
Beberapa Minggu kemudian, Pagi yang sangat cerah menyapa, Dan saat itu orang tua Rehan sudah kembali pulang ke rumah nya dan Zahra pun pagi itu sudah bangun dan saat itu Zahra tengah berdandan di depan kaca rias nya.
"Zahra ....
Sayang kamu udah bangun?". ucap Rehan sambil menggosok mata nya dan menoleh ke arah Zahra.
"Iya mas aku udah bangun dan akan masakin sarapan buat mas Rehan ". sahut Zahra berjalan menghampiri Rehan
"Eeemmmmm jadi kangen masakan istri saya nih". ucap Rehan
"Hehehe iya mas, Udah lama aku gak masak, Ya udah mas Rehan mandi sana, Bau tauk". kata Zahra sambil duduk di samping Rehan dan menutup hidung nya.
"iiihhhh dasar ya kamu ". ucap Rehan sambil menggelitik pinggang Zahra.
"Aaauuuuu mas Rehan ..
Geli tauk". ucap Zahra sambil tertawa
Rehan pun terus menggelitik pinggang Zahra dan Zahra pun semakin tertawa karena merasa geli.
Sedangkan Linda saat itu hanya duduk melamun di dalam kamar nya, Semenjak Mamah nya tidak ada, Linda hanya diam dan tidak keluar rumah selama Mamah nya tiada.
Sedangkan Firman saat itu tengah siap siap untuk berangkat ke kantor.
"Linda gimana kabar nya ya? kok dia gak pernah bales chat aku?". ucap Firman tiba tiba kepikiran dengan keadaan Linda.
"Ya sudah lah, Mungkin dia sibuk cari kerjaan kali ya". ucap Firman lagi dan lanjut pergi ke meja makan untuk sarapan bersama Mamah nya.
Sedangkan Zahra saat itu sudah selesai menyiapkan sarapan untuk Rehan.
"Akhirnya selesai juga". ucap Zahra berdiri di depan meja makan sambil melihat ke arah makanan yang ada di hadapan nya.
"Bi Ana ....
Bi Hani....". panggil Zahra ke pada Bi Hani dan kebetulan Bi Ana pun sudah kembali kerja di rumah Rehan dan Zahra.
"Iya nyonya Zahra, Ada apa ? Bi Hani sedang menyapu halaman belakang ". jawab Bi Ana menghampiri Zahra.
"Bi tolong jagain Makanan ini ya, Aku mau ke kamar untuk memanggil mas Rehan ". perintah Zahra
"Baik nyonya Zahra ". jawab Bi Ana
Zahra pun berjalan menuju ke kamar nya dan sesampai di kamar nya Zahra melihat Rehan saat itu tengah sibuk memasang dasi nya.
"Mas aku bantu ya". ucap Zahra menghampiri Rehan
"Terima kasih ya sayang ". ucap Rehan mencium kening Zahra.
"Ayo kita sarapan mas, Aku udah masakin makanan buat mas Rehan !". ajak Zahra setelah selesai merapikan dasi Rehan.
Rehan dan Zahra pun akhirnya sarapan bersama di ruang makan, Terlihat mereka berdua sedang menikmati sarapan nya sambil mengobrol santai.
" Keadaan Linda sekarang gimana ya mas, Dia kan udah gak kerja di kantor mas Rehan lagi ?". ucap Zahra
__ADS_1
"Ya mana aku tahu Zahra, Itu kan bukan urusan kita lagi". jawab Rehan
"Iya juga sih mas, Tapi aku penasaran aja sama keadaan dia, Apa lagi Linda sudah tidak punya siapa siapa lagi". ucap Zahra
"Iya sayang, Tapi ya sudah lah itu kan urusan dia, Udah kamu habisin makanan nya". sahut Rehan sambil menunjuk ke arah piring Zahra menggunakan mata nya.
"Hehehe iya mas, Tapi aku pengen jenguk Linda sih". ucap Zahra
"Zahra ? Kamu apa apaan sih, Aku gak ngijinin ya kamu pergi ke rumah Linda ". ucap Rehan tegas ke pada Zahra.
"Iya ya mas". jawab Zahra cemberut
"Aku melarang kamu ke sana demi keselamatan kamu sayang ". ucap Rehan mengelus kepala Zahra.
"Iya mas aku tahu kok". jawab Zahra tersenyum dan melanjutkan makanan nya.
Selesai sarapan Rehan pun berpamitan untuk berangkat ke kantor.
"Sayang aku ke kantor dulu ya, Kamu jangan ke mana mana". ucap Rehan
"Iya mas". jawab Zahra bersalaman dan mencium tangan Rehan
Rehan pun mencium kening Zahra dan berjalan menuju ke mobil nya yang saat itu Dani sudah membukakan pintu mobil untuk Rehan masuk ke dalam mobil nya.
Zahra pun masuk ke dalam rumah nya dan duduk santai di dalam kamar nya.
