Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 111


__ADS_3

Sedangkan Rehan saat itu hanya bisa menatapi wajah tubuh istri nya yang terbaring lemah dari luar ruangan karena dokter melarang untuk mengunjungi pasien untuk sementara, Karena saat itu Zahra terlihat sedang istirahat. Sedangkan Mamah nya Rehan saat itu terlihat sangat lemas sehingga Rehan menyuruh Mamah nya untuk istirahat di rumah bersama Papah nya.


"Pah,Sebaiknya Papah bawa Mamah ke rumah, Biar Mamah bisa istirahat, Zahra biar Rehan yang jaga Pah". ucap Rehan menghampiri Mamah nya


"Iya udah kalau gitu, Aku bawa Mamah pulang ke rumah kamu ya, Kalau ada apa apa cepat kabarin Papah". ujar Papah nya Rehan dan membawa istri nya pulang ke rumah Rehan.


"Iya Pah hati hati ya ". ucap Rehan.


Akhirnya Mamah dan Papah nya Rehan pun pulang, Sedangkan Linda dan Firman masih dalam perjalanan ke rumah sakit dan tiba tiba Linda berpikir.


"Di rumah sakit pasti ada orang tua Rehan, Kalau Rehan udah cerita semua nya ke pada Mamah nya gimana, Pasti Mamah nya Rehan akan banyak bertanya ke pada saya tentang foto itu, Apa lagi Mamah nya Rehan tidak suka sama saya, Bisa bisa aku ketahuan kalau semua itu rencana aku". ucap dalam hati Linda dengan gelisah.


"Tapi kalau aku tidak ke sana, Keluarga Rehan pasti akan semakin menuduh dan curiga sama aku, Aduhhh aku harus gimana ya". ucap dalam hati Linda lagi sambil memikirkan mencari alasan untuk tidak ke rumah sakit hari ini.


"Aaduhhhhhh....". seru Linda tiba tiba merasa kesakitan bagian perut nya.


"Kamu kenapa Linda ?". tanya Firman sesekali menoleh ke arah Linda sambil menyetir.


"Gak tau Fir, Tiba tiba perutku sakit, Kayak nya mag aku kambuh deh, Soal nya tadi aku telat makan ". ucap Linda mencari alasan.


"Oh gitu terus gimana, Apa kita istirahat dan mencari obat dulu?". sahut Firman


"Oh gak usah Firman, Biar aku pulang aja dan tolong kamu sampaikan ke pada Pak Rehan kalau aku gak bisa jenguk ke rumah sakit tapi insya Allah besok aku ke sana". kata Linda


"Baiklah kalau gitu, Aku antar kamu pulang dulu ya". ucap Firman


"Gak usah Firman Biar aku naik taksi aja, Lagian kamu harus segera ke rumah sakit karena Rehan pasti butuh dukungan dari teman untuk saat ini". sahut Linda


"Iya juga sih, Tapi kamu gak apa apa kan pulang sendiri naik taksi?". tanya Firman


"Gak apa apa kok, Ya udah aku turun sini Fir". ucap Linda sambil menunjuk ke arah pinggir jalan


Firman pun meminggirkan mobil nya dan setelah itu Linda turun dari mobil Firman.


"Kamu hati hati ya Linda ". ucap Firman


"Iya Firman ". jawab Linda yang saat itu sudah berada di luar mobil Firman.


Firman pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah sakit, Sedangkan Linda saat itu sedang mencari taksi lewat di depan nya.


"Akhirnya Firman percaya kalau aku sakit ". ucap Linda sambil menatap senyum ke arah mobil Firman


"Ini kenapa jalan sepi banget ya, Gak ada taksi lewat ". ucap Linda sambil melihat ke arah jalan raya.


Sedangkan Zahra saat itu sudah mulai sadar lagi dan perlahan-lahan membuka mata nya. Saat Zahra sudah membuka mata nya, Ia kembali menangis dan saat itu Rehan melihat Zahra dari kaca pintu nya, Akhirnya Rehan pun masuk ke dalam ruangan Zahra.

__ADS_1


"Zahra ?". ucap Rehan berjalan menghampiri istri nya.


