
Semua kembali normal semenjak Erina dan Bisma berbaikan, bahkan Erina sudah sepenuhnya mempercayai Bisma dan memutuskan untuk berdamai dengan hatinya, Erina tidak ingin terus terjebak dalam bayangan masa lalu keluarganya.
Hari itu Erina dan Bisma sedang bersiap untuk pergi ke pernikahan Leo dan Krystal. Sudah dua bulan, pria yang mengajak Bisma tukaran wanita itu akan resmi menjadi suami orang. Bisma harap Leo akan berhenti mengusik rumah tangganya.
Ha, sejak Leo mengajak tukaran wanita, Bisma selalu waspada terhadap sahabatnya itu, karena mungkin saja Leo serius ingin menukar wanita mereka, bahkan Bisma berusaha mempersempit kemungkinan untuk Leo bertemu dengan Erina.
Bisma sampai meminta Erina menelpon setiap mau berangkat ke kantor untuk mengantar makan siang. Karena Bisma harus memastikan Leo tidak ada di kantor saat istrinya itu datang, supaya tidak ada yang perlu di khawatirkan nantinya.
"Mas, bagaimana menurutmu?" Tanya Erina saat Bisma menghampirinya, istri Bisma itu meminta pendapat tentang riasan wajahnya. Erina terlihat sangat cantik memakai riasan wajah, apalagi bibir tipisnya itu memakai lipstik berwana merah.
Bisma terdiam menatap Erina, dia seperti deja vu saat melihat istrinya memakai riasan wajah. Bisma teringat hari pernikahan mereka, perasaan yang sama dan detak jantung yang sama, Bisma pernah mengalami itu pada saat mereka menikah.
"Mas, apa aku jelek? make up aku ketebalan?" Tanya Erina panik. Erina sudah menduga dirinya tidak akan pantas memakai riasan wajah, sejak awal dia juga tidak ingin memakainya, tapi Bisma memaksa sampai khusus menyewa penata rias.
"Tidak! kamu cantik, kamu terlihat sangat cantik, mas hampir saja tidak mengenali dirimu." Jawab Bisma disertai senyuman, lalu menarik pinggang Erina supaya lebih dekat dengan dirinya sampai Bisma bisa mencium aroma tubuh istrinya itu.
"Mas ..." Pekik Erina saat mendapatkan perlakuan tiba-tiba Bisma. Masalahnya mereka tidak hanya berdua di ruangan itu, masih ada penata rias dan para maid yang membantu Erina bersiap, Erina merasa tidak nyaman karena keberadaan mereka.
"Istriku, kamu bisa saja mengalahkan kecantikan mempelai wanitanya." Bisik Bisma tanpa peduli Erina yang berusaha terlepas darinya, Bisma merapikan rambut Erina yang sedikit menutupi wajah cantiknya, Erina hanya mampu berdehem.
Semua benar-benar sudah kembali seperti biasa, Bisma selalu membuat susah orang-orang di sekitarnya, bukan susah dalam artian Bisma menjahili mereka, pria itu hanya tidak pernah melihat sekitar saat bermesraan dengan Erina.
Sebagai majikan Bisma membuat susah karena maid di mansion mereka harus berpura-pura tidak melihat saat Bisma dan Erina bermesraan, bahkan tidak jarang Bisma dan Erina melakukan hal intim di tempat yang bukan kamar mereka.
"Bisma, Erin, apa kalian sudah siap? Leo bisa telat mendatangi memperai wanitanya karena kalian!" Ucap nenek Sekar menginterupsi kedua orang yang saling menempel, beliau menggelengkan kepala melihat kelakuan cucu dan menantunya.
Erina mendorong Bisma, lalu sedikit merapikan rambutnya, wanita itu mendadak salah tingkah melihat nenek Sekar. Sementara maid dan penata rias sudah menghilang dari sana karena nenek Sekar menyuruh mereka semua untuk pergi.
"Y-ya, kami sudah siap." Ucap Erina menjawab sang nenek. Erina menghampiri nenek Sekar dan menggandeng tangannya. "Oh ya, dimana Leo? apa dia belum siap?" Tanya Erina mengalihkan rasa malunya itu dengan menanyakan Leo.
Ya, semua rombongan membelai pria memang berkumpul di mansion Bisma dan Erina, termasuk sang mempelai pria yang menginap di mansion itu, Leo sudah kehilangan semua keluarganya dan hanya bisa mengandalkan keluarga Bisma.
