Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 31


__ADS_3

Rehan dan Zahra pun langsung menuju ke rumah sakit, Sesampai di parkiran rumah sakit Zahra sudah tidak sabar ingin segera turun dari mobil nya, Setelah Rehan mematikan mesin mobil nya, Zahra pun langsung turun dari mobil nya, Dan Rehan pun bergegas turun dari mobil nya juga dan mengejar Zahra.


" Mas ruangan Ayah di mana ya?". tanya Zahra sambil berjalan mencari ruangan nya.


" Sabar ya Zahra kita tanya dulu ke perawat nya". jawab Rehan sambil menggandeng Zahra tanpa Rehan sadari.


Dan mereka pun pergi menuju loket pendaftaran dan Rehan pun bertanya ruangan atas nama Ayah Zahra.


"Permisi mbak mau tanya saya mau jenguk Bapak saya yang sedang di rawat di sini?". tanya Rehan ke pada perawat yang berada di loket pendaftaran itu.


" Mau jenguk atas nama siapa ya mas?". tanya perawat


"Mau jenguk atas nama Bapak Amir mbak". jawab Rehan


"Sebentar ya, saya cek dulu". ucap perawat nya


Setelah di cek ternyata atas nama Ayah Zahra berada di ruang ICU.


" Atas nama Bapak Amir sekarang sedang berada di ruang ICU".ucap perawat ke pada Zahra dan Rehan.


" Oh iya terima kasih mbak". ucap Rehan


Sedangkan Zahra kaget mendengar kalau Ayah nya berada di ruang ICU, Zahra pun langsung berjalan menuju ke ruangan itu dan Rehan pun tetap mendampingi Zahra.


Sesampai di ruang ICU, Zahra melihat Ibu nya sedang duduk di kursi depan ruang ICU bersama saudara nya itu dengan wajah sedih,


" Ibu?". teriak Zahra sambil berlari menghampiri Ibu nya.


" Zahra ". ucap Ibu nya sambil berdiri dan menoleh ke arah Zahra


Zahra pun langsung memeluk Ibu nya dan menangis, Rehan pun tak kuasa melihat kesedihan Zahra dan keluarga nya. Dan Rehan pun bersalaman ke pada Ibu dan saudara Zahra.


"Ayah mana Bu?". tanya Zahra


" Ayah mu di nyatakan kritis nak, hiks....hiks...hiks....". jawab Ibu Zahra sambil menangis dan menunjuk ke arah ruangan Ayah nya

__ADS_1


Dan Zahra pun berjalan perlahan-lahan menuju ke ruangan Ayah nya dan sesampai di depan ruangan ICU, Zahra melihat dari kaca pintu nya ternyata Ayah nya sedang terbaring lemah dengan badan yang di penuhi alat- alat medis.


Semakin lemas lah Zahra melihat keadaan Ayah nya dan tak kuasa menahan air mata nya, Melihat keadaan Zahra yang semakin drop akhirnya Rehan menghampiri Zahra dan memeluk Zahra.


Saat itu Zahra belum boleh untuk masuk ke dalam ruangan ICU di karenakan jam kunjungan sudah habis, Zahra pun hanya bisa melihat dari kaca pintu nya.


Dan Rehan pun menyuruh Zahra untuk duduk sambil menunggu jam kunjungan di berikan lagi oleh dokter untuk keluarga nya. Zahra pun duduk di depan ruangan ICU dengan keadaan menangis di pelukan Rehan.


Mulai saat itulah Rehan dan Zahra tidak ada kata gengsi dan malu lagi sebagai suami istri.


Dan beberapa lama kemudian jam kunjungan di berikan lagi oleh dokter yang menangani Ayah Zahra. Dan saat itu Zahra terlebih dahulu masuk ke ruangan ICU itu.


Zahra pun masuk dalam keadaan menangis dan Zahra langsung menghampiri Ayah nya yang saat itu badan nya di penuhi alat-alat, Zahra pun duduk di kursi dekat Ayah nya sambil menggenggam tangan Ayah nya.


" Ayah, ini Zahra sudah ada di hadapan Ayah, tolong buka mata Ayah buat Zahra, hiks,,,hiks,,,hiks,,,". ucap Zahra sambil menciumi tangan Ayah nya.


"Zahra sangat rindu suara Ayah dan senyuman Ayah, Zahra mohon cepat sembuh ya yah, biar kita bisa makan bersama dan bercanda bersama". ucap lagi Zahra ke pada Ayah nya yang sedang kritis itu.


Setelah lama Zahra di ruangan itu, dengan kuasa Allah Ayah nya pun menggerakkan tangan nya dan sesekali mencoba untuk bicara, Dan kaget lah Zahra melihat Ayah nya yang sudah ada reaksi itu. Dan Zahra pun segera memanggil dokter.


Dan dokter pun mengecek keadaan Ayah Zahra dan di nyatakan sudah ada perkembangan dengan keadaan Ayah nya saat itu, Dengan senang nya hati Zahra dan juga Ibu nya mendengar kabar itu.


Rehan pun menyetujui persyaratan yang diberikan oleh dokter nya. Sesampai di dalam Rehan bersalaman dan mencium tangan Ayah Zahra, Dan menanyakan keadaan Ayah nya saat itu.


