
Setelah beberapa lama Zahra duduk di kursi depan ruangan ICU, Zahra pun tertidur dan Rehan pun menghampiri Zahra dan duduk di samping nya, lalu Rehan perlahan-lahan menyandarkan kepala Zahra di bahu nya.
Akhirnya Zahra tidur di sandaran bahu Rehan dan Rehan pun ikut tertidur dengan menggenggam tangan Zahra, Adzan subuh pun berkumandang, Saat itu Rehan bangun lebih dulu dan membangunkan Zahra mengajak untuk sholat subuh.
"Zahra, bangun udah subuh, kita sholat dulu yuk!". ucap Rehan membangunkan Zahra
Zahra pun langsung bangun dan mulai saat itu lah Rehan langsung berubah, Dia benar-benar berusaha untuk menjadi suami yang baik buat Zahra.
" Oh iya mas." jawab Zahra sambil menggosok-gosok mata nya.
Sebelum Zahra pergi ke musholla, Dia melihat Ayah nya sebentar dari kaca pintu nya dan karena Ayah nya lagi memejamkan matanya ia mengira kalau Ayah nya sedang istirahat.
Zahra dan Rehan pun pergi ke musholla dan selesai sholat mereka lanjut ngaji dan berdoa untuk kesembuhan Ayah nya, Sedangkan dokter dan beberapa perawat sedang memeriksa keadaan Ayah Zahra yang saat itu keadaan nya makin kritis dan tidak sadarkan diri.
Setelah Zahra dan Rehan datang dari musholla, mereka kaget karena sampai di depan ruangan ICU melihat banyak dokter dan perawat di dalam nya ,
"Mas ada apa ya mas, kok banyak perawat dan dokter di dalam?". tanya Zahra dengan wajah panik
" Mungkin mereka sedang mengecek keadaan Ayah kamu Zahra," jawab Rehan
Setelah Zahra sampai di pintu ruangan itu salah satu dokter keluar dari ruangan itu dan memberi tahukan ke pada Zahra dan Rehan tentang keadaan Ayah nya.
"Mba dan mas, Ada yang ingin saya beritahukan ke pada kalian tentang keadaan Bapak Amir," ucap dokter dengan wajah sedih
"Ada apa dok?". tanya panik Zahra
" Gini keadaan Bapak sekarang makin menurun, semua sudah kami lakukan semampu kami demi kebaikan Bapak, Tapi semua kembali ke pada yang maha kuasa, jadi kalau bisa Mba dan Mas nya berdoa dan mengaji di dekat Bapak Amir". ucap dokter
Zahra pun langsung menangis dan lemas mendengar kabar itu dan Rehan pun langsung memegang bahu Zahra agar tidak jatuh.
__ADS_1
Zahra pun di duduk kan di kursi sama Rehan karena dia lagi shok mendengar kabar dari dokter, Dan akhirnya Rehan menenangkan Zahra dan membujuk Zahra agar kuat untuk mengaji di dekat Ayah nya.
Saat itu juga Ibu Zahra dan orang tua Rehan datang dan mereka pun langsung menghampiri Zahra dan Rehan. Melihat keadaan Zahra saat itu sang Ibu juga ikut panik dan menangis.
"Zahra apa yang terjadi nak? gimana keadaan Ayah?". tanya panik Ibu Zahra
Zahra pun tidak bisa menjawab apa-apa dan semakin menangis dan akhirnya Zahra di peluk oleh Rehan yang saat itu Zahra sedang duduk di samping Rehan. Dan Rehan pun juga menjelaskan ke pada Ibu Zahra tentang keadaan Ayah Zahra saat ini.
Semakin menangis lah Ibu Zahra dan langsung masuk ke dalam ruangan suami nya, Sesampai di dalam Ibu Zahra menangis sambil memeluk dan menciumi suami nya itu.
" Jangan tinggalkan kami Yah, kami masih butuh Ayah, kamu harus kuat demi kita". ucap Ibu Zahra sambil menangis
Setelah Zahra agak tenang, akhirnya Zahra mau mengaji buat Ayah nya dan di temani oleh Rehan, Semakin tak kuasa menahan air mata saat melihat keadaan Ayah nya yang semakin sesak nafas nya.
