Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 42


__ADS_3

Dan Firman pun membujuk Zahra agar mau di antar pulang, Saat itu Firman tidak ada niat apa-apa hanya ingin membantu Zahra saja.


"Ayo lah Zahra aku antar pulang, Nanti biar aku yang jelasin ke Rehan, Yang penting sekarang kamu cepat sampai di rumah karena luka mu nanti semakin parah". ucap Firman


Setelah Zahra pikir-pikir ternyata ucapan Firman benar juga.


"Apa yang di katakan Firman benar juga, Pasti mas Rehan di rumah mencari aku"! ucap dalam hati Zahra


Akhirnya Zahra mau di antar oleh Firman, Zahra saat itu di bantu oleh orang yang menolong Zahra untuk masuk ke dalam mobil Firman. Sedangkan Firman menaruh dan mengikat sepeda pancal Zahra di belakang mobil nya. Firman pun mengantar Zahra pulang ke rumah nya.


Sedangkan Rehan saat itu sudah bangun dan langsung saja Rehan mandi, Setelah itu Rehan memanggil Zahra karena Rehan belum ketemu sama sekali dengan nya selama ia bangun pagi.


"Zahra ke mana ya, kok dia gak nyiapin baju buat aku barusan, Apa dia sibuk masak ya?". ucap dalam hati Rehan sambil berjalan menuju ruang makan


Setelah sampai di ruang makan, Rehan tidak melihat makanan di meja, Lanjut lah Rehan pergi ke dapur dan sampai di sana, Rehan hanya melihat Bi Ana sedang menyuci piring.


"Bi Ana, Zahra mana?". tanya Rehan


"Nyonya Zahra tadi pagi pergi ke pasar Tuan untuk berbelanja'. jawab Bi Ana


Rehan pun langsung pergi menuju ke depan rumah, Setelah Rehan sampai pintu depan, Dia melihat mobil yang biasa di pakai Zahra ada di garasi depan rumah nya.


"Dani....Dani....". teriak Rehan


"Iya Tuan, Ada apa?". ucap Dani menghampiri Rehan


" Kamu tanya ada apa, Kenapa mobil Zahra ada di sini, bukan nya Zahra sedang ke pasar?". tanya Rehan dengan wajah agak marah


"Maaf Tuan, Tadi nyonya Zahra sudah mau saya antar, cuman nyonya Zahra gak mau, karena nyonya Zahra ingin naik sepeda pancal sambil olah raga katanya Tuan ". jawab Dani ketakutan


Tak lama kemudian ada mobil masuk ke dalam halaman rumah Rehan, Rehan pun penasaran dengan mobil itu. Setelah mobil itu berhenti, Dan keluarlah Firman dari mobil nya.

__ADS_1


"Itu kan Firman, Ngapain dia ke sini pagi-pagi?". ucap Rehan dengan berjalan menuju ke mobil Firman


Dan ternyata Firman membukakan pintu mobil satu nya lagi, Rehan pun semakin bingung.


"Dengan siapa Firman ke sini?". ucap Rehan lagi.


Dan saat pintu mobil Firman di buka ternyata Zahra keluar dari mobil Firman, Kagetlah Rehan melihat kejadian itu.


"Zahra?". ucap kaget Rehan dan langsung menghampiri Zahra karena Rehan tidak mau jika Firman memegang tangan Zahra


"Iya mas". jawab Zahra


"Apa yang terjadi kenapa kamu kayak gini, Dan kenapa kamu bisa bareng sama Firman?". tanya Rehan bingung.


"Rehan, Mending Zahra bawa dulu ke dalam biarkan dia minum dan istirahat dulu, Kita bicarakan di dalam".ucap Firman


Rehan pun langsung menggendong Zahra karena saat itu lutut Zahra berdarah tambah banyak. Setelah sampai di dalam rumah, Zahra pun duduk dan Rehan menyuruh Bi Ana untuk mengambilkan air putih dan kotak obat untuk Zahra.


