
Keesokan harinya Zahra pun sudah bangun dan pagi itu Zahra siap siap untuk ke pasar, Dan saat Zahra berjalan menuju keluar rumah ia bertemu dengan Bi Yuni yang saat itu tengah menyapu halaman rumah nya.
"Pagi Bu Zahra ". Menyapa Bi Yuni ke pada Zahra sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya
"Pagi juga Bi ". jawab Zahra tersenyum kembali ke pada Bi Yuni
"Bu Zahra mau ke pasar ya?". tanya Bi Yuni
"Iya Bi, Aku mau belanja sayuran sebentar". jawab Zahra dengan membawa tas keranjang di tangan nya
"Biar saya aja yang belanja Bu ". kata Bi Yuni sambil mendekati Zahra
"Gak usah Bi, Biar aku aja soal nya aku masih mau belanja di Alfamart ". ucap Zahra menolak.
"Oh iya udah Bu, Hati-hati ya Bu ". ucap Bi Yuni sok baik
Zahra pun tersenyum dan ia pun berjalan menuju mobil nya, Saat itu Zahra pergi ke pasar bersama Dani karena Rehan sudah melarang Zahra untuk pergi sendirian. Dani pun membukakan pintu mobil nya untuk mempersilahkan Zahra masuk Dan berangkat lah mereka menuju ke pasar.
Sedangkan Bi Yuni saat itu langsung menelpon preman untuk memberi tahu kalau Zahra sudah keluar bersama Dani sopir pribadi nya itu, Preman itu pun mengikuti mobil Zahra. Selama di perjalanan preman itu terus mengikuti mobil Zahra hingga mencari tempat yang sepi dan jauh dari pemukiman warga. Saat itu juga Dani dan Zahra belum menyadari jika ada mobil yang sedang mengikuti nya.
Setelah sampai di jalan yang sesuai target, Mobil preman itu menyalip dan menghadang mobil Zahra, Dani pun kaget dan mengerem mendadak.
"Astagfirullah ya Allah". ucap Zahra kaget
"Maaf nyonya Zahra, Di depan ada mobil yang tiba-tiba berhenti". ucap Dani
"Mau apa mobil itu, Kenapa dia berhenti di situ?". ucap Zahra penasaran dan sedikit ketakutan
"Saya juga tidak tahu nyonya ". jawab Dani dengan wajah panik
Dan tak lama kemudian terlihat dua preman keluar dari mobil nya dan berjalan menghampiri mobil Zahra, Zahra pun terkejut dan merasa ketakutan saat itu, Sedangkan Dani orang nya tidak terlalu jago untuk berkelahi.
"Bu Zahra siapa ya orang itu?". tanya Dani
"Entahlah, Sepertinya mereka mau mengganggu kita Dani ". jawab Zahra ketakutan
__ADS_1
"Bu Zahra tenang ya, Aku akan melindungi Bu Zahra ". ucap Dani menenangkan Zahra
Dan kedua preman itu langsung mengetuk keras kaca mobil Zahra .
"Keluar keluar !". bentak preman itu ke pada sopir pribadi nya Zahra.
"Dani kamu hati hati ya". ucap Zahra ketakutan
"Bu Zahra tenang ya jangan panik, Yang penting Bu Zahra jangan keluar dari mobil, Setelah nanti aku keluar, Bu Zahra langsung kunci semua pintu mobil". ucap Dani menjelaskan
"Iya Dani ". jawab Zahra dengan wajah panik
Dan Dani pun akhirnya keluar dari mobil nya. Dan menghadapi kedua preman itu, Dan terlihat saat itu Dani berdebat dengan kedua preman itu.
"Apa maksud kamu menghadang perjalananku?". tanya Dani ke pada salah satu preman itu
"Itu bukan urusan kamu, Lebih baik kamu minggir saja dan biarkan wanita yang ada di dalam mobil ini ikut bersama kita". ucap preman itu.
"Enak aja kamu, Meski nyawa taruhan ku gak akan aku biarkan kalian membawa bos saya". ucap Dani dengan berani nya.