"Rehan, Ayah boleh minta sesuatu sama kamu nak?". ucap Ayah Zahra dengan nafas yang terengah-engah.


" Boleh kok Yah, Ayah minta apa pun pasti Rehan lakukan asal Ayah cepat sembuh". jawab Rehan sambil memegang tangan Ayah Zahra


" Ayah minta tolong jaga Zahra ya, sayangi dia nak, Ayah sudah tidak bisa lagi menjaga Zahra jadi tolong kamu jaga dia, bahagiakan dia dan jadilah Imam yang baik untuk Zahra.!". ucap pesan Ayah Zahra ke pada Rehan dengan wajah pucat dan nafas yang terengah-engah.


"Insya Allah Rehan akan jadi Imam yang baik buat Zahra dan Ayah pasti sembuh". ucap Rehan


Dan setelah itu jam kunjungan pun sudah habis karena waktu nya pasien untuk istirahat, Rehan pun berpamitan untuk menjaga Ayah nya dari luar ruangan dan saat itu juga Ayah Zahra meneteskan air mata melihat Rehan keluar dari ruangan ICU dan sambil melambaikan tangan nya.


Rehan pun tersenyum sedih melihat keadaan Ayah nya saat itu dan Rehan berharap kalau Ayah Zahra bisa sembuh.

__ADS_1


Malam pun tiba saat itu Ibu Zahra masuk ke dalam ruang ICU untuk melihat keadaan suaminya sedangkan Zahra dan Rehan sedang di panggil oleh dokter untuk menjelaskan keadaan Ayah nya saat ini.


"Mbak dan Mas saya ingin memberi tahukan bahwa keadaan Bapak Amir sudah mulai membaik karena sudah sadar, dan dari hasil ronsen yang di lakukan tadi pagi bahwa Bapak Amir dari 100% hanya 25% paru-paru Bapak yang masih bagus dan 75% sudah menghitam, mungkin Bapak suka merokok?". tanya dokter ke pada Zahra dan Rehan.


"Iya dok, Bapak saya suka merokok dari dulu masih muda". jawab Zahra dengan wajah sedih.


" Hanya itu yang bisa saya sampaikan teruslah berdoa semoga Bapak Amir cepat ada perkembangan lagi dan bisa sembuh kembali".ucap dokter


" Tolong dokter lakukan apa saja demi kesembuhan Ayah kita dok, masalah biaya kami pasti bayar berapa pun itu". sambung Rehan


" Baik Mas, saya sudah melakukan semampu saya dan apa pun saya sudah lakukan yang terbaik buat pasien ". jawab dokter dengan wajah senyum


Setelah itu Zahra dan Rehan pun keluar dari ruangan dokter nya, Dan kembali duduk di kursi depan ruangan ICU, Zahra pun menangis terus menerus dan Rehan mencoba untuk menenangkan hati Zahra.


Akhirnya Rehan mengajak Zahra untuk sholat dan berdoa untuk kesembuhan Ayah nya, Mereka pun pergi ke musholla yang ada di rumah sakit untuk sholat dan mendoakan kesembuhan Ayah nya.


Setelah hati Zahra mulai tenang, Rehan dan Zahra pun keluar dari musholla dan menghampiri Ibu Zahra yang saat itu duduk di kursi


" Zahra aku belikan nasi buat kamu dan Ibu ya, kamu dan Ibu harus makan sedikit saja biar gak sakit dan bisa menjaga Ayah di sini". ucap Rehan


" Tapi aku gak lapar mas, Mas Rehan saja yang makan dan Ibu". jawab Zahra sambil duduk di samping Ibu nya


" Kalau kamu gak makan, aku pun juga gak bisa makan Zahra," Sahut Ibu Zahra


Dan Rehan pun membelikan makanan untuk Zahra dan Ibu nya, mereka pun makan meski sedikit, Setelah itu Rehan mengajak Zahra dan Ibu nya untuk pulang biar bisa istirahat di rumah.


"Ibu dan Zahra saya antar pulang ya, Biar Rehan yang jaga Ayah di sini, Di sini dingin dan banyak nyamuk." ucap perhatian Rehan ke pada Zahra dan Ibu nya.


"Kamu antar Ibu aja mas, biar Zahra nemenin Ayah di sini, Ibu kelihatan nya capek dan di rumah kan ada adek mas, pasti dia takut kalau sendirian." jawab Zahra


Saat tengah ngobrol ternyata orang tua Rehan juga datang dan menjenguk ke rumah sakit, Setelah semua nya saling cerita dan ngobrol-ngobrol akhirnya orang tua Rehan lah yang mengantar Ibu Zahra untuk pulang.


"Ya udah Ibu nya Zahra biar kami yang antar ya, Biar Rehan nemenin Zahra di sini." ucap Mama Rehan ke pada Rehan dan Zahra


"Ya udah Ma , hati-hati di jalan ya". jawab Rehan

__ADS_1


" kalau ada apa-apa tolong cepat kabari aku ya nak". ucap Ibu Zahra ke pada Rehan dengan wajah sedih


Orang tua Rehan pun pulang dan mengantar Ibu Zahra ke rumah nya dan di rumah sakit ada Rehan dan Zahra yang jagain Ayah nya dari luar ruangan ICU.


__ADS_2