Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
ITC #45


__ADS_3

Flashback


Hari itu seharusnya menjadi hari bahagia Soraya karena dia akhirnya bertemu teman sosial medianya, Erina datang jauh-jauh dari kota angin ke Jakarta menemui Soraya. Bahkan Erina mengatakan ingin menetap di kota yang sama dengan dirinya.


Tapi, Soraya malah merasa sedih, alasan Erina datang ke Jakarta penyebabnya, teman sosial media Soraya itu sedang berusaha lari dari masalahnya, Erina duduk di depan Soraya dengan tampang kacau, dia terus menangis semenjak mereka tiba disana.


Sekarang, Soraya dan Erina sedang berada di cafe milik Soraya, mereka hanya berdua disana karena cafe itu baru buka beberapa minggu dan masih sepi pengunjung. Sementara suami Soraya sengaja memberi mereka ruang dengan pergi ke dapur.


Erina baru saja menceritakan masalahnya kepada Soraya, wanita itu terus mengatakan bahwa masalah itu basi karena berputar tentang hal yang sama, Erina bercerita tentang ayahnya yang kembali selingkuh.


Well, perselingkuhan ayah Erina memang terjadi untuk yang kesekian kalinya, sebelumnya Erina juga pernah cerita ayahnya selingkuh dan Erina bilang waktu itu ayahnya sudah minta maaf.


Lalu sekarang, Erina cerita ayahnya kembali selingkuh.


"Erin ..." Lirih Soraya tidak tega. Soraya ingin sekali memeluk Erina dan membiarkan teman sosial medianya itu menumpahkan kesedihan padanya.


Soraya ingin, tapi tidak begitu yakin untuk melakukannya, bagaimana pun ini adalah pertemuan pertama mereka. Soraya merasa sedikit canggung.


"Rasanya gue mau nyerah, Ray. Sakit ini seakan tidak pernah berhenti ..."


Soraya hanya diam dan memandangi Erina dengan mata yang berkaca-kaca, dia berusaha untuk menahan tangis mengetahui kisah hidup Erina yang begitu ironis baginya.


"Gue capek! Kenapa harus gue? Kenapa selalu gue? Kenapa bukan orang lain?" Runtuk Erina.


Soraya tidak bisa menahan air matanya agar tidak keluar, dia akhirnya ikut menangis di depan Erina, Soraya bisa merasakan kesakitan Erina.


Soraya tahu penyebab Erina kacau tidak sederhana, selain perselingkuhan sang ayah, Erina juga sering cerita bahwa dia tidak pernah mendapatkan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Erina termasuk seseorang yang mengalami broken home. Erina tidak seberuntung Soraya yang masih bisa merasakan kehangatan dalam keluarganya.


Bahkan, Erina pernah bercerita bahwa wanita itu pernah di kutuk ibunya, Erina seorang perempuan yang katanya tidak perlu sekolah tinggi karena percuma. Ibu Erina memiliki pemikiran bahwa setinggi apapun perempuan sekolah, perempuan akan berakhir di dapur dan mengurus suami serta keluarganya. Ironis bukan?!


Tidak hanya itu, masih banyak hal menyedihkan dalam hidup Erina, dan semua itu tidak sederhana, tidak heran Erina sampai terlihat putus asa seperti sekarang, bahkan tadi Erina mengatakan ingin sekali mengakhiri hidupnya. Soraya sangat memakluminya, dia tidak bisa membayangkan jika dirinya mengalami hal yang sama dengan Erina.


"Erin ..." Soraya tidak bisa mengatakan apapun, dia hanya terus memanggil nama Erina dengan suara lirih. Lalu Erina tiba-tiba tertawa.


"Lucu ya, Ray? Gue datang kesini cuma buat cerita masalah basi keluarga gue!" Erina menghapus air matanya kasar dan menghela nafasnya. Mereka terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya Erina kembali bicara dengan suara seraknya.


"Bryan mau comeback ya, Ray?" Tanya Erina berusaha mengalihkan.


Erina terlihat berbeda hanya dengan membahas satu nama, Soraya merasa Bryan memang obat paling tepat untuk meredakan kesedihan Erina, wanita itu bahkan tersenyum ketika membicarakan Bryan.


Dulu, ketika Soraya dan Erina hanya bisa berkomunikasi lewat sosial media, Erina selalu mengalihkan pembahasan mereka dan membicarakan Bryan.


Soraya tahu bahwa saat itu Erina tidak ingin larut dalam kesedihannya, begitu juga yang Erina lakukan sekarang, Erina pasti sengaja membahas Bryan.

__ADS_1


"Yak! Kenapa lo nangis? Raya, gue minta maaf ..." Erina berhenti bicara ketika Soraya tiba-tiba memeluknya. Soraya sudah tidak kuat melihat Erina.


"Kenapa minta maaf? Ini bukan salah lo!" Soraya semakin mengeratkan pelukannya dan terisak, dia sudah tidak peduli meskipun ini pertemuan pertama mereka.


