INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>45 Jembatan Saksi Bisu II


__ADS_3

......................


7 hari kemudian.


Dalam 7 hari tersebut, sudah 7 kejadian yang sama dan itu setiap malam dan di jam yang sama.


Namun itu tidak diketahui oleh Al, sebab ia sedang sibuk mengurusi Bharada Jefri yang masih koma ditemani Aruna da Arini yang sudah bersih dari Kakawin.


Al memberikan pakaian pada umumnya zaman sekarang agar semua orang tidak curiga jika Arni dan Aruna berasal dari waktu yang jauh berbeda. Bisa dikatakan mereka adalah leluhur di era benua Nusantara.


“Terima kasih Al, akmu sudah menyelamatkan kami. Meskipun aku sendiri terutama tidak paham dengan identitas kami saat ini.”


Aruna berkata sambil menatap Angling Wirasena  dengan tatapan sendu. Ia merasa sedih akiat dirinya dikendalikan oleh Kakawin mengakibatkan Bharada Jefry harus terluka parah seperti ini.


“Kak, bukan kakak saja yang mengalami krisis identitas. Aku pun sama walau aku tahu keturunan Kaisar Wijaya dan ibu Ratu Wulandari tapi nenek moyangku. sampai saat ini aku masih mencari jati diri kedua orang tuaku, aku anak yatim piatu.”


Arini yang mendengarkan penuturan Al langsung memeluk kepalanya, ia sangat merasakan perasaan sedih tanpa kedua orang tua.


“Aku berjanji akan mencari obat ataupun cara untuk menyembuhkan pak Jefry,” tegas Al dalam pelukan Arini.


Tak sadar mereka bertiga larut dalam rasa sedih yang sangat mendalam. Mereka disatukan dalam perasaan tidak bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tua mereka sejak kecil.


“Kami tidak bisa berbuat banyak, aku jjuga sudah mencoba menyalurkan semua energiku. Namun tidak ada perubahan pada kang mas.”


Aruna menunduk pasrah dengan air mata menggenang sambil menatap sendu Bharada Jefry.


Kemudian melanjutkan, “Semoga kamu mendapatkan hasil, Al.”


“Terima kasih kak. Aku akan pergii keluar untuk mencari sesuatu yang bisa membuat pak Jefry siuman.” 


Al melepaskan pelukan arini pada kepalanya daan langsung berjalan cepat keluar dari kamar rawat inap di RSUD Indramayu.


Mayat Birawa  dan Prisarasari juga sudah diserahkan ke bagian otopsi RSUD Indramayu yang ditangani oleh Dokter Rizer. Namun saat melihat Dokter untuk kedua kalinya ia merasakan sesuatu yang buruk ketika memberikan mayat tersebut.


Ada sesuatu yang disembunyikannya dari Al dan tidak dapat ia terka sama sekali. Namun Al tetap berprasangka baik akan hal tersebut.


[Xixixi! Selamat, tuan berhasil menyelsaikan misi lanjutan]


¤--------------¤--------------¤


[Misi: Bantu Bharada Jefry menyelsaikan 3 kasus]


[Hadiah: Uang Rp,10.000.000, 1000 poin Indigo, 10 cairan penurun lemak 1%]


[Kasus: 3/3]


[Batas Waktu:-]


[Hukuman:-]


¤--------------¤--------------¤


[Semua hadiah telah ditransfer ke ransel inventaris sistem]


[Xixixixi]


[Status]


¤--------------¤--------------¤


[Nama: Vectorio Alzinsky (Pemburu hantu) (nilai pengalaman dikalikan 5]

__ADS_1


[Level Indigo:  Kharisma Alit (0/300.000)]


[Khodam: Naga Taksaka (Iblis)]


[Rank Tubuh: C]


[Indigo Koin: 2200]


[Kemampuan: Bhayangkara Aksa]


[Saldo: 21.000.000]


[Inventaris: 10 botol cairan penurun lemak 1%, Pedang Naga Taksaka]


[Untuk meningkatkan level Indigo tuan akan mendapatkan poin pengalaman Indigo dari menyelesaikan misi, dan memusnahkan makhluk halus]


[Level makhluk halus: Arwah gentayangan, roh jahat, jin, setan, siluman, Ifrit, dan Iblis. Semakin tinggi level semakin tinggi poin yang didapat]


¤--------------¤--------------¤


Al menatap layar antarmuka dan menatap koin Indigonya cukup banyak. Tapi bingung apa yang harus ia beli atau naikan presentase pengendaliannya.


