
Dan beberapa lama kemudian Dani pun datang bersama dokter nya. Dani pun langsung masuk menghampiri Zahra dan Rehan.
"Permisi nyonya Zahra ini dokter nya sudah datang yang akan memeriksa Tuan Rehan ". ucap Dani menunjuk ke arah dokter nya yang saat itu berdiri di samping Dani.
"Oh baik lah, Silahkan dok". ucap Zahra dan berdiri dari tempat duduk nya dan mempersilahkan dokter nya untuk memeriksa Rehan
"Permisi ya Bu". ucap dokter nya menghampiri Rehan dan langsung memeriksa Rehan.
Dan setelah beberapa lama dokter nya pun selesai memeriksa Rehan.
"Gimana dok keadaan suami saya?". tanya Zahra ke pada dokter nya.
"Pak Rehan tidak apa apa kok, Hanya saja Pak Rehan kecapean dan butuh istirahat yang cukup, Dan kemungkinan juga Pak Rehan masuk angin". ungkap dokter menjelaskan ke pada Zahra
"Ya ampun mas Rehan, Pasti gara gara mas Rehan tidur di luar semaleman". ucap dalam hati Zahra sambil menatap ke wajah suami nya itu.
"Dan ini resep obat yang harus Bu Zahra tebus di apotik terdekat ya". ucap dokter nya sambil memberikan kertas yang berisi tulisan resep obat untuk Rehan ke pada Zahra.
"Oh iya dok terima kasih ".kata Zahra mengambil resep obat nya dari tangan dokter itu.
"Untuk sekarang biarkan Pak Rehan istirahat dulu, Karena barusan sudah saya suntik vitamin ke pada Pak Rehan ". ujar dokter sambil membereskan barang barang nya
"Iya dok". jawab Zahra sambil duduk di samping Rehan
"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu, Semoga Pak Rehan lekas sembuh". ucap dokter berpamitan ke pada Zahra
"Amiin terima kasih dok". ucap Zahra tersenyum ke pada dokter nya
Dani pun mengantar dokter itu sampai ke depan rumah. Dan setelah dokter nya pulang, Dani pun kembali ke kamar Rehan dan Zahra. Sesampai di dalam kamar Rehan dan Zahra, Terlihat Zahra sedang berdiri seperti memikirkan sesuatu.
"Nyonya Zahra ?". ucap Dani mendekati Zahra
"Dani antar aku sekarang ke apotik ya!". ucap Zahra
__ADS_1
"Nyonya Zahra, Masalah itu biar aku aja yang pergi ke apotik, Nyonya Zahra jaga Tuan Rehan saja di sini". kata Dani sambil melihat ke arah Rehan
"Aku hanya ingin memastikan jika obat yang ada di resep ini benar benar terbeli semua, Lagian mas Rehan saat ini butuh istirahat". ucap Zahra karena saat itu ia tidak yakin dengan Dani jika yang menebus obat nya bukan dia sendiri.
"Baiklah Kalau gitu". jawab Dani tak bisa memaksakan Zahra untuk percaya ke pada nya, Karena saat ini Zahra sedang kebingungan dan khawatir dengan keadaan suami nya.
Zahra pun langsung siap siap untuk pergi ke apotik, Setelah itu Zahra berpamitan ke pada Bi Hani untuk menjaga Rehan. Zahra pun terlihat terburu buru saat itu, Karena ia takut saat ia di luar Rehan bangun dan mencari Zahra. Tanpa pikir panjang Zahra pun langsung masuk ke dalam mobil nya dan menyuruh Dani untuk segera berangkat.
Tak lama kemudian Zahra pun sampai di depan apotik, Dan Dani pun menunggu Zahra di mobil nya di tempat parkir, Zahra pun langsung turun dan berjalan menuju pintu masuk. Saat di depan pintu masuk Zahra melihat ada Linda yang saat itu Linda keluar dari dalam apotik Karena saat itu Linda juga sedang membeli obat untuk Mamah nya.
Zahra pun teringat kejadian kemaren saat Rehan memangku Linda.
"Udah cukup Zahra, Bukan saat nya kamu marah sama Rehan dan Linda saat ini , Tujuan kamu ke sini membeli obat untuk suami mu". ucap dalam hati Zahra dan mencoba untuk kuat di depan Linda, Zahra pun terus berjalan seakan akan dia tak melihat Linda.
Dan Ternyata Linda juga melihat Zahra saat itu.
"Waahhh ada yang lagi marah nih sama suami nya, ngomong-ngomong pergi ke apotik mau beli obat apa ya, Apa iya mau beli obat sakit hati ". ucap Linda menyindir Zahra sambil mentertawakan Zahra.
