
******
Tak terasa Adzan subuh pun berkumandang dan tak lama kemudian Rehan pun terbangun dan melihat ke arah jam yang saat itu sudah menunjukkan jam setengah lima pagi,
"Zahra ....
Bangun yuk!". ucap Rehan membangunkan Zahra
"Iya mas". jawab Zahra sambil membuka mata nya.
"Kita sholat subuh dulu". ucap Rehan dan langsung turun dari tempat tidur nya berjalan menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Zahra masih di tempat tidur karena nunggu Rehan selesai mandi.
"Kenapa aku pusing banget ya, Apa jangan jangan aku masuk angin gara gara semalem ya". ucap dalam hati Zahra.
Dan tak lama kemudian Rehan pun keluar dari kamar mandi dan bergantian Zahra lah yang masuk ke kamar mandi sekarang untuk mandi dan mengambil wudhu.
Setelah Rehan dan Zahra selesai mengambil wudhu, Rehan dan Zahra pun sholat subuh berjama'ah. Dan tak lama kemudian mereka pun selesai sholat dan berdoa, Zahra pun bersalaman mencium tangan suami nya dan tiba tiba.
"Uuueeeeekkkkk.....". suara Zahra mau muntah.
Zahra pun berlari ke kamar mandi dan Rehan pun mengikuti nya.
"Zahra kamu kenapa ?". ucap Rehan sambil memijit leher belakang Zahra.
"Aku gak tahu mas, Kayak nya aku masuk angin karena semalem ". sahut Zahra sambil mengelap mulut nya dengan tisu.
"Ya udah kita ke dokter ya!". ucap Rehan
"Enggak mas, Aku cuman ingin istirahat aja, Males mau ngapain Ngapain". sahut Zahra lemas.
"Apa jangan jangan kamu hamil ya Ra?". ucap Rehan berpikir
"Hamil?". kata Zahra sambil mengingat tanggal ia telat datang bulan.
Zahra pun langsung pergi dan mengambil kalender kecil yang ada di atas meja dekat kasur nya.
"Iya mas ternyata aku udah telat dua Minggu lho". ucap Zahra
"Beneran Ra ?". kata Rehan dengan wajah penuh berharap
"Tapi kalau aku gak hamil gimana mas?". tanya Zahra ragu
"Ya udah kita gak usah ke dokter dulu ya, Kita beli tespek aja dan cek sendiri di rumah". ucap Rehan
"Iya juga sih mas". jawab Zahra tersenyum .
Dan beberapa lama kemudian Rehan dan Zahra pun datang dari apotik dan membawa tespek di tangan nya.
"Aku deg deg an mas ". ucap Zahra
"Gak apa apa kok sayang.....
Aku terima apa pun hasil nya nanti". jawab Rehan sambil mengelus kepala Zahra.
Zahra pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk tes urin, Dan beberapa menit kemudian Zahra pun kembali melihat dan mengambil tespek nya.
__ADS_1
Zahra pun memegang nya dan melihat ternayat hasil nya garis merah dua.
"Alhamdulliah ....". ucap syukur Zahra sangat bahagia
"Mas Rehan .....". teriak Zahra
"Iya sayang, Gimana?". ucap Rehan berlari penasaran
"Ini mas". kata Zahra sambil memberikan tespek nya ke pada Rehan.
"Zahra kamu positif ?". tanya Rehan
"Iya mas". jawab Zahra tersenyum
"Alhamdulillah Zahra ....". ucap Rehan bahagia dan memeluk Zahra.
"Aku janji akan menjaga kamu dan calon anak kita Ra ". ucap Rehan dan mengelus perut Zahra.
Dan setelah itu Rehan pun langsung mengabari keluarga nya jika Zahra sudah hamil, Terdengar orang tua Rehan sangat bahagia, Setelah itu Rehan juga mengabari Ibu nya Zahra yang ada di desa, Dan mereka semua terlihat sangat bahagia saat itu.
Rehan pun terus menciumi Zahra dan memeluk nya karena ia sangat bahagia akan menjadi seorang Ayah.
*********
Singkat cerita,,,,
Tak terasa Zahra hamil sudah memasuki sembilan bulan jalan, Saat itu Rehan dan Zahra selesai sarapan dan siap siap akan mengantar Zahra ke rumah sakit untuk melakukan USG.
"Sayang ....
Kamu udah siap ?". tanya Rehan menghampiri Zahra.
"Sayang sini aku bantu". ucap Rehan mengambil tas nya Zahra.
"Mas Rehan sabra kenapa sih, Keburu buru amat mau ke rumah sakit nya". ucap Zahra dengan wajah manyun nya itu.
"Aku udah gak sabar pengen lihat si Dede anak Papah ya". jawab Rehan mengelus perut Zahra yang sudah membesar itu.
"Iya aku tahu tapi kan mas Rehan lihat sendiri, Aku jalan nya susah loh mas dan pegel juga pinggang aku". ucap Zahra sambil memegang pinggang nya.
"Ya Ampun ....
Maaf ya sayang....tak lama lagi aku yang akan gendong bayi kita nanti biar kamu gak pegel lagi". kata Rehan menghibur Zahra.
Zahra hanya tersenyum dan akhirnya Rehan dan Zahra pun berangkat ke rumah sakit.
