Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 75


__ADS_3

Dan akhirnya preman itu pun mendekati Zahra dan teman nya yang saat itu sedang menarik memaksa Zahra untuk keluar dari mobil nya. Dan akhirnya Zahra pun tak bisa melawan ke dua preman itu dan mereka berhasil mengeluarkan Zahra dari dalam mobil nya.


"Lepas kan aku, Tolonggg......". teriak Zahra


Dan tak lama kemudian mobil Rehan pun datang,


"Mas Rehan,,,


Mas Rehan tolong mas". teriak Zahra dengan perasaan agak tenang karena melihat Rehan sudah datang.


"Lepaskan istri saya, Jika kalian tidak ingin babak belur". ucap Rehan tegas ke pada dua preman itu.


"Gimana nih bos?". berbisik salah satu preman itu ke pada ketua preman nya.


"Lebih baik kalian menyerah dari pada nanti kalian sakit". ucap Zahra ke pada preman itu


"Diam kamu". bentak preman yang memegang Zahra saat itu


"Aauuuuu.....". teriak Zahra kesakitan karena preman itu semakin erat memegang tangan Zahra


Dan Rehan pun tak pikir panjang, Ia langsung berlari mendekati preman itu, Melihat Rehan mendekati preman itu akhirnya ketua preman nya menyuruh anak buah nya untuk membawa Zahra masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Sedangkan Rehan saat itu berkelahi melawan ketua preman dan tak lama kemudian Rehan pun memberi tonjokan yang cukup keras ke wajah preman itu dan akhirnya preman itu terjatuh dengan rasa kesakitan dan tak berdaya untuk melawan Rehan lagi.


Dan preman yang satu nya melihat dari kaca spion mobil nya jika ketua nya sudah jatuh tak berdaya, Dan akhirnya preman itu pun menarik gas dan membawa Zahra kabur, Rehan pun terkejut melihat mobil nya melaju sangat kencang, Rehan langsung berlari ke arah mobil nya dan mengejar mobil preman itu,


Sedangkan Zahra di dalam mobil bersama preman itu, Zahra terus meminta berhenti ke pada preman itu.


"Cepat berhenti!". ucap Zahra sambil menarik setir nya ke kanan dan ke kiri.


Preman itu pun kesusahan dalam mengendarai mobil nya, Sedangkan mobil Rehan sudah berada di belakang nya. Zahra terus mengucapkan berhenti dan mengganggu preman itu menyetir. Hingga akhirnya mobil preman itu menabrak pohon besar yang ada di depan nya.


"Aauuuuuuuuu.......!". teriak Zahra sambil menutupi wajah nya dan memiring ke arah pintu mobil di samping nya.


Suara mobil yang Zahra tumpangi akhirnya menabrak pohon, Rehan pun kaget dan panik melihat mobil yang di tumpangi oleh istrinya itu menabrak pohon, Rehan pun langsung berlari menghampiri mobil itu, Dan saat Rehan membuka pintu mobil nya, Ia melihat wajah istrinya penuh darah dan tak sadarkan diri karena dahi Zahra terbentur kaca pintu mobil nya. Preman itu juga tidak sadarkan diri karena kepalanya terbentur keras ke setir nya.


"Zahra, Bangun sayang!". ucap Rehan sambil menepuk pipi nya


Akhirnya Rehan pun menggendong Zahra dan membawa ke rumah sakit terdekat. Dalam perasaan khawatir dan panik, Rehan membawa Zahra saat itu.


"Zahra, Ayo dong bangun sayang !". ucap Rehan sambil menyetir dan sesekali melihat ke arah Zahra


Beberapa lama kemudian Rehan pun sampai di rumah sakit, Rehan langsung menggendong Zahra masuk ke dalam.

__ADS_1


"Dokter....


Suster..... tolong istri saya habis kecelakaan". teriak Rehan sambil menggendong Zahra yang saat itu wajah nya penuh darah.


Dan akhirnya suster pun menghampiri Rehan dan Zahra dengan membawa brankar dorong. Dan akhirnya Zahra pun di bawa masuk ke ruang UGD. Terlihat dokter dan beberapa perawat masuk ke dalam dan menangani Zahra. Rehan pun menunggu di luar ruangan dengan wajah khawatir dan gelisah.


Dan beberapa lama kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD dan Rehan langsung berdiri dan menghampiri dokter yang menangani Zahra.


"Gimana dok keadaan istri saya?". ucap Rehan dengan wajah panik


" Keadaan istri bapak tidak apa apa kok, Hanya saja luka di dahi nya cukup dalam sehingga membuat Pasien masih belum sadar kan diri, Tapi bapak tenang aja, Kami sudah menjahit luka nya dan mengobati nya'. ucap dokter menjelaskan ke pada Rehan


"Alhamdullilah terima kasih ya dok, Apa saya boleh masuk ke dalam untuk melihat istri saya dok?". tanya Rehan ke pada dokter nya


"Silahkan Pak, Kalau begitu saya permisi dulu ya". ucap dokter berpamitan ke pada Rehan dan pergi dari ruang UGD.


Dan Rehan pun akhirnya berjalan masuk ke dalam untuk melihat keadaan istrinya, Sesampai di dalam ia melihat istrinya terbaring dan tak berdaya, Dan Rehan pun duduk di kursi yang berada di samping nya dan ia menatapi wajah istrinya sambil memegang tangan Zahra.


"Zahra, Maafin aku ya, Karena tidak bisa menjaga kamu ". ucap Rehan sambil mencium tangan Zahra.


Saat itu Rehan merasa bersalah ke pada Zahra karena tidak bisa menjaga Zahra dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2