Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
ITC #80


__ADS_3

Empat hari kemudian, Bisma dan Erina tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bisma menepati janjinya untuk mengajak Erina liburan setelah semua hal yang harus Bisma urus selesai.


Bisma tidak menyangka Mario membuktikan perkataannya, pemimpin agensi Gisella yang tidak lain paman Mario di tangkap oleh polisi tidak lama setelah Mario menyerahkan dirinya.


Sebenarnya, Bisma masih belum mengerti maksud dan tujuan Mario, tetapi Bisma tidak ingin terlalu memperdulikannya, karena yang terpenting sekarang semuanya sudah selesai.


Oh ya, selain terlibat kasus percobaan pembunuhan Erina, pemimpin agensi Gisella atau pria bernama Calvin juga terlibat kasus pelecehen seksual terhadap artis-artis agensinya.


Gisella hanya salah satu artis yang mendapatkan pelecehan itu. Karena sebenarnya semua artis dari agensi Calvin juga mengalami pelecehan itu, tapi hanya Gisella yang ketahuan publik.


"Leo, dimana mobil jemputan kita?" Tanya Bisma kepada Leo yang berdiri disampingnya, sekretaris Bisma itu menyeret dua koper sekaligus, miliknya dan juga koper milik tunangannya, Krystal.


Ya, Bisma dan Erina tidak hanya datang berdua ke pulau Dewata, Bisma meminta Leo dan Krystal menemani liburan mereka. Sementara perusahaan di tangani langsung oleh nenek Sekar.


"Sebentar lagi datang, bagaimana kalau kita mampir dulu ke solaria cafe? mungkin kalian lapar atau haus?" Leo mengusulkan karena dirinya sendiri sedang sangat kehausan.


Bisma tidak menjawab, dia langsung menoleh kearah Erina yang sepertinya sedang fokus dengan hal lain, istri Bisma itu terus tersenyum sambil memandingi sebuah album di tangannya.


Bisma mengeryitkan dahi menatap sang istri. "Sayang, apa kamu lapar?" Tanya Bisma lembut dan membuat tatapan Erina tertuju padanya.


"Mas, lihatlah apa yang Bryan tulis di album milikku." Ucap Erina tanpa mendengar perkataan Bisma barusan, wanita itu menunjukan album yang pernah Bryan tanda tangani kepada Bisma.


"Oh." Bisma melihat album tersebut tanpa menghilangkan kerutan pada dahinya, yang Bisma lihat disana hanya tulisan bahasa Korea dan Bisma sama sekali tidak bisa membacanya.


"Untuk Erina, semoga anakmu lahir sehat dan kalian hidup bahagia." Ucap Erina membantu Bisma membaca pesan Bryan pada albumnya, sesingkat itu tapi Erina merasa sangat senang.


Bisma berdehem, dia ingat pernah membohongi staff yang bekerja untuk Bryan dengan mengatakan Erina sedang hamil supaya Erina bisa cepat mendapat giliran tanda tangan idolanya.


Leo dan Krystal saling melempar pandangan, mereka tidak terlalu mengerti apa yang sedang pasangan suami-istri itu bicarakan, lalu Leo dan Krystal sama-sama mengangkat bahu mereka.


"Bayu juga mengatakan kalau apapun masalah yang kita hadapi, kita pasti akan berakhir bahagia." Ucap Erina dan membuat Bisma teringat saat empat hari lalu Bayu datang ke mansion.


Bisma benar-benar menjadi kakak ipar yang sangat buruk, selain dirinya kurang baik dalam menyambut kedatangan Bayu, bisa-bisanya Bisma melupakan bahwa hari itu Bayu datang.


Leo tiba-tiba mendesah. "Sayang sekali mobil jemputan kita sudah datang, kita tidak bisa mampir dulu ke cafe." sambil melirik suami-istri itu bermaksud menginterupsi mereka.


Namun, Bisma dan Erina bergeming, mereka berdua terlalu fokus satu sama lain dan membuat Leo mendengus, sepertinya liburan mereka hanya akan terisi oleh dunia Bisma dan Erina.


"Ya, adik mu benar, aku dan kamu akan bahagia meski ditengah masalah yang kita hadapi, lagipula kita bersama sudah lebih dari cukup." Ucap Bisma menanggapi perkataan Erina.


