
Pagi pun tiba seperti biasa Zahra menyiapkan sarapan dan pakaian untuk Rehan bekerja. Setelah semua selesai saat Rehan mau berangkat kerja, Zahra meminta izin untuk pergi karena harus belanja keperluan sehari-hari.
" Mas, nanti Zahra ijin untuk pergi belanja karena keperluan dapur dan yang lain sudah menipis." ucap Zahra sambil mencium tangan Rehan yang pada saat itu Rehan mau berangkat kerja.
" Baik lah, kamu pergi saja bersama Dani sopir pribadi kita." jawab singkat Rehan ke pada Zahra yang ada di depan nya.
Zahra pun tersenyum dan langsung siap-siap untuk pergi belanja. Meski sudah ada asisten rumah tangga Zahra memilih untuk memasak sendiri dan belanja sendiri karena Zahra sudah terbiasa sejak tinggal di desa.
Dan berangkatlah Zahra bersama sopir nya itu dan setelah sampai. Zahra langsung turun dari mobil nya dan saat Zahra menutup pintu mobil ada seorang wanita yang sedang kecopetan tas nya.
" Tolongggg..... copet...!". teriak wanita itu saat di rampas tas nya.
Melihat pencuri itu lari dengan membawa tas curian nya itu dan ternyata pencuri itu lari di depan Zahra yang pada saat itu Zahra berdiri di dekat mobil nya. langsung kaki Zahra menghalangi si pencuri itu yang sedang berlari di depan Zahra dan akhirnya pencuri itu jatuh dan tas nya terlempar.
Langsung lah Zahra mengambil tas punya wanita itu dan pencuri nya pun langsung lari.
Dan Zahra langsung mendekati wanita itu yang pada saat itu wajah nya kaget dan ketakutan.
" Mbak gak apa-apa kan? ini tas nya mbak!". ucap Zahra sambil memberikan tas nya ke pada wanita itu.
" Saya gak apa-apa kok, terima kasih ya sudah menolong saya, oh ya perkenalkan nama saya Diana".jawab wanita itu yang bernama Diana dengan tersenyum ke pada Zahra.
" Iya sama-sama mbak, dan nama saya Zahra." jawab Zahra dengan senyum
" Sepertinya kamu bukan asli orang sini ya?". tanya Diana dengan menatap penampilan Zahra yang berhijab sederhana itu.
" Iya Diana saya dari desa, saya ke sini karena ikut suami." jawab Zahra.
__ADS_1
Dan kebetulan Diana adalah wanita yang mempunyai sebuah butik dan kebetulan butik Diana tidak jauh dari pasar itu dan Diana pun memberikan alamat butik nya dan menawari kapan pun boleh bermain di butik Diana itu.
Dan Zahra pun dengan senang hati ingin sekali bermain dan melihat butik Diana itu.
Saat itulah mereka menjadi teman baik, Tapi karena saat itu Zahra masih banyak yang ingin di belanjakan jadi Zahra harus belanja terlebih dahulu karena takut keburu Rehan pulang kerja.
" Ya sudah mungkin lain kali aku pasti mampir ke butik kamu Dian". ucap Zahra
" Pintu butik ku selalu terbuka buat kamu Zahra". jawab Diana sambil tersenyum
" ya sudah aku mau belanja dulu ya". ucap Zahra sambil pamitan ke pada Diana
" okey Zahra hati-hati ya". jawab Diana sambil melambaikan tangan nya.
Zahra pun pergi berbelanja kebutuhan nya sedang kan Dani menunggu di tempat parkir.
Di perjalanan Zahra tidak sengaja melihat Rehan sedang makan di sebuah restoran tapi saat itu Rehan sedang makan dan sekalian ketemuan dengan salah satu rekan kerja nya.
karena rekan kerja yang lain masih dalam perjalanan tapi Rehan pada saat itu pergi bertiga tidak berdua dengan Linda karena saat itu salah satu karyawan nya yang ikut bersama Rehan dan Linda ia sedang pergi ke toilet.
