Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 7


__ADS_3

Papa Rehan juga berpesan ke pada keluarga Zahra untuk jangan sungkan-sungkan jika ada apa-apa. karena Rehan juga sudah menjadi anak nya Sholehah dan Amir juga jadi jika terjadi sesuatu pada Ayah Zahra semua biaya pengobatan nya biar Rehan yang menanggung. Orang tua Zahra pun tersenyum sambil mengucapakan terima kasih dan saling berpelukan.


Sampailah Zahra dan kelurga suaminya di sebuah kota di mana tempat tinggal Rehan dan orang tuanya tinggal sekarang. karena Rehan sekarang sudah punya istri jadi Rehan sudah tidak tinggal serumah lagi dengan Mama Papa nya lagi. Dan pada saat itu orang tua Zahra mengantar Zahra terlebih dahulu ke rumah baru nya Rehan dan juga Zahra.


"Selamat datang Zahra sekarang rumah ini menjadi rumah baru buat Zahra dan Rehan ya !". ucap Mama Rehan sambil tersenyum ke pada Zahra yang ada di depan nya .


Zahra pun akhirnya senang dan terharu karena orang tua Rehan sangat baik dan memperlakukan seperti anak nya sendiri.


Dirumah baru nya Zahra dan Rehan sudah ada asisten rumah tangga nya dan juga sudah di siap kan sopir untuk nanti nya Zahra kalau keluar di saat suami nya Rehan tengah bekerja.


Setelah masuk ke dalam rumah yang mewah itu Zahra di perkenalkan ke pembantu nya yang bernama Bi Ana dan sopir pribadi nya yang bernama Dani. Dan ternyata sopir pribadi untuk Zahra masih seumuran dengan Rehan Dan kemudian Mama Rehan langsung mengantar ke kamar Zahra dan Rehan yang berada di lantai atas.

__ADS_1


"Zahra, Rehan Mama dan Papa pamit pulang dulu ya, biar Zahra bisa istirahat." ucap Mama Rehan


" Iya Ma". jawab Zahra dan Rehan tidak sengaja menjawab bersamaan.


"Waahhhh berarti udah pengen istirahat bersama ya kalian, buktinya kompak banget jawabnya,maklum lah pengantin baru ya Pa". jawab Mama Rehan tersenyum sambil menyenggol Papa nya yang ada di dekatnya itu


Malam pun tiba saat nya Rehan dan Zahra makan malam dan makanan nya pun sudah di siapkan oleh pembantu nya yang bernama Bi Ana itu dan mereka berdua pun makan bersama dan Zahra pun mengambil piring dan nasi untuk suami nya itu.


Zahra pun hanya diam dan langsung mengambil piring lagi untuk dia sendiri. Dan akhirnya bi Ana dan sopir ya kaget melihat sikap tuan nya itu kepada istri nya dan saat itu juga Rehan menjelaskan ke pada pembantu nya dan juga sopir nya itu tentang pernikahan nya dengan Zahra.


" oh ya saya ingin bilang sesuatu ke pada Bi Ana dan Dani jangan pernah mengadu apa-apa ke pada Mama dan Papa tentang apa yang kalian lihat ini, anggap aja aku dan Zahra baik-baik saja gimana selayaknya seorang suami dan istri". ucap Rehan kepada pembantu dan sopir nya itu

__ADS_1


" Dan satu lagi, kalau sampek kalian bilang yang tidak-tidak sama Mama dan Papa,saya jamin kalian tidak akan bekerja di sini lagi". ucap lagi Rehan ke pada Bi Ana dan Dani yang sedang berdiri di depan nya.


"Baik tuan". jawab Bi Ana dan Dani sambil menunduk kepalanya. Karena mereka butuh banget pekerjaan itu dengan terpaksa mereka menuruti pesan dari Rehan bos nya itu.


" Dan untuk kamu Zahra, bukan nya kita sama-sama tidak saling suka kan,kita hanya di paksa menikah sama orang tua kita jadi kita harus terlihat saling cinta di depan orang tua kita nanti." ucap Rehan ke pada Zahra yang sedang menikmati makan malam nya itu.


" Iya mas aku ngerti tapi aku akan tetap melaksanakan tugas seorang istri mas." jawab Zahra dengan nada lembut.


"Terserah kamu lah". ucap kembali Rehan kepada Zahra.


Selesai makan malam Zahra pun langsung pergi ke kamar nya dan ternyata Rehan tidur di kamar sebelah yang ada di samping kamar Zahra. Sambil berbaring Zahra melamun karena ia ingat keluarga yang ada di desa dan khawatir dengan keadaan Ayah nya. Meskipun setiap hari Zahra menelpon keluarga nya yang adadi desa. Dan akhirnya Zahra pun tertidur sedangkan Rehan suami Zahra sibuk dengan pekerjaan ia di perusahaan nya dan sampai Rehan tertidur di meja kerja nya.

__ADS_1


__ADS_2