INDIGO SYSTEM

INDIGO SYSTEM
Indigo <>40 Harta Kembar Siam VII


__ADS_3

Setelah dua jam tertidur, baru semua orang dalam radius 500 meter terbangun dari tidurnya. Efek ajian sirep megananda diatur oleh Prisarasari memang akan berakhir


pada dua jam setelahnya.


"Si-sial." Bharada Jefry terbangun dengan menyeringai kesal, sebab ia sadartelah terperdaya oleh ajian sirep megananda yang dilancarkan oleh Prisarasari.


Ajian bertipe ilusi tersebut yang bisa menggunakan sampai tingkat tinggi hanya Prisarasari seorang diantara ribuan para Sramana yang ada didunia. Jadi Bharaka Jefry tahu jelas siapa yang melakukan hal ini pada semua orang dalam radius 500 meter.


Tiba-tiba mata kiri Al yang masih tertidur oleh efek ajian sirep megananda terbelalak dengan manik mata bergerak sangat cepat seperti mesin slot dan berhenti di manik mata berwarna merah dengan 4 tomoe emas.


Ripela aksa aktif tapi bukan untuk memprediksi, melainkan menyerap energi metafisika (TM) dalam radius 500 meter dan tomoenya bertambah satu menjadi 5 tomoe dengan waran merah.


Lima tomoe-nya berubah warna menjadi warna merah.


'Apa?! Mata itu bisa menyerap radiasi dari energi metafisika?!' batin Bharada Jefry dengan melebarkan mata.


Pasalnya, energi Tm bekas radiasi dari ajian sirep megananda tersebut sangat banyak dan tergolong sudah berubah menjadi energi negatif.


[Xixixixi .... Selamat tuan berhasil menyerap energi negatif dan dibutuhkan energii positif dalamjumlah yang sangat banyak untuk menaikan rank tubuh tuan ke rank C]


Al tetap masih tertidur, saking enaknya tidur malah ia mendengkur sangat keras, sampai-sampai orang dalam radius 30 meter pun mendengarnya.


"Dasar bocah gemblung! Dalam kondisi seperti ini pun dia masih bisa enak tertidur pulas. Padahal efek ajian sirep meganandan telah berakhir."


Bharada Jefry menepuk jidatnya sendiri melihat kelakuan Al yang tertidur kebablasan saking nyamannya terkena ajian sirep megananda.


Tim yang mengawasi rumah Ki Gondang yang berjumlah 7 orang termasuk Al dan Bharada Jefry, 5 orangnya lanngsung masuk ke rumah Ki Gondang.


Tetapi mereka tidak menemukan keberadaan ki Gondang, "Sial, kita telah ditipu!"


"Mereka bukan penjahat biasa."


"ya, mereka bukan penjahat biasa, makanya Bharada Jefry ikut daaalam tim ini."


"Tapi penjahat kali ini nampaknya bukan tandinganku. Aku juga sampai tertidur pulas dibuatnya."


Tiba-tiba Bharada Jefry ikut masuk sambil memapah Al yang masih tertidur dengan mata terbbuka sebelah menunjukan manik mata ripela aksa.


Para polisi yang melihatnya sediikit ketakutan melihat mata Al dengan corak bukan pada umumnya manusia.


"Tenang, dia intel polisi khususnya Polres Indramayu. Dia orang yang sangat berprestasi. Jika buka karenna informasinya, kita takan tahu jika target mereka adalah KKi gondang dan ternyata benar. Walau kita kecolongan," jelas Bharada Jefry.


Walau pangkatnya rendaah, tapi Bharada Jefry merupakan senior dalam Polres Indramayu dan siapa yang tak kenal dengan Bharada Jefry. Bahkan AKBP Wiraguna pun menaruh hormat besar padanya.


Semua polisi mengangguk sebaab yang berbicara adalah Bharada Jefry, polisi yang sangat jujur daan setiap perkatannya bisa dipercaya.


Tiba-tiba mata kanan Al terbelalak dan membuat bulu kuduk enam polisi termasuk Bharada Jfery meremang kuat.

__ADS_1


Manik matanya yang berwarna biru bergerak sangat cepat, mata itu tertuju pada khodam milik Ki Gondang yang terkapar dan memegangi dadanya yang masih sakit.


"Siapa kamu?"


