
"Bukan urusanmu! Urus saja sendiri urusanmu." Al menggembungkan pipi dengan urat otot di dahinya.
Selalu saja jika Vivian dan Al bertemu selalu bertengkar. Padahal mereka saling menyukai, tapi tak bisa diungkapkan perasannya satu sama lain.
"Al!" panggil Vivian pad Al yang sudah berlari walau lambat menuju pangkalan ojek.
Vivian menghela nafas dalam-dalam dan ada tataopan sendu di kedua kelopak matanya. Ia langsung masuk ke dalam mobil revan dan pergi ke arah kota Jatibarang di selatan Indramayu.
Al mendekati tukang ojek yang wajahnya mirip sang supir angkot, "Den, mau kemana?" tanya tukang ojek ternyata setelah didekati memang sang supir angkot.
"Bisa antar aku ke desa Loyang?" pinta Al dengan menangkupkan tangan.
"Sebaiknya aden tidak pergi kesana, berbahaya."
Jawaban sang supir ojek yang ternyata siluman harimau tersebut membuat Al matanya membola.
Ternyata Al dipandang oleh orang yang berada di sekitar pangkalan ojek tersebut seperti orang gila yang berbicara sendiri.
Siluman harimau bernama Maung Bodas tersebut adalah khodam atau pembantu warisan leluhur dari keturunan Maharesi Janggut Putih yang disuruh menjaga Al semenjak lahir.
Tugasnya tentu melindungi Al dari gangguan makhluk halus dan juga para Sramana. Sebab Al adalah keturunan Kaisar Wijaya dari istri Wulandari.
Bisa dikatakan jika Yosep Firmansyah dan Vectorio Alzinsky adalah saudara beda buyut ibu.
"Tapi ini tugas dari kakek, aku tak bisa menolaknya. Jika tidak mau, aku akan cari ojek yang lain," ketus Al dengan raut muka ditekuk.
"Baiklah, den. Aku akan mengantar aden." Maung Bodas menghela nafas pasrah dan menyalakan motor gaib astrea prima tahun 1995 yang hanya bisa dilihat oleh Al.
'Sepertinya bapak ini tahu sesuatu,' batin Al.
"Ya tahu den. Termasuk hati aden menyukai nona Vivian," celetuk Maung Bodas yang sudah membaw Al menyibak jalan provinsi antara Krangampel dan Jatibarang.
Tentu saja mata Al melebar selebar-lebarnya, bahkan hampir keluar karena Maung Bodas bisa tahu isi hati dan apa yang ia pikirkan dalam pikirannya.
......................
__ADS_1
1 jam kemudian.
Motor yang dikendarai Maung Bodas sampai di gapura desa Loyang, dan butuh 15 menit lagi untuk masuk ke dalam hutan terlarang Alas Sinang.
Jalanan menuju bagian dalam hutan Alas Sinang masih sama terjal, berlumpur dan licin.
Al merasa aneh, sebab perjalanan dengan jarak 60 km yang seharusnya ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan motor butut tersebut hanya ditempuh dalam waktu satu jam.
'Jangan-jangan?!' Al yang masih dibawa ke dalam bagian dalam hutan Alas Sinang, ekspresi wajahnya seputih kertas dengan bulir-bulir keringat dingin yang menetes deras di seluruh badannya.
"Tenang, den. Akku hanya siluman harimau yang disuruh Maharesi janggut Putih untuk menjaga aden dan ---"
"Tapi kau tidak akkan memakanku kan?" Al memotong perkataan Maung Bodas dengan beringsut mundur ke ujung jok motor.
"Tenang saja tuan. Aku tak suka daging pemuda gemuk, terlalu berlemak." Maung Bodas menyunggingkan senyum menggoda Al.
Menurutnya tuannya yang bernama Vectorio Alzinsky tersebut pemuda yang minim pengetahuan mengenai makluk halus.
Pasalnya maung Bodas memang siluman, tapi makanan kesukannya roh yang sudah mendekati tingkatan jin. Baginya itu adalah santapan yang lezat.
