Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 43


__ADS_3

Sesampai di kantor Rehan sudah di sambut oleh Firman, Rehan pun turun dari mobil nya. Dan saat itu juga Firman menghampiri Rehan.


"Rehan gimana keadaan Zahra?". ucap Firman


"Kabar dia baik kok". jawab Rehan dengan wajah sedikit kusut


"Rehan kamu beruntung punya istri Zahra, Karena dia wanita yang benar-benar menghargai suami nya". ucap Firman


"Maksud kamu apa?". tanya Rehan


"Sebenar nya tadi Zahra menolak aku antar ke rumah nya, Karena dia menjaga perasan mu Han , Dan akhirnya aku memaksa Zahra untuk aku antar, Karena ku lihat luka Zahra semakin banyak ngeluarin darah, Dan kebetulan juga taksi saat itu tidak ada yang lewat, Aku takut terjadi sesuatu ke pada Zahra dan akhirnya Zahra mau ku antar pulang". ucap Firman menjelaskan.


Mendengar penjelasan Firman, Rehan pun hanya diam dan menyesali karena sudah marah dan berpikir yang tidak-tidak ke pada Zahra. Dan mulai saat itu Rehan percaya ke pada Firman jika ia tidak ada perasaan apa-apa ke pada Zahra.


" Apa benar seperti itu Fir?". tanya Rehan dengan wajah penyesalan


"Benar Rehan, Maka nya kamu jaga dia dan jangan marah sama Zahra". ucap Firman menepuk bahu Rehan


Rehan pun hanya diam dan mengangguk kan kepalanya.


"Terima kasih ya Fir". ucap Rehan


"Sama-sama Rehan". jawab Firman


Rehan dan Firman pun masuk ke dalam kantor nya dan di saat itu Linda sudah mendengar semua percakapan Rehan dan Firman, Karena Linda saat itu berada di belakang Rehan dan Firman.


"Dasar Firman bodoh, Seharusnya itu kesempatan buat kamu dekat sama Zahra, Eh kamu malah bikin hubungan Rehan dan Zahra makin lengket aja".ucap Linda dalam hati dengan wajah kesal


Linda pun akhirnya masuk ke dalam kantor nya. Sesampai di dalam ia melihat Rehan sedang mengerjakan pekerjaan di meja depan.



"Benar-benar tampan kamu Rehan, Tapi kenapa kamu malah lebih milih cewek kampungan itu di banding aku". ucap dalam hati Linda dengan menatap kagum wajah Rehan.


Dan Linda pun menghampiri Rehan dan menyapa Rehan saat itu.


"Selamat pagi Pak?". ucap Linda sok manis

__ADS_1


"Iya selamat pagi juga Linda". jawab Rehan


"Mungkin ada yang bisa saya bantu Pak?". tanya Linda basa basi


"Tolong kamu nanti urus berkas dan jam untuk meeting besok pagi". ucap Rehan


" Siap Pak". jawab Linda


Setelah itu Linda pun masuk ke dalam ruangan nya dan Rehan pun melanjutkan pekerjaan nya.


Sedangkan Zahra saat itu duduk sendiri sambil menangis karena masih kepikiran dengan Rehan, Dan akhirnya Bi Ana menghampiri Zahra,


"Nyonya Zahra tidak apa-apa kan?". tanya Bi Ana menghampiri Zahra


"Aku tidak apa-apa kok Bi, Aku hanya kepikiran sama mas Rehan, Mas Rehan pasti marah banget sama aku Bi". ucap Zahra sedih


" Tadi nya aku saja yang ke pasar, Pasti Tuan Rehan tidak akan marah sama nyonya dan nyonya tidak akan kecelakaan gini, Dan saya yakin kalau Tuan Rehan marah karena tidak mau nyonya kenapa-kenapa". ucap Bi Ana mengelus bahu Zahra.


"Aku hanya ingin mas Rehan makan masakan aku Bi, Dan aku hanya ingin ke pasar sendiri karena aku udah biasa sejak di desa". ucap Zahra


Zahra pun hanya diam mendengar ucapan Bi Ana.


