Ikatan Cinta Alenna

Ikatan Cinta Alenna
Bab 30


__ADS_3

Haru meraja. Air mata Alenna mengalir tanpa aba-aba. Dilihatnya Rangga yang tengah duduk santai sambil menikmati makanan yang terhidang di meja.


Posisi Rangga membelakangi Alenna. Perlahan, Alenna pun mendekati tanpa memberi kode kehadiran pada Rangga. Air mata di pipi Alenna semakin deras mengalir. Untung saja tak menimbulkan isak. Alenna berniat memberi kejutan dengan kehadirannya.


Kedua tangan Alenna menutup akses pandang Rangga. Tanpa bersuara, Alenna terus menitihkan bulir air mata.


"Astaghfirullah. Siapa ini?" seru Rangga.


Rangga memberontak, tapi lekas dihentikan begitu merasakan lembutnya tangan yang sedang menutup akses pandangnya.


"A-apakah ini istriku?" ucap Rangga terbata.


"Assalamu'alaikum, suamiku." Salam sapa Alenna dengan nada serak karena tangisnya.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Rangga dengan lengkap.


Senyum Rangga merekah. Dilepaskannya perlahan tangan Alenna yang menutup akses pandangnya. Rangga seketika berdiri, lantas berbalik badan untuk bisa memandang wajah cantik sang istri yang selama empat puluh hari ini tak dilihatnya.


Alenna tak mampu berkata. Hanya air mata dan senyum yang menghias wajahnya, sebagai bukti kebahagiaan yang membuncah.


"Sayang." Rangga mendekap tubuh ramping Alenna. Menciumi puncak kepalanya, juga mengusap lembut punggung Alenna.


"Alhamdulillaah. Akhirnya kita bisa bertemu juga," ucap syukur Rangga sambil mengeratkan pelukannya.


Kerinduan yang teramat sangat dirasakan Alenna dan Rangga. Rasa rindu itu tersalur dengan saling mengeratkan dekapan pada tubuh pasangan.


"Mas Rangga, maaf." Kata itulah yang meluncur dari mulut Alenna. "Aku kurang usaha untuk menemukan Mas Rangga," imbuhnya.


"Ssuut. Jangan berkata seperti itu. Kamu tidak salah apa-apa. Ini sudah menjadi bagian dari takdir. Sini-sini. Duduklah dulu." Rangga membimbing Alenna duduk di kursi sampingnya.


Rangga sigap mengambil tisue. Mengusap lembut air mata Alenna, sembari menyuguhkan senyum dan kata pujian untuk sang istri tercinta.


"Kamu makin cantik saja. Coba sini mas lihat dari dekat. Heeem!" Rangga mengecup kedua kelopak mata Alenna yang sudah mulai sembab.


"Mas Rangga ih! Alenna malu nih!" Alenna merengek sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Masa sama suami sendiri malu sih?" Rangga menyingkirkan tangan Alenna yang menutupi wajahnya. Ganti aksi, kini Rangga mencubit hidung mancung Alenna.


Pipi Alenna bersemu merah. Perlakuan romantis Rangga membuatnya salah tingkah.


"Istriku apa kabar?" tanya Rangga.


"Alhamdulillaah, baik. Mas Rangga kurusan loh." Alenna mengamati tubuh sang suami.


"Iya, nih. Habisnya, selama hampir empat puluh hari ini mas nahan beratnya rindu sama kamu," goda Rangga.


"Ish. Gombal!" celetuk Alenna yang semakin membuat pipinya merona saja.

__ADS_1


Kali ini Rangga menuangkan minum untuk sang istri.


"Minumlah, Sayang. Biarkan dirimu tenang dulu. Jangan menangis lagi. Aku sudah ada di sini," ucap Rangga sambil mengusap bulir bening yang hampir lolos lagi dari mata indah Alenna.


Alenna mengangguk. Diminumnya perlahan sambil tetap melayangkan pandang untuk orang tersayang.


"Bagaimana sholatmu selama berjauhan dari mas?" tanya Rangga.


Alenna mengambil jeda dari minumnya.


"Alhamdulillaah, masih lima waktu mas." Rangga tersenyum mendengarnya.


"Lalu, bagaimana dengan rutinitas mengajimu? Masih berlanjut?" tanya Rangga lagi.


Kali ini Alenna mengambil jeda minum sedikit lama. Dirinya malu untuk mengaku bahwa selama berjauhan dari sang suami ngajinya sudah bolong-bolong. Tak serajin dulu.


"Maaf mas. Bolong-bolong," aku Alenna pada akhirnya.


Rangga tersenyum sambil mengacak jilbab sang istri.


"Setelah ini bareng-bareng sama mas lebih rajin lagi ya," tutur lembut Rangga yang sukses membuat Alenna menghambur ke pelukannya.


Rangga membalas pelukan itu. Berjauhan selama hampir empat puluh hari sungguh membuatnya rindu. Rangga mencintai Alenna. Begitu pula sebaliknya. Alenna pun mencintai Rangga. Hanya saja, Rangga belum mengetahui bahwa cinta sang istri sudah terbagi selama mereka berjauhan selama ini.


"Hayoo. Saat mas jauh dari kamu, pernahkah ada niatan untuk selingkuh dari mas?" Tetiba saja Rangga bertanya demikian. Tentu saja dengan nada bercanda.


Jantung Alenna berdebar. Perasaan bersalah menyeruak. Bayangan Satria kini hadir di benaknya. Alenna bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin juga Alenna jujur bahwa telah menduakan cinta Rangga.


