Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 72


__ADS_3

Zahra pun membersihkan meja makan nya, Dan saat itu juga Bi Yuni menghampiri Zahra dan terlihat jika Zahra sedang mengangkat mangkok besar yang berisi sayur sup nya itu.


"Bu Zahra kok sup nya masih banyak?". tanya bi Yuni pura-pura tidak tahu.


"Iya Bi, Sayur nya asin banget, Tapi tadi aku udah masak enak kok, Tapi kenapa asin ya?". ucap Zahra sambil menatap ke arah Bi Yuni


"Mungkin Bu Zahra tadi kecapean kali, Jadi gak tau rasanya lagi asin apa enggak". jawab Bi Yuni mencari alasan


"Iya mungkin gitu". ucap Zahra sedikit curiga dengan Bi Yuni


"Ya udah Bu Zahra, Biar aku aja yang bersin meja makan nya, Bu Zahra istirahat aja". ujar Bi Yuni mencari simpati agar Zahra tidak curiga dengan dirinya.


"Oh iya udah ". jawab Zahra tersenyum dan menaruh sayur sup nya di atas meja makan nya.


Zahra pun pergi ke kamar nya untuk istirahat. Sedangkan Bi Yuni saat itu mencicipi sayur nya karena ia penasaran dengan rasanya.


"Emmmmm bener-bener asin ternyata ya ". ucap Bi Yuni dengan perasaan senang .


Saat Zahra tengah tiduran di atas kasur nya, Tiba tiba hp nya berbunyi dan ternyata Ibu Zahra yang sedang menelpon nya.


"Assalamualaikum Bu?". ucap Zahra mengangkat telpon nya.


"Wa'alaikum salam nak, Gimana kabar kamu dan nak Rehan di sana?". tanya Ibu Sholehah


"Alhamdulillah kabar kita baik Bu, Ibu sendiri dan adek gimana?". tanya balik Zahra


"Alhamdulillah kabar kita baik juga kok nak, Zahra apa kamu masih belum ada tanda tanda hamil nak?". Tanya Ibu Sholehah


"Belum Bu, Zahra biasa biasa aja". jawab Zahra


"Ya udah Zahra jangan lupa berdoa ya dan tetap berusaha, Karena sepertinya orang tua Rehan sangat menginginkan cucu dari Rehan anak semata wayang nya itu". ucap Ibu Sholehah menasehati Zahra


"Iya Bu Zahra juga berpikir seperti itu, Tapi kalau Zahra tidak bisa hamil gimana Bu ?". tanya Zahra dengan perasaan sedih dan takut.

__ADS_1


"Ssssttttttt Zahra tidak boleh berpikir seperti itu, Kamu harus yakin kalau kamu bisa nak, Hanya saja belum waktu nya, Harus semangat dong anak Ibu, Jangan menyerah ". kata Ibu Sholehah menenangkan hati Zahra dan memberi semangat.


"Iya Bu, Zahra akan selalu berusaha dan berdoa ". jawab Zahra tersenyum lagi


Setelah Zahra dan Ibu nya lama mengobrol, Zahra pun mematikan telpon nya. Dan Zahra pun merenungi ucapan Ibu nya yang sampai saat ini Zahra belum ada tanda tanda hamil, Karena tidak terasa Rehan dan Zahra sudah dapat Tiga bulan jalan dari hari merayakan satu tahun nya pernikahan mereka.


Tak terasa hari pun sudah sore saat itu Zahra bangun tidur siang dan mau siap siap untuk menyiapkan makan malam untuk Rehan,


"Aku akan masakin makanan yang enak untuk mas Rehan ". ucap dalam hati Zahra sambil memakai hijab di depan kaca rias nya, Dan saat itu juga hp Zahra berdering dan ternyata suaminya yang menelpon nya.


"Assalamualaikum mas?". ucap Zahra mengangkat telpon nya.


"Wa'alaikum salam Zahra, ". jawab Rehan dengan nada lembut


"Ada apa mas?". tanya Zahra


"Zahra, Malam ini kamu gak usah masak ya, Kita makan di luar aja". ucap Rehan berniat untuk mengajak Zahra jalan jalan . Karena seharian hanya di rumah saja.


