Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 45


__ADS_3

Rehan dan Firman pun sudah sampai di kantor nya, Mereka sedang membicarakan tentang meeting yang akan di laksanakan pagi ini, Sambil menunggu kedatangan Linda Yang saat itu Linda sedang berada di perjalanan.


Tak lama kemudian Linda pun sampai di kantor nya, Dan langsung menemui Rehan.


"Permisi Pak". ucap Linda mengetuk pintu ruangan Rehan


"Oh iya Linda masuklah!". ucap Rehan


Linda pun masuk ke dalam ruangan Rehan. Dengan wajah agak berantakan karena keburu-buru.


"Linda kamu kenapa kok kayak nya udah capek gitu?". tanya Rehan


"Iya Linda". sahut Firman


"Iya tadi aku telat bangun, Jadi keburu-buru deh". jawab Linda alasan dan sambil merapikan rambut nya.


"Ya udah, cepat siapkan semua nya karena kita akan memulai meeting nya!". ucap Rehan


"Baik Pak". jawab Linda.


Linda pun menyiapkan semua berkas nya dan Setelah itu Linda, Firman dan juga Rehan pergi ke ruang meeting dan di sana pun sudah ada beberapa karyawan yang sudah menunggu.


Setelah selesai meeting Linda langsung pamit untuk pergi ke ruangan nya.


"Maaf Pak Rehan, Meeting kan sudah selesai, Saya permisi untuk pergi ke ruangan saya". ucap Linda


"Baik lah, Silahkan!". ucap Rehan


Linda pun pergi ke ruangan nya, Sesampai nya di ruangan Linda duduk dan sedang menelpon seseorang.


"Hallo". ucap Linda lewat telpon nya


" Iya Bos, Gimana rencana selanjutnya". jawab orang yang di telpon Linda, Dan ternyata orang itu adalah preman suruhan Linda untuk mencelakai Zahra,


"Kalau kamu berhasil untuk bikin cewek itu celaka, Aku akan kasih berapa pun yang kamu mau". ucap Linda


"Baik, Serahkan semua nya ke pada ku, Tapi saya belum tau cewek itu yang mana?". tanya preman itu


"Saya akan kirim foto nya nanti". ucap Linda

__ADS_1


"okay saya tunggu". jawab preman itu.


Dan Linda pun mematikan telpon nya dan ia langsung mengirim foto Zahra ke pada preman itu, Karena Linda dengan sengaja nya tadi pagi mengambil foto wajah Zahra saat Zahra tengah berdiri di depan rumah nya.


Linda pun sudah mengirim alamat rumah Zahra dan Rehan itu kepada preman nya untuk selalu mengawasi Zahra, Preman itu akan bertindak jika Zahra sudah keluar rumah nanti.


Sedangkan Rehan saat itu masih di ruang meeting bersama Firman



Mereka masih membicarakan tentang pekerjaan nya, Selesai itu Rehan meminta pendapat ke pada Firman tentang rencana Rehan untuk menyatakan cinta ke pada Zahra.


"Menurutmu gimana Fir, Jika nanti pada hari genap satu tahun pernikahan ku, Saat itu juga aku berencana menyatakan cinta kepada Zahra". ucap Rehan


"Eaahhh ide bagus tuh Rehan". jawab Firman


"Tapi aku bingung mau bikin kejutan apa lagi, Masak iya ngajak Zahra makan malam lagi?". tanya Rehan bingung


"Harus yang berbeda dong Han". ucap Firman berpikir juga


"Iya itu apa ya?". tanya Rehan


"Iya juga sih, Ya sudah kita istirahat dulu Fir". ucap Rehan mengajak Firman untuk keluar ruangan meeting nya


Sedangkan Zahra saat itu tengah duduk santai di depan rumah nya, Dan saat itu juga orang suruhan Linda sedang mengawasi Zahra dari jauh, Dan saat itu Zahra tengah duduk sendiri, Preman itu berencana untuk membawa Zahra ke tempat yang sangat jauh dari rumah nya.


Preman itu pun terus mendekati rumah Zahra dan saat preman itu sudah mulai dekat dengan pagar garasi rumah nya, Ternyata Dani sopir pribadi nya Zahra keluar dan menghampiri Zahra.


