Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
episode 110


__ADS_3

Sesampai di rumah nya Rehan langsung berjalan menuju ke halaman belakang rumah nya, Rehan memakamkan bayi nya di belakang rumah nya agar setiap hari dia bisa berkunjung ke makam nya, Saat itu Rehan di bantu oleh Dani dan Bi Hani. Terlihat Dani dan Bi Hani ikut berduka atas musibah yang menimpa keluarga Rehan.


Sedangkan Zahra saat itu sudah mulai menggerakkan jari jari tangan nya, Ia terlihat sudah mulai sadar, Dan saat itu juga orang tua Rehan menemani Zahra di samping nya.


"Mas....". ucap Zahra dengan mata masih terpejam.


"Pah Zahra sudah sadar". kata Mamah nya Rehan melihat ke arah Zahra.


"Iya mah ". sahut Papah nya Rehan.


"Zahra sayang ...". ucap lembut Mamah mertua nya ke pada Zahra sambil mengelus kepala Zahra.


Zahra pun mencoba membuka mata nya perlahan lahan dan ia melihat di sekeliling nya yang terlihat asing bagi nya.


"Mamah aku ada di mana?".tanya Zahra dengan wajah masih bingung.


"Mamah kenapa ada di sini, Aku lagi di mana Mah?" ucap Zahra


"Sayang kamu tenang dulu ya nak". kata Mamah mertua nya


Zahra pun seketika terdiam melihat ia saat ini seperti di dalam rumah sakit dan saat Zahra mencoba ingin menggerakkan badan nya, Ia merasa sangat sakit di bagian bawah perut nya.


"Aaauuuuu.....". seru Zahra memegang bagian perut nya. Dan seketika itu Zahra mulai ingat jika dirinya habis terjatuh di lantai.


"Mah bayi aku masih selamat kan mah?". tanya Zahra mulai sadar.


"Sayang kamu yang sabar ya". ucap Mamah mertua nya tak bisa menahan akan kesedihan nya.


"Maksud Mamah?". tanya Zahra tidak mengerti.


Mamah mertua nya pun hanya diam dan menangis, Mamah nya Rehan tidak tega menyampaikan ke pada Zahra apa yang sebenar nya telah terjadi. Akhirnya Zahra menoleh ke arah Papah mertua nya yang saat itu berdiri di samping Mamah mertua nya.


"Pah, Bayi aku gak apa apa kan Pah?". tanya Zahra dengan nada tidak kuat untuk bicara.


"Sayang, Kamu yang sabar ya nak, Allah sedang menguji kesabaran kita semua ". sahut Papah mertua nya


"Maksud Papah dan Mamah apa? kenapa tidak menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi hiks....hiks....hiks..., Bayi aku masih selamat kan Mah dan Pah". ucap Zahra berteriak histeris.


"Zahra kamu tenang dulu nak". ucap Mamah mertua nya dengan kebingungan.


"Pah cepat hubungi Rehan!". kata Bu Handayani ke pada Pak Surya.


"Baik Mah". jawab Pak Surya dan langsung menghubungi Rehan.


"Dokter ....


Dokter.....". teriak Bu Handayani.


Tak lama kemudian dokter Lisa dan suster pun datang dan menghampiri Zahra yang saat itu sedang menangis histeris.


"Bu Zahra tenang dulu ya ". ucap dokter Lisa


"Dokter katakan sama saya kalau bayi saya gak apa apa kan dok". ucap Zahra sambil menangis.


"Bu Zahra yang sabar ya, Saya dan dokter Fahmi sudah berusaha melakukan yang terbaik tapi keadaan bayi Bu Zahra memang sudah tidak bisa kita selamatkan ". ucap dokter Lisa menjelaskan


"Apa? berarti maksud dokter saya keguguran?". ucap Zahra seketika syok dan terdiam.

__ADS_1


Dokter Lisa pun hanya diam dan menganggukkan kepalanya.


"Gak mungkin dok .....


Gak mungkin aku keguguran Hhhaaahhhhh". teriak Zahra histeris


"Bu Zahra tenang dulu ya". ucap dokter nya memegang tangan Zahra


Zahra pun tetap menangis histeris sambil berteriak, Akhirnya dokter Lisa pun memberikan suntikan obat penenang. Dan seketika itu Zahra mulai lemas dan terdiam sambil menangis.


"Biarkan Bu Zahra istirahat dulu ya Bu dan Pak ". ucap dokter Lisa ke pada mamah dan Papah mertua Zahra.


"Baik dok". sahut Pak Surya


"Ayo Mah kita tunggu di luar, Biarkan Zahra istirahat dulu".Ajak Pak Surya ke pada istri nya.


Pak Surya pun menggandeng Bu Handayani berjalan menuju keluar dari ruangan Zahra, Dan duduk di kursi depan ruang Zahra di rawat. Dan beberapa lama kemudian terlihat Rehan berjalan terburu-buru menghampiri orang tuanya.


"Mah..


Pah...gimana keadaan Zahra ?".ucap Rehan dan langsung duduk di samping Papah nya.


"Tadi Zahra sudah siuman nak, Tapi dia masih syok dengan musibah yang mengalami nya sekarang, Akhirnya dokter memberikan obat penenang untuk Zahra ". jawab Papah nya dengan wajah sangat sedih.


"Ini semua gara gara aku Pah, Aku udah gagal menjadi suami dan calon ayah yang baik buat keluarga ku sendiri". ucap Rehan sambil berdiri dan perlahan jalan menuju tiang tembok yang ada di depan nya dan Rehan pun bersandar ke tiang tembok itu dengan wajah sedih penuh penyesalan.


