
[Xixixixi! Misi berhasil]
¤--------------¤--------------¤
[Misi: Pecahkan misteri hantu kuntilanak rangkak]
[Hadiah: 2000 Indigo Koin, cairan penurun lemak 1%, uang Rp,1.000.000 dan title rahasia]
[Petunjuk: Pak RT Sarkowi]
[Deskripsi misi: Hantu kuntilanak rangkak, memiliki penyebab kematian yang penuh misteri dan membuatnya arwahnya gentayangan di panti Insan Madani. Tapi ia akan menempel pada laki-laki yang lahir dalam malam jumat kliwon]
¤--------------¤--------------¤
[Semua hadiah sudah ditransfer ransel inventaris, saldo Indigo Koin]
[Selamat, tuan mendapatkan gelar pemburu hantu mendapatkan tambahan 5% setiap kali membunuh makhluk halus level arwah gentayangan dan roh jahat]
Al terbangun di dalam angkot setelah mendengar suara mekanis, matanya mengerjap beberapa saat, matanya berkeliling, "Dimana aku?"
"Kita sudah selamat, tenang saja masalah mayat wanita itu sudah beres, aku sudah menyerahkan sisanya pada polisi."
"Tapi, masalah ini belum selesai sampai Sramana yang mengontrak tetap kerajaan iblis di hutan Alas Sinang berhasil ditumpas sampai ke akarnya." Maung Bodas menjelaskan dengan tatapan sendu.
Pasalnya ia harus mengantarkan ruh Endang ke gerbang menuju dimensi yang tidak bisa disentuh oleh makhluk sekelas iblis pun. Yakni dimensi ketika ruh kembali ke sang maha pencipta.
Maung Bodas memiliki dua profesi sekaligus, yaitu penjaga Al dan juga penghantar jiwa tersesat atau arwah gentayangan yang ingin kembali bersama Maung Lodaya yang berubah menjadi angkot kuning yang agak bobrok.
"Den, silahkan turun. Aku akan menghantarkan wanita di belakang." Al langsung menoleh ke belakang dan mendapati wanita yang cukup cantik dengan gaun putih, namun dengan wajah pucat pasi.
"Nona Endang?!" Al melebarkan mata melihat Endang yang jauh berbeda di dalam mimpinya. Bhakan sangat koontras ketika terakhir bertemu di hutan Alas Sinang.
"Terima kasih, den. Berkatmu aku bisa pulang dengan tenang. Semoga tuhan membalas kebaikan aden, aku tak bisa memberikan apa-apa."
"Maafkan aku juga yang sudah muncul di dalam mimpi aden selama 1001 hari ini. Sebagai permintaan maaf aku punya sesuatu buat aden."
__ADS_1
Ruh Endang mengeluarkan kristal bunga anggrek berwarna biru pucat dan lansgung disahuti oleh Maung Bodas, "Nona, andaa baik sekali memberikan aden gemblung ini mustika anggrek bulan."
"Anggap saja ganti rugi atas diriku yang muncul di dalam mimpi aden ini selama 1001 kali. Tnetu itu akan membuatnya dyok berat."
Endang mengulurkan tangannya ke arah Al dan mustika Anggrek Bulan masuk ke dalam tubuh Al.
Tiba-tiba Maung Bodas menendang Al dan ia terpental keluar dari angkot hingga terjerembab ke dalam selokan.
Ada serangan santet dengan media Ajian Brajamusti yang dilancarkan oleh ayah Rivan, dukun nomor satu di empat wilayah timur kabupaten Indramayu.
Serangan ajian Brajamusti yang berupa kobaran api itu mengejar ke arah angkot Maung Bodaas yang sedang melesat cepat.
Maung Bodas sengaja menendang Al agar ia selamat, ayah Rivan Bernama Narendra bukan dukun biasa. Ia Sramana yang memiliki tahap dukun yang memiliki banyak khodam dari tingkat roh jahat dan juga Jin.
Tingkatan Sramana terbagi atas beberapa tahap, di antaranya Kebangkitan mata batin, mata batin, cenayang, dukun, paranormal, Kharisma Lingga, Kharisma Alit, Kharisma Jagat, Kharisma Jagat Agung, dan Kosawa Buana.
Bhayangkara Aksa sesaat aktif dan melihat kobaran bola api melesat ke arah angkot gaib yang sedang melesat cepat.
