Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
ITC #83


__ADS_3


Siang itu Erina dan Krystal melakukan perawatan di brava spa tanpa pria di samping mereka. Leo sengaja menyuruh kedua wanita itu pergi kesana supaya tidak ada pembicaraan canggung yang harus mereka lakukan saat bersama. Sementara Leo dan Bisma pergi ke tempat fitness.


Kata Leo, sudah memiliki pasangan bukan berarti harus terus menempel dengan pasangan mereka. Karena pria maupun wanita saling memiliki privasi yang tidak bisa di ganggu gugat, seperti wanita yang harus melakukan perawatan dan pria yang harus menjaga otot mereka dari lemak.


Erina dan Krystal mengakui bahwa perkataan Leo ada benarnya, mereka bisa menikmati relaksasi dan merasakan ketenangan tanpa pria. Erina tidak bisa membayangkan apa yang akan mereka bicarakan kalau saja mereka tidak memutuskan untuk pergi ke brava spa, amnaya resort kuta.


Tidak perlu di ingatkan mengenai pembicaraan yang terjadi sebelum Erina dan Krystal pergi ke brava spa. Erina benar-benar merasa kehilangan muka saat mengingatnya. Intinya Erina tahu kalau Leo dan Krystal ... Erina tidak menyangka ada pria yang mulutnya seperti wanita.


"Erin, menurutmu Leo orang yang seperti apa?" Tanya Krystal tiba-tiba setelah sekian lama mereka terdiam sambil menikmati relaksasi.


Erina menoleh sebentar kearah tunangan Leo itu. "Bukankah kalian teman kuliah? seharusnya kamu yang lebih tahu orang seperti apa dia!"


Krystal tersenyum simpul mendengar jawaban Erina, ternyata wanita seperti itu yang berhasil menikahi si mantan pangeran kampus. Krystal ingat Bisma pernah mengisi daftar laki-laki populer di kampus mereka, dikenal sebagai mahasiswa dengan IQ tinggi, tampan dan kaya.


Krystal mengaku Bisma pantas masuk dalam kategori sempurna sebagai manusia, Bisma selalu terlihat indah dari sudut manapun Krystal memandangnya, dan hanya ada satu hal yang kurang dari pria itu, yaitu senyuman. Bisma sangat jarang sekali tersenyum.


Krystal ingat saat kuliah Bisma sangat mengirit senyuman, bahkan Krystal bisa ingat dengan jelas berapa kali melihat Bisma tersenyum saking jarangnya pria itu senyum, salah satu yang Krystal ingat adalah saat Bisma berusaha menghibur Krystal yang sedih karena Leo.


Dan sekarang, Krystal menemukan perubahan drastis dari pria yang pernah di gilai para gadis itu, mungkin Bisma lebih banyak tersenyum karena kehadiran wanita di sampingnya, wanita yang bahkan tidak sebanding dengan gadis yang menyukai Bisma di masa lalu.


Tapi, cinta memang buta, Krystal saja lebih memilih menjatuhkan hatinya kepada Leo yang mendapat julukan playboy kampus. Dulu, Krystal tahu Leo memiliki banyak kekasih, tapi Krystal terlalu naif dan berharap Leo berubah sampai akhirnya Leo bercinta dengan wanita lain.


"Tapi menurutku, Leo termasuk idaman wanita dan kamu beruntung memilikinya." Ucap Erina tiba-tiba dan membuat lamunan Krystal pecah.


Well, Erina tidak tahu apa yang terjadi pada Leo dan Krystal di masa lalu, Erina hanya tahu mereka pernah menjalin hubungan dan Krystal sempat mengira Erina sebagai istri Leo. Sebatas itu yang Erina ketahui, Erina tidak tahu hal apa yang membuat hubungan pasangan itu putus.


"Oh?" Krystal nyaris tertawa mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Erina, sekarang Krystal tahu alasan pria seperti Bisma sampai menyukai wanita di sampingnya, Erina wanita polos dan naif, sama seperti Krystal di masa lalu. Ha, Bisma pernah mengatakan tipe idealnya.


