
Tak terasa adzan subuh pun berkumandang, Rehan pun bangun dari tidur nya yang saat itu ia tidur di kursi bersama Firman.Rehan pun membangunkan Firman dan mengajak untuk sholat subuh terlebih dulu, Sebelum Rehan pergi ke kamar mandi, Ia melihat keadaan Zahra terlebih dulu setelah itu Rehan dan Firman pun pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Zahra saat itu mulai terbangun dan tak lama kemudian suster pun datang.
"Selamat pagi Bu Zahra". ucap suster nya
" Pagi juga sus". sahut Zahra.
"Gimana keadaan Bu Zahra pagi ini?". tanya suster nya sambil mengecek infus nya.
"Keadaan aku udah enak kan kok sus, Apa aku sudah boleh pulang? Aku bosen ingin cepat pulang sus". ucap Zahra sudah terlihat agak mendingan.
"Bentar lagi dokter Lisa akan memeriksa Bu Zahra, Nanti Bu Zahra boleh langsung tanya ke pada dokter Lisa ya". kata suster nya
"Baiklah sus". jawab Zahra sambil melihat ke arah pintu.
"Suster?". panggil Zahra
"Iya Bu Zahra ada apa?". sahut suster nya.
"Suami saya ke mana ya? Kok gak pernah lihat saya dan masuk ke sini?" tanya Zahra
"Oh suami Bu Zahra kayak nya sedang di mushollah, Dan suami Bu Zahra selalu melihat Bu Zahra dari kaca pintu itu, Malah semalem suami Bu Zahra ingin sekali masuk dan menemui Bu Zahra, Hanya saja dokter Lisa melarang untuk sementara karena Bu Zahra harus istirahat terlebih dulu". jawab suster nya menceritakan semua ke pada Zahra
"Oh gitu ya sus ". kata Zahra sambil melamun memikirkan Rehan.
"Apa Bu Zahra ingin bertemu dengan suami Bu Zahra?". tanya suster nya.
"Iya sus tapi biar lah nanti suami saya pasti ke sini kok". jawab Zahra
Dan beberapa lama kemudian terlihat Rehan dan firman sudah datang dan masuk ke dalam ruangan Zahra.
"Mas Rehan?". ucap Zahra dengan nada pelan menoleh ke arah Rehan yang saat itu berdiri di depan nya bersama Firman.
Dan suster nya pun permisi untuk keluar sebentar dari ruangan Zahra,
"Zahra gimana keadaan kamu pagi ini?". tanya Rehan berjalan mendekati Zahra
"Aku udah mendingan kok mas". jawab Zahra
"Ya udah kalau gitu aku pamit pulang dulu ya, Karena masih harus siap siap untuk ke kantor ". sahut Firman
"Iya udah Firman, Terima kasih ya kamu udah nemenin aku semalem ". ucap Rehan kembali mendekati Firman.
"Iya sama sama..
Zahra semoga kamu cepat sehat ya ". ucap Firman
"Iya Firman, Terima kasih". kata Zahra sambil tersenyum
Firman pun akhirnya pulang dan di dalam ruangan itu hanya ada Zahra dan Rehan berdua. Rehan pun langsung menghampiri Zahra dan duduk di kursi yang ada samping nya.
"Zahra kamu udah maafin aku kan? jangan lama lama dong kamu hukum aku kayak gini, Aku gak bisa jauh jauh dari kamu Zahra ". ucap Rehan menggenggam tangan Zahra
Zahra pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kamu tersenyum,,,
apa itu artinya kamu sudah memaafkan aku?". tanya Rehan kurang yakin
"Iya mas". jawab Zahra tersenyum lagi.
Rehan pun sangat bahagia hingga meneteskan air mata nya dan langsung memeluk Zahra.
"Zahra terima kasih ya, Kamu udah maafin aku, ". ucap Rehan sambil memeluk Zahra
__ADS_1
"Iya mas, Aku juga minta maaf karena sudah keluar tanpa ijin dari mas Rehan ". jawab Zahra.
"Iya sayang ".sahut Rehan sambil menganggukkan kepalanya .
Mereka berdua pun berpelukan melepaskan kesedihan dan kerinduan nya. Dan tak lama kemudian dokter Lisa pun datang.
"Permisi Bu Zahra dan Pak Rehan ". ucap dokter Lisa dengan tersenyum melihat perkembangan Zahra yang sudah mulai kembali tersenyum.
"Gimana keadaan Bu Zahra ?". tanya dokter Lisa.
"Aku udah gak apa apa kok dok, Kalau bisa sih hari ini aku mau pulang , Aku bosan di sini dok". ucap Zahra
"Baiklah kalau gitu, Saya periksa dulu ya". ujar dokter Lisa.