Undi memang tidak melanjutkan mempelajari Ajian Ciung Wanara. Tapi ia menyeret anak buah, kolega, dan para karyawannya yang ingin kaya instan untuk mengabdi pada raja Mogharwala dengan memberikan energi jiwa mereka sendiri pada Raja ibllis Kera berbulu emas.
Aura mistis dan dam aura kematian menyeliuti wilayah dalam hutan Alas Sinang.
"Maung Bodas, berani juga kau masuk ke wilayahku. Apa kau ingin mati?" Suara mengglegar di dalam hutan menggema dan itu juga ditangkap oleh kedua telinga Al.
Pemuda gendut itu lansgung terjongkok dan menutup daun telinganya dengan kedua telapak tangan sangat erat.
Suara panglima kerajaan Iblis Mogharwala bernama Grisena benar_benar membuat teling Al sakit dan berdenging selama 5 menit.
Al langsung jatuh tersungkur ke permukaan tanah, fluktuasi udara disertai hembusan angin yang bertubrukan menyibakan ranting-ranting dan membuat daun-daun berguguran.
"Aku hanya mengantar tuanku, apakah aku salah?" Maung Bodas malah bersikap santai dengan memainkan kedua pundaknya.
Tiba-tiba dari bawah tanah keluar tangan dengan pakaian putih menangkap kedua kaki al dan membuatnya menjerit, "Tolong!"
__ADS_1
Tubuh Al memaku dengan air hangat di bagian vitalnya, baru kali pertama kakinya dipegang entah itu makhluk halus atau mayat hidup.
Maung Bodas melesat ke arah Al dan membawanya hingga tanga tersebut melepaskan kedua kaki Al, "Te-terima kasih pa-pama."
Maung Bodas menggelengkan kepala dengan menghela nafas panjang, "Aku sudah peringatkan, tempat ini berbahaya. Tempat ini dihuni banyak makhluk halus dari pemuja raja iblis Mogharwala."
Hantu kuntilanak rangkak tiba-tiba muncul di belakang Al dan menunjuk ke arah pohon yang pernah menadi tempat dirinya digantung.
Mukanya yang seram berubah cantik, namun dengan wajah pucat, "Aden, tolong aku. Hanya aden yang bisa menyelamatkanku dari belenggu perjannjian Undi. Jika dibiarkan, Undi akan menyeret orang lain dan dijadikan budak iblis itu."
Hantu kuntilanak rangkak atau arwah Endang yang gentayangan tersebut tiba-tiba ada rantai hitam yang menjerat tubuhnya.
Al tidak bisa melihatnya, dan menyipitkan mata karena melihat hantu kuntilanak rangkak tersebut menjerit dengan meronta-ronta, "Tolong aden, tolong!"
"Den selesaikan ini cepat, jika tidak, kita akan terjebak disini selamanya."
Maung Bodas mengingatkan Al sembari menunjuk ke arah balik pepohonan, sudah banyak pcpng, kuntilanak, genderuwo yang siap menyerang mereka.
Al memejamkan mata dan merasakan energi jiwa yang masih ia deteksi dengan sensor kebatiinan, lalu mengumpulkan tenaga metafisika pada kedua telapak tangannya yang sudah dikepalkan.
"Ajian Gada Brahma!"
Al melepaskan pukulan ke arah dada hantu kuntilanak rangkak dan terdengar suara seperti kaca yang berkeping-keping.
Rantai ajian emas perak berhasil dihancurkan hanya dalam satu pukulan dan membuat maung Bodas menjatuhkan rahang dengan mata membola, "Apa?!"
"Ajian Moksala Rudra!"
Al mengalirkan tenaga dalam di kedua telapak kakinya dan melesat secepat peluru ke arah kawanan makhluk halus yang sedang menjaga pohon yang diselubungi kain mori dibatangnya.
BAM! BAM!
Hanya dalam 3 detik Al berhasil membereskan 3 pocong, 3 kuntilanak dan 1 genderuwo yang menjaga phon tersebut.
[Xixixixi, selamat tuan berhasil membunuh makhluk halus di level arwah gentayangan dan mendapatkan 10 poin Indigo]x7
__ADS_1