Tidak! Bisma memang pernah mengatakan tipe idealnya kepada Krystal, tapi Krystal tidak begitu dekat dengan pria itu. Dan sebenarnya, Bisma tidak mengatakan itu secara khusus kepada Krystal, pria itu hanya sekedar menjawab apa yang Krystal tanyakan padanya. Hanya itu!


"Benarkah?" Krystal terkekeh seperti perkataan Erina adalah kebohongan baginya. "Menurutku, kamu yang lebih beruntung!"


"Kamu beruntung menikahi pria sebaik Bisma." Krystal melanjutkan kalimatnya sambil menoleh kearah Erina yang berada di sampingnya.


"Kalau begitu, sepertinya kita berdua sama-sama beruntung." Sahut Erina, lalu wanita itu menoleh kearah Krystal dan melemparkan senyuman.


"Ya, kamu benar. kita berdua beruntung. karena itu mulai hari ini kita harus menjadi teman." Ucap Krystal dan kembali menatap ke depan.


"Kita berteman sebagai wanita yang sama-sama beruntung memiliki pria baik dalam hidup kita." Krystal hanya menoleh sekilas kearah Erina.


Setelah itu tidak ada lagi percakapan, Erina hanya tersenyum menanggapi Krystal dan Krystal memejamkan mata untuk menikmati pijatan yang di lakukan terapis. Sementara kedua terapis di ruangan itu hanya tersenyum ramah mendengar percakapan antara Erina dan juga Krystal.


Krystal menganggap dirinya beruntung karena meskipun dia harus melewati rasa sakit saat melihat Leo bercinta dengan wanita lain, Krystal dan Leo masih bisa memperbaiki hubungan mereka, bahkan sekarang keduanya sudah resmi bertunangan dan sebentar lagi akan menikah.


Krystal bertanya kepada Erina tentang orang seperti apa Leo tanpa memiliki maksud tertentu, Krystal hanya ingin tahu bagaimana pandangan orang lain terhadap tunangannya, tapi sepertinya Krystal bertanya kepada orang yang salah, Erina tidak memberi jawaban yang Krystal inginkan.



Erina dan Krystal bersantai di tempat duduk yang tersedia di pinggir kolam setelah spa. Masih belum ada pria di samping mereka, Erina maupun Krystal tidak mencoba menghubungi pasangan mereka. Karena kedua wanita itu sedang berusaha saling mengenal sebagai teman.


"Erin, apa kamu tidak penasaran mengenai masa lalu suamimu?" Tanya Krystal, lalu meminum jus jeruk yang ada di tangannya, wanita itu berbaring santai di sofa, sementara Erina hanya duduk.


"Tidak, aku lebih suka membahas masa depan ketimbang masa lalu." Jawab Erina dan ikut menimum jus miliknya. Krystal hanya tertawa mendengar perkataan wanita di sampingnya.


"Kalau begitu, apa kamu dan Bisma berencana untuk memiliki banyak anak di masa depan?" Krystal mengubah pertanyaannya dan hal itu membuat wajah Erina mendadak murung.


Krystal baru ingat kandungan Erina bermasalah karena keguguran yang di alaminya, Krystal berniat untuk meminta maaf kepada Erina, tapi kedatangan suami Erina menahannya.


"Ternyata kalian berada disini." Ucap Bisma yang tiba-tiba duduk di samping Erina, lalu Bisma meraih tangan Erina dan menggenggam tangan itu erat seakan berusaha menenangkan istrinya.

__ADS_1


Bisma takut Erina kembali terpuruk mendengar perkataan Krystal barusan. Bisma tidak ingin liburan mereka berantakan, dia harus berhasil membuat pikiran Erina tentang anak teralihkan.


Kebetulan sekali Bisma datang ke tempat itu ketika Krystal bertanya kepada Erina tentang anak, Bisma datang bersama Leo yang sekarang sedang berdiri tepat di samping Krystal.


Bisma tidak bisa membayangkan kalau dirinya sampai terlambat datang, mungkin Erina akan kembali seperti beberapa hari yang lalu, terpuruk karena wanita itu ingat dirinya sulit hamil.