"Kenapa aku tiba tiba kepikiran sama Linda ya, Kasihan juga sih kalau di lihat nasib dia sekarang, Tapi mas Rehan udah melarang aku untuk keluar rumah ". ucap dalam hati Zahra
Sedangkan Linda saat itu tengah memikirkan Zahra.
"Firman kenapa chat aku terus ya, Kenapa dia perhatian sama aku, Padahal aku wanita yang jahat dan tidak punya hati ". ucap Linda lagi sambil memegang hp nya.
Melihat hp nya tidak ada balasan dari Linda, Akhirnya Firman pun berangkat ke kantor.
"Apa kalau sudah pulang dari kantor ya, Aku ke rumah Linda ". ucap Firman mengkhawatirkan keadaan Linda .
"Kenapa aku malah mikirin Linda se panik ini ya dengan keadaan dia?". ucap dalam hati Firman penuh pertanyaan.
Dan akhirnya Firman pun berangkat ke kantor nya karena saat itu sudah menunjukan jam delapan pagi. Beberapa lama kemudian Firman pun sampai di depan kantor.
"Mobil Rehan masih belum ada, Berarti dia belum datang ". ucap Firman turun dari mobil nya dan melihat di sekeliling nya.
Dan tak lama kemudian mobil Rehan pun sudah datang dan Firman pun langsung menyambut kedatangan bos nya itu.
"Selamat pagi Pak Rehan ....". ucap Firman sambil memberi hormat ke pada Rehan
"Pagi juga Firman ". jawab Rehan dan keluar dari dalam mobil nya.
Akhirnya Rehan dan Firman pun berjalan masuk ke dalam kantor nya dan sesampai di dalam ruangan Rehan, Firman dan Rehan pun memulai mengerjakan pekerjaan nya.
*******
Dan tak terasa hari pun sudah sore, Dan jam pulang kerja akhirnya tiba, Saat itu Rehan tengah siap siap untuk pulang.
__ADS_1
"Rehan ....
Kamu udah mau pulang ?" ucap Firman masuk ke dalam ruangan Rehan.
"Iya firman...
Emang nya ada apa ?" tanya Rehan menoleh ke arah Firman
"Gak apa apa kok Rehan ...". ucap Firman
"Emang nya kamu gak mau pulang Fir?". tanya balik Rehan
"Iya ini aku juga mau pulang kok". jawab Firman berbohong karena sebenarnya Firman saat itu ingin pergi ke rumah Linda.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya". ucap Rehan sambil menepuk bahu Firman
"Baiklah hati hati ya Rehan ". ucap Firman
Rehan pun keluar dari ruangan nya dan ia langsung pulang ke rumah nya, Sedangkan Firman saat itu langsung berjalan menuju ke mobil nya.
"Aku ke rumah Linda aja lah,". ucap Firman sambil menyalakan mesin mobil nya dan langsung berangkat menuju ke rumah Linda.
Sedangkan Linda saat itu tengah duduk di depan rumah nya dengan wajah tanpa ada senyum dan semangat hidup.
Dan tak lama kemudian mobil Firman pun sampai di depan rumah Linda,
"Ini kan mobil Firman?". ucap dalam hati Linda dengan perasaan terkejut melihat mobil Firman ada di depan nya.
Akhirnya Linda pun langsung berdiri dan berlari ingin masuk ke dalam rumah nya.
"Linda tunggu....". teriak Firman langsung turun dari mobil nya dan mengejar Linda.
"Linda ...
Kamu kenapa lari dan menjauh dari aku?". ucap Firman memegang tangan Linda
"Bukan nya itu yang kamu mau". jawab Linda
"Linda ...
Kamu harus semangat lagi menjalani hidup kamu ini, Dan menjadi wanita yang lebih baik lagi ". ucap Firman
"Apa perduli kamu sama aku Fir?". ucap Linda dengan mata yang berkaca kaca.
"Hidup aku udah gak ada artinya lagi, Aku udah gak punya siapa siapa, Aku hanya punya Papah tapi dia tak perduli dengan aku dan lebih memilih hidup bersama keluarga baru nya hiks...hiks...hiks...
Aku benar benar sudah tidak berguna lagi untuk hidup ". ucap Linda sambil menangis meratapi nasib hidup dia sekarang.
"Kita ambil hikmah dari semua musibah yang kamu alami, Jadilah wanita yang lebih baik lagi dan jika kamu mencintai orang, Jangan sesekali kamu berpikir harus memliki nya apa lagi dia sudah ada yang punya, Karena cinta tak harus memliki Linda, Dan apa lagi sampai melakukan hal berbagai cara untuk mendapatkan nya dan sampai merugikan orang lain, Itu hanya akan membuat mu menderita ". ucap Firman mencoba menenangkan hati Linda
Linda pun hanya diam dan memikirkan ucapan Firman saat itu sambil menangis.
"Linda ....
__ADS_1
Kamu harus tunjukan ke pada Papah kamu dan keluarga baru nya bahwa kamu bisa bertahan hidup tanpa mereka kamu". ucap Firman memberi semangat
Linda pun tetap diam dan sesekali menganggukkan kepalanya.