
Erina tidak pernah mau stalker akun sosial media orang kecuali Bryan sebelumnya, dia merasa bahwa hal itu hanya akan membuang waktunya yang berharga. Katanya, lebih baik melihat akun sosial media Bryan yang jarang membuat postingan ketimbang stalker sosial media orang lain. Tidak penting!
Tapi, Erina memberi pengecualian untuk hari ini, dia stalker akun sosial media selain Bryan dan akun sosial media itu milik suaminya sendiri. Erina stalker akun intagram Bisma setelah mendapatkan nama akun Bisma dari internet. Padahal tadinya Erina hanya iseng mencari nama Bisma di google.
Saat ini, Erina sedang berjongkok di depan cafe sambil memainkan ponsel, dia tidak tahu apa yang sedang Bisma dan Leo bicarakan, tapi kedua pria itu belum juga keluar dari lima belas menit yang lalu. Sementara Erina sibuk stalker instagram Bisma.
Erina melihat postingan lama Bisma, dia menemukan foto Bisma bersama gadis cantik, mereka berdua tersenyum dan terlihat bahagia, lalu Erina berniat melihat caption yang terdapat pada foto tersebut, tapi sebuah suara lebih dulu mengejutkannya.
"Gadis itu Karina ..."
Erina hampir melempar ponsel ketika suara itu terdengar, Erina melihat pria yang ada di belakang tubuhnya, Leo dan Bisma, entah sejak kapan mereka disana. Erina berdiri menyembunyikan ponselnya, padahal sudah jelas-jelas wanita itu tertangkap basah.
"Erin, kenapa kamu masih disini?" Tanya Bisma mencegah Leo yang akan kembali membuka mulutnya. Bisma merasa Erina tidak perlu tahu tentang Karina dan masa lalu mereka.
Erina berdehem dan berusaha untuk menetralkan suaranya agar tidak terdengar gugup.
"Oh, Aku tidak tahu mobil Leo jadi menunggu kalian disini." Jawab Erina seadanya. Dia berusaha terlihat santai meskipun sedang menahan malu.
Bisma dan Leo saling melempar pandangan kemudian mereka berdua kembali menatap Erina.
"Maafkan saya ..." Bisma menghampiri Erina dan melingkarkan lengannya pada pinggang wanita itu dengan tangan lain yang menggeret koper.
"Tapi kenapa kamu tidak kembali dan bertanya hum?" Tanya Bisma lembut.
Bisma tidak mempermasalahkan Erina yang stalker instagram nya, dia juga tidak ingin membuat Erina merasa malu karena ketahuan menjadi stalker.
"Aku takut mengganggu kalian." Jawab Erina seadanya.
"Kamu tidak mungkin mengganggu saya." Sahut Bisma cepat.
"Saya meminta kamu duluan supaya kamu bisa istirahat di mobil." Lanjut Bisma menjelaskan.
Erina menatap Bisma seperti berkata. "Aku tahu kamu mengusirku karena ingin bicara sesuatu kepada Leo."
Bisma membalas tatapan Erina dan tersenyum.
"Dunia berasa milik berdua ya?"
Suara itu menginterupsi momen Erina dan Bisma. Sekretaris Bisma itu memperlihatkan ekspresi kesal pada wajah tampannya ketika Erina dan Bisma menatap padanya.
"Leo, dimana mobil kamu?" Tanya Bisma mengabaikan perkataan Leo barusan. Leo mendengus.
"Aku malas bicara, kalian ikuti saja aku." Ucap Leo, kemudian berjalan menuju parkiran mobilnya.
__ADS_1
Bisma menggelengkan kepala melihat kelakuan Leo. Lalu mengajak Erina untuk mengikuti Leo.
"Erin, sekretaris saya memang kadang menyebalkan, lebih baik kamu jangan mengambil hati perkataannya." Saran Bisma sambil berjalan di belakang Leo.
"Bisma, siapa Karina?" Tanya Erina tiba-tiba. Entah mengapa Erina sangat penasaran mengenai gadis yang ada di instagram Bisma sampai mengabaikan perkataan suaminya barusan.
"Putri ibu Maria." Jawab Bisma seadanya.
"Bukan itu ... maksudku, apa hubungan kalian? siapa Karina bagimu?" Tanya Erina merasa belum puas dengan jawaban Bisma.
Bisma menghentikan langkahnya dan membuat langkah Erina ikut terhenti. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Saya dan Karina tidak memiliki hubungan apapun, Karina sudah saya anggap seperti adik perempuan saya sendiri." Jawab Bisma.