"Sayang, kenapa kamu tidak mengangkat telpon dariku?" Bisma sengaja langsung membahas hal lain kepada Erina, istrinya itu tidak boleh terus hanyut dalam kesedihan akibat keguguran.


Erina mendesah dan tersenyum. "Maaf, aku lupa mengubah pengaturan notifikasi, handphone ku dalam mode silent, jadi aku tidak mendengar kalau kamu menelponku berkali-kali."


Erina bicara sambil mengecek ponselnya dan melihat panggilan tidak terjawab dari Bisma. Erina suka sekali meng-silent ponsel karena tidak suka dengan suara berisik dari alat komunikasi itu dan Erina selalu lupa mengubahnya.


"Mas tidak perlu khawatir, aku tidak akan pesimis lagi, aku akan tetap optimis kalau dokter hanya sedang melakukan kesalahan." Lanjut Erina membalas genggaman tangan suaminya itu.


"Maaf ..." Suara itu menginterupsi Erina dan sang suami, Krystal merasa tidak enak sudah mengungkit hal menyedihkan temannya. Haish! Krystal malu menyebut dirinya teman Erina.


Erina dan Bisma menoleh kearah Krystal yang sedang menunduk karena merasa bersalah. Leo yang juga berada disana tidak melakukan apapun, Leo hanya diam memandangi tunangannya.


"Tidak apa-apa, kenapa harus minta maaf? aku tidak merasa kamu melakukan kesalahan!" Ucap Erina beralih kepada Krystal disertai senyuman yang menghiasi bibir manisnya.


Leo merasa lega karena tidak ada pertengkaran yang terjadi antara tunangan dan istri sahabatnya itu, ternyata Krystal masih saja ceroboh dalam hal berbicara dan hampir menyinggung Erina.


"Tapi ..." Krystal berhenti bicara karena Leo tiba-tiba merebut gelas berisi minuman jeruk di tangannya dan meneguk habis jus itu, lalu Krystal melihat Leo mengulurkan tangan kearahnya.


"Duduklah! kamu sengaja mengumbar pahamu itu, hm?" Ucap Leo berusaha mengalihkan dari pembicaran Krystal dan Erina sebelumnya, tapi Leo serius mengenai paha Krystal.


Leo kesal melihat celana pendek Krystal tertarik keatas karena posisi wanita itu dan di sebrang sana ada pria yang melihat kearah mereka, atau mungkin memandang kearah paha Krystal.


"Hey, apa maksudmu? aku tidak ..." Krystal kembali menghentikan perkataannya karena Leo menarik paksa tangannya dan langsung berhasil membuat wanita itu terduduk dengan baik.


"Yak!" Teriak Krystal kesal, sepertinya Leo tidak bisa bersikap lebih lembut sampai tangan Krystal rasanya mau patah. Awas saja kalau mereka sudah menikah nanti, Krystal akan membalasnya.


Leo tidak memperdulikan wajah kesal Krystal, lalu Leo melepaskan jaketnya dan memakai itu untuk menutupi paha Krystal, bisa-bisanya tunangan Leo itu mengumbar aset miliknya.


"Mas, mereka berdua sudah tua, tapi kelakuan masih mirip remaja, sepertinya karena mereka terlalu lama berhubungan jarak jauh." Ucap Erina meledek pasangan di depannya.


"Ck. nona Erin, apa yang kamu maksud dengan kata tua?" Tanya Leo tidak terima disebut tua, meskipun kenyataannya memang usia Leo lebih tua di bandingkan dengan Erina.


Sebenarnya, ada kesalahan dari perkataan Erina, tidak ada yang berhubungan jauh disini, Leo dan Krystal putus ketika si wanita berada jauh di luar negeri, tapi itu tidak penting untuk di bahas.


"Kamu memang tua, tidak usah protes." Bukan Erina yang mengucapkan kata-kata tajam itu, melainkan sang suami, Bisma memandangi pasangan di depannya dengan ekspresi datar.


