Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 23


__ADS_3

Pagi pun tiba saat itu Rehan dan Zahra masih tidur dalam berpelukan, sinar matahari pun menyinari kamar Rehan saat itu, Dan Zahra pun bangun karena silau nya matahari yang mengenai mata Zahra, saat Zahra mencoba untuk membuka mata nya, Zahra merasa ada yang aneh pada dirinya, Akhir nya dengan mata yang masih tertutup itu Zahra meraba yang ada di sekitar Zahra.


Zahra tidak sadar jika ia tidur di atas dada Rehan dengan posisi tangan nya memeluk Rehan, Zahra pun meraba ke arah dada Rehan, yang saat itu Rehan masih tertidur, dan Zahra pun belum sadar jika yang ia raba adalah dada Rehan , karena Zahra masih penasaran lanjut Zahra meraba ke atas yang ternyata bibir Rehan yang ia raba, Zahra pun masih bingung dan lanjut lagi meraba ke bawah dan sampai di perut Rehan, Rehan pun kaget dan langsung memegang tangan Zahra dengan mata yang masih tertutup karena Rehan takut Zahra terus meraba hingga ke bawah perut nya.


Dan Zahra pun juga kaget karena tangan nya ada yang memegang, Zahra dan Rehan pun langsung membuka mata nya dan langsung bangun secara bersamaan.


"Mas Rehan?". ucap Zahra kaget melihat dirinya tidur di pelukan Rehan.


" Zahra kamu ngapain sih meraba-raba semua tubuh saya?". tanya Rehan


" Aku gak tau kalau yang aku raba itu badan mas Rehan." jawab Zahra dengan wajah memerah karena malu.


" kalau misal nya aku gak bangun dan gak pegang tangan kamu saat kamu meraba perut saya gimana?kamu mau melanjutkan meraba ke bawah?". tanya Rehan ke pada Zahra.


Zahra hanya diam dan wajah nya merah karena dia merasa malu sama Rehan. Zahra pun ingat kejadian kemaren dan semalem bahwa dirinya sedang marah sama suaminya. Akhir nya Zahra pun langsung turun dari tempat tidur nya dengan wajah murung dan sedih.


Dan Rehan pun sadar bahwa Zahra sedang marah pada nya tentang kejadian kemaren di kantor nya, melihat Zahra mau turun dari tempat tidur nya, Rehan pun langsung memegang tangan Zahra untuk menahan Zahra agar tidak turun dari tempat tidur nya.


"Zahra, aku tau kamu lagi marah sama saya soal kejadian kemaren". ucap Rehan sambil memegang tangan Zahra.


" Kamu bilang gak ada hubungan apa-apa dengan Linda, tapi buktinya apa, kamu berpelukan sama dia di dalam kantor". ucap Zahra dengan wajah sedih


"Zahra, aku memang tidak ada apa-apa dengan Linda, kemaren Linda hampir jatuh karena membantu saya mencari berkas yang ketinggalan itu, maka nya aku nolong dia dan gak tau kenapa malah jadi berpelukan." jawab Rehan dengan wajah untuk meyakinkan Zahra.

__ADS_1


" Apa ini cuman alasan kamu mas, biar aku percaya sama kamu?" tanya Zahra


Mendengar ucapan Zahra, akhir nya Rehan kesal karena Zahra tidak percaya dengan Rehan yang sudah berusaha untuk menjelaskan nya. Rehan pun membalikkan badan Zahra ke hadapan nya.


" Zahra lihat mata aku, apa aku kelihatan mencari sebuah alasan untuk bikin kamu percaya sama aku, dan apakah wajah aku terlihat seorang pembohong?". ucap Rehan sambil memegang bahu Zahra, agar ia menatap mata Rehan.


Zahra pun tidak bisa menjawab apa-apa, karena Zahra melihat kalau suami nya itu sedang berkata jujur, Zahra menatap mata Rehan yang saat itu Rehan benar-benar berusaha untuk meyakinkan hati Zahra.


