
......................
8 jam kemudian.
Di dimensi gaib RSUD Indramayu, Grisena menghasut para arwah gentayangan yang menghuni RSUD Indramayu.
Yuzan memtuskan untuk pulang bersama Vivian, karena mereka harus beraktivitas seperti biasa diesok hari.
Hanya Lyodra yang tinggal untuk menemani Al di rumah sakit, sebab Lyodra masih belum mendapatkan pekerjaan dan sangat khawatir pada Al. Jadi Lyodra menelepon ibunya untuk meminta izin, bahwa ia sedang menunggu Al di rumah sakit.
Prida sendiri pulang ke rumahnya, ada urusan yang tak bisa ia tinggalkan. Kondisi Al membaik dan mulai terbiasa melihat pandangan yang bertabrakan di matanya, walau itu belum 100% bisa dikendalikan olehnya.
Namun, lorong rumah sakit yang biasanya di pukul 20.30 WIB tersebut masih ramai, berubah sangat sepi. Bahkan tak ada suster jaga satu pun yang lalu lalang seperti biasanya.
Al berbaring dan memejamkan mata, ia sangat fokus untuk beristirahat, dan tidak tahu jika para arwah gentayangan yang mendiami dimensi gaib RSUD indramayu mulai bergerak atas hasutan Grisena untuk mengganggu, bahkan ingin menghabisi Al dengan cara yang wajar.
Bergola IIjo, telik sandi yang dikirimkan oleh Grisena untuk memata-matai Al dan orang-orang disekitarnya mengirimkan pesan pada majikannya tersebut. Bahwa Al berada di rumah sakit sedang terluka berat.
Bagi para makhluk halus, kebangkitan aksa merupakan pukulan berat bagi Sramana.
Para Sramana yang yang mengalami kebangkitan aksa, biasanya tidak bisa bangun dari tempat tidur minimal satu bulan.
Jadi, Bergola Ijo yang dijuluki Ifrit segala tahu, memberi kabar pada Grisena jika Al sedang terluka parah, akibat kebangkitan aksa.
Grisena juga Ifrit yang sangat licik. Apalagi Al sekarang dekat dengan Prida dan Grisena tidak mau berurusan dengan kharisma jagat agung yang terkenal mampu membuat makhluk halus setingkat Ifrit bertekuk lutut di hadapannya.
Maka cara terbaik untuk melawan Al adalah menggunakan para penghuni RSUD indramayu untuk dihasut melawan Al.
Tapi Bayi Bajang, pemimpin dari dimensi gaib RSUD Indramayu tidak bodoh, ia menargetkan Lyodra untuk diculik ke alam gaib.
Mereka sedang menunggu Al lengah, karena cara terbaik melemahkan orang yang kuat adalah sakiti orang terdekatnya, maka ia juga akan merasakan nestapa.
"Al, kamu sudah tidur?" tanya Lyodra memainkan telapak tangannya di depan muka Al dan tidak ada jawaban.
__ADS_1
Tiba-tiba Lyodra sakit perut dan ini sebenarnya ulah pocong yang sedari tadi berdiri di samping Lyodra dan meludahkan cairan ke dalam gelas berisi air putih yang sudah diminum airnya oleh Lyodra.
Al juga dibuat tidur oleh Bayi ajang menggunakan ajian Sirep Megananda, yakni salah satu ajian bertipe ilusi tingkat tinggi yang bisa membuat target tertidur pulas dan tak bisa bangun jika tidak dibangunkan sendiri oleh pengirimnya.
Lyodra bergegas ke kamar mandi untuk buang hajat, "Aduh, melilit sekali perut ini. Padahal aku sama sekali tak makan makanan pedas hari ini."
"Are you ready too rock! ... mmmmm ... aaaah ....!" teriak Lyodra sambil mengeluarkan kotoran dari lubang pembuangannya.
Bulir-bulir cairan bening menetes keluar dari sekujur tubuhnya, Lyodra merasa lemas bukan kepalang dan begitu lega.
Setelah selesai buang hajat, Ia membersihkan sisa-sisa kotoran tersebut dengan menyiramkan air pada lubang pembuangan tersebut.
Namun, sedang asyik-asyiknya memakai roknya, rambut hitam kuntilanak terurai ke pundak Lyodra.
Lyodra masih fokus memakai roknya dan tidak merasakan sama sekali, jika raambut tersebut telah beradda di pundak kanannya.
Baru kedua kalinya ketika tangan yang melepuh disertai kuku-kuku panjang tersebut bergerilya perlahan mengelus lembut rambut Lyodra yang pendek.
