Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 10


__ADS_3

Dan beberapa hari kemudian Mama Rehan mengabari Rehan jika beliau akan berkunjung ke rumah Rehan. Mendengar itu lantas Rehan langsung mengabari Zahra dan menyuruh Zahra untuk bersikap seakan-akan Rehan sudah bersikap selayak nya suami ke pada Zahra.


" Zahra, besok Mama akan ke rumah kita, kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?". tanya Rehan ke pada Zahra yang pada saat itu Zahra sedang menyiapkan baju kerja untuk dirinya.


" Mas, bukan nya aku sudah melakukan tugas ku sebagai istri meski bukan di depan Mama." jawab Zahra sambil memegang jas di tangan nya


Rehan pun terkejut dan hanya bisa diam, dan merasa apa yang di katakan Zahra benar, malah justru Rehan lah yang tidak bisa menjadi imam yang baik buat Zahra.


" Seharusnya kamu sendiri mas yang bersikap manis seakan-akan kamu sayang sama aku di depan Mama besok." ucap Zahra dengan wajah sedih


" Iya tentu Zahra karena itu emang rencana kita yang pura-pura bersikap suami istri di depan orang tua kita." ucap Rehan


Selesai mengurus Rehan sampai Rehan pun berangkat ke kantornya. Zahra duduk di halaman belakang rumahnya. Dia sedih melihat sikap Rehan yang setiap hari tidak bisa menghargai Zahra sebagai istri nya itu.


" Kenapa mas,kamu hanya bersikap baik cuman di depan orang tua mu?". tanya sedih dalam hati Zahra sambil duduk melamun.


Pada saat itu Dani sopir pribadinya itu sedang membersihkan halaman rumah nya dan tidak sengaja lagi melihat istri bos nya itu sedang bersedih. Dani hanya bisa melihat dari jauh karena ia takut untuk mendekati Zahra.


Keesokan hari nya Mama dan Papa pun datang ke rumah Zahra dan Rehan. Pagi itu pun Zahra sudah menyiapkan makanan di bantu oleh Bi Ana untuk menyambut kedatangan Mama dan Papa Rehan.


Setelah selesai semua akhirnya Mama dan Papa Rehan datang. Dan pada saat juga Zahra dan Rehan sudah siap menyambut kedatangan orang tuanya itu.


Ttiiiinnn....ttiiiinnnn.....

__ADS_1


suara mobil Mama dan Papa Rehan pun datang dan mendengar itu Zahra dan Rehan langsung keluar menuju pintu rumahnya.


Dan orang tua Rehan pun turun dari mobil nya .


Zahra dan Rehan pun langsung mencium tangan ke dua orang tuanya itu dan langsung menyuruh untuk masuk dan makan makanan yang sudah di siapkan oleh Zahra.


Setelah ada di ruang makan, sambil menikmati makan yang ada di depan nya. Mama Rehan bertanya tentang Zahra dan Rehan.


" Zahra,Rehan, kalian kan sudah agak lama menikah, kapan akan memberikan kami cucu?". tanya Mama Zahra


Sontak Zahra dan Rehan pun tersedak makanan mendengar pertanyaan Mama nya itu. Dan pada saat itu juga Mama dan Papa nya kaget dan menyuruh untuk segera minum.


" Ma, kita kan masih baru dapat sebulanan menikah," jawab Rehan dengan wajah memerah.


Zahra pun hanya bisa tersenyum ke pada Mama dan Papa Rehan dan dalam hati nya mengatakan.


" Gimana aku bisa kasih anak sedangkan mas Rehan pun tidak pernah menyentuh aku". ucap dalam hati Zahra sambil memakan sesuap nasi.


Setelah selesai makan dan mereka pun ngobrol sedikit dengan Zahra dan Rehan setelah itu orang tua Rehan berpamitan untuk pulang. Di situlah Rehan merasa lega karena tidak lagi berpura-pura sayang sama istri nya.


Malam pun tiba pada saat Zahra dan Rehan berada dalam kamar nya Zahra mengharap kalau Rehan akan berubah setelah mendengar ucapan Mama nya tadi tentang seorang cucu.


Tapi harapan Zahra gagal setelah melihat Rehan sedang mengambil kasur lantai dan bantal untuk dirinya tidur di bawah.

__ADS_1


" Apa yang kamu pikirkan, kenapa kamu menatap aku segitu nya?". tanya Rehan sambil memegang bantal di tangan nya.


" Gak ada kok mas." jawab Zahra malu dan langsung Manarik selimut untuk ia tidur.


Dan mereka pun tidur di tempat mereka masing-masing. Di tengah malam Zahra bangun untuk melaksanakan sholat malam ketika ia turun dari tempat tidurnya. Zahra melihat Rehan tidur dengan pulas nya dengan badan menekuk kaki nya karena menahan dingin nya malam itu. Karena Zahra tidak tega akhirnya Zahra memberikan selimut ke badan Rehan.


Pada saat Zahra menyelimuti Rehan tidak sengaja Rehan membalikkan badannya sehingga menyenggol tangan Zahra yang pada saat itu memegang selimut dan terjatuh lah Zahra ke pelukan Rehan sambil berteriak kaget.


"Aaauuuuu...". teriak Zahra bersamaan dengan jatuhnya ke pelukan Rehan.


Dengan kaget nya Rehan dan terbangun melihat Zahra berada di pelukan Rehan dan bisa sedekat ini langsung bertatapan muka dengan Zahra.


" Ternyata Zahra secantik ini bila tambah dekat dengan nya". ucap dalam hati Rehan dengan tiba-tiba punya perasaan seperti itu.


" Zahra kamu ngapain peluk aku?". bentak Rehan sambil mendorong badan Zahra.


"Tadi aku cuman mau ngasih selimut buat kamu mas karena aku lihat kamu lagi kedinginan." jawab Zahra dengan wajah pucat.


" Sok perhatian kamu Ra, pasti kamu sengaja kan dekat-dekat dengan aku." ucap Rehan


" Terserah kamu lah mas." jawab Zahra dan langsung pergi ke kamar mandi untuk ngambil wudhu.


Dan akhirnya Rehan senyum-senyum sendiri tapi karena gengsi nya Rehan tetap bersikap sinis sama Zahra karena Rehan belum menyadari kalau ia sedikit demi sedikit akan mulai suka sama Zahra dan pada saat itu Zahra sedang berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Dan lanjut lah Rehan untuk tidur sedangkan Zahra lanjut sholat malam karena sudah terbiasa Zahra melaksanakan sholat malam untuk memohon kebahagian dan kesehatan untuk keluarga nya.


__ADS_2