
Bandara Seoul, Erina dan Bisma akhirnya tiba disana setelah sekian lama menempuh perjalanan, Erina tidak menyangka Bisma serius tentang bulan madu ke negara yang ingin Erina kunjungi, mereka benar-benar pergi ke Korea selatan.
Ya, Erina memilih Korea selatan sebagai negara yang ingin di kunjungi ketika Bisma bertanya padanya, karena memang ada alasan tertentu mengapa Erina ingin sekali mengunjungi negara itu, Erina ingin bertemu dengan idolanya, Bryan byun.
Erina sudah lama mengidolakan Bryan, pria kelahiran Busan tahun 1992 itu sudah memikat hati Erina sejak SMP, bahkan Erina sampai memiliki banyak koleksi album Bryan bersama grup nya. Ah, Bryan adalah salah satu anggota boyband dari Korea selatan.
Erina ingat kemarin dia hampir teriak ketika mengetahui Bisma mengajak bulan madu ke Korea selatan, meskipun kemungkinan bertemu Bryan sangat sedikit, setidaknya Erina sudah pernah datang ke negara idolanya, itu sudah cukup membuatnya senang dan bahagia.
"Erin, mobil jemputan kita sudah datang." Ucap Bisma sambil mengulurkan tangannya kearah Erina yang sedang duduk di kursih tunggu bandara.
Erina menyambut tangan Bisma dengan senyuman, semenjak Leo mengungkapkan bahwa Bisma sudah mengatur dengan baik bulan madu mereka dan mengatakan tempat yang akan mereka tuju, suasana hati Erina menjadi sangat baik.
"Oh ya, dimana Leo? bukannya tadi Leo berangkat kesini bersama kita?" Tanya Erina sambil mencari sosok yang dia maksud.
"Leo tidak ikut." Bisma melingkarkan lengannya pada pinggang Erina dengan tangan lain yang menggeret koper besar.
"Oh?" Erina memandangi Bisma tidak mengerti pasalnya kemarin Leo mengatakan akan ikut bersama mereka dan sekretaris Bisma itu terlihat sangat bersemangat, lalu kenapa tiba-tiba tidak jadi ikut?
"Leo memiliki banyak pekerjaan di kantor." Ucap Bisma tiba-tiba seakan mengetahui isi pikiran Erina.
Bisma melemparkan senyuman pada Erina saat pandangan mereka bertemu. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah Bisma sengaja memberikan Leo banyak pekerjaan supaya Leo tidak ikut bersama mereka.
Tadinya, Bisma memang meminta Leo menemani mereka bulan madu, Bisma membutuhkan Leo untuk menyiapkan hal romantis untuk istrinya, mengingat Leo sangat ahli dalam membuat hal-hal romantis.
Bisma ingat makan malam romantis yang dia siapkan untuk Erina pada malam itu, sebenarnya Leo yang mengaturnya, lalu saat Bisma menelpon Erina dan mengingatkan istrinya makan siang, Leo juga yang menyarankan padanya.
Leo bilang, wanita selalu butuh perhatian dan perhatian selalu bisa meluluhkan hati mereka, meskipun sebelumnya Bisma selalu perhatian pada Erina, tapi Bisma hanya perhatian saat mereka sedang berada di mansion.
Sehingga Leo menyarankan supaya Bisma menelpon Erina dan memastikan wanita itu tidak telat makan setelah itu mengajak pulang bersama, meskipun hari itu Bisma mendapat masalah dengan mobilnya.
Tapi, sekarang Bisma sudah memiliki cara sendiri untuk menyenangkan Erina dan Leo harus mendapatkan pelajaran karena kemarin sudah berani mengganggu. Lagipula bulan madu hanya untuk pasangan.
"Bagaimana denganmu? kamu juga memiliki banyak pekerjaan kan?" Tanya Erina dengan tangan kanannya yang menyentuh pinggang Bisma.
"Ya, tapi Leo akan menyelesaikannya untuk saya." Jawab Bisma sambil menuntun Erina untuk mulai melangkahkan kaki mereka.
"Oh." Sahut Erina mengerti. Bisma hanya melirik Erina dan tersenyum.
__ADS_1
Erina memandangi takjub kota Seoul dari dalam mobil, Erina mungkin akan terlihat kampungan di mata Bisma, tapi Erina tidak peduli, dia benar-benar mengakui keindahan ibu kota dari negeri ginseng itu.
Biasanya Erina hanya melihat dari drama Korea atau mungkin internet, tapi sekarang Erina melihatnya secara langsung dan tempatnya jauh lebih indah dari apa yang Erina lihat melalui ponselnya.
"Erin, kamu mau pergi kemana?" Tanya Bisma yang membuat Erina menoleh padanya, sejak tadi Bisma diam-diam tersenyum melihat istrinya, Erina terlihat bahagia.