Maung Lodaya menggunakan ajian Malih Rupa untuk mengelabui khodam dari ajian Brajamusti yang berupa Banaspati.
Kembali ke Al yang kepalanya masuk ke dalam irigasi selokan yang sangat bau, saampai-sampai ia ditertawakan oleh pengendara dan pejalan kaki yang berlalu lalang.
"Sialan kau paman!" Al berteriak sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah basah dengan lumpur.
Al tidak merasakan sekali jika aliran darahnya teraliri oleh energi jiwa dari mustika Anggrek Bulan yang saangat sejuk dan membuat tubuhnya naik ranking.
[Selamat, tubuh tuan telah naik rank ke rank G]
[Selamat, tuan berhasil menaikan tingkat pengendalian Ajian Gada Brahma menjadi 40%. Untuk menaikan tingkat pengendalian rank tubuh tuan harus ditingkatkan. Kekuatan tuan setara 4 ekor gajah]
[Selamat, tuan berhasil menaikan tingkat pengendalian Ajian Moksala Rudra menjadi 40%. Untuk menaikan tingkat pengendalian rank tubuh tuan harus ditingkatkan. Penggunaan ajian Moksala Rudra ditingkatkan menjadi 15 detik]
[Selamat, berkat menyerap mustika Anggrek Bulan dan pemulihan TD juga TM, berat badan tuan turun 10 kg]
Semula ia marah-marah, kini Al mengulas senyum karena berhasil menurunkan berat badannya sebesar 10 kg.
__ADS_1
Jika menggunakan cara umum seperti diet, makan makanan yang bergiizi, meminum obat pelangsing dan berolahraga, menurunkan berat badan 10 kg itu hal yang cukup sulit bagi Al.
Karena ia sering sekali merasakan lapar yang luar biasadan ketika makan 3 piring nasi pun tak mampu membendung perut Al yang seperti gentong karet tersebut.
"Aha ... Aku juga masih punya cairan penurun lemak walau itu 1% dari hadiah sistem. Sebagai calon penerus Maharesi Janggut Putih yang tampannya gak ketuungan. Aku juga harus berubah, bila perlu buat ibu pangling, he-he ...," gumam Al menggaruk kepalanya tidak gatal sambil terkekeh.
"Dasar remaja stres."
"Kasihan sekali, sudah gendut, item, jelek, stres pula."
"Oh, tidak. Nampaknya generasi anak bangsa sekarang tingkat kewarasannya menurun."
"Lontong-lontong!"
"Yang mani! Yang manis!"
Al menjaddi bulan-bulanan para pesepeda, pejalan kaki, dan pengendara yang melihatnya sedang berguam dan terkekeh sendiri.
Al langsung sadar ketika banyak tatapan mata tertuju padanya, dan menepuk jidaatnya sendiri, "Aduh, apa-apaan aku ini. Sungguh memalukan."
Mukanya yang eskotis seperti warna kulit sawo matang tersebut bertambah hitam dan dekil terkena lumpur air selokan.
Salah satu polisi benama Bharada Jefry memberanikan diri mendekati Al. Ia baru saja melaporkan kejadian penemuan mayat Endang di depan lobi polres indramayu.
Sebab, ia yang pertama kali menemukan mayat Endang tersebut di depan lobi Polres Indramayu.
Bharada Jefry bukan polisi biasa, walau pangkatnya terendah di Polres Indramayu. Ia juga seorang Sramana di tahap Kharisma Lingga.
Ketika menemukan mayat Endang pertama kali, sensor gaibnya mendeteksi energi makhluk halus yang tak bisa ia baca tingkatannya.
Al yang tiba-tiba muncul di sekitar wilayah Polres Indramayu tersebut dan mendeteksi benda gaib bersarang di dalam tubuh Al, langsung mengambil kesimpulan jika Al adda hubungan erat dengan penemuan mayat Endang.
"Nak, kamu tidak apa-apa. Ayo ke rumahku untuk membersihkan dirimu. Lihatlah ketampanan wajahmu itu tertutupi gelapnya lumpur," ajak bharada Jefry.
"Phew ... akhirnya ada orang yang baik juga mau memberikan bantua." Al menghela nafas panjang sammbil menyeka keringat di dahinya dan melanjutkan, "Terima kasih pak. Sebagai rasa terima kasih, nanti aku akan traktir bapak makan."
__ADS_1