
......................
...Di rumah Prida....
Anak buah Grisena sedang mengepung rumah Prida agar menarik perhatian Prida dan pasukannya. Mereka berusaha agar Prida dan para tetua akademi Wong Alus teralihkan perhatiannya dari Al.
1000 Genderuwo merah yang memiliki tingkatan jin dikirim untuk mengalihkan perhatian Prida.
"Bedebah, kerajaan iblis mana yang berani menyerang kita!" teriak Govanka salah satu tetua akademi Wong Alus.
Para guru, tetua, dan Prida sedanga mengadakan rapatt di rumah Prida terkait kebangkitan aksa yang dialami oleh Al yang terjadi dua kali kebangkitan.
"Ajian Kidang Kuning!"
Govanka melesat keluar sangat cepat, tubuhnya diselimuti petir kuning, sebagai seorang Sramana di tahap kharisma buana, menghadapi 1000 genderuwo di tahap jin tersebt hanya masalah kecil baginya.
1000 Genderuwo mengepung rumah Prida yang sudah dikelilingi 1000 khodam milik Prida yang memakai pakaian prajurit zaman kerajaan dengan rompi merah. Namun. Govanka tidak membiarkan mereka untuk membantunya.
"Ajian Waringin Sungsang!"
Kedua telapak tangan Govanka diselimuti aura berwarna ungu disertai petir ungu yang menyambar-nyambar.
Di mata manusia biasa, Govanka hanya terlihat sedang mengepalkan kedua tangan dengan sangat serat. Tapi, di mata para makhluk halus, kedua kepalan tangan Govanka mengeluarkan petir ungu yang menyambar-nyambar.
"Groaaar ...!" Barakuda yang menjadi pemimpin bagi para Genderuwo tersebut meraung keras hingga menggetarkan wilayah dalam radius 50 meter.
50 Genderuwo melesat bergantian ke arah Govanka dengan mata merah menyala-nyala dan kuku-kuku yang runcing , siap mencabik-cabik Govanka yang telah meremehkan mereka.
Govanka hanya diam di tempatnya dengan menyunggingkan senyum, ia hanya menunggu 50 genseruwo tersebut menyerang dahulu.
3 Genderwuo yang berada di baris depan melesatkan cakaran ke kepala Govanka.
Namun cakaran tersebut hanya mengenai ruang kosong, sebab Govanka sudah berpindah tempat di belakang mereka menggunakan ajian kidaang kuning dan melesatkan pukulan ke punggung Genderuwo satu persaatu daan sangat cepat.
BAM! BAM!
Pukulan ajian waringin sungsang tersebut sangat kuat, hanya dalam sekali pukul, 3 Genderuwo tersebut langsung meledak dan hancur jadi debu.
47 Genderuwo yang belum menyerang Govanka agak gentar melihat temannya tewas dalam satu pukulan.
__ADS_1
Govanka tidak menyia-nyiakan waktu dan inngin menunjukan pada kerajaan iblis yang sudah berani mengusik akademi Wongn Alus.
Dengan melesat secepat kilat, Govanka menghantamkan pukulan ajian waringin sungsang ke perut genderuwo satu persatu hingga membuatnya luruh menjadi debu.
BOOM! BOOM!
Hanya dalam 5 menit, 996 genderuwo habis tak tersisa dan hanya menyisakan Bharakuda dengan raut wajah ketakutan dan menjatuhkkan rahang, "Apa?!"
Bharakuda mau kabur, namun langsung di halangi oleh salah satu khodam milik Prida, "Dasar Jin sampah, berani masuk wilayah kami, maka jangan harap bisa kabur dan aku pastikan kau hanya pulang tinggal nama."
"Ajian Bajra Moghaswara!!"
Bharakuda tanpa basa-basi melemparkan bola petir merah ke arah prajurit Prida tersebut dan meledak.
BOOM!
Di saat mereka teralihkan pperhatiannya oleh ledakan bola petir merah, Bharakuda kabur secepat mungkin dari kepungan khodam prajurit Prida.
Setelah kepulan asap mereda, Govanka kesal karenaa tidaak mendaapati sosok Genderuwo merah tersebut, "Cuih, dasar Genderuwo Pengecut!"
......................
...Dimensi gaib Bayi Bajang....
"Hei! Dimana Lyodra!" teriak Al dengan geram, sebab para makhluk tersebut dirasa Al hanya mempermainkannya.
