
Teruntuk kalian yang udah lama nunggu cerita ini up, aku ucapkan beribu kata ma'af, cerita ini kembali ngaret gara-gara kesehatan aku kurang baik, sebenernya hari minggu kemarin aku udah nyoba buat ngetik, tapi kepala aku tidak bisa diajak kerja sama sampe kemarin, kondisi tubuh aku sangat sensitif dan aku minta maaf atas hal ini. Semoga kalian yang udah aku kecewakan selama beberapa hari ini masih mau membaca.
****Happy Reading ****
Bisma kembali ke ruang makan dengan wajah lesu, perkataan Erina membuatnya merasa tertampar. Bisma sampai kehilangan kata-kata untuk membujuk Erina makan bersamanya.
"Biar aku tebak, istrimu masih marah?" Ucap Leo menyambut kedatangan Bisma dengan mulut yang penuh makanan, Leo dengan tidak tahu dirinya sedang menikmati masakan Erina.
Bisma memilih untuk tidak menanggapi Leo, dia duduk dan mengambil nasi beserta lauk pauknya. Bisma tidak ingin melakukan kesalahan lain dengan tidak memakan masakan sang istri.
"Menurutku, makanan buatan Erin ini enak, tapi kenapa kamu sampai tidak sudi makan?" Tanya Leo sambil terus melahap makanan di piringnya, dia tidak berbohong, makanan itu sangat enak.
Bisma menghentakan sendok keatas piring pada detik berikutnya, dia sedang tidak selera untuk bercanda, tapi sahabatnya itu malah menjadikan pertengkarannya dengan Erina sebagai candaan.
"Leo, kalau kamu tidak memiliki kepentingan, lebih baik kamu pergi!" Ucap Bisma tajam tanpa mau menatap wajah menyebalkan Leo karena khawatir tidak bisa mengendalikan dirinya.
Leo masih bisa bersikap santai karena terbiasa menghadapi emosi Bisma, sudah bertahun-tahun mereka hidup bersama, tentu saja Leo yang lebih mengenal Bisma dari siapapun di muka bumi ini.
Leo menelan makanan di mulutnya dan meneguk segelas air sebelum bicara. "Sebenarnya aku juga ingin pergi dari tempat ini, tapi apa kamu tidak tahu istrimu sendiri yang memintaku kesini?"
Bisma mendecih. "Kenapa istriku harus meminta kamu datang kesini?" Tanyanya seakan tidak mempercayai kalau Erina yang menghendaki Leo untuk datang ke mansion mereka.
Ya, mansion mereka, karena apapun yang Bisma miliki adalah milik Erina dan pertengkaran yang terjadi siang ini hanya sebuah kesalahan, Bisma tidak sedikit pun bermaksud melukai istrinya.
"Terserah mau percaya atau tidak, Erin memang memintaku datang kesini, mungkin karena Erin tahu suaminya sulit di hadapi." Jawab Leo random dan kembali menyantap makanan di piringnya.
Bisma memilih untuk tidak memperdulikan Leo, terserah siapa yang menyuruh Leo datang ke mansion, Bisma hanya tahu dirinya butuh nutrisi lebih untuk meminta maaf kepada istrinya.
"Nyonya Erin belum makan." Suara itu tiba-tiba saja menginterupsi mereka, bahkan Bisma yang hendak memasukan makanan ke dalam mulutnya sampai tertahan karena suara tersebut.
Bisma dan Leo menoleh kearah sumber suara, entah sejak kapan Maya dan Siti berdiri di dekat meja makan, ini pertama kalinya kedua dayang Erina itu menatap Bisma dengan tatapan berani.
"Nyonya Erin tidak mau makan karena tuan juga tidak makan." Ucap Siti menyambar perkataan Maya sehingga membuat Bisma menyimpan kembali sendok berisi nasi beserta lauknya.
Bisma menyadari kesalahan yang sudah dirinya perbuat, tapi tidak bisakah mereka membiarkan Bisma makan, setidaknya Bisma harus mengisi perut terlebih dahulu sebelum membujuk Erina.
Bisma tidak bermaksud egois, dia juga tidak membela diri atas kesalahan yang tanpa sengaja di perbuatnya itu, Bisma mengakui kesalahannya, tapi Erina sendiri yang tidak mau diajak makan.
Hey, Bisma tahu arah pembicaraan Maya dan Siti, mereka berdua sedang melakukan protes karena Bisma berniat untuk makan setelah sebelumnya pria itu berhasil membuat Erina menangis.
