Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 33


__ADS_3

Sampai lah Rehan dan Zahra di rumah Zahra, Mama dan Papa Rehan pun kaget melihat kedekatan Zahra dan Rehan saat itu, Dan saat itu orang tua Rehan berpamitan ke pada Zahra dan keluarga nya kalau orang tua Rehan harus kembali ke kota.


"Zahra, Mama dan Papa harus kembali ke kota hari ini, Kamu yang sabar ya nak." ucap Mama Rehan sambil memeluk Zahra


" Iya Ma". jawab Zahra


" Dan kamu Rehan, Untuk beberapa hari ini kamu tinggal di rumah Zahra ya sampai semua nya selesai". ucap Mama nya ke pada Rehan


"Iya Ma, Mama dan Papa hati-hati ya di jalan". jawab Rehan


Setelah itu orang tua Rehan berpamitan ke pada Ibu Zahra yang saat itu terbaring lemas di tempat tidur karena masih tidak percaya kalau suaminya sudah tiada.


"Sholehah kamu yang sabar ya, Suami mu sudah tenang di sana, dan hari ini aku dan suamiku harus kembali ke kota, kamu jaga diri baik-baik ya". ucap Mama Rehan ke pada Ibu Zahra


Ibu Zahra pun hanya menangis dan orang tua Rehan pun bersalaman dengan semua saudara-saudara Zahra yang ada di rumah nya. Dan akhirnya orang tua Rehan pulang menggunakan mobil pribadi nya.


Selama di rumah Zahra, Rehan belajar hidup sederhana, Rehan pun dengan senang hati menjalani nya. Selama Rehan berada di rumah Zahra, Rehan menyuruh Firman teman nya itu untuk membantu Linda menyelesaikan pekerjaan di kantor nya.


Setelah beberapa hari kemudian Zahra sudah mulai sehat kembali dan pagi hari itu Zahra ingin pergi ke pasar menggunakan sepeda motor nya, Saat Zahra siap-siap mau berangkat ternyata Rehan keluar dari kamar nya dan menghampiri Zahra.


"Zahra kamu mau kemana?". tanya Rehan


"Kamu udah bangun mas? aku mau ke pasar mas mau belanja." jawab Zahra


" Ya udah aku antar ya". ucap Rehan


" Tapi aku naik sepeda motor mas, Emang kamu bisa?". tanya Zahra


"Ya bisalah Ra, Ya udah aku siap-siap dulu ya." ucap Rehan sambil masuk ke dalam kamar nya.


Dan Zahra pun menunggu Rehan di depan rumah nya, Tidak lama kemudian Rehan pun keluar dan berjalan menuju ke Zahra.

__ADS_1


"Sudah siap mas?". tanya Zahra


" Sudah, ayo kita berangkat." jawab Rehan sambil mengajak berjalan ke arah sepeda motor nya.


Dan mereka pun pergi ke pasar menggunakan sepeda motor, Zahra pun merasa senang karena baru kali ini dia bisa sedekat ini dengan Rehan. Dan di tengah perjalanan Rehan sedang menikmati udara di pagi hari dengan mengendarai sepeda motor.


Dan saat itu Zahra berboncengan dengan Rehan dengan posisi Zahra tidak berpegangan ke Rehan dan dengan sengaja Rehan tiba-tiba menarik gas sepeda motor nya dan Zahra pun kaget karena tiba- tiba sepeda motornya berlaju dengan kencang.


"Aaauuuuuuu....." .teriak Zahra kaget


Rehan pun tertawa kecil melihat reaksi Zahra saat itu,


" Kok kamu ketawa sih mas, kamu sengaja ya biar aku jatuh?". ucap Zahra


" Maka nya pegangan Zahra". jawab Rehan sambil menarik tangan Zahra dan menaruh nya di pinggang Rehan. Zahra pun senyum-senyum malu melihat sikap Rehan saat itu.


Mereka pun pergi ke pasar dan mulai saat itu Zahra dan Rehan sudah mulai memberanikan diri untuk tampil sebagaiman suami istri.