"Zahra kenapa kamu tidak mau saya bersihkan lutut kamu?". ucap Rehan memegang kaki Zahra


"Mas, Aku malu dan di sini juga ada Dani dan Firman, Gak mungkin kan, Mas Rehan membuka rok ku sampai di atas lutut?". jawab Zahra memegang kaki nya


Dan akhirnya Firman dan Dani pun permisi untuk keluar,


"Ya udah Han, Aku pulang dulu ya karena aku juga masih mau siap-siap untuk kerja, Masalah ini nanti kita bicarakan di kantor". ucap Firman


"Iya sudah Fir". jawab Rehan dengan wajah sedikit cemburu


"Terima kasih ya". ucap Zahra


" Sama-sama Zahra". jawab Firman dan berjalan untuk keluar dari rumah Rehan.

__ADS_1


Dan saat itu di ruang depan hanya ada Zahra dan Rehan, Dan Rehan pun melanjutkan untuk membersihkan dan mengobati lutut Zahra. Rehan pun terlihat gugup karena ia belum pernah memegang lutut Zahra.


"Mas biar aku yang bersihin sendiri ya". ucap Zahra malu


"Sudah kamu diam saja, Aku kan suami mu, Apa kamu masih malu sama aku?". ucap Rehan membuka rok dari bawah Zahra secara perlahan-lahan.


Rehan pun membersihkan darah-darah yang ada di kaki Zahra, Setelah itu Rehan mengobati luka Zahra yang ada di lutut nya. Dan selesai lah Rehan mengobati kaki Zahra.


"Zahra, Katakan padaku apa yang terjadi, kenapa kamu pulang bersama Firman dalam ke adaan seperti ini?". ucap Rehan duduk di samping Zahra


"Tadi aku mau ke pasar mas, Dan naik sepeda pancal dan di jalan aku di serempet mobil, Akhirnya aku kaget dan jatuh ke jalan". ucap Zahra


"Terus kenapa kamu bareng Firman?". tanya Rehan


"Waktu aku nyari taksi ternyata Mobil Firman lewat di depan aku dan dia ngantar aku ke sini". ucap Zahra menjelaskan


"Kenapa kamu ke pasar gak di antar sama Dani?". tanya Rehan


"Sebenarnya aku pengen sambil olah raga mas". ucap Zahra menundukkan kepalanya


"Zahra, Kamu tau, Aku sudah siapkan sopir pribadi untuk kamu, Itu gunanya buat ngantar dan biar bisa jaga kamu, Biar gak terjadi seperti ini, Dan kamu pergi pakai sepeda pancal tanpa ijin dari aku, Dan aku juga sudah sediakan Bi Ana untuk mengerjakan semua pekerjaan di rumah termasuk berbelanja, Dan tiba-tiba kamu pulang bersama cowok dengan keadaan kayak gini, Seakan-akan aku ini, jadi suami mu tidak bisa menjaga kamu Ra". ucap Rehan dengan marah


"Maafin aku mas, Bukan maksud aku kayak gitu mas, Tadi nya aku gak mau ganggu mas Rehan tidur dan aku juga karena udah terbiasa ke pasar sendiri dan sekalian bantu Bi Ana karena Bi Ana kan sudah tua mas, Dia juga udah bersihin rumah ". ucap Zahra meneteskan air mata


"Jika sopir pribadimu itu sudah tidak kamu butuhkan lagi, Lebih baik saya suruh dia untuk berhenti saja dan jika kamu masih butuh satu lagi asisten rumah tangga, Saya akan Carikan lagi". ucap Rehan berdiri dan membelakangi Zahra


"Jangan mas kasian Dani, Dia butuh kerjaan ini lagian Dani gak salah apa-apa, Yang salah kan aku dan aku hanya ingin mas Rehan makan masakan aku sendiri mas bukan orang lain ". ucap Zahra menangis


" Dani juga salah karena dia membiarkan kamu jalan sendiri". ucap Rehan dan pergi meninggalkan Zahra


Rehan sangat marah saat itu karena ia merasa tidak berguna sebagai suami, Dan Zahra pun hanya bisa menangis karena ia merasa bersalah ke pada Rehan. Sebenar nya Rehan marah karena ia khawatir dengan keadaan Zahra, Dia tidak mau terjadi apa-apa ke pada istrinya itu. Dan Rehan cemburu kenapa harus Firman yang menolong dan mengantar ke rumah nya. Pikiran Rehan saat itu benar-benar tidak karuan. Dan akhirnya Rehan pergi ke kantornya dengan wajah sangat murung.

__ADS_1


__ADS_2