" Dani coba berhenti sebentar." ucap Zahra menatap ke arah sebuah restoran yang pada saat itu Zahra sedang berada dalam mobil dan sambil memukul pundak Dani yang sedang menyetir.
" Baik nyonya Zahra, apa anda ingin memesan makanan?". tanya Dani sambil menoleh ke arah Zahra.
"Dan ternyata benar itu mas Rehan tapi kenapa sama cewek itu kamu mas, kenapa kamu selalu bersama dia". ucap Zahra dalam hati sambil menatap Rehan dari dalam mobil nya dan Zahra pun meneteskan air mata nya.
Dan ternyata Dani melihat kesedihan Zahra dan Dani pun juga melihat bos nya itu bersama cewek cantik. Dani pun juga berfikir sama seperti apa yang di pikirkan Zahra pada saat itu.
__ADS_1
" Kita pulang Dani." ucap Zahra sambil menangis
" Baik nyonya Zahra." jawab Dani
" jangan panggil aku nyonya saat tidak ada mas Rehan karena aku juga manusia yang biasa hidup sederhana, panggil saja aku Zahra." ucap Zahra sambil menghapus air mata nya
" Tapi nyonya Zahra aku kan seorang sopir yang di gaji oleh suami mu". jawab Dani
" Umur kita pun juga tidak jauh beda jadi ya udah lah panggil saja aku Zahra di belakang mas Rehan." ucap Zahra
" Baik nyo, eehh baik Zahra ." ucap Dani sambil menyetir mobil
Sesampai di rumah Zahra langsung lari ke kamar nya dan tidak menghiraukan belanjaan nya ia sangat sedih tentang apa yang ia lihat tadi. Dia sangat sakit hati melihat sikap suami nya itu .
Sesampai di kamar nya Zahra pun menangis dan saat itu juga ternyata orang tua Zahra yang ada di desa menelpon Zahra bergegas lah Zahra saat hp nya berbunyi dan setelah melihat bahwa Ibu nya yang menelpon akhir nya Zahra langsung menghapus air mata nya dan Zahra pun mencoba menenangkan diri nya sebelum ia mengangkat telpon dari Ibu nya.
" Hallo assalamu'alaikum Ibu?". ucap Zahra dengan pura-pura senang
" wa'alaikumsalam salam Zahra, gimana kabar kamu sekarang nak?". tanya Ibu Zahra
" Alhamdulillah Bu kabar Zahra baik kok, oh iya kabar Ibu dan Ayah dan juga adek gimana Bu?". tanya balik Zahra
" Alhamdulillah nak kabar kita baik-baik kok, Ayah kamu juga sudah mulai membaik kok nak." jawab Ibu Zahra sambil tersenyum kecil ke pada Zahra.
" Zahra rindu sekali hidup bersama keluarga Zahra di desa Bu tapi belum bisa ke sana karena mas Rehan masih sangat sibuk." ucap Zahra dengan nada sedih tapi Zahra tidak mau terlihat sedih di depan orang tua nya.
" Zahra yang sabar ya nanti kan kalau udah Rehan libur kamu bisa ke sini nak." jawab Ibu Zahra dengan senyuman
__ADS_1
" Iya Bu." jawab Zahra.
Setelah selesai menelpon akhirnya Zahra tak kuasa menahan air matanya, Zahra pun menangis lagi dengan memeluk hp yang ia pegang saat itu. Zahra rasa nya ingin sekali bercerita tentang sikap Rehan terhadap Zahra cuman Zahra tidak mau menambah pikiran ke pada Ibu dan Ayah nya. Apa lagi Ayah nya sedang sakit jantung ,Zahra tidak ingin terjadi yang tidak ia inginkan nanti nya jika Zahra bercerita tentang sikap suaminya itu ke pada orang tua Zahra.