
Buru-buru aku pergi ke kamar dan menyambar tas ku,aku pun lansung pergi ke apotik terdekat, untuk membeli tespek.
sampai di depan apotek,aku pun lansung masuk kedalam dan bertanya"mbak saya mau beli tespek"ucap ku pelan dan berusaha tersenyum.
"mau jenis tespek apa mbak"tanya perempuan berhijab ramah.
aku pun hanya diam lalu tersenyum, perempuan berhijab itu pun mengeluarkan tiga jenis tespek.
"ini mbak,silakan pilih"
"saya beli dua jenis mbak"ucap ku lalu mengeluarkan uang dari tas.
aku ingin memastikan nya dengan tespek yang berbeda,biar aku merasa hasil nya tidak ragu.
karna tak sabar,aku pun lansung mampir ke kamar mandi umum terdekat dan langsung mencoba tespek.
dengan rasa penasaran dan hati tak tenang mengetahui hasilnya,aku pun memejamkan mata ku,aku menarik napas panjang dan perlahan-lahan membuka mata.
mata ku lansung membulat sempurna melihat garis dua di tespek.
"positif....."ucap ku lalu menutup mulut.
air mata ku lansung mengalir melihat tespek yang ada di tangan ku.
"apa yang harus ku katakan jika ayah dan ibu tau aku hamil, sementara aku belum menikah"ucap lirih dengan air mata yang berjatuhan.
di tengah pikiran yang kacau, tiba-tiba sebuah ide terlintas dipikiran ku.
"aku bisa mendesak Erik menikahi ku,karna sudah hamil,dan kehamilan ku ini akan menjadi senjata untuk mendapatkan erik"batin ku,lalu tersenyum sinis.
aku akan lansung kerumah sakit,biar Arumi saja yang akan mengecek kehamilan ku secara langsung,dan mengatakan kalau ini adalah anak pacar ku,dia kan belum tau siapa pacar yang ku maksud.
tak menunggu lama,aku pun lansung bergegas kerumah sakit tempat Arumi bekerja.
aku pun lansung mencari ruangan Arumi.
"sus,kalau boleh tau,ruangan dokter Arumi mana ya"tanya ku pada salah satu suster yang kebetulan berpapasan.
"OOO...dokter Arumi, ruang dokter Arumi lurus aja mbak,trus belok kanan,nanti di pintu nya juga ada tulisan ruang dokter Arumi"
"memang perlu apa ya mbak"timpal suster itu kembali.
"saya mau periksa kehamilan saya sus"jawab ku sambil memegang perut ku yang masih rata.
__ADS_1
"oooo....ya sudah silakan mbak,kalau gitu saya permisi"ucap suster lalu pergi.
sesuai arahan suster aku sampai di depan ruangan arumi
seorang suster langsung menyapa ku"ada perlu apa ya buk"
"saya mau periksa kandungan saya sus"
"OOO... periksa kandungan, tunggu sebentar ya buk,masih ada pasien didalam, sebaiknya ibu duduk dulu"
sekitar lima belas menit, suster tersebut datang lagi dan menyuruh ku untuk masuk.
ketika aku masuk, arumi pun langsung berdiri dan kaget.
"Mayang..."ucap Arumi kaget
"kamu kok bisa kesini,apa kamu bosan dirumah sendirian"timpal Arumi lagi lalu mendekat.
aku pun menarik napas lalu bicara.
"aku kesini untuk cek kehamilan"
"hamil, maksudnya"tanya Arumi yang masih belum percaya dengan apa yang kukatakan.
entah apa yang dipikirkan Arumi,dia langsung diam mematung,berbeda dengan reaksi yang kuharap kan.
"ya udah biar kita cek dulu ya"ucap Arumi datar dan terlihat tenang.
Arumi pun memberi ku alat tespek,dan menyuruh ku kekamar mandi,aku pun hanya mengikuti apa yang Arumi katakan, setelah hasil tespek bergaris dua,aku pun memperlihatkan nya pada Arumi.
"apa ini anak pacar kamu kemaren"tanya Arumi lalu duduk di kursi nya.
