
Setelah Bi Ana berangkat bersama Dani, Saat itu Zahra pun mengajak Rehan untuk sarapan.
"Ayo mas kita sarapan dulu !". ajak Zahra ke pada Rehan
"Iya Ra". jawab Rehan
Mereka berdua pun pergi ke ruang makan untuk sarapan, Sesampai di meja makan Zahra pun melayani suami nya itu, Dan akhirnya mereka pun menikmati sarapan yang sudah di siapkan oleh Bi Ana.
"Oh ya Zahra, Selama Bi Ana masih di kampung nya, Gimana kalau aku cari pengganti untuk membersihkan rumah dan membantu kamu masak?". tanya Rehan
"Kalau masalah itu apa kata mas Rehan aja, Tapi aku bisa kok ngerjain semua mas". jawab Zahra santai
"Tapi kan kasihan kamu Ra, Rumah Segede ini kamu sendirian yang bersihin, Pasti capek lah". ucap Rehan dengan melihat ke arah sekeliling nya.
"Ya gak apa apa lah mas, Aku kan udah biasa di desa, Apa apa di kerjakan sendiri". kata Zahra dengan wajah ikhlas menjalani pekerjaan nya.
" Ya udah selama aku masih belum menemukan pembantu baru, untuk sementara ini Kamu mengerjakan ini sendiri dulu ya, Aku akan segera mendapatkan pengganti Bi Ana selama dia masih di kampung nya". ucap Rehan mengelus kepala Zahra
"Iya mas". jawab Zahra tersenyum manis ke pada Rehan
Setelah itu Rehan pun berangkat ke kantor nya, Dan Zahra mengantar suaminya ke depan rumah nya, Seperti biasa sebelum berangkat kerja Zahra mencium tangan Rehan dan Rehan mencium kening Zahra, Dan Rehan pun masuk ke dalam mobil nya dan berangkat lah Rehan ke kantor nya.
Sedangkan Zahra saat itu langsung membersihkan meja makan, Dan langsung mencuci piring piring yang kotor. Setelah itu Zahra langsung membersihkan rumah dan kamar nya.
Sedangkan Rehan saat itu sudah sampai di kantor nya, Dan ia sudah berada di dalam ruangan nya bersama Firman,
"Rehan gimana, Apa kamu sudah mengecek dan mentanda tangani berkas berkas yang aku kasih kemaren ?". tanya Firman duduk di kursi depan meja ruangan Rehan
"Iya bentar ya Fir, Kenapa di tas ku gak ada ya?". ucap Rehan sambil mencari di dalam tas nya.
"Cobak deh kamu cari dulu". kata Firman
Dan tak lama kemudian Rehan baru sadar jika berkas berkas nya lupa tidak di masukkan ke tas nya, Dia ingat saat mengerjakan pekerjaan nya ia di temani oleh Zahra dan selesai mengecek nya ia langsung pergi makan malam bersama Zahra.
"Ya Ampun Fir, Sepertinya berkas berkas nya ada di rumah, Aku lupa tidak memasukkan ke dalam tas tadi malam ". ucap Rehan
"Terus gimana Pak Rehan? Apa saya yang akan mengambil di rumah nya?". tanya Firman ke pada Rehan
"Kalau Firman yang ambil berkas itu ke rumah, Dia pasti ketemu Zahra, Sedangkan di rumah hanya ada Zahra ". ucap dalam hati Rehan dengan perasaan cemburu
"Gimana Pak Rehan kok malah bengong sih?". tanya Firman lagi
Dan saat itu juga pintu ruangan Rehan terdengar ada yang mengetuk. Dan ternyata Linda saat itu berdiri di depan pintu ruangan Rehan.
"Permisi Pak ". ucap Linda
"Iya masuk!". jawab Rehan menoleh ke arah pintu
__ADS_1
Linda pun membuka pintu nya dan ia pun masuk ke dalam menghampiri meja ruangan Rehan.
"Maaf Pak untuk meeting siang ini sudah siap semua, jam dan tempat nya sudah saya siapkan". ucap Linda ke pada Rehan
"Iya terima kasih ya, Tapi berkas berkas yang sudah saya cek kemaren tertinggal di rumah Lin, Apa kamu bisa ambilkan berkas itu sekarang ?". ucap Rehan ke pada Linda
"Bisa Pak, Emang nya berkas nya ada di mana ya pak ?". tanya Linda dengan senang hati karena akan bertemu Zahra.
"Bentar lagi aku akan menghubungi Zahra, Biar dia yang ambil di ruang kerja ku, Dan kamu tinggal ambil berkas nya ke Zahra ". ucap Rehan
"Baik Pak. Saya permisi berangkat dulu ke rumah Pak Rehan ya ". jawab Linda menundukkan kepalanya
Linda pun keluar dari ruangan Rehan, Sesampai di depan pintu Rehan, Terlihat wajah Linda sangat senang karena punya kesempatan untuk bertemu berdua dengan Zahra.
Rehan pun mengambil hp nya dan langsung menghubungi Zahra. Saat ia sedang mencari nomer hp istrinya, Firman membicarakan sesuatu sehingga Rehan sesekali melihat ke arah Firman sambil memegang hp nya.
Sedangkan Zahra saat itu tengah membersihkan kamar nya dan hp nya berbunyi. Zahra pun mengambil hp nya yang saat itu berada di atas meja dekat tempat tidur nya. Setelah Zahra memegang hp nya ternyata Rehan yang menelpon.