Sesampai di rumah nya Zahra langsung masak untuk Rehan dan keluarga Zahra, Sedangkan Rehan langsung masuk ke dalam kamar nya untuk mandi. Setelah Zahra selesai masak, Zahra pun langsung memanggil Rehan dan Ibu nya dan juga adek nya Zahra untuk makan bersama, Saat itulah Rehan mulai dekat dengan keluarga Zahra.


Sudah beberapa hari Rehan dan Zahra tinggal di rumah Zahra, Saat malam pun tiba saat itu Zahra sedang melipat baju dan Rehan pun menghampiri Zahra.


" Zahra, aku ingin bicara sesuatu sama kamu". ucap Rehan sambil menghampiri Zahra dan duduk di samping Zahra.


"Ada apa mas?". jawab Zahra dan berhenti melipat baju nya.


" Kita kan sudah lumayan lama di sini, Dan kerjaan ku banyak di kantor Ra, gimana kalau Ibu dan adek kamu kita ajak untuk tinggal bersama kita?". ucap Rehan


" Iya juga sih mas, Nanti aku bicarakan dulu sama Ibu ya mas ".jawab Zahra


" Ya udah kamu selesaikan dulu pekerjaan mu itu, aku mau istirahat dulu". ucap Rehan sambil naik ke atas kasur untuk tidur

__ADS_1


Dan Zahra pun terdiam dan memikirkan ucapan Rehan itu, Dan Zahra pun melanjutkan melipat baju nya dan selesai itu dia langsung tidur di samping Rehan.


Pagi pun tiba Zahra bangun terlebih dahulu karena harus menyiapkan sarapan buat keluarga nya, Setelah Zahra selesai masak dan menyiapkan makanan di meja makan, Saat itu Ibu Zahra menghampiri Zahra.


" Pagi Bu". ucap Zahra ke pada Ibu nya yang saat itu sedang berjalan menuju ke ruang makan.


"Pagi juga Zahra, kamu sudah selesai masak nak?". tanya Ibu Zahra


" Nih baru selesai Bu, Bentar lagi mas Rehan ke sini kok Bu dan kita makan bareng ya". jawab Zahra tersenyum ke pada Ibu nya


Tidak lama kemudian Rehan pun datang dan menyapa Ibu Zahra yang saat itu Ibu Zahra duduk di ruang makan, Dan setelah ngumpul semua ternyata adik Zahra yang belum datang dan akhirnya Zahra memanggil adik nya untuk makan,


Mereka pun makan bersama setelah makan, Ibu Zahra saat itu tengah duduk santai di depan rumah nya dan Zahra pun menghampiri Ibu nya.


" Ibu lagi apa?". ucap Zahra sambil duduk di samping Ibu nya


" Gak ada kok nak". jawab Ibu nya.


" Bu, ada yang ingin Zahra bicarakan sama Ibu?". ucap Zahra dengan wajah sedih


" Ada apa nak, katakan lah!". jawab Ibu nya sambil memegang bahu Zahra


" Saya dan mas Rehan kan sudah lumayan lama di sini Bu, Dan kebetulan mas Rehan banyak kerjaan di kantor nya, Saya jadi gak enak sama mas Rehan, Dan mas Rehan mengajak Ibu dan adik ikut bersama kita tinggal di kota?".ucap Zahra sambil memegang tangan Ibu nya.


" Zahra, kalau kamu ingin kembali ke kota, Silahkan nak, Ibu paham kok apa yang kamu dan Rehan pikirkan tentang Ibu dan adik mu, Tapi Ibu tidak bisa kalau harus meninggalkan rumah ini Ra, karena rumah ini penuh kenangan bersama Ayah kamu," jawab Ibu Zahra dengan meneteskan air mata nya karena teringat Almarhum suami nya


" Iya Bu, Tapi Zahra tidak tega jika harus meniggalkan Ibu dan adik di sini". ucap Zahra sedih


" Zahra kamu sekarang kan sudah menikah, jadi kamu harus menemani suami mu kemana pun dia pergi, Termasuk tinggal di rumah suami mu, Ibu gak apa-apa kok, Nanti kalau adik mu sudah liburan, Insya Allah kita akan berkunjung di rumah kamu dan Rehan". ucap Ibu nya ke pada Zahra agar Zahra tidak kepikiran sama Ibu dan adik nya.


Zahra pun hanya menganggukkan kepalanya dan memeluk Ibu nya sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2