"Lalu dimana Karina sekarang? Karina anak ibu Maria kan? Kenapa aku tidak pernah melihat Karina?" Tanya Erina.
Erina tidak terlalu mendengarkan perkataan Bisma, dia fokus dengan hal yang membuatnya penasaran.
Bisma memejamkan matanya sejenak, sepertinya Erina benar-benar belum mempercayai hatinya.
"Karina sudah meninggal." Jawab Bisma dan membuat Erina tertegun.
"Erin, saya belum pernah pacaran, tidak memiliki mantan kekasih, saya tidak pernah dekat dengan wanita lain selain kamu dan Karina."
"Heh! Kenapa kalian masih disana?"
Erina terdiam memandang keluar jendela mobil, dia merasa mungkin dirinya sudah melakukan kesalahan dengan terus mencurigai Bisma. Tapi bukan salah Erina kalau dia sulit mempercayai orang lain, karena luka di hati Erina penyebabnya.
"Erin ..." Bisma menepuk pundak Erina. Dia tidak tahu apa yang sedang istrinya pikirkan sampai terus melamun.
"Ya, Bisma?" Sahut Erina dan menatap Bisma yang duduk di sampingnya.
Bisma bisa melihat tatapan Erina kosong.
"Bisma, kenapa?" Tanya Erina ketika melihat Bisma terdiam.
Bisma tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Erin, boleh saya melihat handphone kamu?" Tanya Bisma spontan ketika mengingat Erina yang tadi men-stalker akun instagram miliknya.
"Oh?" Erina kemudian memberikan ponselnya kepada Bisma.
__ADS_1
Bisma mengambil ponsel dari tangan Erina, lalu memencet tombol power pada ponsel istrinya itu, dia meringis melihat wallpaper di ponsel Erina.
"Pria ini ... Bryan ..." Ucap Bisma pelan nyaris tidak terdengar oleh Erina.
"Erin, bukankah lebih masuk akal kalau saya yang mencurigai kamu dan Bryan?" Lirih Bisma dalam hatinya.
Bisma merasa iri terhadap Bryan, tanpa harus berusaha idola Erina itu sudah mendapatkan apa yang sulit untuk Bisma dapatkan dari istrinya. Sementara Bisma, sudah berusaha pun masih belum mendapatkannya.
Tadinya, Bisma meminjam ponsel Erina untuk melihat akun instagram milik wanita itu, karena meskipun mereka sudah menikah, Bisma tidak pernah tahu bahwa istrinya memiliki akun instagram.
Dan lagi, Bisma sangat penasaran mengenai apa yang Erina posting. Bisma ingin tahu pria di masa lalu Erina. Dia kepikiran tentang perkataan Leo mengenai Erina yang mungkin memiliki masa lalu yang menyedihkan.
Erina berdehem ketika mengetahui apa yang sedang Bisma lihat. "Aku belum menggantinya." Ucapnya spontan.
Bisma menoleh dan tersenyum sambil menatap Erina.
"Kenapa harus di ganti? Bryan tampan bukan?" Tanya Bisma masih dengan senyuman.
Erina merasa sesuatu terjadi kepada hatinya, dia berpikir. "Apa mungkin ini yang Bisma rasakan saat aku terus mencurigainya?"
Bisma memang tidak mengatakan hal yang memojokkan Erina, tapi sikap Bisma sangat mengganggu Erina dan membuat wanita itu merasa tidak enak.
"Erin, bagaimana kalau kita foto bersama?" Tanya Bisma tiba-tiba.
Erina menelan ludah, dia tidak pernah atau mungkin tidak suka berfoto dan sekarang Bisma malah mengajaknya foto bersama? Erina tidak percaya diri kepada kamera!
"Kita belum pernah foto bersama selain foto pernikahan, jadi bagaimana kalau sekarang kita foto bersama?" Tanya Bisma mengulangi pertanyaan yang belum Erina jawab.
Erina mendesah, namun sebelum menjawab, sebuah suara kembali menginterupsi mereka.
"Sudah cukup kalian menjadikan aku supir, jangan berfoto alay di dalam mobilku!" Ucap Leo dengan nada kesal.
Hampir saja Bisma dan Erina melupakan keberadaan Leo, sekretaris Bisma itu sudah berusaha untuk fokus menyetir, tapi melihat kelakuan Bisma dan Erina dari kaca spion membuat Leo merasa risih.
Apa semua orang akan melupakan sekitar ketika sedang bersama pasangannya?!
Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau intagram (@light.queensha) Terimakasih ...
Regards:
©2019, lightqueensa.
__ADS_1