Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
episode 106


__ADS_3

"Tapi maaf ya Bi aku gak bisa apa apa karena ini udah keputusan mas Rehan ". ucap Zahra ke pada Bi Hani


"Ya udah kalau gitu nyonya ". jawab Bi Yuni menundukkan kepalanya.


" Kamu yang sabar ya Yun ". sahut Bi Hani mengelus bahu Bi Yuni


"Iya Han". jawab Bi Yuni menoleh ke arah Bi Hani.


Dan tak lama kemudian Rehan pun datang membawa amplop putih di tangan nya.


"Ini Bi, Uang pesangon Bi Yuni ". ucap Rehan memberikan amplop putih nya ke pada Bi Yuni.


"Tuan Rehan benar benar memecat saya?". ucap Bi Yuni seperti tidak percaya yang di lakukan Rehan kepada nya.


"Sekali lagi saya minta maaf ya". ucap Rehan


"Baiklah Tuan Rehan".Jawab bi Yuni dan mengambil amplop yang di berikan oleh Rehan saat itu.


Bi Yuni pun langsung pergi ke kamar nya untuk beres beres barang nya dan Bi Hani pun menyusul Bi Yuni ke kamar nya.


"Yun maafin aku ya, Aku gak bisa bantu kamu ". ucap Bi Hani mendekati Bi Yuni


"Gak apa apa kok Han, Ini emang salahku kok, ". jawab Yuni menoleh ke arah Hani


Yuni dan Hani pun berpelukan dan setelah itu Bi Yuni pun langsung berpamitan ke pada Rehan dan Zahra yang saat itu tengah duduk di ruang tamu.


"Tuan Rehan dan nyonya Zahra saya pamit pulang dulu ya ". ucap Bi Yuni bersalaman ke pada Rehan dan Zahra


"Iya Bi hati hati ya di jalan". ucap Zahra


"Iya nyonya ". jawab Bi Yuni dan langsung berjalan keluar dari rumah Rehan dan Zahra.


Bi Yuni pun merasa kesal saat itu, Ia berjalan kaki mencari angkot yang lewat dan saat itu juga hp nya berbunyi.


"Siapa sih yang nelpon ". ucap Bi Yuni sambil mengambil hp nya yang berada di dalam tas nya, Setelah Bi Yuni memegang hp nya dan melihat ternyata Linda lah yang menelpon.


"Hallo bos". ucap Bi Yuni mengangkat telpon nya.


"gimana Yuni rencana kamu pagi ini?". tanya Linda dengan wajah penasaran


"Gagal bos ". jawab Bi Yuni singkat.


"Kok bisa gagal sih Yun ?". tanya Linda dengan wajah kecewa.


"Kok bisa gagal, Ya gagal lah karena kemauan bos Linda itu tidak mudah ". ucap Bi Yuni dengan nada tinggi.


"Kamu nya aja yang bodoh, Gak bisa mikir". kata Linda dengan wajah marah.


"bos Linda tahu gak sekarang saya lagi di mana?".tanya Bi Yuni

__ADS_1


"Emang kamu lagi di mana?". tanya balik Linda


"Aku lagi di pinggir jalan bawa tas besar yang berisi baju baju saya ". ujar Bi Yuni


"Emang kamu ngapain di pinggir jalan bawa tas besar gitu?". tanya Linda yang masih tak mengerti jika Bi Yuni sudah di pecat oleh Rehan


"Ya aku di pecat bos sama Tuan Rehan ". jawab Linda dengan nada kesal.


"Apa? kamu di pecat ?" .ucap Linda terkejut mendengar nya.


"Iya aku di pecat gara gara mau mencelakai nyonya Zahra dan calon bayi nya itu ". jawab Bi Yuni


"Berarti kamu ketahuan Yun, Ya Ampun kalau kamu keluar dari rumah Rehan, Gimana aku bisa cari informasi tentang Rehan dan Zahra kalau kamu di pecat". ucap Linda bingung


"Ya mana aku tahu itu urusan kamu, Yang pasti Tuan Rehan sangat cinta sama istrinya dan calon bayi nya itu, Jika ada yang macem macem sama istri dan calon bayi nya, Tuan Rehan tidak segan segan ngelaporin orang itu ke polisi loh ". ucap Bi Yuni menakut nakuti Linda


"Udah kamu gak usah nakut nakutin saya Yun, Kamu nya aja yang penakut dan bodoh ". Sahut Linda


". Ya udah kalau gak percaya, Pokok nya pagi ini dan secepat nya kamu bayar saya selama saya kerja sama kamu, Karena aku akan segera pulang ke kampung ". ucap Bi Yuni lagi.


"Perasaan selama kamu bekerja sama saya, Rencana kamu gak ada yang sukses, malah minta bayaran ". kata Linda dengan nada kesal


"Kalau kamu gak bayar saya , Saya bisa kok menceritakan ke pada Tuan Rehan semua kebusukan kamu itu". ucap Bi Yuni mengancam Linda


"hheeeemmmmm baiklah kalau gitu, Kita ketemuan di tempat biasa ". jawab Linda dan mematikan telpon nya.


"Dasar pembantu bodoh, Kerja kayak gini aja gak bisa malah minta bayaran ". ucap dalam hati Linda dengan penuh amarah.


Sedangkan Rehan dan Zahra saat itu masih duduk santai di ruang tamu.