Awalnya, Bisma tidak setuju Leo menginap di mansion karena dengan begitu Leo akan bertemu Erina, tapi karena nenek Sekar dan beberapa kerabat lain menginap Bisma terpaksa setuju. Terpenting Leo tidak berani mengganggu Erina.
"Sayang, kemarilah. kamu harus terus berada di sampingku." Ucap Bisma menyela sebelum nenek Sekar sempat bicara, lalu Bisma menarik Erina supaya menjauh dari nenek Sekar, dia nampak tidak suka Erina menanyakan keberadaan Leo.
"Nenek, lihatlah! cucumu sangat posesif terhadap istrinya." Bukan Erina, melainkan Leo yang datang menghampiri mereka, pria itu terlihat tampan memakai setelan jas putih dengan kedua tangan yang di masukan ke dalam saku.
"Memang kenapa? kamu tidak suka, hoh?" Tanya Bisma kesal dan semakin menarik Erina supaya lebih dekat dengan dirinya. Leo sudah seperti sinyal berbahaya yang membuat Bisma harus menjaga Erina supaya tidak terlepas darinya.
"Tidak, biasa saja!" Jawab Leo enteng, lalu menghela nafasnya. "Bisma, sudah berapa lama kita berteman? kenapa tidak mengenalku? kamu lupa kalau aku suka bercanda? waktu itu aku tidak serius ..."
"Justru karena aku sangat mengenalmu, kamu sudah sering bermain wanita, makanya aku perlu untuk waspada." Ucap Bisma memotong perkataan Leo dan membuat Leo kembali menghela nafasnya. Sementara Erina dan nenek Sekar memperlihatkan wajah bingung.
"Bisma, aku sudah berubah semenjak lulus kuliah, kamu sudah aku anggap saudara ku sendiri dan Erina juga sudah menjadi iparku, jadi tidak mungkin aku merebut Erina darimu." Ucap Leo semakin membuat yang lain bingung, kecuali Bisma tentunya.
__ADS_1
Well, sebenarnya Leo tahu kalau selama dua bulan ini Bisma selalu berusaha supaya Leo tidak bertemu Erina, semuanya terlihat sangat jelas meskipun Bisma sudah berusaha menyembunyikan hal itu, Leo sering melihat Erina datang ke kantor setelah Bisma menyuruhnya keluar kantor.
Selama ini Leo hanya berpura-pura tidak tahu dan membiarkan Bisma, karena Leo juga tidak memiliki kepentingan untuk bertemu Erina. Tapi hari ini, Leo sudah akan menikah dan Bisma masih saja bersikap berlebihan, Leo merasa seperti orang jahat yang akan merebut istri sahabatnya sendiri.
"Leo, aku tidak mungkin berpikir kamu akan merebut istriku kalau kamu tidak pernah mengatakan ..."
"Kalian berdua berhentilah omong kosong, jangan membuat Krystal dan yang lainnya menunggu lama." Ucap Erina memotong perkataan Bisma sekaligus menengahi kedua orang yang entah sedang membicarakan apa, Erina juga tidak mengerti.
"Baiklah Erin, kamu ikut mobil nenek, biarkan Bisma menemani Leo di mobil pengantin." Ucap nenek Sekar menyambar perkataan Erina. Tanpa menunggu persetujuan, nenek Sekar menarik tangan Erina dan membuat Bisma mendengus, ternyata neneknya lebih berpihak kepada Leo.
××××××××××××××××××××××××××××××××××××
"Sah." Semua orang berdoa untuk kebahagiaan Leo dan Krystal, tepat setelah mereka mengucapkan kata itu, termasuk Bisma yang berdoa supaya Leo berhenti berpikir untuk merebut Erina lagi, karena sahabatnya itu sudah resmi memiliki istri.
Pernikahan Leo dan Krystal bisa di kategorikan sebagai pernikahan mewah, mereka mengundang cukup banyak orang, termasuk sahabat Krystal dan rekan bisnis Bisma, meskipun sebenarnya mereka datang atas undangan Bisma, tapi setidaknya mereka semua mengucapan selamat.
"Selamat Leo, aku harap kamu dan Krystal hidup bahagia selamanya." Ucap Erina ketika menghampiri pelaminan bersama Bisma di sampingnya, namun saat Erina hendak bersalaman dengan Leo, tangan Bisma lebih dulu menyambut tangan Leo, seperti tidak mengijinkan Erina dan Leo untuk bersalaman.