"Ternyata Pak Rehan itu romantis juga ya, Jadi merasa nyaman aku duduk di pangkuan Pak Rehan yang tampan dan gagah itu". kata Linda lagi
Zahra pun kaget dan berhenti melangkah saat itu, Zahra pun semakin marah dan emosi ke pada Linda. Zahra pun membalikkan badan nya dan berjalan menuju ke arah Linda.
Plaakkkkkkk.......
Suara tangan Zahra menampar pipi Linda.
"Berani ya kamu menampar pipi ku?". ucap Linda memegang pipi nya
"Aku hanya berani menampar pipi mu, Sedangkan kamu sudah berani menggoda suami ku, Jangan bangga kamu duduk di pangkuan suami orang Linda ". ucap Zahra penuh amarah dan emosi
"Menggoda suami kamu?, Dari dulu juga Rehan itu suka sama aku, Karena orang tua Rehan menjodohkan dengan kamu , Akhirnya dia ninggalin aku, Karena kasihan sama kamu , Dasar kamu cewek kampung gak tau diri". ujar Linda yang sok tahu itu.
"Aku emang cewek kampung tapi aku masih punya harga diri dan sopan santun , Gak seperti kamu, Cewek kota yang katanya pintar, cantik, gaul tapi sayang gak punya harga diri". ucap Zahra mengeluarkan semua unek unek Zahra ke pada Linda
__ADS_1
Linda pun marah dan mau menampar Zahra tapi untung nya Zahra sigap menangkap tangan Linda.
"Jangan harap tangan kotor mu ini menyentuh pipiku ". ucap Zahra sambil memegang erat tangan Linda
Linda pun hanya diam dan wajah nya terlihat sangat marah karena Zahra melawan dirinya.
"Ingat Linda, sepintar pintar nya orang menutupi bangkai, Lama kelamaan bau nya pasti akan tercium juga, Begitupun dengan kejahatan kamu, Suatu saat pasti akan terungkap". ucap Zahra dengan tegas dan meninggalkan Linda.
"Huhhhhhffff kenapa aku selalu kalah berdebat sama cewek kampung itu". ucap dalam hati Linda dengan perasaan sangat marah
Zahra pun langsung berjalan menuju masuk ke dalam apotik dan menebus obat yang sudah tertulis di kertas putih itu, Setelah itu Zahra pun langsung berjalan menuju ke mobil nya dan langsung masuk ke dalam mobil nya.
"Ayo Dani cepat jalan!". ucap Zahra
"Baik nyonya Zahra ". jawab Dani dan langsung menyalakan mesin mobil nya.
Selama di perjalanan pulang Zahra mengingat ucapan Linda barusan, Saat itu juga Zahra menyadari jika itu semua rencana Linda, Ingin rasanya Zahra mengatakan semua nya ke pada Rehan tapi saat ini Zahra belum memiliki bukti yang kuat untuk membongkar kejahatan Linda, Dan beberapa lama kemudian, Sampailah Zahra di rumah nya dan Zahra pun langsung berlari menuju ke kamar nya. Sesampai di dalam kamar nya terlihat Rehan sudah mulai menggerakkan tangan nya.
"Mas Rehan ?". ucap Zahra berlari menghampiri Rehan dengan membawa obat di tangan nya.
"Zahra". ucap Rehan mencoba membuka mata nya karena ingin melihat Zahra
"Iya mas". jawab Zahra duduk di samping nya dan memegang tangan Rehan
"Maafin aku ya sayang, Kamu jangan marah lagi sama aku, Aku gak bisa jika jauh dari kamu". ucap Rehan ingin menjelaskan yang sebenarnya ke pada Zahra, Namun Rehan saat itu masih lemas dan pusing.
"Mas Rehan lupain aja ya masalah itu dan maafin aku ya, Udah bikin mas Rehan sakit,".ucap Zahra dengan wajah sedih nya itu.
"Kamu gak salah kok Zahra, Kamu berhak marah sama aku karena aku udah gak bisa menjaga perasaan kamu waktu itu". ujar Rehan dengan wajah bersalah nya.
"Mas Rehan lupain aja ya masalah itu yang penting sekarang mas Rehan harus cepat sembuh,". kata Zahra tak terasa saat itu meneteskan air mata nya, Karena selalu teringat kejadian kemaren
Rehan pun menatapi wajah istrinya yang sudah jelas Zahra sebenar nya masih sakit hati dan marah ke pada Rehan, Namun Zahra saat itu mencoba untuk melupakan kejadian itu, Karena Zahra yakin jika semua itu rencana Linda, Hanya saja Zahra masih selalu ingat kejadian itu dan susah untuk di lupakan tapi Zahra berusaha untuk melupakan nya.
__ADS_1