Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 76


__ADS_3

Sedangkan Linda saat itu menelpon Bi Yuni untuk menanyakan kabar Zahra, Karena ia menghubungi preman-preman nya tidak di angkat.


"Hallo bos Linda ?". ucap Bi Yuni mengangkat telpon nya


"Gimana apa Zahra tidak ada di rumah?". tanya Linda


"Tidak ada bos, Tadi Pak Rehan sempat keluar terburu-,buru". kata Bi Yuni


"Terus?".


"Tapi sampai sekarang mereka belum sampai rumah". jawab Bi Yuni


Dan Linda pun mematikan telpon nya, Ia bingung ingin mencari tahu tentang Zahra, Dan kebetulan saat itu Linda sudah di kantor dan ia melihat Firman mau masuk ke ruangan Rehan karena Firman juga saat itu belum menyadari jika Rehan belum datang.


"Firman". panggil Linda sambil menghampiri nya


"Iya Lin ". jawab firman menoleh ke arah Linda


"Pak Rehan udah datang?". tanya Linda


"Saya juga belum tahu makanya ini saya mau masuk". jawab Firman dan firman pun membuka pintu ruangan nya dan setelah di buka ternyata Rehan tidak ada di dalam.


"Pak Rehan tidak ada, Apa iya masih belum datang?". kata Firman sambil menutup pintu nya kembali


"Coba aja telpon Fir". ucap Linda


Dan akhirnya Firman pun menelpon Rehan. Saat itu Rehan tengah duduk di samping Zahra. Karena sampai saat ini Zahra masih belum siuman.


"Hallo Fir?". ucap Rehan mengangkat telpon nya.


"Rehan kamu di mana kok jam segini belum ada di kantor?". tanya Firman


"Aku lagi di rumah sakit Fir". ucap Rehan dengan nada sedih


"Di rumah sakit siapa yang sakit Rehan?". tanya Firman dengan perasaan panik


"Zahra kecelakaan Fir, Tadi pagi waktu dia ke pasar bersama sopir di rumah, Di perjalanan di ganggu preman dan heran nya lagi preman itu memaksa ingin membawa Zahra, Siapa sebenarnya mereka itu,". ucap Rehan bercerita


"Terus keadaan Zahra gimana? Dan masalah preman itu, Apa mungkin Zahra punya musuh?". tanya Firman


Mendengar ucapan Firman, Linda pun terkejut dan merasa jika memang Linda lah musuh Zahra.


"Saya juga tidak tahu Fir, Setau saya istriku tidak mempunyai musuh, Dan keadaan nya sekarang masih belum sadar kan diri karena benturan di dahi nya yang begitu keras kata dokter ". ucap Rehan

__ADS_1


"Ya udah kamu yang tenang ya, Aku akan ke sana sekarang ". ucap Firman


"Baiklah ". jawab Rehan


Rehan pun mematikan telpon nya, Dan saat itu juga Zahra mendengar suara Rehan dan mulai menggerakkan jari-jari tangan nya.


"Mas.....". ucap Zahra dengan nada lemas


"Zahra ?". kata Rehan dengan wajah terkejut melihat istrinya sudah sadar.


Rehan pun langsung mendekati Zahra dan memegang tangan nya.


"Zahra kamu sudah sadar sayang?". ucap Rehan


"Mas aku di mana?". tanya Zahra


"Kamu lagi di rumah sakit, Kamu tenang ya, Aku gak akan ninggalin kamu sendirian ". jawab Rehan


"Aduhhh kenapa dahi ku sakit mas?". ucap Zahra sambil memegang dahi nya


"Sayang kamu yang tenang dulu ya, Kamu jangan banyak gerak dulu". kata Rehan menenangkan Zahra


"Mas Rehan jangan kasih tau sama Ibu ya tentang aku mas, Aku gak mau Ibu kepikiran sama aku". ucap Zahra


'Iya Ra kamu tenang aja, Tapi aku sudah ngasih tau ke Mama dan Papa dan sekarang orang tua ku masih dalam perjalanan menuju ke sini". kata Rehan sambil mengelus kepala Zahra


"Assalamualaikum ". ucap Firman menghampiri Rehan


"Wa'alaikum salam ". jawab Rehan dan Zahra


Rehan pun menoleh ke arah Firman dan Linda,


"Bu Zahra gimana keadaan mu?". tanya Linda sok baik


" Alhamdulillah aku gak apa-apa kok". jawab Zahra dengan wajah pucat nya itu.