Bisma hampir tidak pernah melihat Erina tersenyum lebar, Bisma pikir membuat Erina tersenyum adalah hal yang sulit, sekarang hanya dengan mengajak Erina ke negara yang ingin wanita itu kunjungi, Bisma bisa melihat senyuman langka Erina.
"Setelah ini kita akan pergi ke hotel, kamu harus istirahat, kamu ingin pergi kemana nanti?" Bisma melarat pertanyaannya.
Erina berpikir, ada banyak tempat yang dia kunjungi, Hangang floating island yang di bangun diatas sungai han misalnya, Erina ingat leader yang satu grup dengan Bryan suka berkunjung ke sungai Han, mungkin saja Erina akan beruntung bertemu mereka disana.
"Erin?" Tegur Bisma saat melihat Erina melamun, entah apa yang sedang istrinya pikirkan.
Erina menatap Bisma tanpa memberi jawaban, dia takut mulutnya salah bicara dan menyebut nama pria yang sekarang berada di pikirannya, Erina takut membuat Bisma salah paham.
Sekarang Erina hanya menganggap Bryan sebagai idola penyemangat hidupnya, tidak peduli bagaimana besar pengaruh Bryan di masa lalu, Erina tidak ingin hal itu berpengaruh tidak baik untuk pernikahannya.
Erina merasakan tangan hangat Bisma menyentuh wajahnya dan Erina melihat wajah Bisma mendekati wajahnya, semakin dekat, sangat dekat, membuat Erina menahan nafasnya.
"Erin, kamu kenapa?" Tanya Bisma lembut.
Bisma tidak tahu mengapa Erina tiba-tiba melamun, sepertinya ada sesuatu yang istrinya pikirkan dan hal itu membuatnya khawatir.
Erina langsung menjauhkan wajahnya dari Bisma saat menyadari satu hal, mereka pasti membuat supir merasa tidak nyaman.
"A--aku baik-baik saja." Jawab Erina dan langsung melihat keluar kaca mobil. Erina berusaha menetralkan jantungnya yang hampir melompat.
"Kamu yakin?" Tanya Bisma memastikan, meskipun Erina mengatakan baik-baik saja, pria itu tetap merasa khawatir.
"Hm." Sahut Erina singkat. Padahal supir tidak terlalu menghiraukan mereka.
Tidak lama Erina merasakan tangan hangat Bisma beralih pada tangannya, Bisma menggenggam erat tangannya dan menciumnya.
"Kamu membuat saya khawatir." Ungkap Bisma.
__ADS_1
Erina membisu, beruntung ada yang mengalihkan perhatiannya, ponsel Erina berdering dan terlihat nama Soraya pada layar ponselnya, sahabat Erina itu menelpon via WhatsApp.
"Hallo, Erin. lo dimana? kenapa kemarin susah banget di hubungi?" Tanya Soraya menyambar setelah Erina menggeser ikon hijau pada layar ponselnya dan meletakan benda itu pada telinganya.
Erina menghela nafas. Kemarin Erina tidak tahu Soraya menelpon karena ponselnya ada pada Bisma dan sekarang Erina tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Terakhir mereka bertemu, Erina menangis dan membicarakan cerai, tidak mungkin Erina mengatakan bahwa sekarang dia berada di negeri ginseng untuk bulan madu.
"Erin, lo dengar gue tidak sih?" Tanya Soraya dari sembrang sana dengan nada kesal.
"Iya ... gue dengar." Jawab Erina pelan, wanita itu menyadari sekarang Bisma sedang memandanginya.
"Lo dimana, Erin?! Bisma tidak nyakitin lo kan?" Tanya Soraya.
"Hm, ya tidak." Jawab Erina.
"Lo belum jawab lo dimana?" Soraya mengulangi pertanyaannya dengan nada jengkel.
"Kemarin anak buah Bisma datang kesini dan ngambil barang lo, sekarang lo dimana?" Tanya Soraya gregetan, mungkin karena Erina tidak kunjung memberi jawaban.
Erina berdehem pelan sebelum dia menjawab dengan ragu. "Gue di Seoul."
"Heh! serius? ngapain lo disana?"
"Bisma ngajak gue bulan madu disini." Erina meringis saat membayangkan reaksi Soraya terhadap apa yang barusan dirinya katakan.
"Apa? lo mau bikin anak sama Bisma?!"
Erina dan Bisma saling menatap, Soraya tidak mengontrol suaranya sehingga Bisma yang duduk di samping kanan Erina bisa mendengar perkataannya.
Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau intagram (@light.queensha) Terimakasih ...
Regards:
©2019, lightqueensa.
__ADS_1