
Sedangkan Firman saat itu langsung menaruh hp nya di saku celana nya dan membalikan badannya ke arah Linda, Dan ternyata saat itu Linda mulai menggerakkan tangan nya dan mencoba untuk membuka mata nya.
"Linda ?". ucap Firman mendekati Linda
"Aku ada di mana ini,?
Aaauuuuuu......".ucap Linda membuka mata nya dan memegang dahi nya yang terluka
"Linda kamu jangan banyak gerak dulu ya". ujar Firman menenangkan Linda
"Firman?". ucap Linda menoleh ke arah Firman dan mencoba untuk duduk bersandar di ranjang nya.
"Iya Linda tadi aku lihat mobil kamu menabrak pohon dan keadaan kamu saat itu sedang pingsan akhirnya aku langsung bawa kamu ke rumah sakit". kata Rehan menceritakan ke pada Linda
Dan Linda pun hanya terdiam dan mencoba untuk mengingat kejadian itu, Dan tak lama kemudian Linda pun ingat bahwa dirinya memang menabrak pohon gara gara menghindar ada sepeda motor yang tiba tiba melintas di depan nya, Linda pun menangis kembali mengingat kejadian itu karena ia sangat sakit hati ke pada Rehan.
"Linda kamu gak apa apa kan?". tanya Firman mendekati Linda dan duduk di samping nya
Linda pun semakin menangis dan Firman pun mencoba menenangkan Linda dan tiba tiba Linda perlahan lahan menyandar di bahu Firman, Firman pun mengelus kepala Linda hingga ia merasa lebih tenang. Dan setelah Linda sudah mulai tenang ia pun bangun dari sandaran nya .
"Maaf Firman, Aku hanya reflex aja dengan masalah yang aku alami sekarang". ucap Linda menghapus air matanya
"Iya Linda gak apa apa kok". jawab Firman
"Oh iya Linda, Aku belum mengabari keluarga kamu jika saat ini kamu sedang di rawat di rumah sakit karena aku tidak punya nomer keluarga kamu dan kebetulan hp kamu terkunci tadi, Jadi aku gak bisa ngabarin keluarga kamu". ucap Firman
"Gak apa apa kok Fir, Biar nanti aku yang ngabarin, Tapi aku gak mau Mamah aku tahu kalau aku sekarang di rumah sakit, Aku gak mau Mamah jadi khawatir dengan keadaan aku". jawab Linda
"Terus kamu gak akan nelpon Mamah kamu? Gimana kalau Mamah kamu menunggu kedatangan kamu?". tanya Firman
"Aku akan nelpon mamah aku dan aku akan bilang kalau aku sedang menginap di rumah temenku". kata Linda
Dan saat itu juga ternyata Rehan sudah datang dan membuka pintu ruang Linda di rawat.
"Assalamualaikum ". ucap Rehan masuk ke dalam ruangan Linda
"Wa'alaikumsalam ". jawab Firman menoleh ke arah pintu nya.
"Rehan?". ucap Linda terkejut melihat Rehan ada di depan nya.
"Firman....
Dan Linda gimana keadaan kamu?". ucap Rehan berdiri di dekat Firman
"Seperti yang Pak Rehan lihat". jawab Linda
"Kenapa kamu bisa menabrak pohon Linda?". tanya Rehan lagi
"Saat nyetir aku sedang capek dan banyak pikiran juga karena Pak Rehan seharian tadi ngasih aku banyak banget kerjaan, Tadi kan Pak Rehan pulang lebih dulu, Karena aku kecapean dan ngantuk juga mungkin makanya aku gak fokus nyetir akhirnya aku nabrak pohon ". ucap Linda mencari alasan karena Linda ingin Rehan merasa jika Linda kecelakaan gara gara Rehan.
"Tapi kan Linda pekerjaan tadi kan bukan kamu sendirian yang mengerjakan, Ada aku juga". Sahut Firman
"Aku tahu tapi itu kan nambah pekerjaan buat aku Fir". jawab Linda
"Baik lah kalau gitu, Maafin aku ya karena udah ngasih kamu kerjaan banyak dan sampai bikin kamu kayak gini sekarang ". ucap Rehan ke pada Linda karena ia tidak mau Firman dan Linda nanti nya berdebat, Apa lagi sedang berada di rumah sakit.