Naga Taksaka bereaksi kuat dengan nada menggeram melihat manik mata kanan Al yang sudah berubah warna menjadi luzion aksa dengan pupil mata hijau terang.


5 polisi lainnya saking takutnya dengan manik mata Al dan geraman Naga Taksaka yang tak hanya bisa di dengar suara saja langsung lari terbirit-birit dengan ceana sudah basah oleh air seni.


"Tenang, dia hanya temanku. Kamu bukannya terluka, aku akan menyembuhkanmu, tenanglah!"


Bharada Jefry mencoba menenangkan Naga Taksaka yang menganggap tim polisi termasuk Bharada Jefry dan Al adalah komplotan para penculik yang menculik tuannya.


Dari dalam manik mata keluar api dewa pohon suci dan membakar tubuh Naga Taksasaka, "Sialan kau berani menyerangku!"


Naga Taksaka bangkit walau ia terluka parah, namun setelah dirasa-rasa api tersebut bukan untuk membunuhnya, api hijau tersebut sangat sejuk dan meregenerasi jiwanya dan bertambah kuat dari sebelumnya.


'Energi metafisika ini seperti aku sanngat mengenalnya, tapi siapa dan dimana?" pikir keras Naga Taksaka dengan menngelus dagunya.


Walau Al sudah membuka kedua matanya, namun ia masih mendengkur keras. Kondisi Al sangat aneh dan unik, dengan kedua mata terbelalak tapi masih tertidur.


"Hoaam .... Kopi mana kopi ya? Kok, ngantuk sekali." Al pun terbangun dengan menguap, lalu mengerjapkan mata.


Kedua mata itu terlihat normal, saking normalnya mata itu sudah tidak ada gejala Heterochromia lagi, yakni manik mata pada umumnya manusia berwarna hitam. Tapi kedua manik mata Al berwarna hitamnya hiitam legam.


Bharada Jefry terheran-heran, kenapa kedua mata Al berubah warna yang tadinya waran merah di kiri dan biru di kanan, sekarang semuanya berwarna hitam legam, setelah terbangun dari tdur.


Pasalnya Al seperti sudah tahu kejaadian yang terjadi dengannya, padahal ia sebelumnya tertidur pulas.


'Dia seperti bukan seorang Sramana biasa. Tidurnya pun seperti sadar, apalagi sadarnya,' batin Naga Taksaka berdecak kagum dengan Seorang vectorio Alzinsky.


Al berhasil menyimpan ingatan Naga Taksaka sewaktu membakar tubuhnya dengan api dewa pohon suci. Ingatan tentang Ki Gondang yang telah diculik oleh Prisarasari dan akan menuju gunung Santri di kabupaten Pandeglang.


"Sudah, terima kasih tuan muda. Jiwaku malah lebih kuat dari sebelumnya," jawab Naga Taksaka dengan tersenyum lebar.


"Pak, mereka telah membawa Ki Gondang ke gunung Santri di Kabupaten Pandeglang. Kita harus bergegas, mungkin ada rencana tersembunyi kenapa yang diculik adalah Ki Gondang," jelas Al.


"Tuan muda, izinkan aku ikut!" pinta Naga Taksaka yang merasa nyaman ketika berdekatan dengan Al dan hanya dibalas oleh al dengan anggukan sambil tersenyum.


"Hati-hati dengan siluman tersebut, jika dia marah habis kita semua," bisik Bharada Jefry memperingatkan Al.


Mereka pun berjalan sambil berbincanng, walau kondisinya genting mereka tetap santai menghadapi masalah yang pelik tersebut.


"Tenang saja pak, selama tuannya jauh dan jiwanya terkurun di dimensi ajian jayadipa sukma. Khodam milik Ki Gondang tidak akan merepotkan kita," balas al dengan berisik juga pada Bharada Jefry.


Walau itu bisik-bisik, telinga Naga Taksaka sangat sensitif, namun ia tak tersinggung ata marah sama sekali. Karena apa yang Al katakan adalah hal yang sebenarnya.


'Bahkan hal yang seperti itu pun dia tahu. Padahal hanya aku, Ki Gondang dan wanita itu yang tahu akan kelemahanku tersebut,' batin Naga Taksaka.

__ADS_1


Naga Taksaka berbeda dengan Maung Bodas yang berambut putih dengan pakain pendekar putih serta ikat kepala berwarna putih.