" Ya sudah Zahra, percaya atau tidak itu urusan kamu." ucap lagi Rehan dengan melepaskan tangan nya dari bahu Zahra.


Rehan pun langsung pergi ke kamar mandi dan Zahra pun hanya bisa diam melihat suami nya berjalan menuju ke kamar mandi dengan wajah kesal. Zahra merasa dia sudah salah faham sama suami nya, Dan Zahra sadar bahwa itu semua rencana Linda yang ingin rumah tangga nya hancur secara perlahan-lahan.


Saat itulah Zahra menjadi lebih tegas lagi untuk mengahadapi Linda, Dan Zahra pun langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat suaminya.


Saat Zahra sedang memasak sayur, Tiba-tiba Zahra ingat Ayah nya, Zahra kepikiran dengan keadaan Ayah nya, Setelah sayur nya masak Zahra akan menaruh nya di meja makan, Saat Zahra mau menaruh di atas meja, ternyata sayur nya jatuh dan mengenai kaki Zahra.


Suara mangkok jatuh dan pecah yang berisi sayur yang masih panas.


" Aduhhhhh". teriak Zahra kesakitan.


Mendengar suara itu kaget lah Mama dan juga Rehan yang saat itu mereka ada di dalam kamarnya. Rehan pun langsung berlari menuju ke ruang makan, Setelah Rehan Sampai di ruang makan, ia melihat Zahra sedang kesakitan karena kaki nya terkena sayur yang masih panas itu.


"Zahra?". ucap Rehan dengan wajah panik dan langsung mengahampiri Zahra.

__ADS_1


" Rehan ada apa dengan Zahra ?". tanya Mama Rehan sambil menghampiri Zahra.


" Rehan juga tidak tau Ma". jawab Rehan sambil menggendong Zahra.


Setelah Rehan mendudukkan Zahra di kursi, Rehan langsung menyuruh bi Ana untuk segera mengambil air untuk kaki Zahra. Dan Zahra pun hanya bisa diam dan menangis menahan sakit nya itu.


Sambil menunggu bi ana datang membawa air dingin, Rehan meniup kaki Zahra yang saat itu kaki Zahra merah. Setelah Bi Ana datang membawa ember yang berisi air dingin, Rehan pun langsung membersihkan kaki Zahra dengan menyiram air ke kaki Zahra dengan pelan-pelan.


"Aaauuuuu,,,sakit mas." ucap Zahra sambil memegang betis nya.


" Tahan ya Zahra, lagian kalau kamu masih gak enak badan ngapain kamu masak, kan udah ada Bi Ana ". jawab Rehan memarahi Zahra sambil meniup kaki Zahra.


" Iya Zahra biar bi Ana aja yang masak." ucap Mama Rehan.


" Aku gak apa-apa kok Ma, tadi aku hanya kepikiran sama Ayah." jawab Zahra dengan wajah sedih.


Mama dan Rehan pun terdiam melihat wajah Zahra yang sedang merindukan Ayah nya itu. Dan Setelah selesai membersihkan, Rehan pun mau mengolesi salep ke kaki Zahra.


" Aku bisa sendiri kok mas". ucap Zahra Manarik kaki nya dan saat itu juga Zahra merasa kesakitan.


" Udahlah Zahra, kamu jangan egois." jawab Rehan menarik lagi kaki Zahra.


Rehan pun mengolesi salep ke kaki Zahra sambil meniup kaki nya dan Zahra pun menatapi wajah Rehan sambil menahan kesakitan.

__ADS_1


" Ternyata kamu bisa baik juga mas". ucap dalam hati Zahra sambil menatap wajah Rehan yang sedang memberikan salep ke kaki nya.


Mama nya pun senang melihat sikap Rehan yang perduli dan perhatian ke pada Zahra meski ia terlihat sinis sama Zahra, Tapi Mama nya yakin bahwa Rehan sudah mulai suka sama Zahra.


__ADS_2