"Lebih baik kamu minggir". ucap preman itu sambil mendorong Dani
Dan akhir nya Dani pun berkelahi dengan kedua preman itu, Saat itu Dani masih bisa melawan dan menghindar serangan dari kedua preman itu.
Sedangkan Rehan saat itu sudah bangun dan ia langsung menelpon istri nya karena sudah agak siang tapi Zahra belum juga pulang.
Zahra saat itu tengah duduk di dalam mobil sambil melihat ke arah Dani dan preman itu dengan wajah panik dan takut. Saat hp berdering Zahra pun langsung mengambil hp nya yang saat itu berada di dalam tas nya.
"Mas Rehan ?". ucap Zahra memegang hp nya
"Hallo mas Rehan ". ucap Zahra mengangkat telpon nya dengan nada gemetaran.
"Zahra kamu kenapa sepertinya kamu lagi ketakutan?". tanya Rehan dengan perasaan panik
__ADS_1
"Mas......". ucap Zahra semakin takut Karena melihat salah satu dari preman itu mendekati mobil Zahra dan mengetuk kaca mobil nya dengan keras,
"Cepat buka pintu nya, Kalau tidak, Aku akan memecahkan kaca mobil kamu ini". bentak preman itu
Dan saat itu juga Rehan mendengar suara preman itu dan Rehan pun berdiri dari tempat duduk nya dengan wajah panik dan khawatir dengan istrinya.
"Zahra cepat share loks tempat kamu sekarang". ucap Rehan
"Iya mas". jawab Zahra dan langsung share loks ke pada Rehan.
Dan Rehan pun langsung berlari menuju ke mobil nya, Setelah Rehan berada di dalam mobil nya, Ia mendapatkan alamat dimana Zahra berada sekarang. Rehan pun melaju sangat kencang menuju tempat Zahra saat itu, Dan Bi Yuni pun melihat jika Rehan terlihat terburu-buru keluar dari rumah nya.
Sedangkan Zahra saat itu menangis ketakutan sambil teriak minta tolong, Namun saat itu tempat nya benar-benar sepi, Dan preman itu akhirnya mengambil besi dari dalam mobil nya dan memukul ke kaca jendela mobil Zahra.
Zahra pun semakin ketakutan melihat bringas nya kelakuan preman itu.
Ceeennttarrrr .....
Suara kaca mobil Zahra di pecahkan oleh preman itu.
"Tolongggggggg". teriak Zahra ketakutan.
Dan setelah kaca jendela mobil Zahra pecah, Tangan preman itu pun membuka kunci pintu mobil nya dan Zahra hanya bisa pasrah dan berharap suami nya segera datang menolong istri nya.
Dan akhirnya preman itu berhasil membuka pintu mobil nya dan memaksa menarik Zahra untuk keluar.
"Ayo cepat keluar!". bentak preman itu ke pada Zahra
"Tidak, Lepaskan aku, Siapa sebenar nya kamu?". ucap Zahra mencoba bertahan
"Gak usah banyak omong, Kalau kamu tidak mau sakit, Lebih baik kamu ikuti perintah ku". ucap preman itu menarik tangan Zahra
Sedangkan Dani saat itu sudah merasa kelelahan dan Dani pun saat itu membuat preman itu jatuh, Dan akhirnya Dani menoleh ke arah Zahra yang saat itu Zahra tengah di tarik paksa oleh preman satu nya. Dani pun terkejut dan khawatir dengan keadaan Zahra, Dan akhirnya Dani mencoba untuk menolong Zahra, Saat Dani akan melangkah mendekati Zahra ternyata preman itu bangun dan mengambil kayu di dekat nya, Dan akhirnya preman itu pun memukul leher Dani dari belakang, Sehingga Dani merasa kesakitan dan tidak sadar kan diri.
"Dasar sopir bodoh". ucap preman itu setelah melihat Dani terjatuh dengan keadaan tidak sadarkan diri.
__ADS_1