
Keesokan hari nya pagi pun tiba dan Zahra pun bangun pagi dan ternyata badan Zahra enak kan akhirnya ia bangun untuk menyiapkan sarapan Rehan, pagi ini Zahra menyiapkan sarapan yang sangat enak sebagai tanda terima kasih ke pada Rehan suaminya itu yang sudah merawat ia sampai sembuh.
Setelah itu Rehan pun bangun dan melihat ke arah tempat tidur Zahra dan ternyata Zahra sudah tidak ada, Rehan pun bingung dan mencari Zahra sampai ke dapur, akhir nya Rehan menemukan Zahra di dapur yang saat itu Zahra sedang memasak, Rehan pun menatapi Zahra yang sedang memasak, Rehan seperti nya senang melihat Zahra sudah sembuh kembali dan bisa masak lagi dengan wajah yang penuh semangat itu.
Saat Rehan sedang menatapi Zahra dari jauh an, ternyata ada Bi Ana dan bi Ana pun juga melihat bos nya itu sedang memandangi Zahra yang sedang memasak, dan saat itu bi Ana sedang berjalan menuju ke dapur nya.
" Selamat pagi tuan Rehan?". ucap Bi Ana menyapa Rehan.
Rehan pun kaget seketika dan langsung menoleh ke belakang yang ternyata ada Bi Ana yang sudah mengetahui kalau dirinya lagi ngeliatin Zahra.
"Ssssttttttt....Bi ana jangan keras-keras bicaranya .!". jawab Rehan dengan pelan-pelan karena ia tidak mau Zahra tau dan menjadi besar kepala karena Rehan sedang menatapi dia.
" Tuan Rehan ngapain di sini, kenapa gak langsung samperin aja ke sana!". ucap Bi Ana sambil tersenyum kecil ke pada Rehan.
"Saya tadi nya mau minum karena ada Zahra di dapur, akhirnya saya gak jadi minum". jawab Rehan dengan wajah bingung dan mencari alasan.
Bi Ana pun hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala nya, karena dia tau kalau bos nya itu sedang berbohong karena Rehan gengsi untuk bicara jujur tentang perasaan nya ke pada Zahra. Bi Ana pun yakin kalau suatu saat Rehan, bos nya itu sedikit demi sedikit akan mulai suka dengan Zahra.
Setelah Zahra selesai masak, ia langsung pergi ke kamar nya untuk melihat suami nya sudah bangun apa belum, dan sesampai di kamar nya, Zahra langsung membuka pintu nya dan di dalam ternyata Rehan baru selesai mandi dan pada saat Rehan hanya memakai handuk.
"Haaaaa..... !". teriak Zahra dengan wajah kaget dan sambil membuka pintu kamarnya dan Zahra pun langsung menutup mata nya.
" Ngapain kamu langsung masuk aja tanpa mengetuk pintu Ra." ucap Rehan dengan santai nya.
" Maaf mas, saya pikir kamu belum bangun". jawab Zahra sambil menutup matanya.
" Terus kamu ngapain masih di situ, apa kamu mau lihatin aku pakai baju ?". tanya Rehan ke pada Zahra yang ada di depan pintu
__ADS_1
" oh iya mas, maaf mas". jawab Zahra dan langsung keluar dari kamar nya dan menutup pintu kamar nya.
Sedangkan Rehan di dalam kamar nya hanya menggeleng-geleng kan kepalanya sambil senyum-senyum melihat kepolosan Zahra istrinya itu. Sedangkan Zahra setelah menutup pintu nya ia tersenyum malu karena melihat Rehan hanya memakai handuk, karena Zahra baru kali ini melihat suaminya tidak memakai baju melainkan hanya memakai handuk dan Zahra pun langsung turun ke bawah dan menunggu Rehan di meja makan untuk sarapan bersama suami nya itu.
Saat Rehan dan Zahra sedang menikmati sarapan nya, Zahra meminta ijin untuk pergi ke butik teman nya yang saat itu pernah Zahra tolong saat kecopetan.
"Mas, nanti siang boleh kah aku pergi keluar sebentar saja, aku ingin melihat butik teman ku, dan lagi pula aku hari ini bosen sendirian terus di dalam rumah". tanya Zahra dengan nada lembut ke pada Rehan.