"Zahra bukan gitu, Aku gak mau kamu kecapean, Maka nya nanti malam kaku mending siap siap dandan yang cantik, Karena aku akan ngajak kamu makan di luar sambil kita jalan jalan menikmati udara di malam hari". ucap Rehan menghibur Zahra


"Oh gitu ya mas, Ya udah mas". jawab Zahra merasa tidak enak sudah menuduh suami nya yang tidak tidak.


"Nanti malam aku pulang sekitaran jam 7 malam karena pekerjaan ku masih banyak, Nanti aku kabari lagi ya sayang". ucap Rehan ke pada Zahra


"Iya udah mas". jawab Zahra dengan tersenyum


Rehan pun mematikan telpon nya dan melanjutkan menyelesaikan pekerjaan nya bersama Firman dan karyawan yang lain termasuk Linda juga. Dan saat itu juga Linda mendengar percakapan Rehan dan Zahra lewat telpon nya.


"Si Rehan ngapain masih romantis gitu sama Zahra, Bukan nya Bi Yuni tadi pagi udah bikin Rehan meninggalkan Zahra begitu saja". ucap dalam hati Linda sambil berpikir


"Awas aja kalau Yuni bohong sama aku". ucap Linda lagi.


Dan Linda pun melanjutkan pekerjaan nya bersama Rehan dan Firman saat itu.

__ADS_1


Sedangkan Zahra saat itu tengah membereskan kamar nya, Setelah itu Zahra langsung mandi dan siap-siap untuk makan malam bersama Rehan. Sedangkan Bi Yuni saat itu tengah mengepel lantai dan setelah itu akan siap-siap untuk pulang. Karena hari sudah mulai petang.


Beberapa lama kemudian Rehan pun sudah selesai dan siap siap akan pulang menjemput istri nya.



Rehan pun berjalan keluar menuju ke mobil nya, Yang saat itu berada di tempat parkir, Dalam perjalanan menuju mobil nya, Rehan pun sambil memegang hp nya karena akan menghubungi Zahra.


"Zahra apa kamu udah siap?". tanya Rehan lewat telpon nya


"Iya mas, Aku udah siap kok". jawab Zahra yang saat itu sedang duduk di dalam kamarnya


"Ya udah aku jemput kamu sekarang ya". ucap Rehan lagi yang saat itu Rehan sudah berada di dalam mobil nya.


"Iya mas, Aku tunggu di depan rumah ya". ucap Zahra


"Iya sayang". jawab Rehan dan mematikan telpon nya. Dan Rehan pun berangkat untuk menjemput Zahra


Sedangkan Zahra saat itu langsung siap-siap dan turun ke bawah menuju ke depan rumah nya. Beberapa lama kemudian suara mobil Rehan pun terdengar dan terlihat sudah memasuki halaman rumah nya.



Dan Zahra saat itu sedang duduk santai di kursi depan rumah nya menunggu kedatangan Rehan, Dan akhirnya Rehan pun keluar dari mobil nya, Sedangkan Zahra berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan menghampiri Rehan.


"Duhhh cantik nya istriku ini". ucap Rehan memuji Zahra yang saat itu Rehan sedang berdiri di samping mobil nya.


"Eemmmmm mas Rehan bisa aja deh". kata Zahra dengan wajah tersenyum


"Emang bener kok istriku cantik banget malam ini, Ayo silahkan masuk putri cantik ". ucap Rehan lagi dengan membukakan pintu mobil nya.


"Terima kasih suami ku yang ganteng". kata Zahra memuji balik suami nya, Dan Zahra pun langsung masuk ke dalam mobil nya,


Dan Rehan pun menutup pintu nya dan berjalan menuju pintu mobil satu nya yang akan Rehan tempati. Setelah Rehan sudah masuk ke dalam mobil nya, Rehan pun menyalakan mesin mobil nya Dan berangkatlah Rehan dan Zahra untuk makan malam di sebuah restoran yang ada di kota nya.

__ADS_1


__ADS_2