"Gimana dok, Apa istri saya sudah boleh pulang ?". tanya Rehan
"Keadaan Bu Zahra sudah membaik dan tensi darah nya pun sudah normal, Kalau emang Bu Zahra mau pulang hari ini gak apa apa kok Pak Rehan ". ucap dokter Lisa
"Alhamdulillah ". ucap syukur Rehan dengan perasaan senang.
Dan setelah itu dokter Lisa pun berpamitan untuk keluar dari ruangan Zahra karena harus memeriksa pasien yang lain. Rehan pun menghampiri Zahra.
"Alhamdulillah kamu bisa pulang hari ini sayang ". ucap Rehan mengelus lembut kepala Zahra
"Iya mas tapi aku belum ngasih kabar sama Ibu aku kalau aku keguguran ". ucap Zahra dengan wajah murung dan menundukkan kepalanya.
"Iya sayang kamu benar, Ya udah aku akan menghubungi Ibu ya". ucap Rehan sambil mengambil hp di saku celananya.
"Gak usah mas biar aku nanti yang ngomong kalau udah sampai di rumah ". sahut Zahra menahan tangan Rehan
"Ya udah kalau gitu aku urus biaya rumah sakit dulu ya, Biar kita cepat pulang ". ucap Rehan
"Iya udah mas". jawab Zahra tersenyum.
Rehan pun pergi ke loket pembayaran dan Zahra saat itu duduk sambil menunggu Rehan selesai. Sedangkan Rehan saat itu sudah siap dan mau berangkat ke kantor, Firman hari ini harus berangkat lebih pagi karena Rehan masih belum bisa ke kantor jadi Firman menggantikan posisi Rehan untuk sementara. Sesampai di kantor, Firman pun langsung berjalan menuju ke ruangan nya dan akan memulai pekerjaannya. Dan tak lama kemudian Linda terlihat juga sudah berada di kantor.
"Pagi juga Linda, Kamu sudah datang dari tadi ?". tanya Firman
"Enggak kok baru aja aku sampai, Nih mau masuk ke ruangan ku, Oh iya gimana keadaan Zahra ?". tanya Linda basa basi
"Tadi pagi sih udah mendingan, Dan kayak nya Zahra minta pulang hari ini". jawab Firman
"Oh gitu". ucap Linda
" Ya udah kalau gitu aku masuk dulu ya". kata Firman sambil menunjuk ke arah ruangan nya.
"Iya Fir ". jawab Linda
Linda pun juga masuk ke dalam ruangan nya dengan perasaan senang karena rencana yang ia mau ternyata berjalan dengan lancar.
"Heeemmmm kenapa gak dari dulu aku rencana ku berjalan lancar kayak gini". ucap Linda sambil melempar tas nya di atas meja kerja nya.
"Oh iya, Aku lupa gak ngasih tahu sama Yuni kalau aku bisa menghancurkan hati Zahra tanpa bantuan dari dia". ucap Linda sambil mengambil hp nya yang ada di dalam tas nya.
Linda pun langsung menelpon Yuni karena ia ingin pamer jika rencana Linda sudah berhasil bikin Zahra keguguran tanpa bantuan dari Yuni, Dan saat itu juga Firman mencari beberapa berkas yang harus ia cek pagi ini, Dan tak lama kemudian Firman ingat jika berkas nya sedang ada di tangan Linda, Akhirnya Firman pun langsung berjalan menuju ke ruangan Linda. Dan sesampai di depan pintu ruangan Linda, Firman mendengar jika Linda sedang bicara dengan seseorang lewat telpon nya.
"Hallo Yuni apa kabar kamu sekarang?".ucap Linda lewat telpon nya.
"Kabar ku baik aja, Tumben kamu nelpon aku, Maaf ya aku gak bisa kerja sama lagi sama kamu". jawab Yuni karena ia mengira jika Linda membutuhkan dia lagi.
"Sombong banget sih kamu Yun, Aku ingin memberitahukan kabar yang sangat baik". ucap Linda .
Karena Firman penasaran dengan Linda, akhirnya Firman pun merekam lewat video di hp nya Firman dan membuka pintu ruangan nya sedikit untuk merekam semua pembicaraan Linda.
"Rencana ku semua berhasil meski tanpa bantuan dari kamu, Hanya kayak gitu saja kamu gak bisa ". ucap Linda tanpa ia sadari jika dirinya tengah di rekam video oleh Firman lewat dari pintu ruangan nya.
__ADS_1
"Maksud bos Linda apa sih gak ngerti aku". jawab Yuni
"Zahra akhirnya keguguran ". sahut Linda dengan wajah senang.
Firman pun seketika kaget mendengar pembicaraan Linda saat itu, Dan Firman sangat tidak percaya jika semua ini ulah dia, Firman pun tetap melanjutkan rekaman nya sebagai bukti nanti ke pada Rehan.
"Yang bener kamu bos, Kok bisa sih?". tanya Yuni penasaran dan kurang yakin.