[Xixixi ... berkat ajian mahesora dupa: api dewa suci, jiwa dan fisik tuan telah diregenerasi serta pulih dengan cepat. Pengisian energi TM dan TD juga terisi ulang dengan cepat]
Sekelebat bayangan putih dan hitam wara-wiri di belakang Al, pemudaa gendut itu tahu karena sensor gaibnya mendeteksi makhluk halus yang terus mengusiknya.
Namun kecepatan mereka terlalu cepat untuk Al tangkap, lagipula ia belum menemukan keberadaaan Lyodra.
"Al! Hihihi ...."
"Al! Kemarilah, hihihi ...."
Al menoba memejamkan mata untuk mengaktifkan bhayangkara aksa agar mempermmudaah melacak keberadaan makhluk halus yang membawa Lyodra.
Manik mata ungu pekat tersebut aktif dan pandangan Al bisa melihat jelas banyak sosok yang sedang mengepungnya.
__ADS_1
"Seahkan dahulu kedua matamu, atau gadis itu takan bisa keluar selamanya dari sini," ancam Bayi Bajang dengan suara imut seperti balita laki-laki berumur 3 tahun.
"Perlihatkan dahulu Lyodra!" Al berteriak dan tidak gentar dengan ancaman Bayi Bajang. "Ajian Angkusaa Sangkara."
Dengan lirih Al menciptakan siluet pedang kecil berwarna hitam di genggaman tangannya, agar rak ketahuan oleh Bayi Bajang.
"Ajian Jayadipa Sukma!"
Tubuh Al ditarik sangat kuat ke daalam sebuah ruangan yang begitu gelap, merupakan markas utama atau ruangan utama dari wilayah atau teritorial milik Bayi Bajang.
Ruangan yang sangat gelap daan bhayangkara aksaa hanya mendeteksi saatu sosok yang begitu sangat besar setinggi 10 meter.
Namun wujudnya masih samar hanya terlihat cahaya merah berkobar-kobar dari kedua bola mata daan tanduknya.
Bayi Bajang hanya ingin memiliki kedua mata Al tersebut seorang diri, makanya hanya menarik Al ke dalam teritorialnya dan tanpa satupun anak buahnya yang boleh masuk ke dalam wilayahnya tersebut.
Tubuh al sedikit gemetar melihat sosok hiytam kemerahan yang berada di dalam kegelapan.
Ditambah lagi, ruangan tersebut mengeluarkan bau yang sangat anyir dan busuk, rassanya Al ingin muntah, namun ia tahan demi menyelamatkan Lyodra.
"Cepat berikan kedua matamu!"
Tangan yang sangat besar berwarna merah pekat dengan kuku-kuku yang sangat panjang terulur ke arah dada Al.
Bahkan tangan tersebut sangat besar dan mampu menggenggam tubuh Al yang setinggi 175 cm tersebut.
"Perlihatkan Lyodra dahulu!" pinta Al dan tubuhnya mulai gemetar melihat tangan yang memiliki kuku-kuku runcing berwarna merah. Bahkan celananya sudah basah oleh air dari burung perkututnya tersebut.
Manusia normal manapun akan ketakutan melihat sosok makhluk halus dengan hanya duduknya saja sudah setinggi 10 meter.
Apalagi punya tanduk, kedua taring yang sangat panjang dan juga kuku-kuku runcing dengan mata merah menyala.
'Sistem, apa yang harus aku lakukan?' tanya Al dalam batinnya dengan keadaan bingung harus melakukan apa disaat kondisi genting seperti ini.
Pertanyaan Al tidak ada jawaban dari sistem dan membuatnya kesal juga agak sedikit putus asa.
Bayi Bajang mengangkat tubuh Lyodra dengan kedua jarinya dan memperlihatkannya pada Al.
Al tidak mau tertipu jika itu Lyodra apa bukan, jangan-jangan itu makhluk halus yang sedang menyamar untuk menipunya.
__ADS_1
Tapi, bhayangkara aksa mendeteksi hal yang normal pada tubuh Lyodraa daan sedikit bernafas lega.
'Bagus, itu Lyodra yang sesungguhnya. Jika kalian menggunakan cara licik untuk melawanku, maka aku juga punya,' batin Al dengan tatapan yang sangat tajam ke arah tangan Bayi Bajang dan melemparkan siluet pedang kecil ke arah tangan besar tersebut.