihat kita bahagia"ucap mayang tertawa,aku pun menggeleng-geleng kan kepala ku dan membuang nafas kasar melihat rencana mayang.
namun aku juga tidak ingin mendebat nya,aku takut Mayang berubah pikiran, bagaimana pun aku sangat berharap bisa mendekati arumi lagi,aku tidak bisa melepaskan nya begitu saja,aku masih sangat mencintai nya.
setelah mayang setuju,aku pun lansung bergegas pergi kesana, untuk menemui pemilik rumah.
setelah bertemu dengan pemilik rumah,kami pun berbincang-bincang lalu membuat kesepakatan, sesuai rencana, pemilik rumah pun menyetujui untuk mengontrak kan rumahnya pada kami,aku sengaja mengambil kontrak satu tahun.
setelah semua selesai aku pun lansung pulang dan aku juga tidak ingin arumi sampai melihat ku disini,aku ingin merahasiakan nya dulu dan membuat kejutan.
...****************...
sampai dirumah Arumi lansung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu, beberapa kali Arumi mengutuk diri dan menyesali kedatangan nya Karna sudah datang kerumah baru mayang.
"maa...mama udah pulang"sapa Retno muncul.
"sudah sayang"ucap Arumi membuang muka ke arah lain,arumi berharap retno tidak melihat mata Arumi yang masih merah.
"gimana tetangga baru kita maaa,ramah kah"ucap retno belum tau
aku pun mengangguk"maa...mama kok beda,agak murung"ucap Retno heran
"ngkpp sayang,mama hanya lelah"ucap arumi beralasan.
"ini apa "tanya ku melihat amplop dibatas meja.
"oooituu..tadi ada orang datang maa,dia cari mama,ya Retno bilang mama dan ayah lagi ngk ada dirumah'ucao Retno gugup
Arumi pun lansung membuka isi nya, ternyata surat panggilan sidang dari pengadilan, untung saja retno tidak membacanya.
"surat apa maa,dari siapa"tanya retno mendekat.
dengan cepat Arumi lansung melipat surat nya dan memasukkan nya ke dalam tas nya.
"oooo....ini,ini dari rumah sakit, urusan pekerjaan mama"ucap Arumi terpaksa berbohong
Retno pun mengangguk kan kepalanya,lalu kembali ke kamarnya tanpa curiga.
__ADS_1
"akhirnya panggilan sidang datang juga"ucap Arumi lirih dengan perasaan sedih.
"aku harus kuat"timpal Arumi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.