Leo mendengus tidak percaya melihat kelakuan Bisma, bahkan Erina hanya memberi selamat saja sahabatnya itu masih bersikap kekanak-kanakan. Leo ingin sekali memaki Bisma, tapi khawatir pekerjaannya akan terancam, apalagi sekarang Leo memiliki istri yang harus di nafkahi.
"Selamat Leo, akhirnya penantian panjangmu tidak sia-sia." Ucap Bisma disertai senyuman jahatnya, lalu saat Bisma akan memberi selamat kepada Krystal, tanpa disangka Leo mengikuti langkah Bisma dan menyambut tangan itu sambil mengucapkan kata terimakasih.
Erina dan Krystal hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan suami mereka, tapi bukannya merasa senang, Erina dan Krystal secara spontan memukul pasangan mereka, Erina memukul lengan Bisma sementara Krystal memukul kepala Leo dan membuat kedua pria itu meringis.
"Ck, aku hanya memukul pelan kepalamu, jangan terlalu berlebihan seperti itu!"
"Pelan katamu? kepalaku terasa sangat sakit dan kamu menyebutnya .... mmpphh"
Bisma dan Erina saling melempar pandangan, lalu menggelengkan kepala, tidak percaya Leo dan Krystal akan berdebat di pernikahan mereka sendiri, kemudian Bisma menarik tangan Erina supaya menjauh dari pasangan yang baru menikah itu. Tidak! Krystal tidak membungkam mulut Leo dengan ciuman, tapi Krystal memberi tisu kedalam mulut suaminya supaya diam.
"Berisik, masih banyak orang disini, kamu membuat aku malu saja." Ucap Krystal menahan kesal terhadap pria yang baru beberapa menit lalu resmi menjadi suaminya. Leo mendengus mendengar itu, lalu mengambil tisu yang Krystal masukan ke dalam mulutnya.
"Baiklah, kamu menang, aku minta maaf karena sudah membuat kamu merasa malu."
Sementara itu Bisma mengajak istrinya untuk menikmati hidangan di sebuah meja yang sudah di siapkan secara khusus untuk mereka. Bisma tidak merasa bersalah sedikit pun setelah membuat Leo dan Krystal bertengkar.
Lagipula, Bisma memang tidak bersalah, dia saja yang mendapat pukulan dari Erina tidak melakukan protes, memang Leo yang terlalu emosional sampai memarahi Krystal, padahal seharusnya Leo bersabar menghadapi sang istri seperti yang selama ini Bisma lakukan.
"Mas, apa tidak sebaiknya kamu meminta maaf?" Tanya Erina yang sedikit khawatir dengan nasib Leo, saat dirinya dan Bisma meninggalkan pelaminan saja ekspresi wajah Leo terlihat sangat mengenaskan di tambah tisu di dalam mulutnya.
"Meminta maaf?" Tanya Bisma sambil memasang wajah sok polos, Bisma tahu maksud Erina, tapi dia tidak berniat untuk meminta maaf, Leo dan Krystal bertengkar karena Leo tidak bisa mengendalikan emosi, jadi Bisma tidak melakukan kesalahan apapun.
"Tuan Bisma, boleh saya bergabung?" Tanya seorang wanita cantik berpakaian seksi, wanita itu datang sendiri dengan membawa segelas anggur di tangganya, membuat Erina menahan dirinya untuk menanggapi perkataan Bisma.
__ADS_1
"Oh, nona Rose, silahkan." Jawab Bisma disertai senyuman, dia sempat melirik Erina yang terlihat tidak menyukai kehadiran wanita bernama Rose itu, lalu tangan Bisma menggenggam tangan Erina dan berusaha meyakinkan bahwa Rose bukan siapa-siapa, hanya salah satu client.
Rose tersenyum dan mengambil tempat duduk di kursih depan Bisma. "Lama tidak bertemu, anda terlihat semakin tampan. oh ya, bagaimana kabar anda? dan wanita di samping anda ini ..." Rose menggantungkan kalimatnya sambil mengamati Erina masih dengan senyuman di bibirnya.
"Erina, istri saya." Jawab Bisma cepat, sebenarnya dia tidak menginginkan keberadaan Rose, tapi Bisma juga tidak mungkin menolak kehadiran Rose mengingat mereka sedang berada di acara pernikahan Leo dan Krystal.