"Ya bisa lah Linda gitu lho, Kemaren kan Zahra sedang pergi sama Dani, Dan ternyata ada preman naik sepeda motor melintas di depan aku, Akhirnya aku suruh dan membayar dia untuk menyerempet Zahra, Eh saat sepeda motor udah dekat ternyata Dani menarik tangan Zahra dan akhirnya mereka berdua berpelukan, Momen itu aku abadikan lewat hp ku, Dan sesampai di kantor aku kasih tahu deh sama Rehan ". ucap Linda menceritakan ke pada Yuni
"Wah hebat tuh otak bos Linda ". ucap Yuni memuji Linda
"Iya dong, Dan kamu tahu, Ternyata Rehan marah besar sama Zahra hingga Zahra terjatuh dari tangga dan akhirnya pendarahan deh ". ucap Linda sambil tertawa
"Bagus juga ide mu bos". jawab Yuni sambil tertawa juga
"Heemmm ya udah lah kalau gitu aku mau kerja dulu ". ucap Linda mematikan telpon nya.
Sedangkan Firman segera menghentikan rekaman nya dan menyimpan video nya, Setelah itu Firman pun langsung mengetuk pintu ruangan Linda, Saat itu Firman pura pura tidak tahu tentang kejahatan Linda.
"Firman ?". ucap Linda menoleh ke arah pintu dengan wajah tegang.
"Kenapa Linda kamu kok tegang gitu, Apa ada yang kamu sembunyikan ?". tanya Firman memancing Linda.
"Eng..enggak kok, Kamu sejak kapan ada di sini Fir?". tanya Linda dengan gugup
"yahhhh agak tadi sih saat kamu sedang menelpon dengan seseorang ". ucap Firman tambah bikin Linda bingung dan tegang.
"Apa? kamu nguping pembicaraan aku Firman?". tanya Linda lagi
"Iya aku dengar ". jawab Firman santai
"Firman kamu lancang banget sih mendengar kan pembicaraan aku". bentak Linda
"Kamu kenapa sih Linda, Aku hanya mendengar kalau kamu tadi berpamitan jika kamu akan melanjutkan pekerjaan nya, iya kan?". ucap Firman
"Jadi kamu hanya dengar itu?". tanya Linda lagi kurang yakin dengan ucapan firman.
"Iya benar, Emang kenapa sih Linda, Kamu kok tegang dan mudah marah gitu ". ucap Firman
"Oh gak apa apa kok Fir, Terus kamu ke sini ada apa ?". tanya Linda dengan perasaan lega karena ia mengira jika Firman berkata jujur saat itu.
"Aku mau ambil berkas yang kamu pegang kemaren ". jawab Firman
"Oh...". sahut Linda sambil mengambil berkas nya yang ada di dalam tas nya.
"Ini kan?". ucap Linda memberikan berkas nya ke hadapan Firman.
"Baiklah kalau gitu, Saya permisi keluar dulu". kata Rehan langsung mengambil berkas nya dan berjalan keluar dari ruangan Linda.
Saat Linda melihat Firman sudah keluar, Linda pun langsung duduk dan menghembuskan nafas nya lewat mulut nya dengan perasaan lega.
" Untung aja Firman tidak mendengar percakapan aku sama Yuni dari awal, Ceroboh banget aku ya hari ini".ucap Linda sambil mengelus dada nya.
Sedangkan Firman saat itu akan menghubungi Rehan karena ia ingin menceritakan semua nya ke pada Rehan, Dan saat Firman akan menghubungi Rehan, Salah satu karyawan mengetuk pintu ruangan Firman, Akhirnya Firman pun gak jadi menghubungi Rehan.
"Nanti kalau udah pulang aja lah, Aku Telpon Rehan, Sekarang aku harus fokus kerja supaya cepat selesai dan cepat menemui Rehan ". ucap dalam hati Firman sambil menaruh hp nya.
Sedangkan Rehan saat itu sudah membayar semua biaya rumah sakit Zahra dan tiba tiba hp nya berbunyi dan ternyata Mamah nya lah yang menelpon Rehan.
"Hallo Mah". ucap Rehan mengangkat telpon nya.
"Rehan ..gimana keadaan Zahra sekarang nak?" tanya Mamah nya.
"Alhamdullilah sudah baik kok Mah bahkan hari ini Zahra sudah boleh pulang, Ini Rehan sudah mengurusi semua administrasi nya". jawab Rehan.
__ADS_1
"Alhamdulillah Ya Allah Mamah senang dengar nya nak ". ucap syukur Mamah nya dengan perasaan senang.
Dan setelah Rehan selesai mengobrol dengan Mamah nya, Akhirnya Rehan pun berjalan menuju ke ruangan Zahra, Dan akan siap siap untuk pulang ke rumah nya.