"Nyonya Zahra ngapain duduk sendiri di sini, Jangan ngelamun sendirian loh". ucap Dani


"Enggak kok Dani, Aku cuman bosen aja di dalam, Ya udah aku ke dalam dulu ya". ucap Zahra sambil berdiri dari tempat duduk nya.


" Iya nyonya Zahra". jawab Dani


Dan Zahra pun akhirnya masuk ke dalam rumah nya, Dan preman itu akhirnya gagal untuk membawa Zahra pergi, Dan preman itu langsung pergi ke mobil nya dan menelpon Linda jika ia gagal mencelakai Zahra.


"Maaf bos rencana saya hari ini gagal, karena cewek itu di temani sopir nya itu tadi". ucap preman itu lewat telpon nya


" Dasar preman bodoh masak cuman gitu aja gak bisa, Kalau gitu kamu ajak temen kamu satu lagi buat bawa Zahra pergi jauh dari kota ini". ucap Linda dengan marah

__ADS_1


"Baik bos". jawab preman itu.


Preman itu pun pulang dan berencana untuk mencelakai Zahra tunggu esok hari nya dan menunggu waktu yang tepat.


Dan tak lama kemudian jam pulang kantor pun tiba, Rehan pun bersiap-siap untuk pulang, Dan saat itu Rehan selalu kepikiran dengan Zahra.


"Kenapa aku ingin cepat pulang ya dan ingin segera bertemu Zahra?". ucap dalam hati Rehan sambil mengambil Jaz hitam nya yang berada di kursi tempat kerja nya.


Rehan pun segera berjalan menuju ke mobil nya karena Rehan ingin segera bertemu Zahra. Sedangkan Zahra saat itu tengah menyiapkan makan malam untuk Rehan. Sesampai di rumah nya Rehan langsung masuk ke dalam rumah nya.


"Zahra...Zahra .....". teriak Rehan sambil masuk ke dalam rumah nya


Dan saat itu Zahra sedang memasak di dapur, Zahra pun kaget dengan suara Rehan saat itu.


"Itu suara mas Rehan, Tumben mas Rehan langsung manggil aku? Biasa nya mas Rehan mengucapkan salam". ucap dalam hati Zahra penasaran


Dan akhirnya Zahra menyuruh Bi Ana untuk melanjutkan pekerjaan nya, Karena Zahra ingin menghampiri Rehan.


" Bi, Tolong lanjutin pekerjaan ku ya, Aku mau samperin mas Rehan dulu". ucap Zahra


"Baik nyonya". jawab Bi Ana sambil melanjutkan pekerjaan Zahra


Dan Zahra pun berjalan menuju ke ruang depan untuk menghampiri Rehan.


"Ada apa mas, kok mas Rehan panggil aku?". tanya Zahra menghampiri Rehan, Yang saat itu Rehan tengah berdiri memanggil Zahra


"Zahra?". ucap Rehan saat melihat Zahra dan ia langsung memeluk Zahra dengan wajah ketakutan.


Zahra pun semakin kaget dengan sikap Rehan saat ini, Karena Rehan mempunyai perasaan tidak enak ke pada Zahra, Mungkin karena ada orang yang berniat jahat ke pada Zahra, Sehingga Rehan tiba-tiba selalu kepikiran akan keadaan istri nya itu.


"Mas Rehan kenapa langsung meluk aku?". tanya Zahra


Rehan pun langsung melepaskan pelukan nya dan ia pun juga bingung kenapa ia selalu memikirkan keadaan Zahra saat itu.


"Aku juga tidak tau kenapa aku begini? Kenapa perasaan ku gak enak ya, Aku takut terjadi apa-apa sama kamu Zahra?". ucap Rehan bingung


" Mas Rehan ada-ada aja, Aku kan gak apa-apa mas, Lagian mas Rehan kenapa segitu panik nya sama keadaan aku?". tanya Zahra penasaran.


Rehan pun hanya diam, Dia berpikir mungkin saat nya ia jujur jika dirinya mulai sayang sama Zahra.

__ADS_1


__ADS_2