Untuk sementara ia tak ingin mengulik apapun di dalam sistem. Ia harus pergi ke Polres terlebih dahulu melaporkan situasinya sat ini.


Banyak teman dari Bharada Jefry yang ingin menjenguk, namun Dokter Rizer melarangnya, dengan alasan butuh waktu istirahat. Padahal aslinya takut tubuh harada Jefry mengeluarkan radiasi energi kosmo yang berlebihan dan hanya bisa dinetralisir oleh para Sramana.


Jika terpapar pada manusia itu bisa mengakibatkan halusinasi yang berlebihan dan paling buruknya adalah jiwa meraga sukma sendiri dan terjebak di dimensi gaib. 


Makanya yang menjaga Bharada Jefry hanya Aruna, Arini dan Al, suster pun tidak diperkenankan masuk, kecuali ada mereka bertiga.


Al naik ojek online menuju Polres Indramayu, sebab motornya di panti Insan Madani belum diambilnya.


Al tiba di depan Polres Indramayu dan memberikan ongkosnya 50.000 pada sang driver, padahal ongkosnya hanya 7000. tentu saja mebuat ang driver kegirangan bukan main.


“Terima kasih mas,” ucap sang driver dengan tersenyum lebar dan dibalas Al dengan anggukan.


Al tidak banyak membuang waktu, ia langsung masuk ruangan AKBP Wiraguna dan tidak ada yang berani menegur Al. Sebab AKBP Wiraguna memberikan hak khusus pada Al setara dengan wakil Polres Indramayu.


Karena Al berhasil membantu polisi menyelesaikan kasus besar. 


Al mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk, “Silahkan masuk!” sahut AKBP Wiraguna.


Al memberkan sikap hormat setelah membuka pintu dan dibalas anggukan tegas oleh AKBP Wiraguna.


“Silahkan duduk!”


“Mohon maaf pak. Aku berdiri saja, maaf kalau aku tidak sopan. Masalahnya genting dengan Pak Jefry.” Al menangkupkan tang dengan tersenyum tipis.


“Aku paham. Aku sudah membaca situasinya, semua kasus juga sudah ditangani oleh seluruh Polsek di Indramayu dengan baik. Bapak hanya ingin menawari kamu rekomendasi untuk masuk Akpol, apakah kamu tidak mau?” tawar AKBP Wiraguna dan langsung membuat Al membulatkan mata.


“Ma-masuk Akpol?!”


“Iya, masuk Akpol. Bapak yakin kamu pantas dan sangat pantas masuk kesana. Polres Indramayu butuh pemuda yang berdedikasi seperti kamu nak Al.”


Al terdiam sesaat dan tidak mengatakan iya atau tidak. Ia harus menimbang penuh keputusannya, tapi ia juga bimbang, jika masuk dalam kepolisian ia bisa menemukan jaringan informasi tentang kedua orang tuanya dan disisi lain ia seorang Sramana yang kurang pantas jika menduduki jabatan seorang polisi.


Al merasa Sramana itu bertolak belakang dengan dunia polisi yang penuh logika dan retorika. Sedangkan dunia Sramana dunia yamg penuh di luar nalar dari logika dan retorika tersebut.


Walaupun masih ada banyak polisi yang seorang Sramana, salah satunya adalah Bharada Jefry atau Angling Wirasena.


“Pak, biarkan aku berpikir. Jika aku masuk akpol nanti aku tidak bisa lagi menangani kasus seperti ini, hehehe ….”

__ADS_1


Al terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan merasa jiwa petualangnya akan dibatai setelah ia masuk akpol.


“Nak A, itu memang benar. Tapi nak Al bisa bebas belajar sambil terus menangani kasus. Sebab Akpol khusus ini baru dibentuk 5 tahun terakhir dan dibawah dbimbingan akademi Wong Alus. Yang masuk pun bukan mahasiswa atau mahasisiwi sembarangan, mereka semua —-”


“Sramana?!” potong Al dengan melebarkan mata.


“Ya, tepat sekali. Sejauh ini pemerintah dan akademi Wong Alus telah bekerja sama untuk menangani para penjahat yang seorang Sramana. Lima tahun lalu para Sramana bukan hal yang menakutkan.”