"Iya Pak gak apa apa kok,". jawab Linda menundukkan kepalanya
__ADS_1
Dan saat itu juga seorang suster datang ke ruang Linda di rawat yang saat itu berada di dalam ruang UGD.
"Permisi ". ucap suster dan dokter nya ke kada Rehan dan Firman
"Oh iya sus silahkan ". jawab Rehan dan Firman
Suster nya pun memeriksa infus, Sedangkan dokter nya memeriksa keadaan Linda yang saat itu sudah sadar. Dan setelah Linda di periksa dokternya pun langsung berbicara ke pada suster nya dan setelah itu akan menyampaikan ke pada keluarga pasien.
"Gimana dok ?".tanya Rehan
"Keadaan pasien sudah membaik kok, Dan karena saat ini sudah malam, Besok Bu Linda sudah boleh pulang dan untuk malam ini, Bu Linda akan di pindahkan ke kamar inap". ucap dokter nya menjelaskan
"Syukurlah kalau gitu dok". jawab Rehan
"Kalau gitu untuk keluarga yang akan menemani pasien nginap di rumah sakit ini, Silahkan ikut kami untuk mengantar pasien ke kamar inap ". ucap dokter nya
Rehan akhirnya menoleh ke arah Firman dan Firman pun menoleh ke arah Linda yang saat itu Firman bingung siapa yang akan menemani Linda malam ini di rumah sakit, Karena Linda tidak memberi tahu ke Pada Mamah nya tentang Linda saat ini. Akhirnya Firman lah yang menjawab ucapan dokter nya.
"Baik dok". jawab Firman dengan perasaan bingung.
Dan akhirnya Linda pun di pindahkan ke kamar inap dan setelah Linda berada di ruang inap, Rehan pun langsung mengahampiri Linda
"Linda apa keluarga kamu tidak tahu jika kamu sedang berada di rumah sakit?". tanya Rehan
"Enggak Pak, Aku gak mau Mamah ku khawatir sama aku, Lagian besok pagi aku udah boleh pulang". jawab Linda
"Terus siapa yang akan menemani kamu di sini malam ini?". tanya Rehan lagi
"Kalau emang gak ada yang mau menemani aku malam ini, Ya gak apa apa biar aku sendirian aja, Lagi pula aku kayak gini kan karena aku pekerja keras dan berbakti sama perusahaan Pak Rehan . ". kata Linda dengan wajah sok sedih di depan Rehan
Rehan pun hanya diam dan bingung, Karena Rehan saat ini merasa bersalah ke pada Linda
Dan akhirnya Firman pun datang menghampiri Rehan dan Linda.
"Gimana Linda, Siapa yang akan menjaga kamu malam ini?". tanya Firman lagi
"Kalian pulang aja, Biar aku sendirian aja di sini, Lagi pula besok pagi aku udah boleh pulang kok". ucap Linda ke pada Rehan dan Firman
Dan tiba tiba Linda pura pura kesakitan dan merasa pusing.
"Aduuhhhhhh". seru Linda memegang kepalanya.
"Linda kamu kenapa?". tanya Rehan
Akhirnya Firman pun memanggil dokter dan suster, Setelah dokter nya datang, Dokter nya langsung memeriksa Linda.
"Gimana dok?". tanya Firman
"Bu Linda butuh istirahat saja kok, Dan saran saya salah satu dari kalian harus ada yang menemani pasien, Takut nya suatu nanti ada apa apa dengan pasien". kata dokter nya menjelaskan
"Baik dok". jawab Rehan dan Firman
Akhirnya dokter dan suster nya pun keluar dari ruangan Linda.
