
Sedangkan Zahra saat itu langsung beres beres untuk pulang dengan wajah murung nya itu.
"Nyonya Zahra kenapa kelihatan nya gak suka gitu ? apa mie ayam nya tidak enak ?". tanya Dani dengan wajah bingung.
"Enak kok Dani, Kita pulang sekarang yuk!". ajak Zahra dan langsung berjalan menuju ke mobil nya.
Dani pun berlari mengejar Zahra dan membukakan pintu mobil nya, Dan setelah Zahra berada di dalam mobil, Dani pun menutup pintu mobil nya.
"Nyonya Zahra kenapa muka nya kayak lagi gak senang gitu ya". ucap dalam hati Dani sambil berdiri di depan pintu mobil nya Zahra.
"Dani ayo cepat berangkat ". teriak Zahra dari dalam mobil nya
"Oh iy....iya nyonya ". sahut Dani kaget seketika dan langsung berlari masuk ke dalam mobil nya.
Dan beberapa lama kemudian Zahra pun sampai di depan rumah nya dan Dani pun langsung turun dan membukakan pintu mobil nya, Zahra pun keluar dari dalam mobil nya dan langsung berjalan menuju pintu masuk ke dalam rumah nya. Sesampai di dalam rumah nya terlihat Rehan sudah duduk di ruang tamu menunggu Zahra datang.
"Assalamualaikum mas". ucap Zahra menghampiri Rehan dengan perasaan tidak enak.
"Wa'alaikum salam ". sahut Rehan dengan sikap dingin ke pada Zahra.
Zahra pun bersalaman dan mencium tangan suami nya, Dan setelah itu Zahra pun duduk di samping Rehan,
" Mas Rehan kenapa sih?". tanya Zahra penasaran.
"Aku mau bicara sama kamu Zahra dan mana Dani ?". ucap Rehan
Rehan pun akhirnya memanggil Dani dari dalam rumah nya.
__ADS_1
"Dani...?". teriak Rehan
Tak selang beberapa lama, Akhirnya Dani berlari menghampiri Rehan.
"Iya Tuan Rehan ". sahut Dani berdiri di depan Rehan dan Zahra.
"Apa yang kamu lakukan sama istri saya di luar rumah barusan ?". tanya Rehan dengan wajah mulai memerah
"Maksud Tuan? Aku tidak mengerti Tuan". sahut Dani bingung
Rehan pun berdiri dari tempat duduk nya dan mendekati Dani.
"Cepat katakan apa yang kamu lakukan sama istri saya Dani ". bentak Rehan dan menarik baju di leher Dani dengan kedua tangan nya.
"Mas Rehan". teriak Zahra kaget dan berlari menghampiri Rehan.
"Apa Zahra kamu mau membela dia". ucap Rehan menoleh ke arah Zahra
"Zahra aku lihat kamu berpelukan sama Dani di tempat umum di pinggir jalan, Terus itu apa maksud nya?". ucap Rehan dengan wajah merah
"Mas Rehan tahu dari mana ?". tanya Zahra
"Itu semua tidak penting aku tahu dari mana, Yang jelas kamu dan Dani itu sudah berpelukan ". sahut Rehan
"Tuan Rehan pasti salah faham ". kata Dani mencoba untuk menjelaskan.
Karena saat itu Rehan sedang emosi akhirnya Rehan pun memukul wajah Dani.
__ADS_1
"Mas Rehan ". teriak Zahra lagi dengan memegang tangan Rehan
"Zahra kamu sudah keluar rumah tanpa ijin dari saya dan kamu malah berpelukan dengan sopir ini di pinggir jalan, Apa maksud kamu Zahra ". bentak Rehan sangat marah
"Mas Rehan?". ucap Zahra dengan meneteskan air mata nya melihat Rehan membentak dirinya, Karena baru kali ini Rehan membentak Zahra dengan nada tinggi.
Rehan pun mengalihkan pandangan nya dari tatapan Zahra yang saat itu Zahra terlihat sangat sedih. Akhirnya Rehan pun masuk ke dalam kamar nya dan ingin menenangkan hati dan pikiran nya. Sedangkan Zahra terus menangis dan berusaha mengejar Rehan hingga ke kamar nya.
"Mas....". panggil Zahra berlari mengejar Rehan sambil menangis.
Rehan pun terus berjalan menuju ke kamar nya tanpa menghiraukan panggilan Zahra. Dan sesampai di dalam kamar nya, Rehan hanya mengambil jaket yang ada di dalam lemari nya.
"Mas Rehan .....
Mas Rehan tolong dengerin penjelasan aku dong, Mas Rehan jangan kayak gini ". ucap Zahra mengikuti arah Rehan dari belakang nya.
"Zahra aku gak ngerti kenapa di saat kamu hamil seperti ini malah bermesraan sama Dani di belakang aku, Apa itu termasuk ngidam?". ujar Rehan dengan wajah masih marah.
"Mas Rehan itu semua salah faham, Tadi memang saya di peluk oleh Dani, Tapi saat itu saya hampir .....". ucap Zahra belum selesai menjelaskan.
"Cukup Zahra aku gak mau dengerin penjelasan apa apa dari kamu untuk saat ini". ujar Rehan memotong pembicaraan Zahra.
"Mas Rehan mau kemana?". tanya Zahra
"Aku mau keluar sebentar ingin menenangkan diri dulu ". sahut Rehan dan langsung meninggalkan Zahra
"Mas Rehan kan bisa diam di sini mas, Aku gak mau mas Rehan ninggalin aku kayak gini". jawab Zahra memegang tangan Rehan dan menahan agar tidak pergi dari rumah nya.
__ADS_1
"Zahra lepaskan aku !". perintah Rehan dan menarik tangan nya dari genggaman Zahra.
Rehan pun berjalan keluar dari kamar nya, Zahra pun terus mengejar Rehan, Rehan saat itu tidak memikirkan tentang keadaan istri nya yang lagi hamil. Rehan terus berjalan turun dari tangga nya, Begitupun Zahra saat itu tidak menyadari akan keselamatan nya jika terus berlari mengejar Rehan, Apa lagi saat itu Zahra berlari melewati tangga.