Ia menjerit keras hingga pingsan setelah menoleh ke belakang, "Setan ...!"
Entah mengapa Al langsung terbangun dan berhasil mematahkan ajian Sirep Megananda setelah mendengar suara teriakan ketakutan Lyodra.
"Lyodra! Lyodra!" teriak Al memanggil pemudi berambut pendek tersebut, tapi tidak ada sahutan.
Al panik dan membuka mata, namun pandangannya yang bertabrakan tersebut telah normal. Al langsung melepas jarum infus yang menusuk tangannya dan bergegas mencari Lyodra ke berbagai sudut kamar karena saking paniknya.
"Toilet!"
Al ingat sesuatu dalam mimpinya jika Lyodra berada di dalam toilet sebelum ia bangun. Langkah kakinya ia percepat ke arah pintu kamar toilet dan mencoba membuka pintu dengan menarik gagang pintu toilet.
"Lyodra! Lyodra!" panggilnya sambil menarik-narik gagang pintu toilet dengan sangat panik. Namun pintu terkunci dari dalam.
Al tambah panik dan menggunakan ajian chakra visnu pada tubuhnya yang terselimuti dengan energi TD dan mendobrak pintu toilet dengan dorongan bahu kanan yang sangat keras.
__ADS_1
BRAK!
Dalam sekali dorongan keras bahu kanan Al, pintu itu terbuka dan pandangan Al tidak mendapati sosok pemudi berambut pendek tersebut.
"Lyodra!" teriak Al dengan mata menggenang, ia merasakan jika Lyodra hilang diculik makhluk halus penghuni RSUD Indramayu.
Bhayangkara aksa dan ripela aksa keduanya aktif bersamaan, dalam pandangan kedua mata Al, ia melihat jika Lyodra diculik oleh kuntilanak hijau anak buah Bayi Bajang.
[Xixixixi ... mohon maaf tuan, umur anda dikurangi satu tahun karena melihat kejadian masa lampau dengan jarak 10 menit yang lalu]
Al tidak memperdulikan suara mekanis dan layar antarmuka yang memberitahukan pengurangan umurnya.
Al terus berteriak memanggil-mangil Lyodra dengan penuh penyesalan, "Sial, Lyodra! Dimana kamu? Lyodra! Hiks-hiks ...."
Al berlutut lemas di dalam kamar toilet dan tak bisa berbuat apa-apa, masalahnya ia tidak tahu cara masuk ke dalam dimensi gaib.
Hanya para Sramana minimal tingkat dukun yang bisa keluar masuk dimensi gaib, kecuali Sramana yang memilki ajian meraga sukma, maka Sramana tingkat kebangkitan mata batin pun bisa melakukannya.
"Hihihi ... jika kamu ingin temanmu Lyodra kembali dalam keadaan hidup-hidup, serahkan kedua bola matamu, hihihi ...."
Suara cekikikan itu menggema di dalam kamar toilet dan sangat menusuk telinga Al hingga membuatnya frustasi, sampai-sampai ia tidak bisa berpikir logis.
Bagi Al, Lyodra adalah teman pertama dan satu-satunya yang menerima kekurangan Al terkait bentuk fisiknya yang gendut dan menderita Hetechromia.
Maka dari itu, Lyodra menurut Al adalah teman yang sangat berharga, karena selalu menguatkannya dikala banyak cacian dan bulian mengarah kepadanya selain juga ibu Yuzan.
"Baik, aku akan memberikannya. Bawa akku menemui Lyodra!" jawab Al pasrah dan tiba-tiba muncul pusaaran merah disertai fluktuasi udara yang menghisapnya masuk ke dalam dimensi gaib milik Bayi Bajang.
Al seperti naik lift menuju lantai 1000 dengan saangat cepat ketika masuk ke dalam pusaran merah tersebut.
Adrenalinnya terpacu dan detak jantungnya tak beraturan, nafasnya juga tersenal-sengal.
Ia menarik nafas dalam-dalam untuk menormalkan detak jantungnya, lalu menghembuskannya perlahan.
__ADS_1
Al tiba di dimensi rumah sakit, tepatnya lorong rumah sakit seperti lorong rumah sakit di RSUD Indramayu, namun dengan keadaan sunyi dan sepi juga pencahayaan yang temaram.
"Lyodra! Lyodra! Dimana kamu?" Al berteriak memanggil pemudi berambut pendek tersebut, namun tetap saja tidak ada sahutan darinya.