"Ya udah kalau gitu biar saya aja yang akan menjaga Linda malam ini". ucap Firman
"Sial kenapa harus Firman sih yang jagain aku". ucap dalam hati Linda
__ADS_1
"Tapi Firman, Linda seperti itu kan gara gara aku karena udah ngasih dia pekerjaan ku ke pada dia tadi". kata Rehan
"Itu bukan salah Pak Rehan, Itu emang udah kewajiban Linda sebagai karyawan Pak Rehan untuk mengerjakan pekerjaan yang udah Pak Rehan berikan ke pada Linda ". ucap Firman sambil menoleh ke arah Linda
" Iya juga sih Fir, Tapi beneran kamu gak apa apa malam ini jagain Linda di sini?".tanya Rehan lagi sambil menepuk bahu Firman
Dan tak lama kemudian hp Firman berbunyi dan ternyata Mamah nya yang menelpon.
"Hallo Mah?". ucap Firman mengangkat telpon nya.
"Firman kamu di mana nak? jam segini kok belum pulang sih?". tanya Mamah nya
"Firman lagi jenguk teman di rumah sakit Mah, Emang nya ada apa Mah?" tanya balik Firman
"Cepat pulang ya nak, Kepala Mamah tiba tiba pusing banget nih". jawab Mamah nya karena saat itu Papah Firman sedang berada di luar kota.
"Tapi Mah...?".
"Nak Mamah tunggu di rumah ya, Mamah pusing banget nak". ucap Mamah nya Firman dan langsung mematikan telpon nya.
"Firman ada apa?" ucap Rehan
"Mamah ku sekarang lagi sakit Rey, Dan menyuruh aku untuk cepat pulang ". jawab firman dengan wajah bingung
"Iya udah kamu pulang aja, Kasihan Mamah kamu sendirian di rumah ". kata Rehan sambil mengelus bahu Firman
"Tapi gimana dengan Linda ?".tanya Firman
"Iya udah biar aku yang jaga Linda malam ini". jawab Rehan dengan terpaksa nya karena tidak ada pilihan lagi.
"Tapi Zahra gimana Rey?". tanya Firman lagi
"Zahra pasti ngerti kok, Udah kamu pulang aja, Mamah kamu pasti udah nungguin kamu ". ucap Firman
"Baiklah kalau gitu". kata Firman dan langsung berpamitan ke pada Linda yang saat itu Linda pura pura lemas.
"Yessss akhirnya malam ini aku berdua dengan Rehan ". ucap dalam hati Linda dengan perasaan senang.
"Ya udah Linda, Kamu istirahat aja, Aku tungguin kamu dari luar ruangan, Kalau ada apa apa panggil aja ". ucap Rehan
"Itu kan ada kursi panjang Pak, Pak Rehan kan bisa tidur di sana". kata Linda sambil menunjuk ke arah kursi panjang yang ada di dalam ruangan Linda
"Enggak Linda, Aku di luar aja, Lagi pula apa kata orang nanti kalau aku tidur satu ruangan sama kamu". jawab Rehan
"Baik Pak ". jawab Linda gak bisa memaksa Rehan untuk tidur di dalam ruangan nya.
Rehan pun berjalan keluar dari ruangan Linda dengan wajah khawatir dengan istrinya dan ia akan menghubungi Zahra untuk memberitahu jika malam ini Rehan tidak bisa pulang.
"Gak apa apa lah Rehan tidak tidur di sini, SE enggak nya dia udah mau menjaga aku malam ini". ucap dalam hati Linda dengan perasaan senang.
Dan Rehan langsung mengambil hp nya dan menghubungi istri nya. Saat itu Zahra sedang berbaring di kamar nya sambil menunggu kabar dari Rehan, Dan tak lama kemudian hp nya pun berbunyi, Zahra pun langsung mengangkat
"Hallo mas?". ucap Zahra mengangkat telpon nya dengan nada senang.
"Zahra, Sayang kamu masih belum tidur?". tanya Rehan dan sambil duduk di kursi depan ruangan Linda di rawat.
"Belum mas, Aku gak bisa tidur sebelum mas Rehan pulang". jawab Zahra dengan nada manja
__ADS_1
Mendengar ucapan Zahra, Rehan semakin bingung dan gak tega untuk mengabari jika malam ini ia tidak bisa menemani Zahra tidur.