"iya"jawab ku singkat
"apa kamu sudah memberitahu bude dan pak'de"tanya Arumi yang membuat jantung ku berdegup kencang.
aku menjadi khawatir,bukan ini yang ku mau, aku tidak ingin kalau ibu sampai tau,bahwa aku masih berhubungan dengan Erik,karna ibu pikir aku sudah lama melupakan Erik.
"kamu kok malah nanya itu sih,bukan nya khawatir aku hamil"ucap ku ketus.
aku semakin binggung dengan sikap Arumi,dia malah tersenyum kecil dan memegang tangan ku.
"ini bentuk kekhawatiran ku Mayang,biar bude dan pak'de tau dan bisa membantu kamu untuk minta pertanggung jawaban sama pria yang menghamili kamu"ucap Arumi mengelus-elus tangan ku,yang membuat ku merasa tak nyaman.
__ADS_1
"emang kamu mau, laki-laki itu kabur karna tak ingin menikah mu"
"tidak,aku tau betul kalau dia sangat mencintai ku dan pasti secepatnya akan menikahi ku"ucap ku dengan percaya diri dan tersenyum tipis.
"kalau dia sangat mencintai mu,tidak mungkin dia tega melakukan ini sebelum kalian menikah"ucap Arumi membalas senyuman ku,dan sontak membuat dada ku sesak.
"asal kamu tau ya Arumi,kalau aku sudah memberitahu kehamilan ku ini,secepatnya nya kami akan menikah dan menceraikan istrinya"ucap ku ketus dan kesal lalu langsung berdiri.
"jadi,pacar kamu itu sudah punya istri"tanya Arumi dan menatap mata ku.
"eemm..su....sudah..."ucap ku terbata-bata, seakan-akan mulut ku kaku dan susah untuk bicara.
"apa dia juga sudah punya anak"ucap Arumi lagi,yang membuat ku semakin kesal,ingin rasanya aku mengatakan kalau pacar ku itu adalah suami nya sendiri,biar dia sakit hati,namun semua itu aku tahan,biar Erik saja yang mengatakan nya.
"sudahlah,aku pulang dulu"ucap ku kesal dan melangkah keluar.
"tunggu Mayang"cegat Arumi,yang membuat ku membalikkan badan ke arahnya.
"iya kenapa"jawab ku ketus.
aku mulai memperlihatkan sifat asli ku walau tak seluruhnya.
"seperti nya kamu sudah berbaikan dengan pacar mu,jadi kapan kamu akan pergi"ucapan Arumi yang mampu menusuk hati ku.
"kamu lihat saja Arumi,aku pastikan kamu yang akan pergi dari rumah dan sebentar lagi Erik akan menceraikan kamu"gumam ku menahan emosi.
"kamu tenang saja, secepatnya nya aku akan dijemput pacar ku"ucap ku ketus lalu pergi.
aku merasa ada yang aneh dengan sikap Arumi,kenapa dia tidak terkejut dengan kehamilan ku dan biasanya dia mencemaskan keadaan ku dan tak bersikap dingin seperti tadi.
"apa dia sudah tau hubungan ku dengan Erik,ah...tidak mungkin,kalau Arumi tau mana mungkin sikap nya sesantai dan setenang tadi"batin ku kesal.
aku pun lansung pulang dan lansung menghubungi nomor Erik,Namun Erik tak mengangkat telepon ku dan memutuskan kan kembali menelfon nya nanti.
*POV MAYANG....
Setelah pasien terakhir ku keluar,suster dina memberitahu ku kalau ada pasien baru datang untuk mengecek kandungan.
pada hal aku ingin cepat pergi, menemui pengacara dan bertanya soal perceraian ku,kalau bisa aku akan lansung mengurus surat perceraian ku.
"ya sudah sus, suruh pasien nya masuk"ucap ku pada Dina,lalu Dina pun lansung keluar.
aku lansung terkejut,karna pasien yang di maksud suster dina tadi ternyata adalah orang yang sangat ku kenal.
__ADS_1
"Mayang ....'ucap ku terkejut.