Rose mengangguk mengerti sambil memandangi istri Bisma, lalu tiba-tiba kembali tersenyum. "Saya sangat mengagumi selera anda." meskipun Rose mengatakan itu, tatapannya tidak berkata demikian, Rose menyayangkan pilihan Bisma.
"Saya rasa anda terlalu berlebihan." Bukan Bisma, melainkan Erina yang sedikit memahami situasi, dia tahu maksud dan tujuan Rose. "Menurut saya, tidak ada yang di kagumkan dari seleranya, Bisma menikahi wanita miskin dan tidak cantik."
Bisma memberi tatapan tajam kepada istrinya, tidak seharusnya Erina merendahkan diri di depan wanita rendahan seperti Rose. Sementara Rose menyunggingkan senyuman, bagus kalau ternyata Erina menyadari tentang hal itu.
Erina masih bersikap santai menatap lurus wanita yang duduk di depan suaminya. "Karena orang yang mengagumkan disini adalah suami saya, seleranya memang tidak terlalu bagus, tapi sikap dan perlakuan dia kepada saya sangat luar biasa."
Giliran Erina yang tersenyum puas melihat wajah Rose, ternyata benar dugaannya, Rose ingin membuat Erina malu, mungkin karena Rose menyukai Bisma. Erina bisa melihat ekspresi tidak puas Rose mendengar perkataannya.
"Mas, kamu lupa kita memiliki janji?" Tanya Erina beralih kepada Bisma yang sejak tadi berusaha menahan senyuman. "aku rasa akan lebih baik kalau kita pergi sekarang." Erina beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan Bisma.
"Tunggu!" Ucap Rose menahan kepergian Bisma dengan memegang tangan pria itu. "saya dengar istri anda tidak bisa hamil, bagaimana kalau ..."
"Maksudnya?" Tanya Erina menyambar perkataan Rose. "apa anda berniat hamil dan menyerahkan anak anda kepada kami, begitu?"
"Erin ..." Lirih Bisma panik, melihat Erina marah adalah hal paling menakutkan dalam hidupnya dan sepertinya sekarang Erina sedang emosi.
"Kalau benar, saya akan menerima anak anda, tapi jangan berharap suami saya akan mau menghamili anda!" Ucap Erina menekan Rose.
Erina menatap tangan Rose yang memegang tangan Bisma, lalu menepis tangan itu. "anda benar-benar tidak sopan dan memalukan."
"Nona Rose, tidak ada yang namanya orang ketiga dalam hidup kami, jadi sebaiknya anda berhenti mengharapkan suami saya dan pergi!"
Rose tertawa pelan. "Nona Erin, sepertinya anda salah paham, saya tidak berniat merebut suami anda." Ucapnya sambil menyungging senyuman.
"Maksud saya, bagaimana kalau kalian konsultasi kepada teman saya, kebetulan sekali teman saya ahli dalam kandungan." Lanjut Rose sok baik.
Rose sengaja memancing emosi Erina, tujuan dia memang untuk membuat Erina malu karena sekarang banyak orang memperhatikan mereka dan membisikan sesuatu yang memojokan sikap Erina terhadap Rose yang dianggap tidak sopan.
"Terimakasih, tapi kami tidak membutuhkan itu, lagipula istri saya bukan tidak bisa hamil, kami hanya belum mau memiliki anak." Ucap Bisma yang akhirnya angkat bicara. Benar kata Erina, Rose sudah bersikap sangat memalukan.
Bisma menarik tangan Erina untuk meninggalkan tempat itu, dia tidak peduli dengan apapun yang orang lain katakan. Menurut Bisma, hati dan perasaan Erina lebih penting, Bisma tidak membiarkan Erina mendengar perkataan buruk orang lain yang tidak tahu apapun.
~TBC
"Tidak peduli apapun yang orang lain katakan, hal baik tidak akan berubah menjadi buruk hanya karena perkataan mereka, kita hanya perlu meyakini apa yang kita percaya. Itu sudah cukup."
Leo dan Krystal akhirnya sah. Dan tolong maafkan momen yang kurang baik Erina dan Bisma, bukannya bikin baper malah isinya kaya gini, tapi disini tidak akan ada konflik besar kok. Hanya sesuatu yang membuat Erina dan Bisma saling merasakan cinta masing-masing.
__ADS_1
Regards,
Nur Alquinsha A | IG: light.queensha