Iyah, seharusnya Bisma lebih tahu diri karena yang membuat makanannya saja belum makan, tapi Bisma juga tidak akan mau makan kalau Erina tidak pernah menyuruhnya untuk makan.
"M-maaf tuan, kami tidak bermaksud kurang ajar. tapi ... bukankah sebaiknya anda mengajak nyonya Erin makan bersama?" Ucap Maya setelah Siti mencubit tangannya supaya kembali bicara.
Bisma menarik nafas, lalu mencondongkan tubuh kepada Maya dan Siti, kebetulan jarak kedua maid itu berdiri lumayan dekat dengan Bisma. "Lalu, apa kalian bersedia untuk membantu saya?"
Bisma menyunggingkan senyuman ketika kedua maid itu perlahan mundur, Bisma baru menyadari bahwa Maya dan Siti lumayan cantik, tapi sayang Bisma hanya tertarik untuk menjahili mereka.
"Saya sudah berusaha membujuk yang mulia ratu makan, tapi dia terus menolak, bagaimana kalau kalian membantu saya membujuknya?" Tanya Bisma yang semakin mencondongkan tubuhnya.
"Kalian tenang saja, saya akan membayar gajih kalian dua kali lipat kalau berhasil, tapi ..." Bisma menggantungkan kalimatnya dan kembali ke posisi semua sambil melipat kedua tangannya.
"Tapi bulan ini saya tidak akan menggajih kalian berdua kalau sampai kalian gagal!" Lanjut Bisma disertai senyuman puas karena berhasil membuat nyali kedua wanita di depannya menciut.
Maya dan Siti menelan ludah, mereka ingin sekali membantu Bisma, meskipun majikan mereka itu tidak menjanjikan dua kali lipat gajih, tapi mereka juga kurang yakin bisa membujuk Erina.
__ADS_1
Maya maupun Siti memiliki tanggungan, mereka bekerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, kalau nanti mereka gagal membujuk Erina, bagaimana nasib keluarga mereka?
"Kenapa diam? kalian mau membantu saya atau tidak?" Tanya Bisma pelan namun penuh dengan penekanan. Sementara Leo hanya memperhatikan mereka karena mendadak tidak selera makan.
"B-baik, kami akan berusaha membujuk nyonya Erin untuk makan bersama anda. permisi tuan. ayo Maya." Ucap Siti cepat dan menarik paksa tangan Maya hingga meninggalkan ruang makan.
Maya maupun Siti tidak berniat apapun selain memberitahu Bisma bahwa majikan perempuan mereka belum makan, mereka juga tidak berniat melakukan seperti yang ada di pikiran Bisma.
Tidak disangka niat baik Maya dan Siti malah berbuah petaka, entah bagaimana nasib keluarga mereka kalau Erina benar-benar menolak, mereka hanya mampu berharap keajaiban datang.
"Mereka terlalu bekerja keras." Ucap Bisma ketika melihat Maya dan Siti mulai menaiki anak tangga, memang tidak salah Bisma menganggap mereka sebagai maid terbaik di mansion nya.
Bisma tidak hanya melihat Maya dan Siti di ruang makan, pria itu juga melihat ada maid lain yang memperhatikan mereka, maid yang satu itu terlihat senang Bisma mengancam Maya dan Siti.
Ralat! Bisma tidak bermaksud mengancam Maya dan Siti, pria itu hanya terlalu senang menjahili orang-orang bayarannya, lumayan juga sebagai hiburan setelah pertengkarannya dengan Erina.
"Kalau Erina ratu, apa itu artinya kamu yang mulia raja?" Tanya Leo setelah cukup lama menutup mulutnya, sejak tadi Leo sudah gatal ingin menanyakan hal itu kepada Bisma.
Bisma tidak pernah pacaran sebelumnya, tidak disangka sahabat Leo itu memiliki panggilan super alay untuk sang istri, Leo saja mendadak tidak nafsu makan karena panggilan tersebut.
Bisma menoleh dan memperlihatkan wajah datar kepada Leo, pria itu masih merasa kesal karena candaan Leo padanya. "Kenapa? atau kamu mau menjadi yang mulia raja nya?" tanyanya ketus.
"Cih, kamu tenang saja, aku lebih tertarik menjadi rakyat biasa." Jawab Leo menanggapi pertanyaan Bisma padanya. Haish, kenapa Leo tiba-tiba ingat drama kerajaan Joseon yang pernah di tontonnya?
