
Dan setelah Linda memberikan belanjaan nya ke pada Mamah nya, Ia pun langsung berpamitan untuk pergi ke kamar nya.
"Mah, Linda mau mandi dulu ya, Mau siap siap berangkat ke kantor ". ucap Linda
"Iya udah, Sana kamu mandi, Mamah akan siapkan sarapan buat kamu". kata Mamah nya sambil mengambil belanjaan nya dari tangan Linda.
Linda pun langsung berjalan menuju ke kamar nya, Setelah sampai di dalam kamar nya, Linda langsung menelpon Bi Yuni.
"Hallo bos ada apa?". ucap Bi Yuni mengangkat telpon nya.
"Kamu lagi ngapain Yuni ?". tanya Linda
"Aku lagi bersihin dapur dan siap siap untuk menyiapkan sarapan buat nyonya Zahra dan Tuan Rehan ". jawab Linda dengan nada pelan dan sambil melihat di sekeliling nya.
"Zahra dan Rehan apa sudah pulang dari jalan pagi nya itu?". tanya Linda lagi.
"kayak nya belum bos, Emang nya ada apa ?" tanya balik Bi Yuni
"Kamu lakukan apa gitu biar Zahra gak jadi punya anak". ucap Linda dengan santai nya.
"Maksud bos Linda, Bikin Nyonya Zahra keguguran gitu?".tanya Yuni seketika kaget mendengar nya.
"Iya begitulah ". jawab Linda singkat sambil senyum senyum
"Waahh saya gak berani kalau soal itu mah,Bisa bisa saya di penjara bos".ucap Bi Yuni dengan wajah takut.
"Dasar pembantu penakut, Udah kamu sekarang lagi butuh duit kan, Kalau kamu berhasil bikin Zahra keguguran, Kamu akan aku bayar tiga kali lipat dari gajian kamu". ucap Linda
"Waduhhh....". kata Bi Yuni sambil berpikir
"Gimana?". tanya Linda lagi.
"Baiklah kalau gitu bos". jawab Bi Yuni
Linda pun langsung mematikan telpon nya,
"Liat aja kamu Zahra, Seberapa bahagia nya sih hidup kamu sekarang ?". ucap dalam hati Linda dengan wajah mengharap Bi Yuni berhasil dengan rencana nya itu.
Sedangkan Bi Yuni langsung menaruh hp nya di dalam saku baju nya, Dan melanjutkan melakukan pekerjaan nya. Setelah Bi Yuni dan Bi Hani selesai menyiapkan sarapan untuk Rehan dan Zahra, Terlihat Bi Hani saat itu sedang membawa pengepel lantai dan ember yang berisi air.
__ADS_1
"Hani?". panggil Bi Yuni menghampiri Bi Hani.
"Iya Yun ada apa?". tanya Bi Hani menoleh ke arah Bi Yuni.
"Biar aku yang ngepel ya, Kamu yang bersihin di halaman belakang ". ucap Bi Yuni menunjuk ke halaman belakang rumah.
"Oh baiklah kalau gitu". jawab Bi Hani dan memberikan alat pengepel nya ke pada Bi Yuni.
Bi Hani pun langsung pergi ke halaman belakang, Sedangkan Bi Yuni saat itu sedang merencanakan sesuatu untuk Zahra. Setelah Bi Yuni mengepel di bagian depan rumah dan ruang tamu, Bi Yuni pun dengan sengaja mengepel lebih basah di bagian masuk ruang makan, Agar Zahra jatuh saat akan menghampiri meja makan nya.
"Semoga aja berhasil ". ucap bi Yuni dan langsung pergi ke dapur.
Dan tak lama kemudian Rehan dan Zahra pun turun dari lantai atas dan berjalan menuju ke ruang makan, Dan saat itu juga Bi Yuni diam diam mengintip Zahra dan Rehan yang sedang berjalan menuju ke meja makan. Sesampai di bagian lantai yang sangat basah, Zahra pun terpleset, Karena saat itu Zahra berjalan lebih dulu dari Rehan.
"Aaauuuuuu......". teriak Zahra mau jatuh.
"Zahra ?". ucap Rehan kaget dan langsung menangkap tubuh istri nya itu.
"Ya Allah Zahra kamu gak apa apa kan?". ucap Rehan dengan perasaan kaget dan panik.
"Aku gak apa apa kok mas". jawab Zahra dengan wajah sedikit syok.
Rehan pun perlahan lahan melepaskan tubuh istrinya, Dan Rehan melihat ke lantai yang di injak Zahra saat itu.
"Iya mas". jawab Zahra
Rehan pun terlihat saat itu sedang marah dan langsung memanggil dua pembantu nya.
