Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 36


__ADS_3

Rehan pun mengikuti saran dari Firman, Rehan mempersiapkan semua nya di bantu oleh Firman, Rehan pun menelpon dan memesan tempat untuk acara nanti malam, Di salah satu restoran langganan Rehan, Ia meminta ke pada pelayan restoran agar menghiasi tempat yang ia pesan buat nanti malam.


Dan seketika itu Linda berada di depan ruangan Rehan karena Linda masuk ke dalam ruang Rehan untuk meminta tanda tangan Rehan dan Linda juga mendengar pembicaraan Rehan dengan pelayan restoran itu, Linda pun kaget dan penasaran, Linda pun tetap berdiri di depan pintu ruangan Rehan sambil menuggu Rehan selesai menelpon, Baru Linda akan masuk.


" Kenapa Rehan memesan tempat untuk nanti malam ya?apa lagi tempat itu harus bagus dan romantis? untuk siapa? gak mungkin untuk Rehan dan Zahra". ucap Linda penuh pertanyaan dan penasaran.


Mendengar Rehan sudah menutup telpon nya, Akhirnya Linda mengetuk pintu ruangan Rehan.


"Permisi Pak," ucap Linda sambil mengetuk pintu


" Oh iya masuk aja Lin." jawab Rehan


Linda pun masuk ke dalam dan Firman pun berpamitan ke pada Rehan untuk keluar.


"Pak Rehan, Saya mau pergi ke ruangan saya dulu ya, karena masih ada pekerjaan yang belum selesai, Selamat menikmati nanti malam ya dan semoga sukses". ucap Firman menyemangati Rehan,


Mendengar ucapan Firman, akhirnya Linda yakin jika tempat yang ia pesan tadi itu ternyata untuk Rehan dan Zahra buat nanti malam. Semakin kesal lah Linda mendengar itu.


Linda pun masuk dan menyerah kan berkas nya untuk di tanda tangani, Sedangkan Firman sudah keluar dari ruangan Rehan, Setelah Rehan selesai mengecek dan mentanda tangani berkas yang di bawa Linda, Akhirnya Rehan memberikan lagi ke pada Linda.


" Linda ini berkasnya sudah saya tanda tangani". ucap Rehan memberikan berkas nya ke hadapan Linda.


Linda pun ngelamun memikirkan rencana jahat nya itu untuk menggagalkan rencana Rehan.


Melihat Linda tidak mendengar ucapan Rehan akhirnya Rehan memanggil Linda.


"Linda?". ucap Rehan dengan nada agak keras.


" Iya Pak ada apa?". jawab Linda kaget seketika itu


" Apa yang kamu pikirkan Lin?". tanya Rehan


"Tidak ada Pak, Mungkin karena saya lagi gak enak badan aja". jawab Linda mencari alasan.


" Kalau kamu merasa gak enak badan, kamu boleh ijin untuk istirahat". ucap Rehan

__ADS_1


" Enggak apa-apa kok Pak, Saya masih bisa melanjutkan kerja". jawab Linda dengan wajah manis di hadapan Rehan


" Ya udah, Ini berkas nya sudah saya cek dan tanda tangani".ucap Rehan memberikan berkasnya ke pada Linda


" Baik Pak, Terima kasih". jawab Linda tersenyum ke pada Rehan.


Linda pun keluar dari ruangan Rehan dengan wajah kesal. Linda langsung pergi ke ruangan ia sendiri sesampai di dalam ruangan nya, Linda mengamuk dan melemparkan beberapa kertas yang ada di atas meja kerja nya.


"Rehan kenapa kamu malah beneran suka sama cewek kampungan itu, Apa kurang nya aku sih, Kamu tau Rehan, aku tuh bukan gak enak badan tapi aku sakit hati hiks...hiks...". ucap Linda sambil menangis


" Aku gak boleh cengeng, Aku adalah wanita tangguh dan lebih cantik dari wanita kampungan itu, Bisa saja Rehan merencanakan sesuatu untuk nanti malam karena di suruh Mamanya". ucap lagi Linda sambil menghapus air matanya.


Sedangkan Rehan saat itu tengah duduk-duduk dan memikirkan acara nanti malam karena Rehan masih malu dan gugup.