Tidak! Leo bukan drama Korea lovers, dia hanya pernah satu kali menemani Krystal menonton drama Korea yang kalau tidak salah ingat drama itu berjudul Rookie historian Goo hae ryung.
"Mas, kamu masih belum makan?" Sebuah suara menginterupsi mereka untuk yang kedua kalinya. Bukan Maya atau Siti, lagipula mereka tidak akan berani memanggil Bisma dengan sebutan mas.
Erina, tanpa disangka istri Bisma itu mendatangi ruang makan, bahkan dalam waktu kurang dari lima menit, entah apa yang Maya dan Siti katakan sampai Erina bersedia keluar dari kamar.
"Erin ..."
"Mas suka! mas akan menghabiskan semuanya!"
Bisma langsung makan setelah saling menyela perkataan dengan sang istri, Bisma yang berniat menjahili Maya dan Siti sampai melupakan tujuan utamanya karena kehadiran Erina.
Erina meringis pelan menatap Bisma "Mas, kamu yakin bisa menghabiskan semuanya?" tanyanya memastikan, Erina ingat makanan yang dia masak tidak sedikit sampai memenuhi meja makan.
Bisma tiba-tiba berhenti mengunyah, lalu Bisma memasukan nasi beserta lauk pauknya ke dalam piring Erina, dia baru ingat kalau Maya dan Siti mengatakan bahwa Erina juga belum makan.
"Kita akan menghabiskan semuanya, kamu juga harus makan bersamaku." Bisma menyimpan piring yang sudah terisi, lalu menarik tangan Erina untuk ikut bergabung di meja makan.
"Baiklah, kalau begitu mari kita makan, jangan sampai mas sakit, aku tidak memiliki banyak uang untuk membayar gajih mereka." Ucap Erina melirik Maya dan Siti yang berdiri di dekatnya.
Bisma mengikuti kemana Erina memandang, sepertinya Bisma tahu alasan Maya dan Siti tidak menghabiskan waktu lama untuk membujuk Erina, ternyata mereka berdua lumayan licik.
Tapi tidak masalah, memberi gajih dua kali lipat bukan hal besar, bahkan meskipun harus sepuluh kali lipat menggajih mereka Bisma bersedia, yang terpenting Erina mau makan bersamanya.
Maya dan Siti menunduk tidak berani saat Bisma tidak berhenti menatap mereka, sementara Leo hanya memperhatikan dengan tangan yang terlibat di depan dadanya. Tontonan menarik.
"Oh ya, bagaimana kalau kalian makan bersama kami?" Tanya Bisma kepada Maya dan Siti, berhubung suasana hatinya sedang baik, namun langsung mendapat penolakan dari keduanya.
"Terimakasih tuan, kami berdua sudah makan, iya kan?" Ucap Siti meminta Maya untuk menjawab, meskipun sedikit memaksa karena sebenarnya mereka berdua juga belum sempat makan.
"Ya, kami sudah makan, kalau begitu permisi." Sahut Maya sopan, lalu mengajak Siti untuk pergi meninggalkan ruang makan, sepertinya mereka berdua harus membicarakan sesuatu.
Maya dan Siti merasa tidak enak, sebenarnya tidak ada yang membujuk Erina makan, bahkan mereka berdua belum mengatakan apapun, Erina tiba-tiba saja mengajak mereka ke ruang makan.
__ADS_1
Well, Erina memang tahu mengenai Bisma yang menjanjikan gajih dua kali lipat, dia tanpa sengaja mendengar pembicaraan yang terjadi di ruang makan saat berniat memastikan Bisma makan.
Erina masih saja peduli terhadap Bisma meskipun suaminya itu sudah menyakiti hatinya, lagipula dibandingkan sakit hati, Bisma lebih sering membuat Erina menjadi wanita paling bahagia.
Erina menatap kepergian Maya dan Siti sebelum akhirnya memfokuskan pandangannya kepada Bisma. "Suamiku, menurutku kamu berlebihan memperlakukan mereka berdua." Komentarnya.
Bisma berdehem keras dan menatap Erina, dia mendadak panik karena perkataan istrinya itu. "Sayang, mas tidak bermaksud ... mereka sudah berhasil membujuk kamu makan, mas hanya--"
"Baiklah, aku mengerti." Ucap Erina memotong perkataan Bisma, lalu memakan nasi yang sudah di siapkan suaminya, Erina diam-diam tersenyum melihat wajah Bisma dengan sudut matanya.