Karena Zahra baru saja sembuh dari demam nya, Rehan berfikir bahwa Zahra memang jenuh dengan keseharian nya yang hanya di rumah saja dan apa lagi kalau Zahra bisa ngobrol dengan teman nya itu, mungkin Zahra bisa menghilangkan rasa jenuh nya itu.
"Boleh kok asal jangan lama-lama keluar, karena kamu kan baru sembuh,nanti kalau kamu sakit lagi, aku yang repot". jawab Rehan dengan wajah sinis dan gengsi ke pada Zahra, kalau sebenarnya Rehan sedang memikirkan keadaan Zahra.
" Iya mas aku cuman sebentar kok". jawab senyum Zahra ke pada Rehan
Setelah Rehan berangkat kerja, Zahra pun siap-siap untuk bermain ke butik teman baru nya itu yang bernama Diana. Sesampai di depan butik Diana, Zahra pun langsung turun dari mobil nya dan langsung masuk ke dalam, sedangkan Dani sopir Zahra sedang menunggu di tempat parkir.
"Ada yang bisa saya bantu Bu?". sapa salah satu karyawan yang ada di butik itu.
" Saya mau bertemu dengan Ibu Diana mbak". jawab Zahra tersenyum ke pada karyawan itu.
Dan ternyata Diana sudah melihat Zahra yang saat itu sedang ngobrol dengan karyawan nya itu.
"Zahra?". teriak kaget Diana dan sambil mendekati Zahra.
" Diana?". ucap balik Zahra. Dan mereka pun berpelukan, sejak itulah Zahra dan Diana menjadi teman baik. Dan mereka akhir nya saling bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Tetapi Zahra tidak bercerita tentang sikap suaminya ke pada Zahra, karena Zahra tidak mau bercerita buruk terhadap suaminya itu.
Dan saat itu juga Diana mengajari Zahra berdandan dan cara berhijab agar lebih cantik . Dan ternyata Zahra senang dan sangat terlihat cantik setelah Diana mengajari Zahra berdandan dengan memakai gamis yang ada di butik Diana.
__ADS_1
Zahra pun duduk-duduk dan sangat senang bermain di butik Diana. Dan Zahra pun berterima kasih ke pada Diana sudah mengajari Zahra berdandan dan berhijab dengan rapi.
Akhirnya Zahra pun berpamitan ke pada Diana untuk pulang karena hari sudah sore, Zahra takut keburu suaminya pulang kerja.
Setelah Zahra keluar dari butik Diana dan berjalan menuju ke mobil nya, Dani pun kaget melihat penampilan Zahra yang sangat cantik itu.
Dan akhirnya Zahra pun pulang dan sampai di rumah nya ternyata Rehan sudah pulang dan Rehan sedang menunggu Zahra pulang, saat Zahra masuk ke dalam rumah nya, Zahra kaget karena Rehan lebih sampai rumah dulu di bandingkan Zahra.
" Mas Rehan kamu udah pulang? maafin Zahra ya mas, ya udah saya langsung nyiapin makanan buat kamu ya mas". ucap Zahra dengan keadaan bingung dan Zahra merasa tidak enak karena suaminya sudah pulang dulu an di bandingkan dirinya.
Dan saat itu juga Rehan terkejut dan bengong melihat Zahra istri nya yang berpenampilan berbeda dan sangat cantik itu.
"Zahra kamu cantik banget".tiba-tiba Rehan dengan tidak sengaja langsung memuji Zahra yang ada di depan nya.
Mendengar ucapan Rehan saat itu Zahra pun kaget dan tersenyum ke pada Rehan.
" Apa mas?". tanya Zahra dengan senyuman yang berharap suaminya akan berubah.
Tetapi Rehan langsung sadar apa yang sudah ia ucapkan ke Zahra itu nantinya akan membuat Zahra besar kepala, Rehan tetap gengsi untuk mengatakan sejujur nya ke pada Zahra, malah Rehan membantah dan mencari alasan dengan pujian tadi yang sudah jelas keluar langsung dari mulut Rehan.
" Jangan kepedean kamu Zahra, aku gak bilang apa-apa kok, aku lapar Ra, cepat kamu siapin makanan buat aku, aku mau mandi dulu." ucap Rehan sambil berdiri dan pergi ke kamar nya.
Seketika itu hati Zahra sedih karena Rehan tidak berubah ke pada nya, tapi Zahra senang karena dia mendengar Rehan memuji dirinya.
yah meski Rehan tidak mengakui nya. Sambil senyum-senyum Zahra pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan buat suaminya.
__ADS_1