“Tapi semenjak insiden 6 tahun lalu, para Sramana yang memiliki energi jahat mulai masuk dunia bawah tanah. Mereka menguasai bisnis bawah tanah mulai dari perjudian, peredaran obat terlarang, penadah barang curian dan sebagainya.”


“Mereka akan sulit ditangkap, sebab memiliki energi yang bukan pada  umumnya atau kita menyebutnya ajian dan kesaktian,” jelas AKBP Wiraguna.


“Baiklah, pak. Aku akan masuk Akpol khusus tapi berikan aku waktu untuk mencari obat supaya pak Jefry bisa cepat sembuh dan bertugas seperti biasanya.” Al menyetujui masuk Akpol khusus yang telah dituturkan AKBP Wiraguna.


'nampaknya generasi tugas berat sudah menanti sebuah di depan, ' batin Al menguatkan tekad dengan penuh semangat dan ia merasa ini adalah takdirnya. 


[Xixixi! Ada misi lanjutan]


¤--------------¤--------------¤


[Misi: Kumpulkan Empat pusaka pedang Kurusetra]


[Hadiah: Uang Rp,50.000.0000, kitab ajian kurusetra, title khusus dan 10.000 koin Indigo]


[Progres: 1/4]


[Batas Waktu:1 tahun]


[Hukuman: Pedang Naga Taksaka hancur dan Naga Taksaka akan mati]


[Deskripsi: Sebelum meninggal Ratu Wulandari dan Kaisar Wijaya menciptakan empat pusaka pedang kurusetra. Namun keberadaannya hilang bak ditelan bumi. Temukan dan kamu akan mengetahui sebuah rahasia]


¤--------------¤--------------¤


“Misi yang menarik,” gumam Al sambil menatap layar antarmuka di depannya dengan tersenyum tipis.


“Baiklah, aku menyetujuinya. Aku beri batas waktu 3 bulan untuk padamu nak Al. Jika tidak mau, aku akan memberikan rekomendasi kepada orang lain,” tegas AKBP Wiraguna.


“Terima kasih pak atas rekomendasinya. Aku berjanji menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.” Al memberikan sikap hormat kepada AKBP Wiraguna dan langsung dibalas dengan anggukan tegas olehnya.


Sambil berjalan Al mencoba berbincang dalam batinnya dengan Naga Taksaka untuk mengorek informasi tentang empat pedang kurusetra, ‘Bro, apakah kau mendengarku?’


Namun tidak ada jawaban dari Naga Taksaka dan langsung menghubungi Prida Maheswari untuk mengorek informasi bukan saja tentang Keempat pedang Kurusetra tapi juga obat yang bisa memuat Bharada Jefry cepat sembuh dan segera siuman.


Al menelepon Prida dan tetap tidak diangkat, padahal sudah beberapa kali, “Apa aku ke rumahnya saja ya?” gumamnya.


Mata Al berkeliling setelah sampai di depan gapura masuk Polres Indramayu, mataya mencari driver ojek online yang sedang menunggu orderan mereka dari apilkasi di ponsel masing-masing.


Al pun tidak menemukan salah satu driver ojek online pun, padahal ini jam ramai untuk makan siang. Terpaksa Al mencari taksi online dan ditawari salah satu driver yang sedang menunggu orderan.


Namun dari mukanya yang terlihat kusut, Al sudah dapat memastikan ia belum dapat penumpang satu pun dari pagi.


“Mas mau kemana? biar aku antar!” tawarnya.


“Oh, boleh pak. Aku kebetulan mencari ojek online namun tak ada yang sedang beroperasi di sekitaran sini. Bapak bisa antarkan aku ke alamat ini.” Al menunjukan map di ponselnya, yakni daerah pantai Indah Balongan dan merupakan mansion yang sangat dijaga ketat.


“Bisa mas. Tapi mas disana keamanannya ketat, takut aku gak bisa bawa masuk mas. Tapi aku usahakan untuk bisa masuk ke dalam kompleksnya,” kata Sopir taksi online dengan tersenyum ramah.


“Baik, pak. kalau bisa masuk aku tambahin uang lebih,” bujuk Al agar ia mau berusaha lebih keras.


Soalnya setahu Al kompleks Mansion Bharata Grup memang sangat ketat keamanannya di distrik Pantai Indah Balongan.

__ADS_1


__ADS_2