Zahra pun hanya terdiam dan tidak menoleh sama sekali ke arah Rehan, Sesampai di samping Zahra, Rehan pun duduk dan mencoba memegang tangan Zahra.


"Zahra...


Kamu memang pantas marah sama aku Zahra, Karena ini semua emang gara gara aku, kamu boleh ngapain aja sama aku, Aku akan terima hukuman dari kamu". ucap Rehan sambil menggenggam tangan Zahra dan sesekali Rehan mencium tangan istri nya.


Terlihat Zahra semakin menangis dan hanya diam tanpa bicara apa pun.


"Zahra tolong kamu jangan diemin aku kayak gini, Aku gak bisa Ra, jika kamu memberi hukuman ini ke pada saya, Aku benar benar minta maaf Ra, Waktu itu aku benar benar emosi dan cemburu melihat kamu bermesraan dengan cowok lain, Karena aku gak mau kehilangan kamu Ra ". ucap Rehan sambil menangis penuh rasa bersalah ke pada Zahra.


"Tinggalkan aku sendiri mas". jawab Zahra singkat.


"Zahra ?". ucap Rehan menatap ke arah wajah Zahra


"Aku ingin sendiri mas ". ucap Zahra lagi.


Rehan pun tidak bisa membantah karena saat itu Rehan hanya ingin Zahra tenang dan bisa memaafkan dirinya.


"Baiklah Zahra aku jaga kamu dari luar ya kalau butuh apa apa kamu panggil aku". ucap Rehan sambil berdiri dari tempat duduk nya.


Zahra pun hanya diam dan air mata nya terus mengalir membasahi pipi Zahra, Rehan pun perlahan lahan melepaskan genggaman tangan nya.


Setelah Rehan berada di luar, Zahra pun mengeluarkan semua kesedihan dan tangisan nya hingga ia merasa lebih tenang.


Sedangkan Rehan saat itu tengah duduk di kursi depan ruangan Zahra di rawat, Dan tak lama kemudian Firman datang dan terburu buru menghampiri Rehan yang terlihat saat itu Rehan sangat sedih.


"Rehan ?". ucap Firman memegang bahu Rehan yang saat itu Rehan sedang menundukkan kepala nya.


Rehan pun mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Firman, Firman pun duduk di samping Rehan dan Rehan pun memeluk Firman sambil menangis, Firman hanya diam dan membiarkan Rehan menangis dalam pelukan nya, Agar Rehan merasa lebih tenang. Setelah Rehan merasa lebih tenang, Rehan pun melepaskan pelukan nya.


"Rehan coba kamu cerita kan sama saya, Apa yang sebenarnya terjadi sehingga Zahra jatuh dan keguguran?". tanya Firman


" Tadi waktu jam istirahat siang di kantor Linda memberitahukan foto Zahra dan Dani berpelukan di pinggir jalan yang ada di hp Linda, Dan aku pun sangat cemburu melihat itu, apa lagi aku tidak tahu jika Zahra saat itu keluar rumah tanpa ijin dari saya, Setelah aku lihat hp ku ternyata Zahra mencoba menghubungi ku beberapa kali dan Zahra juga chat aku jika dirinya sedang mengidam mie ayam, Akhirnya aku telpon Zahra untuk pulang, Sesampai di rumah kita berdebat dan aku marah besar ke pada Dani dan Zahra hingga aku tidak sadar jika Zahra saat itu sedang hamil, Maka dari itu Zahra mengejar aku dia berlari tanpa mikirin keadaan dia sendiri dan sampai ia terjatuh, Sungguh egois nya aku Fir". ungkap Rehan menceritakan semua nya.


"Berarti foto itu ada di hp Linda ?". tanya Firman mencoba ingin mencari tahu yang sebenar nya


"Iya Firman ". jawab Rehan


"Apa kamu sudah bertanya ke pada Zahra tentang foto itu?". tanya Firman lagi


"Zahra sebenernya ingin menjelaskan semua nya, Namun aku malah tidak mendengarkan dan tidak memberi kesempatan untuk Zahra menjelaskan ke pada aku". jawab Rehan


"Baiklah saya mengerti Rehan, Kamu yang sabar ya, Semua pasti ada hikmah nya". kata Firman sambil mengelus bahu Rehan.

