Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta
ITC #33


__ADS_3

Mata Bisma tidak bisa berhenti melirik Erina yang duduk di sampingnya, mereka sudah berada di coex artium, lebih tepatnya di sebuah ruangan yang mayoritas penghuninya para gadis.


Bisma dan Erina duduk di kursih paling belakang, Erina terus menatap ke depan dimana ada seorang pria sedang menyapa para gadis yang Bisma yakini sebagai penggemar pria itu.


Bisma tahu coex artium adalah tempat para penggemar k-pop, tidak semua penggemar k-pop berada disana, hanya mereka yang menyukai idol dari agensi tertentu yang datang kesana.


Dan Bisma dapat menyimpulkan Erina termasuk dalam penggemar itu, tapi Bisma tidak tahu mengapa Erina tidak terlalu antuasias untuk menghampiri idolanya seperti yang lain.


"Sudah selesai! Bisma, ayo kita pulang!" Ucap Erina tiba-tiba, Bisma mengerutkan dahinya.


"Tapi tujuan kita kesini ..."


"Bulan madu." Erina memotong perkataan suaminya, Bisma tertegun.


"Tujuan kita ke negara ini untuk bulan madu!" Erina memperjelas kalimatnya, Bisma menghembuskan nafas pelan.


"Erin, kamu datang kesini untuk bertemu idolamu kan? pria disana, kamu menyukai dia kan?" Tanya Bisma sambil menunjuk kearah pria yang di maksud, orang-orang di samping mereka memberi tatapan aneh.


Erina membisu, dia pikir Bisma tidak akan tahu tujuan kedatangan mereka ke coex artium, Erina hanya meminta Bisma mengantarnya kesana tanpa menjelaskan apapun, dan entah darimana Bisma bisa mengetahuinya.


"Kenapa kamu tidak menghampirinya seperti yang lain?"


"Aku ingin kembali ke hotel." Ucap Erina mengabaikan pertanyaan Bisma.


"Erin, tinggal beberapa langkah lagi kamu bisa bertatap muka dengan idolamu, kenapa kamu malah mau kembali ke hotel? kamu benar-benar tidak mau menghampirinya?"


"Tidak, Bisma! aku sudah bilang, aku ingin kembali ke hotel!"


Erina menekan setiap kata yang dia ucapkan dan beranjak dari tempat duduknya, Bisma menghembuskan nafas sejenak lalu ikut beranjak.


"Kita tidak akan kembali ke hotel tanpa mendapatkan hasil apapun." Bisma menarik tangan Erina menuju tempat idola istrinya itu berada.


"Hasil apa maksudmu, Bisma?! Lepas!" Erina berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Bisma namun tidak berhasil, tenaga Bisma terlalu kuat.


Erina ingin sekali menghampiri Bryan, tapi sesuatu telah menahannya, Bisma, kehadiran pria itu membuatnya enggan untuk menghampiri Bryan karena merasa hal itu kurang pantas.


Bisma tidak terlalu peduli meskipun banyak penggemar Bryan yang sedang memperhatikan mereka, dia hanya peduli tentang Erina yang seharusnya menghampiri sang idola.


"Bisma ..." Suara Erina melirih ketika mereka hampir sampai ke tempat Bryan.

__ADS_1


Bisma tidak mendengar dan bicara pada seseorang, sebelum akhirnya orang tersebut memberi mereka ijin untuk menghampiri sang idola.


"Bisma, aku mohon ... aku ingin kembali ke hotel."


"Saya mengajak kamu ke negara ini bukan semata-mata untuk bulan madu, saya ingin membuatmu terus merasa senang berada disini." Ungkap Bisma.


Erina kembali tertegun dan menatap kosong punggung Bisma yang berhenti melangkah di depannya, Bisma berbalik dan menatap mata Erina.


"Saya tidak tahu alasan kamu ingin kembali ke hotel." Bisma melirik Bryan sejenak dan kembali menatap Erina.


"Tapi sebelum pergi, sebaiknya kamu menyapa idolamu terlebih dahulu." Bisma melonggarkan tangannya yang melingkar pada lengan Erina.


"Bisma, kamu tidak marah?" Tanya Erina tiba-tiba, dia mengaku memang hal itu yang membuatnya enggan menghampiri Bryan.


Erina merasa tidak sepantasnya dia mengajak Bisma ke coex artium hanya untuk bertemu pria lain meskipun pria itu hanya sekedar idola baginya.


Saat ini Erina sudah menjadi seorang istri, bukan lagi gadis lajang seperti dulu, dia harus lebih mementingkan suaminya diatas segalanya.


"Erin, sebaiknya kamu jangan bercanda, banyak penggemar lain yang menunggu giliran." Bisma sedikit mendorong Erina supaya mendekati tempat duduk idolanya.


