
Pagi pun tiba Rehan bangun terlebih dahulu dari Zahra dan ia mengira Zahra sudah bangun dan sedang ada di dapur tapi setelah Rehan turun dari atas kasur nya, ia melihat Zahra sedang tidur di bawah dengan tidak menggunakan selimut. Kaget lah Rehan setelah melihat Zahra tidur dengan kelihatan kedinginan itu.
Lalu Rehan menghampiri Zahra yang saat itu sedang tidur. Dan Rehan membangunkan Zahra setelah Rehan memegang bahu Zahra yang ingin membangun kan Zahra, ternyata Rehan merasa kalau Zahra badan nya agak panas.
"Zahra bangun Ra." ucap pelan Rehan ke pada Zahra.
Zahra pun tidak kuat untuk bangun, mendengar suara Rehan yang sedang membangun kan nya itu ia hanya membuka matanya sebentar lalu merem lagi mata nya.
Rehan pun akhir nya tanpa mikir panjang menggendong Zahra dan memindahkan ia ke atas kasur nya.
Dan Rehan menyelimuti Zahra yang saat itu badan nya agak panas, saat Rehan menyelimuti Zahra, dengan tidak sengaja tangan Rehan di tarik oleh Zahra yang saat itu Zahra sedang demam dan Zahra memegang erat tangan Rehan sambil menyebut nama Ayah nya.
Rehan pun bingung melihat keadaan Zahra saat itu, akhirnya Rehan pun membiarkan tangan nya di genggam erat oleh Zahra dan Rehan pun duduk di samping Zahra, setelah Zahra sudah tertidur dan tangan Rehan sudah mulai bisa ia lepaskan, Rehan pun berdiri dan berjalan menuju kamar mandi tapi ternya hp Rehan berbunyi. Setelah di angkat ternyata Linda yang menelpon nya.
"Hallo Pak Rehan, ini sudah siang tapi kenapa Bapak Rehan belum ada di kantor ya?". tanya Linda ke pada Rehan
" Oh iya Linda hari ini saya tidak bisa ke kantor karena Zahra lagi demam." ucap Rehan pelan-pelan.
__ADS_1
" Tapi Pak hari ini kita kan ada pertemuan penting?". ucap Linda lagi.
" kan ada kamu Linda , kamu urus semua ya dan lagi pula kamu sudah saya gaji untuk bekerja." bentak Rehan ke pada Linda
" Baik Pak". jawab Linda dengan wajah kesal karena ia lebih memilih merawat istri nya yang kampungan itu.
Dan setelah Rehan menaruh hp nya ternyata Zahra kembali ngigo Ayah nya. Dan Rehan pun mengahampiri Zahra lagi dan melihat keadaan Zahra ternyata Zahra semakin panas, akhir nya Rehan segera pergi ke dapur untuk mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Zahra.
Dan pada saat Rehan berada di dapur kebetulan ia bertemu dengan Bi Ana pembantu nya itu akhirnya Rehan menyuruh bi Ana untuk memasak bubur buat Zahra. Dan akhir nya Rehan pun segera ke kamar untuk mengompres Zahra.
Setelah beberapa jam kemudian setelah Rehan mengompres Zahra akhir nya demam nya sudah mulai turun, dengan nafas lega pun Rehan saat itu dan Rehan pun langsung berdiri dari tempat duduk yang berada di samping Zahra saat itu. Saat Rehan berdiri ternyata Zahra mulai sadar dan membuka mata nya, saat Zahra membuka mata nya ternyata ia melihat Rehan suami nya sedang memegang ember kecil yang berisi air dan handuk kecil.
" kamu sudah sadar Zahra, gimana keadaan mu?". tanya Rehan sambil berdiri di dekat Zahra dengan memegang ember kecil dan handuk kecil itu.
" aku gak ,apa-apa kok mas, makasih ya mas udah ngerawat Zahra." ucap Zahra dengan wajah pucat.
" Lain kali kalau aku pulang malam kamu cepat tidur di tempat tidur, tidak usah nunggu aku apa lagi sampai tidur di depan dan di kursi, kalau sakit begini aku kan yang repot." jawab Rehan dengan muka gengsi padahal ia benar-benar khawatir dengan keadaan Zahra saat itu.
__ADS_1
" Iya mas maafin aku ya". jawab Zahra dengan wajah murung karena suaminya benar-benar belum berubah ke pada Zahra.
Rehan pun menyuruh bi Ana untuk membawakan bubur ke kamar nya untuk Zahra makan, setelah itu Rehan langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai semua Rehan teringat saat Zahra memanggil Ayah nya, lalu ia mendekati Zahra yang saat itu Zahra sedang duduk bersandar di ranjang tempat tidur nya.
"Zahra, saya mau bertanya, apakah kamu ingin pulang ke desa?". tanya Rehan berdiri di dekat Zahra
" kenapa kamu tanya itu mas?". ucap Zahra ke pada Rehan yang ada di depan nya.
" tinggal kamu jawab Zahra." bentak Rehan
" aku emang rindu pada keluarga ku mas tapi aku kan gak bisa ke sana karena mas Rehan masih sibuk kerja, tapi aku setiap hari menelpon Ayah dan ibu kok mas." jawab Zahra dengan wajah sedih.
" Zahra, Zahra, kamu emang gadis yang tidak pernah ingin melihat orang di sekitarmu tau tentang kesedihanmu,sudah jelas kamu memanggil Ayah mu, tapi kamu masih menutupi semua itu cuman karena aku."ucap dalam hati Rehan sambil menatap Zahra yang saat itu tersenyum sedih ke pada nya.
Dan mendengar itu Rehan akhirnya menyuruh Zahra untuk istirahat , dan Akhirnya Rehan pun keluar dari kamarnya dan duduk di depan pintu rumah nya.
__ADS_1
Rehan duduk melamun karena sedang memikirkan dan bingung dengan perasaan nya ke pada Zahra, Rehan merasa ia telah jahat karena selama ini tidak pernah menghargai dia sebagai istri nya, dan seketika itu juga Rehan berubah pikiran ia berfikir kalau Zahra bukan gadis pilihan diri nya sendiri melainkan pilihan orang tuanya.