"Apa iya mas Rehan sayang sama aku?". tanya dalam hati Zahra


Dan Bi Ana pun permisi untuk pergi ke dapur.


"Kalau butuh apa-apa, Nyonya panggil aku aja ya, Saya permisi ke belakang dulu". ucap Bi Ana


"Iya Bi, Terima kasih ya". ucap Zahra


"Iya nyonya Zahra'. jawab Bi Ana dan pergi meninggalkan Zahra duduk sendiri di ruang depan.


Dan Rehan pun baru selesai mengerjakan semua pekerjaan nya, Saat itu Rehan tengah duduk santai di dalam ruangan nya, Rehan saat itu sedang memikirkan keadaan Zahra, Rehan sebenar nya ingin menelpon dan bertanya tentang keadaan nya tapi Rehan masih belum siap untuk bicara dengan Zahra.


Karena Rehan merasa bersalah ke pada Zahra , Karena sudah marah-marah tadi dan langsung meninggalkan nya. Karena pikiran Rehan tidak tenang, Akhirnya Rehan memutuskan untuk pulang lebih dulu, Rehan pun saat itu tengah beres-beres untuk persiapan mau pulang. Dan Rehan berjalan keluar dari ruangan nya, Sesampai di depan ruangan nya ia bertemu Firman.


"Rehan kamu udah mau pulang?". tanya Firman

__ADS_1


"Iya Fir, Aku ingin segera bertemu Zahra karena aku khawatir dengan keadaan nya, Lagi pula semua pekerjaan ku sudah selesai ". jawab Rehan


"Iya sudah Han, Hati-hati ya". ucap Firman


"Terima kasih Fir".ucap Rehan


Firman pun hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, Sedangkan Rehan langsung berjalan menuju keluar dari kantor nya. Selama di perjalanan Rehan memikirkan bagaimana untuk memulai bicara ke pada Zahra.


Sesampai di tengah perjalanan Rehan melihat ada toko bunga dan akhirnya Rehan berhenti dan membeli buket bunga mawar untuk Zahra sebagai tanda minta maaf Rehan.


"Semoga aja Zahra suka dengan bunga ini". ucap Rehan mencium bunga yang ia beli


Rehan pun masuk ke dalam mobil nya dan menaruh bunga itu di kursi samping Rehan.


Sedangkan Zahra saat itu tengah duduk santai di kursi ruang depan. Dan saat Zahra mendengar suara mobil, Ia langsung berdiri dan melihat ke arah luar dan ternyata mobil Rehan.


Zahra pun bingung karena Rehan pulang sebelum jam pulang kerja.


"Kok mas Rehan udah pulang, Ada apa ya?". ucap Zahra sambil berdiri melihat ke arah Rehan


Dan Rehan pun keluar dari mobil nya dengan membawa buket bunga mawar, Terkejutlah Zahra melihat Rehan membawa buket bunga mawar itu.


"Mas Rehan membawa buket bunga mawar untuk siapa ya? Masak iya buat aku, bukan nya mas Rehan marah sama aku ?". ucap Zahra bingung


Dan Rehan pun masuk ke dalam rumah nya dan Rehan melihat Zahra tengah berdiri di depan kaca jendela ruang tamu.



"Zahra kamu ngapain di sana?". ucap Rehan


Zahra pun menoleh ke arah Zahra dengan wajah tersenyum


"Aku lagi duduk-duduk mas dan aku mendengar suara mobil mas Rehan datang, Mas Rehan kok sudah pulang?". tanya Zahra


"Aku pulang dulu karena ingin memberikan bunga ini untuk mu Ra, Sebagai minta maaf aku sama kamu karena tadi pagi saya sudah marah-marah sama kamu". ucap Rehan memberikan bunga untuk Zahra .


Zahra pun sangat senang karena baru kali ini Rehan memberikan buket bunga mawar yang sangat indah untuknya, Meski bunga itu bukan tanda cinta ke pada Zahra tapi sebagai tanda minta maaf.

__ADS_1


__ADS_2