Baiklah, Leo harus berusaha memahami pasangan yang baru saja kehilangan calon bayi mereka, Leo menahan dirinya meskipun pria itu ingin sekali memuntahkan isi perutnya karena Bisma.


Sementara Krystal sudah duluan masuk ke dalam mobil, tepat setelah mobil jemputan mereka datang, Krystal juga merasa lapar dan haus, tapi sepertinya mereka tidak bisa mampir ke cafe.


"Tuan, saya bantu masukan kopernya?" Ucap supir yang menjemput mereka, barulah perhatian Bisma dan Erina teralihkan sehingga membuat Leo yang melihat itu mengumpat kesal.


"Terimakasih, maaf merepotkan." Ucap Bisma membalas keramahan supir itu, lalu saat melihat Leo tampak kesal, Bisma malah tidak tahu apapun dan mengajak Erina masuk mobil.

__ADS_1


××××××××××××××××××××××××××××××××××


Amnaya Resort Kuta, Bisma memilih menginap di tempat itu selama mereka liburan di Bali, kebetulan disana menyediakan jasa antar-jemput bandara sehingga Bisma tidak terlalu repot.


"Tunggu!" Ucap Erina ketika mereka akan pergi ke kamar masing-masing. Erina merasa ada yang dangkal karena hanya ada dua kunci kamar.


"Bisma, kita hanya pesan dua kamar?" Bukan Erina, melainkan Krystal yang ikut menyadari ada sesuatu yang tidak beres.


Leo mengeryitkan dahinya dan mendahului Bisma bicara. "Iya dua kamar, memang kamu ingin kita berempat tidur di kamar yang sama?"


Krystal tidak menanggapi perkataan Leo, entah kenapa Krystal mendadak teringat Leo yang pernah making love bersama wanita lain. Krystal tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.


Krystal bukan lagi wanita polos, dia tahu alasan mereka hanya memesan dua kamar. Krystal yakin supaya Leo tidur bersamanya. Karena tidak mungkin Erina dan Bisma pisah kamar.


"Mas, serius hanya pesan dua kamar? Krystal bagaimana?" Tanya Erina kepada Bisma menginterupsi penjelasan Leo, sebenarnya dia merasa kurang setuju kalau mereka hanya memesan dua kamar.


"Ya serius. biaya di tempat ini mahal, kita pesan dua kamar untuk mengirit pengeluaran." Jawab Leo mewakili Bisma bicara dan Bisma memilih untuk tidak mengatakan apapun.


Memesan dua kamar bukan keinginan Bisma, Bisma sudah berniat memesan tiga kamar supaya Leo dan Krystal bisa tidur di kamar terpisah, tapi Leo merengek dan meminta Bisma untuk membiarkan dirinya satu kamar dengan Krystal.


Krystal diam-diam mencibir, Krystal tahu Bisma tidak semiskin itu sampai harus mengirit pengeluaran liburan mereka. Lagipula, kalau tidak salah Bisma memiliki resort sendiri di Bali, kenapa mereka tidak meginap disana saja?


"Kalau begitu mana kunci kamarnya, aku dan Krystal akan pergi ke kamar kami." Ucap Erina meminta kunci itu dari Bisma.


Erina tidak mungkin egois dan membiarkan pasangan yang belum menikah tidur di kamar yang sama. Erina akhirnya memutuskan untuk tidur bersama Krystal dan dengan begitu mereka bisa tetap mengirit pengeluaran.


"Tapi Krystal ..."


"Krystal akan tidur bersama Leo." Ucap Bisma membantu Leo menjawab, lalu memegang pinggang Erina dan mengajak istrinya ke kamar.


Erina berjalan sambil melihat Leo dan Krystal yang berjalan menuju kamar lain, Erina ingin sekali menahan kepergian mereka, tapi Bisma memaksa untuk terus berjalan.


"Mas, kamu bercanda? Krystal dan Leo belum menikah! mana bisa mereka tidur di kamar yang sama!" Ucap Erina berusaha untuk protes.


"Mereka sudah tunangan." Sahut Bisma santai, dia tidak terlalu peduli meski Krystal dan Leo akan tidur di kamar yang sama. Lagipula Leo sudah sangat terbiasa tidur bersama wanita.