"Mas Rehan....


Kenapa mas Rehan tidak mencoba memberi satu kesempatan buat bi Yuni bekerja di sini?". tanya Zahra karena ia tidak tega melihat Bi Yuni saat itu.


"Zahra ....


Aku gak mau dia nanti nya bekerja seenak nya, Dan kalau aku ngasih kesempatan untuk bi Yuni, Aku takut kalau dia masih ceroboh dan malah membahayakan kamu dan calon anak kita sayang ". ucap Rehan memegang perut Zahra


"Iya juga sih mas". jawab Zahra


"Ya udah kita sarapan dulu ya!". ajak Rehan sambil memegang tangan Zahra


"Ayo mas". kata Zahra sambil tersenyum.


Rehan dan Zahra pun akhirnya pergi ke meja makan dan di sana terlihat Bi Hani sedang merapikan sarapan nya di atas meja makan.


"Silahkan Tuan dan nyonya, Sarapan nya udah siap". ucap Bi Hani ke pada Rehan dan Zahra.


"Terima kasih ya bi ". ucap Rehan dan Zahra sambil tersenyum.

__ADS_1


Rehan pun menarik kursi dan mempersilahkan Zahra untuk duduk dan setelah itu Rehan dan Zahra pun menikmati sarapan nya sambil mengobrol santai, Dan tak lama kemudian Rehan dan Zahra selesai makan, Rehan pun langsung berpamitan ke pada Zahra untuk berangkat ke kantor. Zahra pun mengantar Rehan sampai di depan rumah nya.


"Sayang aku ke kantor dulu ya,Jangan lupa istirahat dan makan siang nya nanti". ucap Rehan


"Iya mas". jawab Zahra bersalaman dan mencium tangan Rehan


"Ya udah aku berangkat dulu ". kata Rehan sambil mencium kening Zahra


"Iya mas hati hati ya ". ucap Zahra tersenyum


"Iya sayang ". jawab Rehan tersenyum kembali.


Rehan pun langsung berjalan menuju ke mobil nya dan terlihat Dani sudah membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Rehan masuk ke dalam mobil nya, Dan Rehan pun kangsung berangkat ke kantor nya.


Sesampai di depan kantor nya Rehan langsung berjalan menuju ke ruangan nya dan terlihat Firman sudah menyambut nya di depan pintu masuk. Rehan dan Firman pun langsung berjalan menuju ruangan Rehan. Dan tak lama kemudian Linda pun juga baru sampai di kantor, Karena barusan Linda masih ketemuan dengan Bi Yuni, Dan masalah Bi Yuni sekarang sudah selesai, Setelah Bi Yuni dapet bayaran dari Linda, Bi Yuni langsung pulang ke kampung nya.


"Aku harus tanya sama Rehan, Kenapa dia tidak memberi kesempatan ke pada Bi Yuni". ucap dalam hati Linda sambil berjalan menuju ke ruangan Rehan.


Sesampai di depan pintu ruangan Rehan, Linda langsung mengetuk pintu nya.


"Permisi Pak Rehan". ucap Linda sambil membuka pintu nya.


"Iya masuk lah!". ucap Rehan menoleh ke arah pintu nya.


Linda pun masuk ke dalam ruangan Linda dan saat itu juga Firman berpamitan untuk keluar dari ruangan Rehan. Dan saat itu di dalam ruangan Rehan hanya ada Linda dan Rehan saja.


"Ada apa Linda ?". tanya Rehan


"Pak Rehan memecat Bi Yuni?". tanya balik Linda.


"Iya Linda, Emang nya ada apa?". tanya Rehan lagi.


"Kenapa Pak Rehan tidak memberi kesempatan sama sekali ke pada Bi Yuni, Dan kejadian itu kan emang tidak di sengaja Pak". ucap Linda


"Saya gak mau tahu Linda, Itu di sengaja atau tidak, Yang pasti Bi Yuni sudah ceroboh dan itu sangat membahayakan Zahra dan bayi dalam kandungan nya". jawab Rehan dengan tegas.


"Tapi Pak.....".


"Sudah Linda kalau kamu ke sini hanya mau membahas itu mending kamu keluar dari ruangan saya sekarang !". ucap Rehan memotong pembicaraan Linda.


"Baik Pak ". jawab Linda dengan wajah sangat kesal ke pada Rehan.


Linda pun langsung berjalan keluar dari ruangan Rehan dan sesampai di depan pintu ruangan Rehan terlihat Linda sangat marah saat itu.


"Sialan,,,,Berlebihan banget sih Rehan itu, Segitu nya banget ia ke pada istrinya ". ucap dalam hati Linda penuh emosi.


Dan tiba tiba ada OB yang ingin masuk ke dalam ruangan Rehan untuk mengantar minuman buat Rehan.


"Permisi Bu Linda, Saya mau ngantar minuman untuk Pak Rehan ". ucap OB itu karena Linda berdiri menghalangi jalan OB itu untuk masuk ke dalam ruangan Rehan.

__ADS_1


"Waahhhh kebetulan nih ada minuman untuk Rehan, Apa aku suruh OB ini untuk masukin obat tidur buat Rehan ya". ucap dalam hati Linda sambil menatap senyum ke arah minuman yang di pegang OB saat itu.


OB itu pun hanya diam dan menatap ke arah Linda saat itu.


__ADS_2