Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 18


__ADS_3

Pagi pun Rehan pun sudah berangkat ke kantor nya dan Zahra saat itu sedang duduk santai di depan halaman rumah nya, saat ia tengah santai hp Zahra berbunyi dan ternyata Diana menelpon Zahra.


" Hallo Assalamu'alaikum Diana?". ucap Zahra saat mengangkat telpon nya.


" Wa'alaikumsalam Zahra" jawab Diana


" Ada apa Diana?". ucap Zahra


"Gini Ra, barang gamis-gamis saya kan baru datang , saya bingung cari model buat promosi gamis terbaru saya ini, karena kan orang yang biasa jadi model gamis saya sekarang lagi sakit."jawab Diana dengan nada sedih


"Terus apa yang bisa aku lakukan Diana?". tanya Zahra


" kamu kan cantik dan berhijab juga jadi gimana kalau kamu jadi model nya?". ucap Diana


" Diana kamu yang benar donk, masak aku sih, aku kan gak bisa bergaya pas pemotretan nanti". jawab Zahra dengan nada minder


" Zahra tolonglah saya ya, masalah gaya nanti kita ajari dan atur". paksa Diana ke pada Zahra


" eemmmmm iya udah tapi aku ijin dulu sama suami ku ya". ucap Zahra


" oke oke, terima kasih ya Zahra dan saya tunggu kabar selanjut nya ya". jawab Diana dengan senang nya.


Dan setelah itu Zahra langsung menghubungi Rehan yang saat itu Rehan sedang mengecek berkas yang di bawa oleh Linda. Dan saat Zahra menghubungi Rehan dan hp Rehan berbunyi ternyata saat itu Rehan pergi ke toilet. Dan di ruangan itu hanya ada Linda dan Linda pun dengan lancang nya mengangkat telpon dari istri bos nya itu.


"Hallo Zahra, ada yang bisa saya bantu". ucap Linda dengan sengaja bikin hati Zahra sakit.


" Maaf ini siapa ya, ini kan hp mas Rehan dan mas Rehan mana?".jawab Zahra bingung dan kaget.


" Mas Rehan mu lagi ke toilet dan Rehan menyuruh saya untuk mengangkat telpon dari kamu ini, mungkin dia males bicara sama kamu dan pastinya tidak penting." ucap Linda memanasi hati Zahra.

__ADS_1


Mendengar omongan Linda akhirnya Zahra mematikan telpon nya dan dia kelihatan sangat sedih dan terasa air mata Zahra jatuh dengan menahan kesedihan nya itu, dan saat itu Dani sopir pribadi nya itu melihat kesedihan Zahra, dengan berani nya Dani menghampiri Zahra karena sudah tidak tahan melihat ia terus bersedih.


" Maaf nyonya Zahra mungkin nyonya butuh jalan-jalan agar tidak sedih lagi ." ucap Dani


" terima kasih tapi aku tidak apa-apa kok".jawab Zahra dan Zahra langsung menghapus air mata nya, Zahra saat itu berfikir kalau Rehan ada hubungan dengan Linda. Makanya dia tidak suka sama Zahra dan bersikap dingin ke pada Zahra.


Sedangkan Linda langsung menghapus daftar panggilan Zahra di hp Rehan, Dan Rehan pun keluar dari toilet dan tidak melihat perubahan tempat hp nya itu jadi Rehan tidak tau jika Linda mengangkat telpon dari Zahra.


Dan Rehan pun melanjutkan pekerjaan nya.


Dan sore pun tiba Zahra saat itu sedang duduk di dalam kamar nya, dia merenungi apa yang sebenar nya Rehan dan Linda sembunyikan dari dirinya. Terdengar lah bunyi mobil Rehan yang sedang berada di depan rumah nya dan Zahra pun langsung bergegas melihat dari jendela kamar nya itu.