"Tetap saja mereka belum menikah dan tidak sepantasnya tidur bersama." Erina masih belum menyerah mengingatkan Bisma.


Tapi, Bisma masih bergeming, sepertinya suami Erina itu sengaja mentulikan telinganya, Erina benar-benar tidak habis pikir, Bisma membiarkan pasangan yang belum terikat pernikahan tidur di kamar yang sama.


"Mas, bagaimana kalau terjadi sesuatu diantara mereka nantinya?" Tanya Erina dan membuat Bisma gemas terhadap sang istri.


"Kita tidak bisa melarang pasangan dewasa melakukan apa yang mereka inginkan." Jawab Bisma masih dengan santai.


"Leo dan Krystal belum menikah!" Ucap Erina menekan setiap kata.


Bisma menghela nafas dan menghentikan langkah ketika mereka sudah tiba di depan kamar. Bisma berusaha mengabaikan perkataan Erina dengan membuka kunci kamar mereka.

__ADS_1


"Bisma!" Ucap Erina menggeram. Bisma benar-benar tidak mengerti kalau pasangan yang belum menikah tidak pantas tidur bersama.


"Sayang, aku akan menciummu kalau kamu terus protes dan komentar." Ucap Bisma mengancam, lalu Bisma membuka pintu kamar mereka.


Bisma bisa bicara lebih santai karena Erina sudah tidak terpuruk, bahkan Erina terus optimis kalau mereka akan memiliki anak. Ya, meskipun kemungkinan Erina akan hamil hanya sedikit.


Bisma masuk kedalam kamar lebih dulu meninggalkan Erina yang masih terdiam di depan kamar. Bisma diam-diam tersenyum, sepertinya sekarang Erina akan menyerah.


Tidak lama kemudian Erina mengikuti Bisma masuk ke dalam kamar, dia berdiri tepat di hadapan Bisma dan menatap wajah suaminya itu serius. Erina tidak bisa menyerah begitu saja.


"Mas, kalau kamu ingin mengirit pengeluaran, sebaiknya aku tidur bersama Krystal." Ucap Erina tidak berhenti berusaha supaya Leo dan Krystal tidak tidur bersama.


"Kamu tidak rela Leo dan Krystal tidur bersama?" Tanya Bisma mengangkat sebelah alisnya dan memicing curiga.


"Bukan tidak rela." Jawab Erina menyangkalnya.


"Lalu, apa kamu cemburu Leo tidur bersama Krystal?"


"Tidak, mana mungkin aku cemburu!" Erina kembali menyangkal tuduhan Bisma padanya.


"Kalau tidak, berarti kamu harus membiarkan mereka tidur bersama." Ucap Bisma sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Tapi --emphhh" Erina berhenti bicara karena Bisma benar-benar melakukan ancamannya, Bisma mencium bibir Erina lembut dan Erina hanya bisa pasrah menerimanya.


"Sayang, aku sudah mengingatkanmu." Ucap Bisma menyeringai ketika wajah mereka masing saling berdekatan satu sama lainnya.


"Sekarang berhentilah membahas Leo dan Krystal! kita bahas hal lain saja bagaimana?" Tanya Bisma mengalihkan dan berusaha menggoda Erina.


Tapi, berhubung Bisma dan Erina tidak menutup pintu, seseorang yang bertugas membawa koper tidak sengaja melihat kemesraan mereka.


"Maaf mengganggu, saya kesini untuk mengantar koper kalian, permisi." Ucap orang itu.


Sementara itu, Krystal tampak canggung berada di ruangan yang sama dengan Leo, dia merasa sesuatu akan terjadi, bayangkan saja pria dan wanita akan tidur di kamar yang sama.


"Leo, aku--"


"Krystal, sebaiknya kamu mandi, kita akan makan makan malam bersama Bisma dan nona Erin."


Krystal mengerjapkan mata polos, apa mungkin pikirannya terlalu berlebihan?


××××××××××××××××××××××××××××××


Masalah Gisella, Mario dan Calvin akhirnya selesai. Singkat. Semoga bisa di mengerti oleh kalian semua.


Jangan lupa meninggalkan jejak kalian: like, favorit dan share. Thanks ❤


Regards,

__ADS_1


Nur Alquinsha A.


__ADS_2