Leo memutar mata malas. "Usia kita sama, jadi kamu juga tua! hanya istrimu yang lebih muda sedikit dari kita bertiga!" balas pria itu tidak mau kalah, enak saja Bisma menyebutnya tua.


Bisma mengangkat bahu acuh dan mengabaikan sahabatnya, Bisma lebih tertarik melihat wajah cantik Erina di bandingkan wajah menyebalkan Leo. Kalau bukan karena Leo, mungkin Krystal dan Erina tidak akan mengobrol sampai mereka akhirnya membahas tentang anak.


"Sayang, bagaimana kalau kita ke kamar? cuaca disini panas!" Ucap Bisma sambil mengipasi diri sendiri menggunakan tangan.


Bisma hanya beralasan, dia tidak akan berlebihan seperti itu kalau bukan demi istrinya. Bisma merasa mengajak Erina ke kamar akan lebih mudah mencari hiburan untuk sang istri.


"Kamar? menurutku itu bukan ide yang bagus, kalian akan tetap kepanasan berada disana!" Ucap Leo menyambar perkataan Bisma.


Leo masih saja teringat saat mendengar suara tidak pantas di depan kamar Bisma dan Erina, padahal pria itu sudah mengalihkan dirinya dengan fitness dan mengobrol sesama pria.


"Oh, kenapa panas? apa AC di kamar mereka rusak?" Tanya Krystal polos dan membuat rencana Leo untuk menyindir Bisma rusak.


Meskipun Krystal sudah lebih dewasa dan pernah menyaksikan secara langsung adegan ranjang yang di lakukan oleh Leo, wanita itu sama sekali tidak mengerti 'kepanasan' yang Leo maksud.


Leo mendengus melihat wajah polos Krystal, lalu meletakan gelas di tangannya ke samping tempat duduk Krystal dan menarik tangan wanita itu untuk meninggalkan area kolam renang.


Bisma mendengus. "Kenapa malah Leo yang terlihat kesal? seharusnya aku karena tunangan dia ..."

__ADS_1


"Mas!" Ucap Erina menyela Bisma, wanita itu tidak tahu mengapa suaminya itu emosional berhadapan dengan Leo, padahal biasanya Bisma merupakan pria yang jarang emosi.


Tentu saja Erina berpikir demikian! Bisma hampir tidak pernah menunjukan sifat aslinya di depan Erina, dia akan menjadi pria yang berbeda kalau berhadapan dengan istrinya. Bukan karena Bisma termasuk suami takut istri, Bisma hanya sangat menghargai dan menyayangi Erina.


"Mas, bukanya kamu mau ke kamar?"


×××××××××××××××××××××××××××××××××××××


Malam harinya, Erina dan Bisma bersantai di kasur, mereka baru saja kembali ke kamar setelah makan malam bersama Leo dan Krystal di luar. Erina hanya memainkan rambut Bisma yang tidur di pangkuannya sambil menatap lembut pria itu.


Bisma terlihat memejamkan mata dengan tangan yang memegang satu tangan Erina dan sesekali menciumi tangan itu. Bisma merasa tangan Erina mirip dengan tangan ibunya, hangat dan lembut meskipun mereka melakukan pekerjaan rumah.


Bisma memang sudah melarang Erina melakukan pekerjaan rumah, tapi Erina masih membantu maid di mansion memasak. Bisma tidak bisa melarangnya karena Erina sering mengatakan. "Suamiku, apa masakanku membuatmu bosan?"


Tentu saja Bisma membiarkan Erina memasak atau dirinya akan secara langsung mengiyakan perkataan Erina kalau tetap bersikeras melarang istrinya itu. Erina memang paling bisa membuat Bisma kehilangan pilihan selain mengalah.


"Mas?"


"Hm, kenapa?"


"Aku mau ke air sebentar."


Bisma membuka matanya, lalu menyingkir dari pangkuan Erina mendengar perkataan istrinya itu. Bisma merasa memiliki kesempatan saat Erina tergegas pergi ke kamar mandi. Bisma mengambil sesuatu dari tempat tersembunyi.