"Eit, kenapa tegang gitu sih mukanya. Mas cuma bercanda kok. Mas percaya kamu bisa menjaga hati selama ini." Rangga mengecup kening Alenna demi membuat suasana nyaman. Agar wajah Alenna tak lagi tegang.


Jantung Alenna tetap berdebar. Alenna langsung tersenyum canggung demi mengatasi kekikukan.


"Mas Rangga, ke kamar yuk!" ajak Alenna, mengalihkan topik yang dibuat Rangga.


"Heem? Mau ngapain?" tanya Rangga bingung.


Alenna tak lagi menjelaskan. Dia langung mengikis jaraknya dengan Rangga. Begitu dalam dan lama. Saling membalas dan menikmati sensasinya.


"Kita lanjutkan di kamar," bisik Rangga yang langsung membimbing langkah Alenna.


Menjelang siang itu, Alenna dan Rangga benar-benar mengeratkan kembali ikatan cinta mereka. Menyatukan cinta dan raga dalam satu jalinan hubungan yang halal.


***


"Bos Satria lagi galau ya?" tanya si bekas sayatan.


Paman Li tersenyum mendengar celetukan itu.

__ADS_1


"Satria, ditanya tuh! Jawab dong!" Paman Li mendesak sang putra.


Satria mengerucutkan bibir. Sungguh menggemaskan bagi sosok pemilik wajah tampan itu.


"Sedikit," sahut Satria jutek.


Keempat anak buah Satria kompak tertawa. Namun, lekas dihentikan karena melihat wajah bosnya semakin jutek saja.


"Saya panggilkan bos Rangga biar dikasih ceramah adem ya bos." Si bertato menawarkan.


"Jangan!" cegah Satria. Sangat mungkin sekali Mas Rangga dan Alenna saat ini sedang romantis berdua, batinnya.


Satria semakin cemberut membayangkannya.


Kenapa juga Alenna membagi cintanya untukku. Ah, aku kan jadi berharap lebih. Apalagi tadi perlakuan Alenna sungguh manis padaku. Tapi, Alenna kan sudah bersuami. Pantaskah perasaan ini? Batin Satria terus menggema.


"Aduh!" Satria mengaduh karena Paman Li menoyor kepalanya.


"Mandi sana! Jernihkan pikiranmu di bawah shower. Ayah benar-benar akan mencarikan jodoh untukmu," bisik Paman Li.


"Ayaaah, Satria nggak mau dijodohkan!" tolak Satria dengan ekspresi cemberutnya. Benar-benar berbeda sikap Satria jika di depan sang ayah.


"Yasudah. Mandi sana!" suruh Paman Li.


Paman Li sungguh khawatir dengan perasaan sang putra untuk Alenna. Paman Li tidak ingin sang putra menjadi perusak ikatan cinta Alenna terhadap Rangga. Apalagi sampai menjadi 'pebinor', perebut bini orang.


Aku harus tegas pada Satria, batin Paman Li. Akan kucarikan pasangan untuknya, imbuh Paman Li, mantap.


Sementara Paman Li sibuk dengan pemikirannya, Satria berjalan malas-malasan menuju kamarnya. Dia sengaja melewati ruang makan tempat Alenna menemui Rangga. Tidak ada siapa-siapa di sana.


"Aduh Satria. Ayolah. Mereka berdua suami istri. Di mana lagi tempat mereka berada setelah sekian lama terpisah." Satria tepuk jidat.


Saran sang ayah lantas menjadi pilihan. Satria menyegarkan badan di bawah guyuran shower kamarnya.


"Sat, kamu tampan, badanmu juga oke punya. Modal ini saja sudah cukup untuk menggaet hati wanita. Tapi kenapa malah hatimu masih berlabuh untuk Alenna sih!" Satria geram pada dirinya sendiri. "Apa sebaiknya aku iyakan saja ayah menjodohkanku? Ah, tidak! Sama saja aku membiarkan orang lain terluka karena perasaan pelarian dari Alenna."


Satria teramat bingung dengan perasaannya. Cinta yang dirajut sedari masa lalu untuk Alenna rupanya tak semudah itu bisa dilepaskan. Sebelum ini Satria memang sok tegar. Sok bijak juga menyikapi ungkapan perasaan Alenna. Nyatanya, kini Satria malah enggan melepaskan Alenna.


Alenna dan Satria masih sama-sama terjebak dalam rasa terlarang. Rangga yang begitu percaya dengan ikatan cinta Alenna sampai sekarang belum menyadarinya. Sementara Paman Li yang sudah tahu dengan perasaan sang putra pun sedang berusaha menyusun rencana agar sang putra tidak menjadi seorang pebinor. Akankah ikatan cinta Alenna akan berjalan serumit itu?


Bersambung ....


Ada yang kasian nggak sih sama babang Rangga yang solih kalau kek gini? 😭😭


Eh, Rangga belum cerita kronologi penculikannya sama Alenna tuh. Btw, si Satria juga belum ngelabrak dalang utama yang hendak mencelakai Rangga. Juno sama Ranti juga bakal menikah loh. Hihi. Trus Mario-Anjani nyelip di mana thor? Ada deh, ikuti aja terus ceritanya. Masih banyak nih stok idenya author. Tungguin yak lanjutannya. Yang mau kasih ide atau masukan juga dipersilakan lho ..


Ups, Bagi yang belum baca Mario-Anjani di novel CINTA STRATA 1 capcus baca yuk! Merapat juga, ikuti kisah cinta Meli dan Azka di novel barunya kak Cahyanti, MENANTI MENTARI. Hati-hati baper loh bacanya šŸ˜—šŸ˜‰

__ADS_1


***


__ADS_2