"Maafin aku Zahra, Maaf kan aku ". ucap Rehan sambil memukul beberapa kali ke tiang tembok yang ada di depan nya dengan tangan nya hingga tangan Rehan berdarah.


Papah nya pun segera menghampiri Rehan.


"Rehan ....


"Biarkan tangan aku berdarah Pah, Karena rasa sakit ini tak seberapa yang udah aku lakukan ke pada Zahra ". ucap Rehan


"Apa yang sebenar nya terjadi, Kenapa Zahra bisa terjatuh dari tangga?". tanya Papah nya.


Rehan pun mencoba menceritakan semua nya dari awal hingga Zahra terjatuh ke pada Papah dan Mamah nya. Setelah Rehan selesai menceritakan terlihat Mamah nya Rehan sangat marah ke pada Rehan dan akhirnya Rehan pun menampar pipi anak nya itu.


"Rehan kamu benar benar keterlaluan nak, Kenapa kamu tidak mencoba mendengarkan penjelasan dari istri kamu dan malah lebih percaya sama sekertaris kamu Linda itu ". bentak Mamah nya ke pada Rehan.


"Iya Mah Rehan baru menyesal apa yang sudah saya lakukan ke pada Zahra Mah, Rehan memang bodoh Mah". sahut Rehan sambil menampar sendiri beberapa kali ke pipi nya.


"Percuma kamu punya perasaan menyesal karena semua nya sudah terjadi Rehan ...". kata Mamah nya


"Sudah sudah ....


Kita harus percaya jika di balik semua musibah ini pasti ada kebahagian yang telah menanti". sahut Papah menenangkan hati Rehan dan Mamah nya.


Dan tak lama kemudian hp Rehan berbunyi dan ternyata Firman lah yang menelpon, Karena saat itu Rehan siap siap akan pulang dari kantor nya.


"Hallo Fir". ucap Rehan mengangkat telpon nya.


"Rehan kamu kenapa? Kok seperti nya habis nangis?". tanya Firman penasaran


"Zahra keguguran Firman ". jawab Rehan dengan nada lemas


"Apa kok bisa sih Rehan ?". tanya Firman dengan perasaan kaget.

__ADS_1


" Ceritanya panjang Fir". jawab Rehan


"Ya udah kalau gitu saya samperin kamu ya, Sekarang kamu masih di rumah sakit kan?". tanya Firman


"Iya Fir ". jawab Rehan singkat dan mematikan telpon nya.


Firman pun langsung beres beres untuk menyusul Rehan ke rumah sakit. Dan saat Firman keluar dari ruangan nya dan menutup pintu nya, Terlihat Linda menghampiri Firman.


"Firman kamu mau ke mana kok kayak nya terburu buru gitu ?". tanya Linda dengan perasaan kepo


"Aku mau pergi ke rumah sakit Lin". jawab firman


"Siapa yang sakit?". tanya Linda penasaran


"Zahra keguguran dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit". jawab Firman karena saat itu firman tidak tahu jika Linda lah dalang dari semua kejadian ini.


"Apa?". ucap Linda kaget padahal dalam hati nya sangat lah senang dengan informasi ini.


"Iya maka nya sekarang aku mau ke rumah sakit ". kata Firman


"Ya udah kalau gitu aku ikut ya". ucap Linda bersemangat.


"Baiklah kalau gitu, Aku tunggu di luar". ucap Firman menunjuk ke arah luar kantor.


"Iya aku ambil tas dulu di meja kerja ku". jawab Linda.


Firman pun melangkah menuju keluar kantor sedangkan Linda berjalan menuju ke ruangan nya dan tak sengaja tubuh Firman dan Linda pun tabrakan sehingga Linda mau jatuh dan dengan sigap nya Firman langsung menangkap tubuh Linda dan mereka pun berpelukan sambil bertatapan sangat dekat.


"Kenapa tatapan Firman bikin aku deg deg an gini ya". ucap dalam hati Linda


"Linda ...


Kenapa setiap aku dekat dengan kamu, Aku selalu deg deg an kayak gini,". ucap dalam hati Firman juga.


"Eeheemmmm....". suara salah satu karyawan yang melihat Firman dan Linda saling berpelukan.


Firman dan Linda pun akhirnya melepaskan pelukan nya dan Linda berpura pura merapikan baju nya.


"Ya udah kalau gitu aku ambil tas dulu ya". ucap Linda salah tingkah.


"Baiklah ". jawab Firman menoleh ke arah Linda.


Linda pun berjalan menuju ke ruangan nya, Sesampai di dalam ruangan nya.


"Kenapa aku ya, Kok malah deg deg an gini dan kayak serba salah tingkah di depan Firman tadi.". ucap Linda berpikir.


"Aahhhh sudah lah itu tidak penting, Yang penting sekarang aku sangat bahagia karena Zahra akhirnya keguguran yeesss....". ucap Linda berbahagia.


"Uuppsss... nanti ada yang denger lagi, Ya udah lah saat nya aku harus pintar akting sedih di depan Rehan dan Zahra nanti". ucap Linda lagi sambil mengibaskan rambut nya ke belakang.


Linda pun akhirnya berjalan menuju ke mobil Firman yang berada di tempat parkir, Sesampai di depan kantor terlihat Firman sudah berdiri di dekat mobil nya dan menunggu Linda.


"Maaf ya udah lama nunggu aku". ucap Linda berdiri di hadapan firman


"Iya gak apa apa, Kita langsung berangkat ya". sahut Firman dan langsung membukakan pintu mobil nya.


"Baiklah Fir". jawab Linda sambil tersenyum ke pada Firman.

__ADS_1


Linda pun masuk ke dalam mobil Firman dan setelah itu Firman menyusul masuk ke dalam mobil nya dan berangkat lah Firman dan Linda pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Zahra.


__ADS_2