Zahra pun langsung turun ke bawah untuk menyambut kedatangan suami nya itu, Zahra pun pasang wajah agak murung karena dia ingin Rehan menjelaskan tentang kejadian tadi yang saat itu Rehan tidak tau apa-apa.


"Assalamu'alaikum ". ucap Rehan sambil masuk ke dalam rumah nya.


" kenapa kamu Zahra?". tanya Rehan.


"Mas Rehan masih bertanya aku kenapa?,"tanya balik Zahra ke pada Zahra.


karena Rehan emang tidak tau apa yang sudah di lakukan oleh Linda di kantornya saat Rehan pergi ke toilet tadi.


" Udahlah Zahra langsung jelasin aja ada apa? aku capek baru pulang kerja dan kamu malah bikin aku tambah capek dengan sikap kamu kayak gini". ucap Rehan


" Tadi aku telpon mas Rehan, tapi kenapa malah mas Rehan nyuruh orang lain untuk mengangkat nya?". tanya Zahra.


" emang kamu telpon aku kapan dan ada apa?". tanya balik Rehan dan sambil melihat daftar panggilan di hp nya. Dan hasil nya sudah tidak ada karena sudah di hapus oleh Linda. Rehan pun menunjukkan daftar panggilan nya ke pada Zahra bahwa tidak ada panggilan masuk atas nama istrinya itu.


Zahra pun terdiam dan seperti nya percuma juga Zahra jelasin karena Rehan pasti tidak akan percaya. Tapi Zahra tidak putus asa dia berusaha untuk cerita tentang sifat Linda itu.

__ADS_1


" Tapi mas tadi itu saya..." ucap Zahra untuk menjelaskan yang sebenar nya kalau Linda tadi yang angkat telpon nya. Tapi Rehan malah memotong penjelasan Zahra.


"Udah ya Zahra aku capek dan lapar, mending kamu siapin makan buat aku, dan sekalian aku mau mandi dulu." jawab Rehan sambil berjalan menuju ke kamar nya.


Zahra pun kesal dengan kelakuan Linda itu ke pada nya, Zahra cuman ingin menjelaskan apa yang terjadi dan sekalian Zahra ingin tau tentang hubungan Linda dan Rehan. Tapi belum waktu nya karena Rehan tidak mau mendengarkan pembicaraan Zahra.


Dan makan malam pun tiba, saat mereka tengah menikmati makanan nya, Zahra bernekat untuk tanya Linda.


" Mas boleh gak aku tanya sesuatu?". ucap Zahra


" Boleh kok tapi jangan yang aneh-aneh ya". jawab Rehan


" Menurut mas Rehan, Linda itu gimana sih orang nya?". tanya Zahra


" Dia Pekerja keras dan baik sih menurut ku." jawab singkat Rehan.


" Dan juga cantik kan mas?". tanya Zahra penuh penasaran.


" cantik sih." jawab Rehan dengan singkat dan tanpa ada perasaan apa pun ke pada Linda.


" kenapa kamu tanya Linda? udah lah Zahra jangan berpikir yang tidak-tidak, aku dan Linda itu gak ada apa-apa, dia itu cuman sekertaris aku." ucap Rehan ke pada Zahra


Zahra pun sedikit lega mendengar penjelasan Rehan yang sudah mulai terbuka ke pada Zahra. Tapi Zahra masih penasaran tentang Linda dan Rehan kenapa selalu berdua.


" Sebenar nya masih banyak yang ingin aku tanyakan mas, tapi ya udahlah mungkin lain kali aja lagian mas Rehan kelihatan capek." ucap dalam hati Zahra sambil menatap senyum ke pada Rehan.


Dan mereka pun melanjutkan makan malam nya dan setelah itu mereka langsung istirahat.


Saat Zahra merapikan tempat tidurnya, Mama Rehan menelpon Rehan dan mengabari kalau besok Mama nya akan tinggal sementara di rumah Rehan. Karena saat itu Papa Rehan sedang ada kerjaan di luar kota, Kaget lah Rehan mendengar itu.

__ADS_1


__ADS_2