
Selama di perjalanan Linda semakin kesal dan benci dengan Zahra.
"Awas aja kamu Zahra, Kamu belum tahu, Kamu sedang berhadapan dengan siapa ". ucap dalam hati Linda sambil menyetir.
Sedangkan Zahra saat itu melanjutkan mengerjakan pekerjaan rumah nya.
"Linda kenapa bisa benci sama aku, Apa salah ku sama dia?". ucap dalam hati Zahra penuh pertanyaan.
Beberapa lama kemudian Linda pun sampai di kantor nya, Ia langsung masuk ke dalam kantor nya menuju ruangan Rehan.
"Permisi Pak Rehan ". ucap Linda sambil membuka pintu ruangan nya
"Iya Linda masuklah!". kata Rehan menoleh ke arah Linda yang saat itu sudah membawa map kuning di tangan nya.
"Ini pak berkas berkas nya". ucap Linda memberikan Map kuning nya di hadapan Rehan .
"Baiklah, Terima kasih ya". ucap Rehan
Sambil menatapi Rehan, Linda berpikir untuk mengadu tentang sikap Zahra tadi ke pada Rehan. Saat ia ingin mengatakan nya, Rehan pun mengajak ke pada Firman dan Linda untuk pergi ke ruang meeting, Karena hari sudah siang.
" Ya udah, Ayo kita ke ruang meeting sekarang !". ucap Rehan ke pada Linda dan Firman
"Iya Pak". jawab Linda dengan perasaan kesal karena ia tidak jadi mengadu tentang Zahra ke pada Rehan.
Mereka pun pergi ke ruang meeting bersama sama. Sesampai di ruang meeting terlihat sudah banyak karyawan yang sudah menunggu, Dan tak lama kemudian Rehan pun memulai meeting nya itu .Sedangkan Zahra saat itu tengah duduk santai di dalam kamar nya, Karena baru selesai membersihkan rumah nya. Dan tak lama kemudian Zahra pergi ke tempat tidur untuk istirahat dan akhirnya Zahra pun tertidur.
Sedangkan Rehan saat itu baru selesai acara meeting nya, Dan akhirnya Linda pun berpamitan untuk pergi sebentar dari ruang meeting nya itu. Dan akhirnya Rehan pun menghubungi Zahra karena ia merasa sudah rindu dengan istrinya itu.
Sedangkan Zahra saat itu tengah tidur siang dan terbangun mendengar hp nya berbunyi.
"Hallo mas" ucap Zahra mengangkat telpon nya
"Lagi ngapain Ra?". tanya Rehan
"Aku lagi tidur siang mas, Soal nya ngantuk banget ". jawab Zahra sesekali menguap
"Pasti kamu capek ya, Udah beresin rumah sendirian? Nanti aku usahain untuk cari pengganti Bi Ana selama dia gak ada ya sayang ". ucap Rehan dengan nada lembut ke pada istrinya itu.
__ADS_1
"Iya mas". jawab Zahra
Setelah Rehan merasa sudah selesai berbicara ia pun langsung mematikan hp nya, Dan Zahra pun melanjutkan tidur siang nya. Sedangkan Rehan saat itu sedang memikirkan untuk mencari pembantu di rumah nya.
"Ada apa Rehan? kok sepertinya kamu sedang ada yang di pikirkan?". tanya Firman ke pada Rehan yang saat itu memang Rehan sedang memikirkan untuk mencari pembantu sementara di rumah nya.
"Aku lagi cari pembantu sementara Fir, Soal nya Bi Ana kan lagi pulang kampung, Kasian Zahra ngerjain rumah sendirian". jawab Rehan menceritakan ke pada Firman .
Dan saat itu juga Linda mendengar percakapan Rehan dan Firman, Karena saat itu Linda sedang berdiri di depan pintu ruang meeting nya.
"Kesempatan nih, Buat bikin cewek kampung itu menderita karena sudah berani nampar pipi ku ini". ucap dalam hati Linda sambil mengelus pipi nya
Dan Linda pun masuk ke dalam ruangan meeting.
"Pak gimana kalau saya bantu cari kan asisten rumah tangga buat pak Rehan dan Bi Zahra? ". ucap Linda menghampiri Rehan dan Firman.
"Kok kamu tahu kalau aku lagi cari asisten rumah tangga?". tanya Rehan ke pada Linda
"Maaf pak, Tadi saya tidak sengaja mendengar percakapan Pak Rehan dengan Firman". kata Linda sambil tersenyum kepada Rehan
"Owh gitu, Ya udah Lin, Kalau kamu gak keberatan, Ya Carikan saja buat orang yang mau kerja di rumah saya, Tapi harus jujur dan yang harus benar-benar ingin bekerja ya". ucap Rehan dengan tegas.
