Imam Untuk Zahra

Imam Untuk Zahra
Episode 6


__ADS_3

Tinggal lah Zahra bersama suami nya di rumah suaminya itu pada saat itu malam pertama Zahra sah menjadi istri Rehan, Zahra pun dan Rehan akhirnya masuk ke dalam kamar pengantinnya itu. Raut wajah Zahra pada saat pertama kali masuk ke dalam kamar yang penuh di hiasi bunga-bunga itu dia tampak terlihat bingung dan deg-deg an.


"Masuk lah! ini kamar kamu sekarang,aku mau ke bawah dulu karena mau ambil minum." ucap Rehan kepada Zahra yang ada di depan nya


"Iya mas."jawab Zahra dengan nada lembut dan sambil


Setelah itu Zahra mengganti baju dari pakaian pengantinnya itu pada saat Rehan masih ada di luar kamar nya. Setelah selesai ganti baju Zahra pun duduk di atas kasur nya dengan penuh perasaan tidak karuan. Karena dia takut menghadapi malam pertama nya itu karena dia pada saat itu masih belum menyukai suami nya itu. Tapi karena Zahra sudah berjanji ke pada orang tua nya untuk tidak mempermalukan Ibu dan Ayah nya dengan terpaksa Zahra harus tetap menjadi istri yang baik dan Sholehah.


Hari sudah semakin malam dingin nya udara di malam hari itu sangat terasa dingin dan pada akhirnya Rehan pun masuk ke dalam kamar nya. Pada saat Rehan membuka pintu kamar nya yang pada saat itu di dalam kamar nya ada Zahra yang sedang berbaring miring sambil keliatan wajahnya penuh rasa tidak tenang.


Kkrreeekkkk.....kkreekkkk...


Suara pintu kamar yang sedang di buka oleh Rehan dan ketika Zahra mendengar suara pintu kamar nya itu ia langsung kaget dan duduk sambil menghadap ke samping.


" Kamu gak usah mikir yang aneh-aneh, aku gak bakalan ngapain-ngapain kamu".ucap sinis Rehan sambil mengambil bantal yang ada di dekat Zahra.


"maksud nya mas?". tanya Zahra dengan wajah polos nya itu sambil menoleh ke arah Rehan


" Udahlah jangan pura-pura tidak mengerti, kamu kan tau sendiri aku menikah dengan kamu atas permintaan orang tua ku". jawab Rehan dengan wajah sinis


Dan Rehan pun mengambil bantal untuk tidur di kursi panjang yang kebetulan di dalam kamar Rehan ada kursi nya. Sedangkan Zahra dengan wajah merasa tidak enak itu langsung tidur lah ia di atas kasur nya sambil memakai selimut tebal yang ada di depannya.

__ADS_1


Tak terasa pagi pun tiba, sinar matahari pun menyinari sebagian kamar Rehan. Mungkin karena mereka lelah setelah acara pernikahan nya semalem akhirnya tidak bangun sampai matahari pun sudah bersinar terang. Dan akhirnya Zahra pun bangun dan kaget karena sudah pagi.


"Ternyata sudah jam 6." ucap Zahra sambil melihat jam yang ada di meja dekat Zahra.


Bergegas lah Zahra untuk langsung mau mandi dan pada saat berdiri mengambil handuk ketika Zahra berjalan menuju kamar mandi ia melihat suaminya yang lagi tidur di kursi. Pada saat itu Rehan suami Zahra terbangun karena suara langkah nya Zahra yang keburu-buru mau ke kamar mandi.


" Kamu ngapain berdiri di situ?" tanya Rehan ke pada Zahra sambil menggosok-gosok mata nya yang pada saat itu Zahra berdiri di deketnya sambil memegang handuk.


" Saya mau mandi mas, tapi?".jawab Zahra dengan muka malu


Rehan pun mengerti ia malu untuk mengganti baju nanti dan akhirnya Rehan pun menyuruh Zahra cepat mandi sedangkan Rehan menunggu di luar kamar sampai Zahra selesai semua. Setelah Zahra selesai mandi dan ganti baju, bergantian Rehan yang mandi dan Zahra pun menyiapkan baju untuk Rehan.


"Zahra sayang ayo sini, kita sarapan bereng-bareng!." ucap Mama Rehan sambil menatap senyum Zahra yang saat itu berdiri di dekat nya.


" Baik Ma." jawab Zahra sambil membantu Mama Rehan menata piring dan minuman untuk sarapan


" Rehan mana Zahra, kok belum ke sini?".tanya Mama Rehan


"Barusan lagi mandi Ma dan udah aku siapin kok baju nya." jawab Zahra sambil gugup dengan wajah polos nya itu.


Mama Rehan hanya tersenyum dan menggeleng-gelangkan kepalanya. Tak lama kemudian Papa Rehan dan juga Rehan keluar dari kamar nya dan menuju meja makan untuk sarapan bersama. Sambil menikmati hidangan yang ada di meja makan, Mama dan Papa Rehan membicarakan tentang keberangkatan nya besok ke kota. Zahra pun makin sedih karena harus meninggalkan keluarga nya yang ada di desa.

__ADS_1


"Zahra, kamu jangan sedih gitu donk, kan nanti Zahra boleh kok main ke rumah Zahra jenguk orang tua Zahra saat Rehan nanti libur kerja". ucap Mama Zahra dengan nada lembut dan senyum ke pada Zahra.


" Iya Ma, terima kasih atas pengertian Mama pada Zahra." jawab Zahra dengan senyum sedikit sedih


Dan keesokan hari nya Zahra dan keluarga Rehan pergi ke rumah Zahra untuk berpamitan. Sesampai di rumah nya, Zahra melihat Ibu nya sedang sibuk merawat Ayah nya yang sedang sakit. Tak terasa air mata Zahra jatuh dan merasa tidak tega ke pada keluarga nya.


"Assalamu'alaikum Ayah Ibu?". ucap Zahra sambil berlari memeluk Ibu dan Ayah nya.


"Wa'alaikumsalam nak". jawab Ibu Zahra sambil berdiri kaget kedatangan anak nya itu.


Akhirnya keluarga Rehan membicarakan dan mohon ijin ke pada orang tua Zahra karena harus segera kembali ke kota. Orang tua Zahra pun mengijinkan anak nya ikut suami nya karena itu sudah kewajiban Zahra sebagai istri Rehan.


"Rehan aku Titip Zahra ya nak, jaga dia, jadilah imam untuk Zahra yang baik, cuman ini pesan Ayah untuk Rehan ". ucap Ayah Zahra ke pada Rehan dengan nada lemas dan mata berkaca-kaca.


" Insya Allah Yah." jawab singkat Rehan dengan tersenyum terpaksa


Melihat tingkah anak nya Mama Rehan pun ikut bicara dan menyemangati Ayah Zahra untuk bisa sembuh kembali dan biar tidak khwatir tentang keadaan Zahra nanti di kota. Sebalik nya orang tua Zahra menasehati Zahra untuk menjadi istri dan menantu yang baik dan jangan terlalu memikirkan keadaan Ayah nya itu supaya Zahra bisa hidup tenang dan bahagia.


" Zahra liat Ayah!, Ayah akan segera sehat jika melihat Zahra tersenyum dan bahagia jadi pergilah bersama suamimu nak, kapan pun Zahra boleh menginap di sini bersama Rehan nanti." ucap Ayah dengan berpura-pura untuk sehat


Zahra pun hanya tersenyum sedih dan tidak ada hentinya memeluk sang Ayah seakan-akan ia tidak akan bisa lagi untuk memeluk nya.

__ADS_1


__ADS_2