Zahra pun mengaji di samping Ayah nya dan di temani oleh Rehan, Setelah Zahra selesai ngaji dan menutup Al-Qur'an nya, Seketika itu monitor ICU berbunyi dan beberapa dokter dan perawat pun datang ke ruang ICU dan dokter menyuruh Zahra dan Rehan untuk menunggu di luar. Zahra pun menangis histeris
Zahra pun menangis dan menggenggam tangan Ayah nya.
"Ayah hiks.....hiks...hiks....". ucap Zahra sambil perlahan-lahan pergi keluar dan melepaskan tangan Ayah nya.
" Zahra kamu tenang ya kita tunggu di luar, Biar dokter memeriksa Ayah mu dulu." ucap Rehan sambil merangkul Zahra.
Sesampai di luar ruangan Ibu Zahra sudah menangis lemas di temani oleh Mama nya Rehan. Zahra melihat dari kaca pintu ruang ICU yang saat itu semua dokter dan perawat berusaha untuk menolong Ayah nya dan beberapa lama kemudian semua dokter dan perawat yang ada di dalam ruang ICU terlihat sedang berbicara dan perawat nya pun melepaskan semua alat-alat yang ada di tubuh Ayah Zahra.
Seketika itu Zahra langsung menangis tidak percaya dengan keadaan Ayah nya saat itu dan dokter pun keluar dari ruang ICU untuk mengabarkan berita penting.
" Gimana dok Ayah saya?". tanya Zahra panik
" Maaf Bapak Amir sudah meninggal, semua usaha kami lakukan tapi Allah lebih sayang ke pada Bapak Amir". ucap dokter dengan wajah berduka
__ADS_1
Zahra pun langsung berlari masuk ke dalam dan memeluk Ayah nya dan Rehan pun mengejar Zahra dan seketika itu Zahra langsung pingsan.
Sedangkan Ibu Zahra sudah tidak sadar kan diri di depan ruang ICU yang di temani orang tua Rehan dan saudara nya.
Rehan pun menggendong Zahra keluar ruangan dan mendudukkan di kursi luar, Setelah Zahra mulai sadar, Rehan menitipkan Zahra ke pada saudara nya, Sedangkan Rehan di panggil perawat untuk mengurusi semua administrasi nya.
Setelah selesai semua Rehan pun membawa Zahra masuk ke dalam mobil karena Ayah nya sudah berada di dalam ambulance, sirine ambulance pun berbunyi berjalan menuju rumah Zahra, dan di belakang nya mobil Rehan dan keluarga nya yang mengiringi ambulance itu.
Zahra pun terus menangis selama di perjalanan dan Ibu nya berada di mobil orang tua Zahra bersama saudara nya itu, Sampailah di rumah Zahra dan rumah Zahra pun sudah banyak orang yang menunggu kedatangan jenazah Bapak Amir.
Semua orang dan saudara-saudara pun berduka atas meninggalnya Bapak Amir, Setelah selesai semua nya, Jenazah nya pun siap di makamkan dan semua keluarga dan kerabat pun mengiringi ke pemakaman.
Zahra pun ikut ke pemakaman di temani Rehan saat itu dan setelah selesai, Semua kerabat pun berpamitan untuk pulang, Dan Zahra pun menaburi bunga-bunga di atas makam Ayah nya dan sambil menangis.
"Zahra kita pulang ya hari sudah semakin sore, Kamu yang sabar biar Ayah kamu tenang di sana". ucap Rehan ke pada Zahra yang saat itu Zahra sedang menangis
" Iya mas, terima kasih kamu sudah peduli dan selalu menemani aku selama di rumah sakit sampai di makam Ayah ku" ucap Zahra
" Aku akan terus perduli dan selalu menemani kamu kemana pun kamu pergi Zahra." ucap Rehan dari hati yang paling dalam.
"Beneran mas? bukan karena Mama dan Papa kamu kan mas?". tanya Zahra tidak percaya kalau suami nya sudah berubah
"Apa aku bicara saat ini sedang ada Mama dan Papa?". tanya balik Rehan yang saat itu hanya Zahra dan Rehan yang ada di makam Ayah nya.
"Tidak ada mas". jawab Zahra.
"Ya sudah sekarang kita pulang ya". ajak Rehan sambil berdiri di pinggir Zahra
Dan Zahra pun berpamitan ke pada Ayahnya untuk pulang karena hari semakin sore, Dan Zahra pun berdiri dan tidak di sangka Rehan menggandeng tangan Zahra, Mereka pun pulang ke rumah Zahra.
__ADS_1