Naga Taksaka berpenampilan memakai jubah berwarna hijau dan di daalam jubahnya menggunakan baju pendekar jawa berwarna hijau dengan ikat kepala berwarna hiaju pula.


manik matanya berwarna hijau daun, dengan alis yang sangat taja, kalau ketampanannya sangat seimbang dengan Muang Bodas. Walau Maung Bodas dan naga Taksaka adalah seorang siluman bertingkat Iblis saat ini.


Mereka segera menelepon mobil tim polisi Lelea untuk segera meluncur mengejar Prisarasari yang sedang menujua Kabupaten Pandeglang.


......................


6 am kemudian puncak gunung Kalahar.


"Kamu sangat hebat jayadipa bisa membawa keempat pohon tersebut dan memindahkan ke puncak gunung. Aku akui ajian lempit sayuta milikmu lebih hebat daripada kami."


Setyarini tersenyum lebar menghadap ke arah Jayadipa Mangkudhara alias Bayi Bajang.


Mereka berempat sedang melakukan penyerapan energi positif dari dalam tubuh Ki gondang yang seang melayang dikelilingi mereka berempat.


Aliran energi positif dari energi mustika Chandra Kembar keluar dari dalam tubuh Ki Gondang dan menyebar ke Birawa, Jayadipa, Setyarini dan Prisarasari yang sedang menangkupkan tangan untuk menyerap energi tersebut.


"Tentu saja. Apapun akan aku lakukan asal aku bisa menyempurnakan ilmu ajian pancer sudarsana tanpa batas seperti Pirsasarasari," kata Jayadipa dengan tersenyum sinis ke arah Pirsasarasari yang berada di sebelah kirinya.


Aliran energi emas tersebut kkeluar dari kedua mata, hidung, mulut dan telinga Ki Gondang. Jika energi itu habis diserap maka Ki Gondaanng akan mati dan kontraknya dengan Naga Takasaka akan hancur, maka naga taksaka akan menjadi khodam yang tak bertuan.


"Sudah, jangan banyak bicara! Kita harus fokus menyerap semua energinya sebelum mereka datang," serga Birawa sedikit kesal karena melihat kedua temannya berbincang tentang hal yang tak penting.


"Kamu selalu saja punya pikiran buntu Jayadipa! Walaupun mereka berhasil naik ke atas, mereka hanya akan menghantar nyawa. Kita juga mendapatkan pasukan banyak dari sekutu kita Raja Mogharwala."


"Mereka ingin kita membantu mereka untuk merebut mustika gandariwa dan hanubara dari tangan si pengecut Angling Wirasena," cibir Setyarini dengan menyebikan bibir.


"Ya,kamu memang pinta," balasa Jayadipa sedikit kesal dengan raut muka dingin.


Baginya berdebat dengan Setyarini yang kadang-kadang bicaranya merepet terus seperti petasan sama saja dengan bunuh diri. Ia tak tahan dengan suara Setyarini yang kadang seperti petasan tersebut.


Bulan Purnama sudah tepat di atas ubun-ubun mereka berempat, penyerapan energi mustika Chandra Kembar sebentar lagi akan selesai dan Ki Gondang akan tewas walau ia berada ditingkat kharisma buana.


Walaupun ia sadar danmelawan mereka berempat, Ki Gondang bukan tandingan empat Jendral IIblis dari Gunung Kalahar tersebut.


Setelah penyerapan selesai, tubuh Ki Gondang hancuur perlahan menjadi debu daan luruh, meninggalkan sebuah batu mustika berwarna emas yang terbelah dua seperti bulan sabit.


Prisarasari mengeluarkan rambut Al dan menggerakannya dengan ajian panca komala ke arah mustika Chandra Kembar yang sedang melayang dihadapan mereka berempat.


BOOM!


Muncul ledakan yang sangat dahsyat disertai pilar energi yang menjulang ke langit dan menciptakan awan hitam yang menggulung disertai petir yang bersahutan.


Kebangkitan kembali kakawin di depan mata, bukan hanya Kakawin yang akan dibangkitkan. Tapi juga Aruandan Arini atau Seruni dan Serani.

__ADS_1


Soalnya anak kembar siam tersebut adalah wadah fsik bagi Kakawain yang sudah cocok dengannya dan tidak bisa digantikan.


__ADS_2