"Assalamualaikum mas". ucap Zahra mengangkat telpon nya.
"Wa'alaikumsalam salam Zahra,". jawab Rehan
"Ada apa mas?". tanya Zahra
"Aku lagi beresin kamar mas". jawab Zahra
"Zahra tolong ambilkan Map kuning yang di dalam nya ada berkas berkas, Dan map itu ada di atas meja ruang kerja saya Ra, Dan saya juga udah suruh Linda untuk menjemputnya". ucap Rehan menjelaskan
"Owh iya mas". jawab Zahra sambil berjalan menuju ruang kerja Rehan.
" gimana ada Ra?". tanya Rehan
"Iya ada mas". jawab Zahra sambil memegang map kuning yang di maksud oleh Rehan
"Iya udah,Nanti kalau Linda sudah sampai sana, Kamu kasih ya". kata Rehan
"Baik Tuan hehehe". jawab Zahra tersenyum bercanda
"Heemmmmm mulai nih, Awas ya kamu ". ucap Rehan menggoda Zahra
Dan setelah Rehan selesai berbicara ia mematikan telponnya, Sedangkan Zahra langsung membawa berkas itu ke dalam kamar nya, Dan Zahra pun melanjutkan menyapu dan mengepel lantai di ruang depan.
Tak lama kemudian terdengar ada suara di depan pintu rumah nya, Yang ternyata itu Linda sudah sampai di depan rumah Rehan dan Zahra.
" Assalamualaikum ". ucap Linda berdiri di depan pintu
__ADS_1
"Wa'alaikum salam". jawab Zahra sambil menaruh sapu yang ia pegang saat itu.
Zahra pun berjalan menuju pintu rumah nya dan ia pun langsung membuka nya.
"Oh ini Linda ya? Yang di suruh mas Rehan untuk jemput berkas yang ketinggalan?". tanya Zahra dengan ramah
"Iya betul Bu Zahra ". jawab Linda terpaksa sok manis ke pada Zahra
Zahra pun mempersilahkan untuk masuk dan mempersilahkan duduk di kursi ruang tamu.
"Tunggu sebentar ya, Aku ambil berkas nya di kamar". ucap Zahra ke pada Linda
"Iya Bu". jawab Linda
Zahra pun pergi ke kamar nya, Sedangkan Linda duduk di ruang tamu menunggu Zahra dan saat itu juga Linda melihat ada sapu dan ember yang berisi air untuk mengepel lantai , Yang berada di daerah ruang tamu itu.
"Si Zahra udah kayak pembantu nih, Ke mana pembantu di sini ya?". ucap dalam hati Linda sambil melihat ke arah sekeliling di dalam rumah nya.
Tak lama kemudian Zahra datang dan turun dari tangga nya dengan membawa map kuning di tangan nya.
Linda pun berdiri dan berjalan menghampiri Zahra,
"Ini Linda berkas berkas nya". ucap Zahra memberikan Map kuning nya ke pada Linda
"Oh iya Bu, Bu Zahra membersihkan rumah sendiri? Pembantu di sini ke mana?". tanya Linda kepo
"Oh Bi Ana sedang pulang kampung, Jadi aku yang mengerjakan semua pekerjaan di rumah termasuk menyapu dan mengepel ini". kata Zahra bercerita ke pada Linda
"Owhh, Lagian Bu Zahra kan emang udah terbiasa kayak gini di kampung nya, Dari pada Pak Rehan bayar orang, Mending Bu Zahra sendiri yang mengerjakan, Bu Zahra tuh lebih cocok kerja kayak gini dari pada yang lain ". ucap Linda mengejek Zahra
"Maksud kamu apa Linda?". kata Zahra sedikit marah
"Masak Bu Zahra gak ngerti, Bu Zahra kan dari kampung, Sedangkan pak Rehan bos muda yang tampan dan kaya, Mana cocok gandeng bersama Bu Zahra, Mungkin pak Rehan kasihan kali ya sama kehidupan Bu Zahra di kampung nya, Dan apa pak Rehan baru sadar kalau istrinya itu lebih cocok jadi pembantu dari pada jadi istrinya, makanya sekarang di suruh mengerjakan semua pekerjaan di rumah nya sendiri tanpa ada pengganti pembantu yang baru ". ucap Linda lagi dengan puas nya menghina Zahra
Plaakkkkkkk......".
Suara tangan Zahra menampar pipi Linda.
" Sejak pertama kali aku bertemu kamu, Aku sudah mengira kalau kamu itu emang perempuan tidak baik, Aku minta kamu pergi dari rumahku sekarang !". ucap Zahra penuh perasaan marah
"Kamu berani ya nampar pipi aku,". ucap Linda dengan memegang pipi nya.
"Aku bilang pergi sekarang, Apa aku harus menelpon mas Rehan, Supaya kamu keluar dari rumahku ". kata Zahra dengan tegas
Linda pun tidak ada pilihan lain, Akhirnya dia keluar dari rumah Zahra dan Rehan, Selama di perjalanan Linda merasa kesal karena Zahra sudah berani menampar dia, Dari situlah Zahra mengetahui asli dari sikap Linda yang sebenarnya dan Linda pun semakin benci dengan Zahra.
__ADS_1