Bisma diam-diam tersenyum, Erina berpikir dirinya marah dan hal itu membuatnya senang, ternyata Erina memikirkan tentang perasaannya, tidak di sangka istrinya begitu peduli.


Erina berdehem ketika berada di depan Bryan, wanita itu terlalu gugup menghadapi idolanya, Bryan terlihat sangat tampan, terlebih saat Bryan melemparkan senyuman padanya.


"A-annyeong ..." Erina menunduk untuk beberapa detik, tapi tidak lama dia mengangkat wajahnya dan tersenyum.


"Maaf, aku tidak membawa hadiah untukmu, tapi bisakah aku mendapat tanda tanganmu?"


Bryan terkekeh, Bisma terdiam karena tidak mengerti apa yang Erina katakan, Bisma tidak menyangka istrinya bisa bicara bahasa Korea dengan lancar.


"Apa aku terlihat ingin meminta hadiah?" Tanya Bryan dengan suara rendah lalu mengulurkan tangannya.


"Kau membawa album kan? aku akan memberi tanda tangan meskipun kau tidak memberi hadiah."


Erina secepat kilat mengambil album dari dalam tas kemudian memberikan benda itu kepada Bryan dan Bryan langsung menulis tanda tangannya, Bisma hanya memperhatikan.


"Oh ya, namamu?" Tanya Bryan yang masih sibuk menulis tanda tangannya.


"Namaku Erina." Jawab Erina pelan. Bryan mengangguk dan menulis nama Erina bersama pesan singkat untuk penggemarnya itu.

__ADS_1


"Ini." Bryan mengembalikan album milik Erina dan kembali melemparkan senyuman. "terimakasih sudah datang."


"Ya, terimakasih." Erina mengambil kembali albumnya, dia berniat untuk pergi namun teringat akan satu hal dan membuatnya menahan langkah.


Erina mengambil sebuah boneka dari tasnya, beruntung dia membawa tas yang lumayan besar sehingga boneka dan albumnya bisa masuk.


"Bryan, aku mengembalikan ini padamu." Erina memberikan boneka itu kepada Bryan sementara Bryan menatap bingung padanya.


"Mengembalikan? Tapi ..."


"Terimakasih sudah menemaniku melewati masa-masa sulit, kau tahu? boneka ini sudah berjasa besar dan aku sangat berterimakasih padamu." Erina menjeda kalimatnya.


"Aku berharap kau selalu bahagia dan ... tolong sampaikan salam dari temanku kepada Julian kim, aku pergi, permisi." Erina tersenyum kemudian menarik tangan Bisma untuk pergi.


Bryan menatap bonekanya, tidak lama sudut bibirnya terangkat, boneka itu adalah doll dirinya, Bryan mulai memahami maksud wanita bernama Erina itu, Bryan berharap Erina senang dengan pesan yang dia tulis.


Bisma hanya mengikuti Erina karena tangannya ditarik, saat berhasil keluar dari ruangan tadi, Erina tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu berbalik dan memeluk Bisma.


"Erin, ada apa?" Tanya Bisma tidak mengerti pasalnya Erina belum pernah memeluknya lebih dulu, terlebih sekarang mereka berada di tempat umum. Sungguh tidak biasa.


Sebenarnya pernah dua kali Erina memeluk Bisma, tapi hanya karena Bisma sedih, sehingga tindakan Erina kali ini menimbulkan begitu banyak pertanyaan dalam pikiran Bisma.


Apa mungkin pria tadi sudah menyinggung hati Erina?! Pikir Bisma.


"Aku berhutang banyak padamu." Ucap Erina yang membuat Bisma semakin tidak mengerti, Erina melepaskan pelukannya dan melemparkan senyuman kepada Bisma.


"Terimakasih." Erina terlihat tulus saat mengatakannya, meskipun Bisma masih belum memahami maksudnya.


"Aku sudah lama ingin bertemu Bryan dan mengatakan padanya isi hatiku, sekarang kamu sudah membuatnya menjadi kenyataan."


Bisma berdehem, barusan Erina mengatakan tentang isi hatinya, apa mungkin Erina menyatakan perasaannya kepada pria tadi? Siapa namanya? Bryan!


"Bisma, karena kamu sudah berjanji akan membuktikan bahwa kamu pria baik, untuk selanjutnya aku akan lebih berusaha menjadi istri yang lebih baik untukmu, mari terus bersama untuk waktu yang lama."


Bisma tertegun, sebenarnya apa yang sedang istrinya bicarakan?!



Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau intagram (@light.queensha) Terimakasih ...

__ADS_1


Regards:


©2019, lightqueensa.


__ADS_2