"Hoh, kamu mengerti? apa yang kamu mengerti? demi tuhan, mas hanya berniat berterimakasih kepada mereka, tolong jangan salah paham--"
"Mas, apa kamu masih mau makan sop iga nya?" Erina kembali memotong perkataan Bisma dan menelan makanan di dalam mulutnya.
Bisma terdiam untuk beberapa saat. "Maaf, tidak seharusnya mas mengatakan hal buruk padamu, hari ini mas terlalu emosional." Lirihnya.
Erina menghela nafas dan menyentuh punggung tangan suaminya. "Mas, kenapa kamu mendadak bawel? sudah aku katakan semua akan baik-baik saja, jadi berhentilah membahas itu, oke?"
Erina menatap dalam kedua mata suaminya, dia bertanya Bisma menginginkan sop iga atau tidak karena memang masih ada sop iga buatannya yang tidak di buang dan sengaja di simpan.
Erina tidak bermaksud membuat Bisma ingat tentang perkataan menyakitkan yang keluar dari mulut suaminya itu, tapi sepertinya Bisma masih terbawa perasaan atas apa yang sempat terjadi.
"Tunggu sebentar." Ucap Erina pada detik-detik berikutnya, lalu wanita itu berjalan ke dapur untuk mengambil sop iga buatannya, menurut para maid Bisma sangat menyukai sop iga sapi.
Pertengkaran sudah biasa terjadi dalam rumah tangga, entah siapa yang lebih dulu melakukan kesalahan, hal itu tidak akan berdampak buruk kalau bisa saling mengerti dan memaafkan.
Erina meyakini itu sehingga dia berada disana sekarang. Lagipula, jika Erina mendiami Bisma karena masalah kecil, bagaimana bisa mereka menghadapi masalah besar nantinya?
"Bisma, apa kamu berpikir Erin cemburu karena kamu menggoda dua wanita tadi?" Tanya Leo sambil memperhatikan Erina yang ada di dapur, sengaja bicara keras supaya Erina mendengarnya.
Bisma mengarahkan pandangannya kepada Leo, entah kapan sahabatnya itu akan enyah dari sana, Leo benar-benar mengganggu dan selalu bicara hal-hal menyebalkan seperti biasanya.
"Leo, kamu sudah memiliki tunangan, apa kamu tidak malu menjadi orang ketiga disini?" Tanya Bisma sedikit menyindir sahabatnya itu.
Sebenarnya, Bisma ingin sekali mengusir Leo, tapi ingat sahabatnya itu mengatakan Erina yang menghendaki Leo datang membuat Bisma tidak bisa melakukan apapun terhadap Leo.
"Tidak, aku tidak mau, malah sepertinya akan menarik kalau aku benar-benar menjadi orang ketiga dalam pernikahan kalian." Jawab Leo enteng, lalu kembali menatap Erina di dapur.
"Kalau aku perhatikan, bentuk tubuh istrimu lumayan, Krystal saja kalah, bagaimana kalau kita tukaran wanita? bukankah waktu kecil kita juga sering bertukar celana dalam?" Ucap Leo berbisik.
"Yak brengsek!" Teriak Bisma geram, bisa-bisanya Leo mengusulkan hal gila seperti itu, Bisma tidak tertarik menukarkan Erina meskipun dia pernah mencicipi bibir teman sekampusnya itu.
"Mas, ada apa?" Tanya Erina sedikit berteriak karena masih berada di dapur, wanita itu sedang menghangatkan sop iga sehingga lama disana.
"Tidak apa-apa. sayang, apa yang kamu lakukan disana? cepat kemari, kamu harus segera makan." Sahut Bisma dan hanya menatap Leo jengkel.
Leo tersenyum puas melihat Bisma. Hey, Leo tidak serius ingin menukar wanitanya, meskipun dia tidak bercanda tentang bentuk tubuh Erina.
"Iya sebentar." Teriak Erina lagi, tidak lama dia datang membawa semangkuk sop iga dan meletakan mangkuk itu di meja depan Bisma.
"Sop iga pertama yang aku buat setelah kita menikah, aku harap mas menyukainya." Erina tersenyum seolah tidak pernah terjadi apapun dan membuat kedua sudut bibir Bisma terangkat.
×××××××××××××××××××××××××××××××××××××
Entah apa yang aku tulis diatas, mengejar update hari ini malah semalam ketiduran, jadi ya gini :v Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. thanks ❤
Regards,
__ADS_1
Nur Alquinsha A | IG: light.queensha