"Syukur lah". kata Linda terpaksa senyum


"Kenapa gak mati aja kamu Zahra ". ucap dalam hati Linda sambil menatap senyum ke arah Zahra


"Oh iya Rehan, Kenapa masalah ini gak kamu laporkan saja ke polisi? ucap Firman ke pada Rehan


"Aku sempat berpikir seperti itu sih Fir". jawab Rehan sedikit berpikir.

__ADS_1


"Iya dengan begitu kita tahu siapa dalang di balik semua ini". kata Firman dengan tegas.


Mendengar percakapan Firman dan Rehan, Linda pun merasa bingung dan gelisah.


"Kalau menurut aku sih, Untuk sekarang jangan dulu kita lapor ke polisi, Karena kan pastinya nanti Bu Zahra di mintai keterangan, Sedangkan kondisi Bu Zahra saat ini sedang lemas". Sahut Linda mencari alasan.


"Iya mas, Aku gak apa-apa kok, Jangan laporkan ke polisi ya". ucap Zahra


"Iya udah sayang, Kamu gak usah mikir apa-apa biar cepat sehat ". ujar Rehan mendekati Zahra


Linda pun merasa senang mendengar ucapan Rehan tidak jadi melaporkan ke polisi.


"Dasar cewek kampungan bodoh, Mau aja di bodohin". ucap dalam hati Linda.


Dan tak lama kemudian orang tua Rehan pun datang dan langsung masuk ke dalam menghampiri Zahra.


"Mama ...


Papa ....".ucap Rehan langsung bersalaman dan mencium tangan orang tuanya. Begitupun dengan Linda dan Firman, Mereka pun juga bersalaman ke pada orang tua Rehan.


"Zahra gimana keadaan kamu nak?". ucap Mama Rehan mendekati Zahra


"Aku gak apa-apa kok Ma". jawab Zahra dengan nada masih lemas


"Rehan kamu jangan diam aja dong, Melihat istri kamu kayak gini, Lapor polisi lah atau gimana gitu". ucap Mamah nya dengan sedikit marah ke pada Rehan


"Iya mah nanti Rehan pikirin gimana biar Zahra gak di ganggu lagi sama preman ". jawab Rehan


"Terus keadaan Dani gimana?". tanya Papah nya


"Dani sudah gak apa-apa kok Pah, Tadi udah nelpon Rehan dan sekarang lagi jaga rumah sama Bi Yuni ". jawab Rehan


" Rehan, Mamah minta ke pada kamu untuk menambah asisten rumah tangga untuk berbelanja dan membantu pekerjaan rumah nya, Saya gak mau Zahra keluar ke pasar untuk berbelanja sendiri". ucap mamah nya dengan tegas


"Mah, Aku gak apa-apa kok, Jangan marahin mas Rehan ya, Ini bukan salah mas Rehan kok mah". sahut Zahra


"Zahra, Ini semua demi kebaikan kamu nak, Rehan itu suami kamu jika ada apa apa dengan kamu ya tetep salah suami kamu nak, Dan lagian Rehan suami kamu itu seorang pengusaha, Jadi kamu gak perlu pergi ke pasar berbelanja setiap hari gitu, Kalau emang kamu ingin Rehan makan masakan kamu, Biar kamu lah yang masak, Tapi kalau untuk pergi keluar biar Rehan nanti mencari pembantu baru lagi ". ucap Mamah nya menasehati Menantu kesayangan nya itu.


"Apa kata Mamah benar Ra, Kamu nurut saja ya". ucap Rehan


"Iya mas". jawab Zahra tersenyum.


Melihat pemandangan itu Linda semakin panas dan sakit hati melihat Zahra di perlakukan sangat baik sama keluarga Rehan.

__ADS_1


"Coba aja Zahra mati, Pasti aku yang bakalan di gituin nantinya sama keluarga Rehan ". ucap dalam hati Linda menatap sinis ke arah Zahra .


Dan setelah itu Firman pun berpamitan untuk kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai, Dan akhirnya firman pun pulang bersama Linda.


__ADS_2