Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 9


__ADS_3

Dan sampailah Zahra di rumahnya, turun dari mobil nya Zahra langsung lari ke kamar nya sambil menangis tapi demi orang tua Zahra dia harus tetap kuat dan penuh keyakinan bahwa Rehan nanti nya pasti bisa berubah.


Sore pun tiba sebelum Rehan pulang kerja, Zahra selalu menyiapkan makanan untuk Rehan. Dan pada saat itu Zahra berharap kalau Rehan meminta maaf atas sikap tadi waktu di kantor.


Rehan pun datang dan Zahra langsung mengambil tas kerja nya bawaan Rehan dan Zahra langsung salaman mencium tangan Rehan suaminya itu.


" kamu udah pulang mas? aku udah siapin makanan buat kamu mas". ucap Zahra sambil memegang tas kerja nya Rehan


" Iya, tapi aku mau mandi dulu baru mau makan". jawab Rehan singkat, sambil berjalan menuju ke kamar nya.


" Ternyata mas Rehan tidak minta maaf atas kejadian tadi, ya sudah lah yang penting mas Rehan makan masakan aku." ucap dalam hati Zahra sambil menatap Rehan yang pada saat itu Rehan berjalan menuju ke kamar nya.


Setelah makan malam selesai Rehan istirahat rebahan di kamar yang sekamar dengan Zahra dan pada saat itu Zahra merasa kalau Rehan sudah berubah tapi setelah melihat Zahra juga masuk ke dalam kamar nya, Rehan pun malah mengambil bantal dan pindah ke kursi panjang yang berada di dalam kamar nya itu.


Setelah melihat sikap Rehan akhirnya Zahra sedih dan merasa kalau Rehan sangat membenci Zahra. Dan Zahra pun sempat berfikir mungkin sekertaris nya itu adalah cewek yang Rehan suka. Sehingga Rehan sangat bersikap dingin ke pada Zahra.


Sambil melamun Zahra akhirnya tertidur di atas kasur, sedangkan Rehan tidur di kursi.


Pagi pun tiba sebelum Zahra bangun ternyata Rehan sudah bangun terlebih dahulu karena emang setiap hari Minggu saat ia libur kerja, Rehan selalu lari pagi di taman dekat rumahnya itu.


Namun Rehan tidak pamit ke pada Zahra karena saat itu Zahra terlihat sedang nyenyak tidur nya . Saat Rehan olah raga lari pagi di taman ternyata ia tak sengaja bertemu dengan Linda sekertaris nya itu.


Akhirnya mereka pun ngobrol-ngobrol sambil berjalan santai dan kebetulan saat itu mereka berada dekat rumah Rehan, melihat Linda seperti nya sudah lelah akhirnya Rehan menawari Linda untuk mampir ke rumah nya.

__ADS_1


Dengan senang hati Linda menerima ajakan Rehan pada saat itu. Dan kebaikan Rehan malah di buat kesempatan oleh Linda supaya bikin Zahra berfikir yang tidak-tidak.


Zahra pun bangun dan pada saat bangun ia kebingungan dengan keberadaan suami nya yang tidak biasa nya bangun se pagi itu. Zahra turun ke lantai bawah dengan wajah kebingungan.


" Bi Ana, mas Rehan ke mana ya? sekarang kan hari Minggu,masak mas Rehan tetap ke kantor?". tanya Zahra ke pada Bi Ana yang sedang menyapu lantai.


" Tuan Rehan kan setiap libur kerja pasti olah raga di taman dekat rumah nyonya Zahra." jawab Bi Ana


Zahra hanya bisa diam dan mengangguk kan kepalanya. Dan Zahra pun langsung mandi dan tidak lupa menyiapkan sarapan untuk suami nya. Pada saat Zahra menyiapkan sarapan ternyata Rehan datang.


"Assalamu'alaikum". ucap Rehan


" wa'alaikumsalam mas, kamu udah pul..ang?". jawab Zahra dengan wajah kecewa karena ia melihat suaminya pulang dari olah raga malah bersama Linda.


" Mas, kenapa kamu bersama cewek ini?". tanya Zahra


" Zahra itu semua tidak penting ya, yang penting kita sarapan bersama, dia kan tamu kita jadi kamu juga siapkan makanan buat dia ,kita harus menghargai tamu Lo ya". jawab Rehan.


" kalau istri kamu keberatan aku mampir ke rumah kamu pak, biar saya pulang saja." ucap Linda basa basi sambil melihat ke arah Zahra


" enggak kok Lin , ayo duduk lah dan makan masakan istri saya." jawab Rehan


Zahra pun pergi ke belakang dengan pura-pura mau mencuci tangan, tapi ternyata Zahra menangis di dalam dapur nya karena ia berfikir kalau suami nya itu suka sama Linda cewek yang cantik dan seksi itu.

__ADS_1


"Zahra, ayo kita makan!". teriak Rehan


" Iya mas." jawab Zahra sambil mengusap air mata nya


Karena Zahra ingin terlihat tegar di depan Rehan dan Linda, Zahra pun datang dan duduk di samping Rehan sambil menahan sakit hati nya ia pun makan bersama dengan hati tenang dan senyum terpaksa nya itu.


Setelah makan selesai Linda pun pamit untuk pulang.


" Terima kasih ya Pak, sudah mengajak saya makan di rumah Bapak," ucap Linda ke pada Rehan yang pada saat itu berdiri di depan pintu rumah Rehan dan Zahra


" Iya sama-sama". jawab Rehan dengan senyum dan pada saat Zahra juga ada di samping nya.


" Dan untuk Ibu Zahra, terima kasih atas hidangan nya dan sudah mau menerima saya makan masakan Ibu, masakan Ibu sangattt enak". ucap Linda dengan terpaksa karena ada Rehan di depan nya.


" Iya sama-sama". jawab Zahra dengan muka terpaksa tersenyum


Linda pun pulang dan Rehan langsung mandi sedang kan Zahra langsung pergi ke halaman rumah nya dan duduk di kursi yang berada di halaman rumah nya. Zahra pun melamun dan sedih melihat sikap suami nya itu. Dan pada saat itu sopir pribadi nya Zahra melihat Zahra sedang bersedih, namun Dani sudah mengetahui apa yang sedang ada dalam pikiran Zahra.


" Maaf nyonya Zahra, mungkin ada yang bisa saya bantu supaya nyonya tenang pikiran nya?". tanya Dani sambil menghampiri Zahra


" tidak perlu Dani, saya tidak apa-apa kok, terima kasih". jawab Zahra sambil menghapus air mata nya.


Dan Zahra pun langsung masuk ke dalam rumah nya karena ia tak mau suami nya berfikir yang tidak-tidak jika melihat ia bersama Dani sopir nya itu. Dan Dani pun hanya tersenyum kecil dan menatap penuh kasian ke pada Zahra yang tidak sama sekali di hargai oleh suami nya itu.

__ADS_1


__ADS_2