Bisma belum sempat memberi kejutan ulang tahun untuk Erina, semua yang sudah di siapkan sebelumnya gagal total. Tidak perlu di jelaskan alasan kejutan yang sudah di rencakan dengan baik itu harus mengalami kegagalan.


Erina keluar dari kamar mandi ketika lilin di kueh ulang tahun yang ada di tangan Bisma menyala, Bisma mendekati wanita itu sambil menyayikan lagu selamat ulang tahun menggunakan bahasa inggris dan membuat Erina terpaku di tempat.


"Mas, siapa yang ulang tahun?" Tanya Erina membuat Bisma menjatuhkan rahangnya. Bisma pikir Erina terpaku karena terharu. Ternyata ...


Bisma sudah mengeluar suara mas-mas nya, berniat memberikan kejutan untuk sang istri, malah Bisma sendiri yang terkejut karena mendengar pertanyaan dari mulut istrinya.


Bisma mendekati Erina dan berdiri di depan wanita itu. "Jangan bilang kamu melupakan hari ulang tahunmu sendiri?"


Erina tidak menjawab, wanita itu meniup lilin dari kueh ulang tahun yang di bawa Bisma, lalu tersenyum dan berkata. "Terimakasih."


"Mas adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun dalam hidupku." Erina melanjutkan kalimatnya masih dengan senyuman yang terukir indah pada bibirnya.


Erina mengingat ulang tahunnya?


"Oh ya, mas tidak memiliki hadiah untukku?" Tanya Erina membuyarkan lamunan Bisma, lalu mengambil alih kueh ulang tahun dari tangan suaminya dan meletakannya di atas meja.


Bisma berdehem dan mengambil sesuatu dari saku celananya. Meskipun momen romantisnya tidak berjalan dengan baik karena Erina mengerjai Bisma, pria itu memberikan benda di tangannya kepada Erina sambil berlutut.


"Berawal dari orang asing, kita bertemu dan menikah tanpa memiliki cukup banyak waktu untuk saling mengenal. Erin, sekarang aku sudah lebih mengenal dirimu dan aku tidak ingin kamu terus menganggap pernikahan ini sebatas perjodohan." Bisma menjeda kalimatnya sebentar.


"Kita sudah melewati banyak hal dalam waktu yang singkat selama menikah. sekarang, bolehkah aku memintamu untuk melupakan semua itu dan membuka lembaran baru bersamaku? Ah, jangan melupakan semuanya, lupakan saja hal menyakitkan yang pernah terjadi diantara kita!"


Erina tidak mengatakan apapun, hanya menanti perkataan Bisma selanjutnya dan menatap Bisma yang masih berlutut di hadapannya sambil memegang cincin berlian itu. Erina merasa seperti pemeran utama wanita dalam drama yang selama ini sering dia tonton.


"Erin, kamu sudah menjadi istriku, maka aku hanya akan memintamu untuk mendampingiku, tidak hanya hari ini, apa kamu bersedia menjadi pendamping hidupku sampai maut memisahkan kita?" Bisma akhirnya bernafas lega setelah semua itu tersampaikan. Tidak sia-sia berlatih.


Erina tidak bisa mengatakan apapun dan hanya mengangguk menjawabnya.


-TBC-


"Belajarlah dari kesalahan, tapi jangan melakukan kesalahan untuk belajar. Saya percaya kamu pasti mengerti perbedaan dari kedua opsi tersebut."


Susah ya bikin momen romantis? :( Btw, gak nyangka like nya ada yang nyampe angka 600. Ya ... meskipun kesininya paling mentok 300an. Tapi tetep aku ucapkan terimakasih banyak buat kalian pembaca setiaku di ikatan tanpa cinta.


Oh ya, aku punya kabar baik, selain cerita ini akan segera tamat, nanti aku bakal up part khusus. Contohnya sebelum Erina dan Bisma menikah atau hal lain yang memang tadinya sengaja aku skip. Tapi, apa kalian mau baca nantinya?

__ADS_1


Regards,


Nur Alquinsha A | IG: light.queensha.


__ADS_2