Soraya benar-benar tidak bisa membayangkan kalau dirinya berada di posisi Erina, menjadi seseorang yang menanggung beban sejak usianya masih enam belas tahun.


Soraya masih sekolah menengah atas saat berusia enam belas tahun, sementara Erina? Gadis itu sudah mencari uang sendiri.


Soraya pernah menjadi apoteker, dia merasa bekerja itu berat meskipun usianya sudah matang untuk bekerja, lalu bagaimana Erina?!


Soraya yakin Erina sudah melewati banyak hal dan semua itu tidak mudah, Soraya percaya Erina memiliki masalah lain yang belum di ceritakan.


Erina tersenyum dan membalas pelukan Soraya.


"Raya, terimakasih ..."


"Erin, insyaallah gue bakal selalu ada disaat lo butuh teman curhat. Ingat, jangan pernah menyimpan masalah sendirian, lo bisa cerita sama gue."


"Iya, sekali lagi terimakasih."


Soraya mengangguk pelan dalam pelukan Erina. "Jangan pernah merasa sendirian! Oh ya, bagaimana kalau lo menginap di rumah gue? Bukanya lo bilang mau tinggal di Jakarta?"


Erina melepaskan pelukan mereka.


"Gue bakal minta ijin ..."


"Tidak usah, Raya. Gue masih punya uang buat mencari kontrakan." Erina menyela perkataan Soraya, beberapa detik kemudian seseorang datang.


"Kenapa harus mencari kontrakan? Kamu bisa tinggal di rumah kami selama yang kamu mau, kebetulan ada kamar kosong, kamu bisa tidur disana."


Farhan, suami Soraya itu mendengar pembicaraan Soraya dan Erina tanpa kedua wanita itu sadari. Dia juga merasa iba mengetahui hidup Erina.


Farhan sudah sering mendengar cerita Soraya tentang teman sosial medianya yang satu itu dan tanpa disangka sekarang mereka bisa meet up.


"Tapi ..."


"Kamu teman dekat istriku, mana mungkin aku tidak suka kamu berada di sekitar kami? Erin, kamu bisa tinggal di rumah kami selama yang kamu mau!" Farhan tersenyum menatap Erina.


Soraya ikut tersenyum mendengarnya, wanita itu langsung memeluk Farhan dan mengucapkan banyak terimakasih. Erina terdiam menatap mereka, raut wajahnya kembali sedih.


"Soraya beruntung punya suami baik, sementara gue? Mungkin itu hanya akan terjadi dalam mimpi! Cowok yang gue sayangi cuma Bryan dan gue tidak berani sayang sama cowok lain!"


Erina bicara dalam hati sambil memegang bagian dadanya yang terasa sakit, Soraya dan Farhan tidak sadar bahwa kemesraan mereka membuat Erina merasakan sakit hati.

__ADS_1


"Ayah ... dulu aku selalu mengatakan kepada temanku bahwa aku memiliki ayah yang baik meskipun ibuku galak."


"Aku selalu membanggakan kamu, ayah. Tapi sekarang? aku merasa malu dengan diriku sendiri!"


 ****


Malamnya, Soraya terbangun karena merasa haus dan tenggorokannya terasa kering, dia melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum.


Langkah Soraya terhenti ketika melihat Erina berada di dapur, Soraya merasa ragu untuk menghampiri Erina karena sepertinya temannya itu menangis.


"Bryan ..." Soraya bisa melihat Erina menatap ponselnya ketika berkata begitu lirih dan memanggil idolanya.


"Terimakasih ..." Soraya melihat air mata Erina semakin deras meski wanita itu hanya memperhatikan Erina dari kejauhan.


"Berkat kamu dan yang lainnya, aku bertemu dengan teman baik." Soraya masih terus mendengarkan Erina yang bicara dengan idolanya.


"Bryan, aku membaca artikel tentang bipolar, apa mungkin itu terjadi padaku? atau ... aku hanya depresi?"


Tangan Soraya terkepal mendengar perkataan Erina, apa yang Erina katakan tadi? Bipolar?!


"Aku ingin pergi dari sini, aku takut menyusahkan Soraya kalau aku sampai punya penyakit bipolar."


"ERIN!" Soraya tidak tahan, wanita itu akhirnya menghampiri Erina.


Erina tersentak, dia menatap Soraya dengan mata sendu, lalu Soraya meraih Erina dalam pelukannya.


"Kenapa menangis?" Tanya Soraya, dia berpura-pura tidak mendengar perkataan Erina barusan.


"Raya ..."


"Erin, cerita apapun masalah lo ke gue, lo harus ingat kalau lo masih punya teman curhat, yaitu gue."


"Raya, gue tidak menangis ..."


"Berhenti pura-pura kuat, Erin. Lo cuma manusia biasa."


 ___


Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau instragram (@light.queensha) Terimakasih ...


Regards:


©2019, lightqueensa.

__ADS_1


__ADS_2