Sesampai nya rumah sakit, Rehan dan Zahra langsung masuk ke dalam dan bertemu dengan dokter Lisa,
Setelah itu dokter Lisa pun langsung memeriksa Zahra dan mulai lah Zahra di USG oleh dokter Lisa.
"Waahhhh Bu Zahra dan Pak Rehan sepertinya akan mempunyai dua putri yang sangat cantik nih ". ucap dokter Lisa sambil USG perut Zahra
"Maksud dokter Lisa ?". tanya Rehan kurang paham
"Lihat lah Pak, Di dalam perut Bu Zahra ada dua putri yang sudah siap akan bertemu Papah dan Mamah nya ". jawab dokter Lisa menunjuk ke arah video nya.
"Berarti Anak kita kembar dok?" tanya Zahra
"Iya Bu Zahra ". jawab dokter Lisa sambil tersenyum
__ADS_1
Rehan dan Zahra semakin bahagia saat itu dan selesai USG, Rehan dan Zahra pun langsung pulang ke rumah nya dan memberi tahu ke pada keluarga nya jika Zahra mengandung anak kembar.
*******
Beberapa Minggu kemudian, Saat itu Zahra tengah tiduran di tempat tidur sambil menunggu Rehan pulang kerja dan tiba tiba Zahra merasa sakit perut.
"Aduhhh kenapa perut ku sakit ya?". ucap dalam hati Zahra sambil mengelus lembut perut nya.
Zahra pun mencoba untuk menahan nya hingga Rehan pulang. Tapi semakin lama sakit nya semakin terasa.
"Aaauuuuu....
Kenapa perut ku semakin sakit banget". ucap Zahra lagi dan mengambil hp yang ada di dekat nya dan langsung menelpon Rehan.
"Hallo sayang ?". ucap Rehan mengangkat telpon nya
"Mas Rehan cepat pulang ya, Perut ku sakit banget mas, Aku gak Kuat mas". ucap Zahra
"Zahra kamu mau melahirkan ?" tanya Rehan panik
"Iya mungkin mas, Mas Rehan cepat pulang ".jawab Zahra dan langsung mematikan telpon nya
Rehan pun langsung berpamitan ke pada Firman untuk pulang terlebih dulu, Sedangkan Zahra saat itu di temani oleh Bi Ana dan Bi Hani.
Tak lama kemudian Rehan pun datang dan berlari masuk ke dalam kamar nya.
"Zahra ?". ucap Rehan menghampiri Zahra
"Mas aku udah gak tahan mas, Sakit banget ini". ucap Zahra menahan sakit sambil meneteskan air mata nya.
Rehan pun langsung menggendong dan membawa Zahra ke rumah sakit, Selama di perjalanan Rehan menghubungi dokter Lisa dan sesampai di rumah sakit,Zahra pun langsung di bawa ke ruang bersalin dan dokter Lisa pun telah menangani nya.
"Dokter aku mau suami aku ada di samping aku dok?". pinta Zahra ke pada dokter Lisa
"Baik Bu Zahra". jawab dokter Lisa dan menyuruh suster untuk memanggil Rehan
Kini Rehan mendampingi Zahra saat proses lahiran di dalam ruang bersalin, Sedangkan orang tua Rehan dan Zahra saat itu sudah berada di depan ruang bersalin dan sambil berdoa untuk Zahra dan bayi nya.
Firman dan Linda pun saat itu juga berada di rumah sakit menunggu Zahra lahiran.
Beberapa lama kemudian terdengar dari dalam suara tangisan bayi.
Semua keluarga Rehan dan Zahra pun terkejut dan bahagia. Ternyata kedua bayi Rehan dan Zahra sudah lahir dengan sehat dan selamat.
Rehan pun terharu bahagia melihat perjuangan Zahra saat itu, Rehan tiada hentinya mengucapkan terima kasih dan menciumi kening Zahra.
"Zahra terima kasih ya sayang atas semua perjuangan mu ini". ucap Rehan
"Iya mas kini tugas ku sudah selesai untuk membahagiakan mas Rehan dan juga keluarga mas Rehan karena saya sudah memberikan anak untuk mas Rehan ". ucap Zahra tersenyum
Setelah itu Rehan mengadzani kedua putri nya yang sangat cantik dan lucu itu dan semua keluarga Rehan dan Zahra pun melihat dan menggendong putri kembar Rehan dan Zahra. Begitupun Firman dan Linda juga ikut bahagia melihat Rehan dan Zahra mempunyai putri kembar yang sangat cantik itu.
Kedua putri kembar Rehan dan Zahra Akhirnya di beri nama Shavira dan Shavina.
Kini keluarga Rehan dan Zahra sangat lah berbahagia, Dan Rehan semakin sangat mencintai Zahra hingga akhir hayat nya.
***********TAMAT*********
Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mengikuti novel IMAM UNTUK ZAHRA hingga selesai, Terima kasih atas like dan dukungan nya, Tanpa dukungan dari kalian, Author tidak akan semangat untuk meneruskan karya nya dan Mohon maaf jika alur dan ending cerita tidak sesuai keinginan pembaca , Karena pikiran orang berbeda beda😀😀😀, Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT.
__ADS_1