Akhirnya Rehan menelpon Zahra untuk memberitahukan supaya Zahra siap-siap.


Berbunyi lah hp Zahra dan ternyata Rehan menelpon nya.


"Assalamualaikum mas?". ucap Zahra mengangkat telpon nya


"Wa'alaikum salam Ra". jawab Rehan agak gugup


" Zahra aku ingin mengajak kamu makan malam di luar nanti, Jadi kamu tidak usah masak ya!". ucap Rehan memberanikan diri.


" Beneran mas?". jawab Zahra kaget


" Iya Zahra beneran, Sebelum nanti aku pulang kamu harus siap-siap ya". ucap Rehan


" Iya mas". jawab Zahra dengan hati senang campur deg-deg an karena baru pertama kali ia diajak makan malam berdua dengan Rehan


Setelah Zahra menutup telpon nya, Zahra bingung mencari baju untuk nanti malam karena Zahra ingin terlihat cantik di depan Rehan. Zahra pun mengeluarkan semua baju yang ada di lemari Zahra.


" Baju-baju aku kan semua nya biasa aja, udah tiap hari di pakai, Aku mau pakai yang mana ya?". pikir Zahra sambil melihat semua baju nya.


Dan akhirnya Zahra ingat kalau ia punya teman Diana yang kebetulan punya butik, Zahra pun langsung menghubungi Diana.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Zahra?". ucap Diana mengangkat telpon nya


" Wa'alaikumsalam Diana". jawab Zahra


"Tumben nelpon aku, Ada apa nih?". ucap Diana sambil tersenyum kecil


" Hehehe iya maaf ya Diana, kemaren aku masih sibuk, Oh iya Diana aku boleh minta tolong gak?". ucap Zahra


" Ya pasti boleh lah, Emang nya kamu minta tolong apa?". tanya Diana


" Nanti malam mas Rehan ngajak aku makan di luar Na, Aku bingung mau pakai baju yang mana karena bajuku udah tiap hari aku pakai, aku kan pengen terlihat cantik". ucap Zahra bingung


" Masalah itu mah gampang Ra, Kamu tinggal ke sini, Masalah baju dan make up serahkan sama Diana". jawab Diana tertawa kecil ke pada Zahra


" Terima kasih banyak ya Diana, kamu emang temen ku yang paling baik deh". ucap Zahra memuji Diana dan merasa senang.


Zahra pun mematikan telpon nya dan setelah itu Zahra langsung pergi ke butik Diana, Zahra pergi ke butik bersama sopir pribadinya yang sudah mulai bekerja lagi.


" Dani, tolong antar aku ke butik temenku ya". ucap Zahra menghampiri mobil nya.


" Siap nyonya Zahra". jawab Dani membuka pintu mobil nya dan mempersilahkan Zahra untuk masuk.


Dani pun heran dengan wajah Zahra yang saat itu kelihatan lagi senang dan semangat untuk pergi ke butik teman nya.


"Zahra keliatan nya lagi senang, Ada apa ya? heemm sudah lah, bukan nya itu bagus kalau Zahra bisa tersenyum gitu". ucap dalam hati Dani sambil menutup pintu mobil nya.


Zahra dan Dani pun akhirnya berangkat ke butik Diana. Sesampai nya di butik, Zahra langsung masuk ke dalam dan menemui Diana.


" Assalamu'alaikum Diana?". ucap Zahra menghampiri Diana


" Wa'alaikumsalam Zahra, duhhh kelihatan lagi senang banget nih ya". jawab Diana menggoda Zahra


" Aku tuh panik dan deg-deg an tau, Mendengar mas Rehan ngajak aku makan di luar, Aku takut nanti gak bisa terlihat cantik gitu". ucap Zahra senyum campur bingung ke pada Diana.


" Udah kamu tenang aja Ra". jawab Diana.

__ADS_1


Diana pun mengajak Zahra untuk melihat beberapa baju gamis yang baru saja datang,


Mereka pun sibuk memilih baju untuk Zahra yang akan di pakai nanti malam dan make up untuk Zahra nanti nya.


__ADS_2