__ADS_1


"Oh iya Rehan tadi nya Linda mau ke sini cuman tiba tiba di jalan, Ia merasa sakit perut dan katanya besok Linda akan menjenguk Zahra ". ucap Firman menyampaikan pesan Linda.


"Iya gak apa apa Fir ". sahut Rehan


Saat itu Rehan tidak menyadari jika itu semua ulah Linda, Karena Rehan sendiri masih bingung dengan foto itu, Dan Rehan pun punya pikiran akan mengurusi foto itu jika Zahra sudah sehat, Karena yang Rehan pikirin sekarang hanya kesehatan dan kesembuhan Zahra. Sedangkan Zahra saat itu terlihat sedang di periksa oleh dokter dan suster nya. Tapi Rehan hanya bisa melihat dari jauhan tentang keadaan Zahra.


"Gimana keadaan Bu Zahra sekarang ?". tanya dokter Lisa


"Aku gak apa apa kok dok". jawab Zahra lemas.


"Bu Zahra banyak istirahat dan jangan banyak pikiran dulu ya, Bu Zahra yang sabar ya, Kita ambil hikmah nya dari semua kejadian ini, Dan semoga saja Bu Zahra secepatnya di beri kepercayaan untuk hamil lagi". ucap dokter Lisa menenangkan hati Zahra.


"Iya dokter saya sudah merasa tenang kok dan sudah ikhlas dengan musibah yang sudah terjadi sama saya, Hanya saja saya masih belum siap untuk bicara dengan mas Rehan ". ucap Zahra mulai mau di ajak bicara.


"Gak apa apa Bu Zahra, Saya ngerti kok, Nanti kalau Bu Zahra sudah mulai tenang hati dan pikiran nya, Bu Zahra pasti akan siap bicara lagi dengan Pak Rehan ".kata dokter Lisa


"Iya dok terima kasih ya, Tapi apa mas Rehan masih di sini dok?". tanya Zahra penasaran dengan keadaan suami nya.


"Iya Bu Zahra, Pak Rehan dari tadi duduk di depan ruangan ini, Sepertinya Pak Rehan sangat sedih ". jawab dokter Lisa


Zahra pun terdiam dan memikirkan Rehan saat itu.


"Ya sudah kalau gitu Bu Zahra istirahat ya, Saya permisi keluar dulu". ucap dokter Lisa berpamitan


"Iya dok terima kasih ". ucap Zahra mulai tersenyum


"Sama sama Bu Zahra ". sahut dokter Lisa dan berjalan menuju keluar ruangan.


Sesampai di depan pintu ruangan Zahra, Terlihat Rehan sudah menunggu dokter Lisa di temani oleh Firman karena ingin tanya keadaan Zahra.


"Dokter gimana keadaan istri saya ?". tanya Rehan


"Alhamdulillah sudah ada perkembangan kok Pak Rehan, Tadi saya ajak bicara dan Bu Zahra terlihat sudah bisa di ajak komunikasi ". jawab dokter Lisa menjelaskan.


"Apa saya boleh masuk dok?". tanya Rehan karena sudah tidak sabar ingin melihat dan bicara dengan Zahra.


"Sepertinya untuk sekarang pak Rehan biarkan Bu Zahra istirahat dulu ya, Apa lagi hari sudah malam, Besok pagi insya Allah Pak Rehan sudah bisa mulai ajak Bu Zahra bicara". ucap dokter Lisa


" Oh gitu dok, Ya udah kalau gitu ". sahut Rehan dengan wajah sedih nya karena tidak bisa bertemu dengan Zahra.


"Kalau gitu saya permisi dulu ya ". ucap dokter Lisa berpamitan sambil menundukkan kepalanya ke pada Rehan dan Firman.


"Baik dok, Terima kasih". ucap Rehan


"Sama sama Pak Rehan ". jawab dokter Lisa.

__ADS_1


Rehan pun langsung terlihat lemas karena tidak bisa menemui istrinya dan Firman pun membantu Rehan untuk duduk di kursi.


__ADS_2