"Bi Hani ......
Bi Yuni......". teriak Rehan
"Waduh gawat nih". ucap dalam hati Bi Yuni dengan wajah ketakutan.
"Iya Tuan ". jawab Bi Hani dan Bi Yuni berlari menghampiri Rehan.
"Kenapa lantai ini basah banget gini?". ucap Rehan dengan wajah emosi.
Bi Yuni dan Bi Hani pun diam dan saling menatap.
__ADS_1
"Aku tanya, Kenapa lantai ini bisa basah banget kayak gini". bentak Rehan ke pada Bi Hani dan Bi Yuni.
"Iy ....iya Tuan, Saya tidak tahu karena bagian mengepel tadi Bi Yuni ". jawab Bi Hani
"Bi Yuni ?". ucap Rehan menoleh ke arah Bi Yuni
"It....itu Tuan tadi saya kayak nya terlalu basah deh mengepel nya, Maafin saya Tuan". jawab Bi Yuni gugup.
"Ini nama nya kamu udah ceroboh mengerjakan pekerjaan rumah, Untung barusan ada saya, Kalau misal nya Zahra jalan ke sini gak bareng aku, Gimana?". ucap Rehan sangat marah ke pada Bi Yuni.
"Mas, Mas Rehan yang tenang dulu lagian aku gak apa apa kok". sahut Zahra mengelus bahu Rehan
"Aku gak bisa tenang Zahra karena ini menyangkut keselamatan kamu dan calon bayi kita". kata Rehan sambil menoleh ke arah Zahra
"Maafin aku Tuan dan Nyonya, Aku janji aku bakalan hati hati lagi dalam mengerjakan pekerjaan rumah". kata Bi Yuni dengan wajah sok sedih.
"Kalau untuk masalah menyangkut keselamatan istri dan calon bayiku, Aku gak bisa memaafkan siapa saja termasuk kamu bi Yuni ". ucap Rehan tegas
"Maksud Tuan Rehan, Saya di pecat?" tanya Bi Yuni kaget seketika.
"Iya begitu lah ". jawab Rehan singkat.
"Ampun Tuan maafin aku ya, Aku beneran gak sengaja mengepel dengan keadaan sangat basah seperti itu, Aku janji gak akan ku ulangi lagi kejadian ini". ucap Bi Yuni bersujud di kaki Rehan
"Bangun Bi". kata Rehan sambil membangunkan Bi Yuni
"Lagi pula Bi Yuni kan pembantu sementara di sini selama Bi Ana tidak ada, Karena Bi Ana sudah ada kabar jika beliau sudah bisa kembali lagi ke sini dalam beberapa hari lagi, Maka dari itu saya mengeluarkan bi Yuni dari pekerjaan di rumah saya". ucap Rehan menjelaskan.
Bi Yuni pun hanya diam dan menangisi kejadian ini.
"Tadi nya aku emang akan tetap mengerjakan Bi Yuni di sini meski Bi Ana nanti nya sudah kembali, Tapi karena Bi Yuni sudah ceroboh dalam mengerjakan pekerjaan nya, Jadi terpaksa saya memberhentikan Bi Yuni kerja di sini". ucap Rehan lagi ke pada Bi Yuni.
Bi Yuni pun seketika mengangkat kepalanya menoleh ke arah Rehan saat ia mendengar bahwa dirinya akan tetap kerja di sini meski Bi Ana sudah kembali nanti, Kini Bi Yuni hanya merasa menyesal.
"Tapi Tuan ......".ucap Bi Yuni belum selesai bicara tapi Rehan memotong pembicaraan nya.
"Sekali lagi saya mohon maaf Bi, aku kan sudah bilang dari awal Bi Yuni dan Bi Hani, Aku benar benar mencari pembantu yang benar benar kerja di sini dan tanggung jawab, Tapi Bi Yuni malah ceroboh hari ini dan masalah nya ini hampir membahayakan istri dan calon bayi saya Bi, Jadi tolong Bi Yuni mengerti apa yang saya maksud ". ucap Rehan dengan tegas dan Rehan pun pergi menuju ke kamar nya.
Zahra hanya bisa diam dengan keputusan suami nya itu yang di berikan ke pada Bi Yuni.
__ADS_1
"Nyonya Zahra, Saya benar benar minta maaf, Saya gak ada maksud untuk mencelakai nyonya Zahra dan calon bayi nya". ucap Bi Yuni mencari alasan
Zahra pun bingung dengan keadaan ini, Dan melihat Bi Yuni saat itu ia tak tega, Karena Zahra mengira Bi Yuni benar benar tidak ada niat buruk ke pada nya.