" Kalau kamu sudah menemukan orang nya, Cepat kabari saya". ucap Rehan lagi
"Baik Pak". jawab Linda tersenyum
Melihat sikap Linda saat itu Firman menatapi wajah Linda yang sepertinya ia punya rencana tidak baik ke pada keluarga Rehan, Tapi Firman kurang Yakin dengan perasaan nya saat itu, Karena ia belum punya bukti jika Linda memang tidak suka dengan Zahra.
Akhirnya Rehan pun berpamitan ke pada Linda dan Firman untuk keluar dari ruang meeting nya, Dan di ruang itu hanya ada Firman dan Linda saat itu.
"Linda, Kayak nya kamu lagi senang?". tanya Firman penasaran
"Enggak kok biasa aja, Perasaan kamu aja kali Fir , Ya udah lah aku mau pergi ke ruangan ku aja lah ". jawab Linda mengalihkan pandangan dari Firman
Linda pun berjalan menuju keluar dari ruangan itu.
"Sepertinya firman curiga dengan aku, Jangan sampai dia tahu rencana ku, Mulai hari ini aku harus hati hati dengan Firman". ucap dalam hati Linda yang saat itu sedang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Tak terasa hari pun sudah sore, Saat itu Rehan sudah keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju keluar dari kantor nya. Firman pun mencoba mengejar Rehan, Setelah Firman sampai di tempat parkir, Ia melihat jika Rehan sudah masuk ke dalam mobil nya dan sudah berangkat keluar dari halaman kantor nya.
Saat itu Firman ingin membicarakan tentang tawaran Linda yang ingin membantu Rehan untuk mencarikan pembantu untuk dirinya. Dan akhirnya Firman pun juga pulang menggunakan mobil nya. Sedangkan Linda saat itu juga sudah ada di perjalanan menuju pulang, Tak lama kemudian Linda pun sampai di rumah nya, Dan ia mencoba menelpon preman yang pernah ia bayar untuk mencelakai Zahra waktu itu.
"Hallo bos". ucap preman itu mengangkat telpon nya.
"Hari ini aku kasih kamu kerjaan, tolong secepatnya kamu cari wanita yang mau bekerja sama dengan kita". ucap Linda lewat telpon nya.
"Maksud nya bos?". tanya preman itu
"Rehan saat ini sedang membutuhkan pembantu untuk sementara, Jadi saya mau kamu carikan wanita yang mau kerja jadi pembantu dan yang mau menuruti perintah dari saya". ucap Linda menjelaskan
"Untuk gaji gimana bos?". tanya preman lagi
"Masalah itu gampang , Yang penting secepatnya kamu harus dapat wanita yang aku mau itu'. ucap Linda dengan tegas
"Baik bos". jawab preman itu
Dan Linda pun mematikan telpon nya. Linda berharap jika preman itu secepatnya mendapatkan pembantu yang bisa kerja sama dengan dirinya.
Sedangkan Zahra saat itu tengah menyiapkan makan malam untuk Rehan dan selesai itu, Zahra pun mandi dan berdandan karena sebentar lagi Rehan akan pulang. Tak lama kemudian suara mobil Rehan pun terdengar sudah berada di depan rumah nya.
Zahra pun melihat Rehan dari kaca jendela nya dan ia pun langsung berjalan menuju pintu rumah nya.
"Assalamualaikum cantik". ucap Rehan ke pada Zahra yang saat itu Zahra tengah berdiri di depan pintu rumah nya, untuk menyambut kedatangan suami nya.
"Wa'alaikum salam mas". jawab Zahra tersenyum dan mengambil tas dan Jaz Rehan yang saat itu Rehan pegang
Zahra pun mencium tangan Rehan dan mengajak Rehan untuk masuk. Rehan pun masuk ke dalam rumah nya sambil merangkul Zahra. Setelah sampai di dalam Zahra pun menawari Rehan untuk minum.
"Mas Rehan mau saya bikinin teh hangat?". tanya Zahra
"Gak usah deh Ra, Aku ke kamar dulu ya, Mau mandi dulu". ucap Rehan sambil mengelus pipi Zahra
"Ya udah mas, Aku siapin air hangat nya dan pakaian nya ya mas". jawab Zahra dengan tersenyum manis ke pada Rehan
__ADS_1
"Iya sayang ". ucap Rehan merasa senang karena punya istri yang cantik dan baik hati.
Zahra dan Rehan pun berjalan pergi ke kamar nya. Karena Rehan mau mandi sedangkan Zahra membantu Rehan untuk menyiapkan air hangat yang akan di pakai Rehan untuk mandi.